Pengalaman Berlari – Bromo Marathon 2014

Tulisan ini dalam rangka dibuang sayang. Cerita tahun lalu saat saya dan suami mengikuti Bromo Marathon tanggal 7 September 2014, penutupan rangkaian bulan madu kami. Iya, bulan madu salah satunya ikut lomba lari :D. Dan tulisan ini juga sebagai penyemangat karena dalam beberapa hari lagi saya dan suami akan ikut lomba lari di Den Haag. Buat saya, lomba lari kaliΒ  ini sangat spesial, karena akan menjadi lomba lari pertama di Belanda.

Saya memang suka lari sejak kecil. Olahraga yang saya tekuni sejak kecil adalah lari dan karate. Berenang baru 10 tahun kebelakang sejak didiagnosa dokter bahwa saya ada kelainan tulang punggung, yaitu Skoliosis yang sudah sangat parah, dan operasi adalah jalan keluar penyembuhannya. Tetapi saya tidak mau, akhirnya dokter menyarankan saya untuk berenang sebagai terapi. Akhirnya 3 olahraga yang saya tekuni yaitu lari, karate, dan berenang. Meskipun suka berlari, tetapi saya sangat jarang ikut lomba-lomba lari. Bromo Marathon ini sepertinya race pertama yang saya ikuti lagi setelah entah berapa tahun terakhir tidak pernah aktif berlomba lari. Rutinnya, saya selalu lari 2 kali seminggu. Tapi jika sedang malas ya sekali seminggu. Paling tidak, seminggu sekali saya pasti lari. Meskipun suhu sering dibawah 5 derajat dalam sebulan ini, berangin, hujan tiba-tiba, tetapi saya memaksakan diri untuk tetap berlari. Sekalinya malas, maka malas seterusnya. Kalaupun saya malas, pasti digeret sama suami. Dia ini raja tega kalau masalah olahraga. Tidak ada kata malas untuk berolahraga dikamusnya.

Kembali ke Bromo Marathon, awalnya saya yang mendaftar. Waktu itu posisinya kami belum menikah, bahkan tanggalnyapun belum ditetapkan. Setelah tanggal pernikahan ditetapkan dan ijin cuti dari kantor suami keluar, dia akhirnya ikut mendaftar. Saya yang 10km, dia yang half Marathon 21km. Kalau suami memang rajin ikut race yang 21km sejak lama. Medalinya saja sampai bertumpuk dirumah. Sehari sebelum hari H, kami berangkat dari Surabaya rame-rame tujuh orang bersama kakak kelas saya dikampus. Menginap dirumah penduduk yang tempatnya sangat bersih dan nyaman dengan makanan berlimpah

Pagi harinya saat hari H, kami menggunakan mobil bak terbuka menuju ke tempat pemberangkatan (start). Full marathon (42km) berangkat terlebih dahulu, disusul yang half marathon (21km), kemudian yang terakhir adalah 10km. Rute yang ditempuh awalnya sama untuk ketiga tetapi dititik tertentu menjadi terpisah. Pada saat Bromo Marathon ini kondisi saya sedang sangat tidak fit. Sinusitis saya kambuh sejak beberapa hari sebelumnya. Ketika awal-awal berlari, udara dingin, semakin membuat hidung saya sakit, napas tersengal. Ditambah lagi medan lari yang aduhai sangaaattt melelahkan. Tanjakan lebih dari 50 derajat kemiringannya, berdebu, semakin membuat saya tersiksa. Ditengan jalan, hampir saja saya menyerah karena hidung sudah mengeluarkan darah. Tapi pada saat itu sudah lebih dari 5km, sayang juga kalau tidak diteruskan. Meskipun lari saya tidak kencang, tapi saya selalu usahakan ritmenya selalu sama, tidak pernah berhenti. Sekalinya berhenti, biasanya saya malas untuk berlari kembali. Mengambil beberapa foto juga saya lakukan sambil berlari. Yang menjadi menyenangkan adalah pemandangan yang dilalui sepanjang jalan sangat menghibur, serta sorak semangat yang diberikan oleh penduduk setempat dan sapaan hangat sesama peserta. Senangnya lagi, saya tanpa sengaja bisa bertemu dengan beberapa teman dari Jakarta yang saya kenal dari organisasi maupun beberapa kegiatan sosial, bahkan teman sesama penyuka olahraga lari.

Akhirnya dengan segenap perjuangan sampailah saya di finish dengan waktu 1:58:41 dan suami dengan waktu 2:49:32. Ternyata suami mengalami sedikit kecelakaan. Nyungsep saat jalan menurun karena kemiringan yang terlalu tajam, mungkin juga karena dia sudah kelelahan. Medan yang 21km dari ceritanya lebih mengerikan lagi susahnya. Saya sampai finish dengan keadaan baik-baik saja sudah sangat bersyukur dengan catatan waktu yang sudah disebutkan. Bromo Marathon memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Banyak kejadian lucu yang bisa membuat kami tertawa terbahak bahak kalau sedang mengingatnya

Keterangan lebih lengkap tentang Bromo Marathon, langsung bisa klik di website nya. Pendaftaran untuk tahun 2015 akan segera dibuka.

Nah, beberapa hari lagi kami akan mengikuti NN CPC Loop 2015 Den Haag. Saya konsisten ikut yang 10km, suami yang 21km. Antusias sekali karena race ini akan diikuti oleh ribuan peserta juga. Namun juga ada rasa grogi, kuat apa tidak sampai finish. Buat saya, dicoba saja dulu sampai batas maksimal kemampuan, yang penting sudah berusaha :). Kalau ada kesempatan, dan kesehatan memungkinkan, akhir tahun 2015 saya ingin ikut yang 21km. Membayangkan bisa berlari bersama suami pasti sangat menyenangkan.

Yuk, Olahraga biar badan seger πŸ™‚

-Den Haag, 4 Maret 2015-

Foto-foto yang ada disini adalah dokumentasi pribadi

Pesertanya 1500an dari 39 Negara
Pesertanya 1500an dari 39 Negara
Sepanjang jalan diberi semangat oleh penduduk setempat
Sepanjang jalan diberi semangat oleh penduduk setempat
Kalau bisa melihat titik-titik merah diatas sana, itu jalur yang akan saya lalui. Pffhhh napas tersengal-sengal
Kalau bisa melihat titik-titik merah diatas sana, itu jalur yang akan saya lalui. Pffhhh napas tersengal-sengal
Medannya benar-benar edyaan. 10km serasa 40km
Medannya benar-benar edyaan. 10km serasa 40km
Suami nyungsep di jalan menurun
Suami nyungsep di jalan menurun
Daann inilah kami dengan pose noraknya hahaha
Daann inilah kami dengan pose noraknya hahaha
Senang menjadi finisher di Bromo Marathon 2014. Pengalaman yang sangat berharga
Senang menjadi finisher di Bromo Marathon 2014. Pengalaman yang sangat berharga

Dan inilah yang akan saya ikuti beberapa hari lagi. 10km di NN CPC Loop Den Haag. Mudah-mudahan sampai finish dengan aman sentausa sehat jiwa raga πŸ™‚

Nomer dada. Antusias!
Nomer dada. Antusias!

 

15 thoughts on “Pengalaman Berlari – Bromo Marathon 2014

  1. one of the best race! bromar sama BMBM. tahun 2014 ini aku daftar HM sebenarnya, suka sekali sama race ini sejak digelar pertama kali tahun 2013y
    tapi almh mama berpulang, pas 7 sept 2014 ini tepat perayaan 40 hari blio. jadi batal deh. mau pergi tahun ini selisih 2 minggu sama ke Berlin. next year perhaps #curhat :))

    1. So sorry to hear about your Mama Mbak. Suamiku ketagihan sama BroMar. Ya maklumlah di Belanda ini kan ga ada gunung ya, jadi ga pernah ikutan running trail. Dia lho sampai punya rencana mau ke Indonesia september kemaren, sendirian (karena aku males pulang, lha belom ada setahun), hanya mau ikutan Bromo Marathon. Saking kepincutnya dia hahaha. Temenku ada yang ikutan Rinjani trail atau Rinjani Marathon atau apa gitu namanya. Katanya mendannya lebih gila dari BroMar Mbak. Mungkin bisa dicoba hahaha

    1. Hahaha, terima kasiihhh. Karena kami memang suka olahraga lari. Gampang, dan murah meriah πŸ™‚

  2. seru ya den sampe ikutan lomba segala.

    temen-temen saya yang suka ikutan lomba begini, mereka rutin lho latihan lari sebelum hari H. tanpa lomba pun mereka rutin lari tapi lebih intensif supaya hari H nya tambah fit.

    kepengen juga lari tapi saya kelebihan berat badan den. klo dipaksain pergelangan kakinya yang sakit…

    sukses yaaaa…

    salam
    /kayka

    1. Terima Kasih Mbak Kayka, Alhamdulillah sukses acara lari kami. Jadi ketagihan ikutan event-event lari yang lainnya πŸ™‚
      Iya Mbak, kalau olahraga itu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh, jangan dipaksakan. Kan tujuan olahraga biar sehat dan bugar, kalau bikin sakit ntar jadinya malah nyiksa tubuh πŸ™‚

    1. Iyaaa, itu pose norak banget. Padahal didepan banyak yang lagi antri foto di podium. Walhasil sorak sorai tepuk tangan lah mereka pas kami foto haha. Thanks Adhya. Semangat!

  3. pose noraknya lucu banget mb Den,,seru ya perjalanan bulan madunya diselingi dengan ikut lomba lari, aku sih gak sanggup kalau disuruh ikutan lomba lari, jalan kaki menanjak aja udah ngos2an,hahaha

  4. Iri deh ama yang demen lari. Aku paling males olahraga gak tau kenapa, jalan ke taman buat muter beberapa lap aja harus dipaksain banget dan sering gagal huhahahahahaa…..

    1. Hahaha, jalan muterin taman kaki terasa berat kayak dipasangin Jangkar yaa hihihi. Gpp, olahraga itu kayak milih jodoh, ga bisa dipaksa, datangnya dari hati *edisi ibu peri lagi kasih wejangan hahaha

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.