Japanese Garden – Den Haag

Beberapa waktu lalu saya dan suami mengunjungi Japanese Garden atau dalam bahasa Belanda disebut sebagai Japanse Tuin yang berada diantara Den Haag dan Wassenaar. Kami pergi kesana bersepeda karena jaraknya memang tidak terlalu jauh dari rumah, hanya 20 menit. Japanese Garden ini, yang merupakan menjadi bagian dari Clingendael Park, terbuka untuk umum dan masuknya tanpa dipungut biaya. Clingendael park sendiri terdiri dari beberapa taman, tetapi yang terkenal adalah Japanese Garden dan Taman Tua Belanda (Old Dutch Park).Meskipun Taman Jepang ini hanya buka dua kali dalam satu tahun yaitu pada musim semi dan musim gugur dengan waktu yang pendek, hal tersebut tidak menyurutkan pengunjung untuk pergi kesana. Terlihat tempat ini penuh serta ada beberapa pasang pengantin yang melakukan sesi pemotretan. Saya iseng menghitung, sekitar 7 pasang. Clingendael Park dan Japanese Garden memang indah dengan latar belakang bunga warna warni dan hamparan rumput yang hijau. Pada saat itu, cuaca juga mendukung, matahari sedang bersinar terang.

Menurut website pemerintah kota Den Haag sejarah berdirinya Japanese Garden ini adalah ketika Marguerite M. Baroness van Brienen (1871-1939) atau disebut juga Lady Daisy melakukan beberapa kali perjalanan ke Jepang. Ketika pulang ke Belanda, dia membawa beberapa benda khas jepang seperti lentera, pavilion, tong air, patung serta tanaman khas Jepang. Ini adalah satu-satunya Taman Jepang di Belanda sejak tahun 1910, karenanya memiliki nilai sejarah yang tinggi. Japanese Garden ini menjadi tanggungjawab pemerintah kota Den Haag.

Taman jepang ini berukuran kecil, namun penataan didalamnya rapi dan asri dengan pernak pernik khas jepang tentunya dan bunga warna warni  khas jepang juga sehingga ketika disana kita merasa benar-benar sedang berada di Jepang.

Untuk menuju Taman Jepang ini, sebelumnya melewati jalan setapak yang sisi kiri dan kanannya penuh dengan bunga berwarna warni.   

        

Suasana di Japanese Garden 

Jembatan favorit untuk sesi foto. Sampai harus mengantri untuk foto disini
Jembatan favorit untuk sesi foto. Sampai harus mengantri untuk foto disini
  

     

     

  

 

Clingendael Park 

  

         

Sedang sesi foto  ditengah hamparan bunga putih.  Rasanya pengen nebeng difoto juga :D
Sedang sesi foto ditengah hamparan bunga putih. Rasanya pengen nebeng difoto juga πŸ˜€
 

Menuju Clingendael Park ini bisa ditempuh juga menggunakan kendaraan umum yaitu bis nomer 18 dan 23.

Japanese Garden dapat dikunjungi pada :

Musim semi  : 25 April sampi 7 Juni 2015 Jam 09:00-20:00 dan

Musim gugur : 10-25 Oktober 2015 jam 10:00-16:00

Clingendael Park : Clingendael 12a, 2597 VH, The Hague

-Den Haag, 24 Juni 2015-

Semua foto adalah dokumentasi pribadi-

31 thoughts on “Japanese Garden – Den Haag

    1. Iya Za, rasanya pengen dipindah kerumah kebunnya hahaha. Eh beneran lho suamiku sudah jalan menuju fotografernya. Katanya mau numpang foto. Terus aku teriak jangan. Ora nduwe isin ancene wong kuwi haha. Katanya gpp, minta foto sekali aja hahaha. Ancenee kok πŸ˜€

    1. Amiiiiinnnn…. Aku kencengin ngaminin Dan. Semoga kesampaian. Kopdar deh kita disini πŸ™‚ *arek ITS kopdar nang eropa πŸ˜€

    1. Iyaa Chris. Aku yang belum pernah ke Jepang jadi merasa “lumayanlah ngerti2 dikit hawa Jepang” haha

    1. Iya Mbak, aku sampai ditowel2 sama Suami disuruh pulang karena hampir tutup tamannya haha. Sampai lupa waktu

    1. Hahaha ga ada pilihan Mikan. Ga punya mobil, rusak. Jadi pilihannya cuman 3. Jalan, ngontel naik sepeda apa naik kendaraan umum. Lumayanlah bisa irit uang nge gym hehehe secara sakit itu mahal jendral *berasa pilem2 jadul aja kalimat terakhir πŸ˜€

      1. Bld kan memang negara sepeda sisanya sih sama aja kayak di sini. Amrik doang yg pd manja pake mobil kecuali di NY. Mnrtku pada dasarnya kamu suka olahraga…something yg aku nggak wkwkwkwkwkwkw…..

        1. Hahaha, kebeneran partnernya doyan olahraga olahraga. Suka digangguin tidur kalau weekend ga bangun buat lari pagi. Jadi aslinya olahraga karena terpaksa sambil ngantuk-ngantuk hahahaha

    1. Piknik di Clingendael Parknya seruuu bisa guling2 dirumput gitu. Tapi kalau ditaman Jepangnya ga boleh

  1. Setahuku, alasan kenapa taman Jepang bentuknya kecil adalah karena seni gardening di Jepang emang kayak gitu mbak. Semua tanaman jadi kecil, makanya bonsai terkenal dari Jepang kan. Untuk negara2 Asia Timur, ilmu mendesain taman bahkan sampe masuk ke ilmu arsitektur mereka. Untuk taman Cina, beda dengan taman Jepang. Kalo gak salah dari antara dua taman ini ada yang pake konsep makrokosmos dan mikrokosmos. Makanya taman2 Asia Timur terlihat unik dan cantik, karena ngedesainnya aja konsepnya udah berat. Hahahaha!

    Emang bagus banget sih Japanese Garden itu. Aku aja betah disana. Kemarin kesana sama temen2 kampus dan untungnya pergi kesana pas hari biasa jadi pas sampe disana cuma ada kami satu rombongan doang. Bebas popotoan tanpa harus antri, hehehe…

    1. Waahhh Thanks Crys infonya. Sangat bermanfaat sekali. Baru tahu aku alasan itu. Iyaaa bikin betah (kalau pas lagi gak rame). ini mau foto aja musti saingan sama penganten yang sudah antri dibelakang πŸ˜€

  2. Wah kalau aku kesana betah lama-lama perhatikan detail tanamannya deh πŸ˜€ .
    btw Den, tgl bukanya salah deh, ketukar posisinya hehe Musim semi harusnya 25 April sampai 7 Juni 2015, musim gugurnya baru yg oktober.

    1. Hahaha iyaa Nel, kebalik. Thanks sudah diingetin. Sudah aku benerin sekarang. Ini gara2 suamiku ngajak ngobrol pas aku ngetik *lalu cari kambing hitam haha
      Beneran betaaahh banget disini. Tiap ketemu bunga, berhenti, dipoto. Ga nyampe2 jalannya πŸ˜€

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.