Bavaria Road Trip dan Kastil Neuschwanstein

Akhir bulan Juni sampai akhir minggu pertama di bulan Juli 2018 kami melakukan perjalanan darat selama 12 jam dari tempat tinggal kami ke daerah Bavaria di Jerman (Jika ingin tahu lebih jelas tentang Bavaria, bisa dibaca di sini). Perjalanan darat yang saya maksud adalah dengan menggunakan mobil. Bisa dikatakan ini adalah liburan musim panas walaupun sebenarnya liburan ini dalam rangka merayakan ulang tahun suami. Kami berangkat hari minggu jam setengah tujuh pagi, waktu dimana para tetangga nampaknya masih tertidur dengan pulas. Hari sebelumnya, kami datang ke undangan ulang tahun anak seorang teman. Acaranya meriah dengan hidangan yang luar biasa enaknya (penting ini), maklum yang punya acara Ibunya orang Indonesia jadi bisa dipastikan makanan melimpah ruah. Kami pulang terlebih dulu setelah perut kenyang, tentu saja, dan tak lupa membungkus.

Memilih hari minggu untuk petualangan 12 jam naik mobil menuju Bavaria adalah pilihan tepat. Sepanjang perjalanan lancar, baru setelah Frankfurt jalan lumayan tersendat tetapi tidak sampai macet yang mengesalkan. Aman terkendali. Kami berhenti sebanyak 4 kali untuk makan siang, isi bensin, istirahat sejenak, dan ke toilet. Secara keseluruhan, perjalanan kami sangatlah lancar tanpa hambatan. Walaupun mobil yang kami sewa (kami memutuskan untuk tidak punya mobil sendiri sejak lama) tidak ada fasilitas AC, tapi hal tersebut tidak mengurangi riang gembira kami selama perjalanan, dengan konsekuensi jendela mobil dibuka. Kebayang dimusim panas yang sangat menyengat seperti saat ini, membuka jendela mobil sama saja terkena hawa panas dari luar. Tapi daripada pengap di dalam, hitung-hitung seperti road trip jaman dulu saat belum ada AC. Sebenarnya lama perjalanan kalau tidak pakai berhenti sama sekali hanya butuh waktu 8 jam. Tapi ya kan tidak mungkin kalau tidak berhenti. Maklum, tulang tidak muda lagi, butuh untuk diluruskan setelah duduk dalam waktu yang lama.

Selama 5 hari kami menginap di Munich atau München dalam bahasa Jerman. Munich adalah ibukota Bavaria. Karena liburan kali ini dalam rangka ulangtahun suami, maka seperti kebiasaan kami, semua yang mengurus adalah yang berulangtahun, termasuk hotel. Jadi saya tidak bertanya secara detail tentang hotel yang akan kami tempati. Yang saya dapatkan gambarannya adalah letaknya di pusat kota. Ternyata sesampainya di sana, ada saja kejadian diluar kuasa. Air di WC nya yang mengalir terus, beberapa kali menghubungi resepsionis dijawab akan segera diperbaiki yang nyatanya sampai akhir kami kembali ke Belanda tetap saja tanpa solusi. Walaupun bisa digunakan secara normal, tapi suara air lumayan terdengar sayup dimalam hari. Keluhan-keluhan lainnya bersifat minor, jadi ya anggap saja seni selama liburan.

BERKELILING di PUSAT KOTA MUNICH

Selama di Munich, kami jalan kaki mengelilingi pusat kotanya dan juga naik metro serta tram ke beberapa tempat yang agak jauh dari pusat kota. Kami mengunjungi Olympiapark yang menjadi tempat dilaksanakannya Olimpiade tahun 1972. Tempatnya sangat luas. Saking luasnya saya lebih memilih menunggu suami yang dengan semangatnya menelusuri hampir seluruh tempat ini, termasuk lapangan sepakbolanya.

Olympiapark dilihat dari atas bukit
Olympiapark dilihat dari atas bukit

Masih satu area dengan Olympiapark, ada museum BMW. Sayang waktu kami ke sana pada hari senin, museumnya tutup. Jadi yang bisa dilihat adalah galeri BMW nya. Saya tidak masuk, menunggu diluar duduk di rumput di bawah pohon.

BMW Welt (Foto oleh suami)
BMW Welt (Foto oleh suami)

Di Munich, saya sempat janjian untuk bertemu dengan Mbak Dian yang tahun kemarin saya datangi kota tempat tinggalnya yaitu Salzburg (ceritanya ada di sini). Selain itu, saya juga ketemu Mindy yang terakhir ketemu sewaktu di Berlin (ceritanya di sini). Foto kami ketemuan bersama tidak saya tampilkan di sini ya. Senang sekali bisa bertemu lagi dengan mereka berdua diantara jadwal liburan kami. Meskipun waktu bertemunya tidak lama, tapi pembicaraan kami seperti biasa sangatlah bermakna.

Munich
Munich
Munich
Munich
Munich
Munich
Munich
Munich

DACHAU

Salah satu tempat yang ingin dikunjungi suami adalah Dachau Concentration Camp Memorial Site. Sebenarnya saya tidak terlalu suka mengunjungi kamp konsentrasi karena selalu membuat saya sedih dan berpikir berkepanjangan setelahnya yang berujung kepala saya pusing. Entahlah, jika berhubungan dengan Hitler, hati dan pikiran saya tidak kuat membayangkan apa yang terjadi pada masa itu.

Dachau Concentration Camp Memorial Site
Dachau Concentration Camp Memorial Site

Benar saja, baru memasuki satu penjara, saya sudah tidak sanggup meneruskan ke seluruh area. Saya bilang suami, lebih baik kami menunggu di bawah pohon dekat pintu masuk sambil main-main di rumput. Sedangkan suami menyusuri seluruh areanya. Sekitar 2.5 jam kami di sana. Masuk ke sini, gratis.

Dachau Camp Concentration
Dachau Camp Concentration

Kastil Neuschwanstein

Salah satu tujuan utama kami adalah ke kastil Neuschwanstein. Sudah lama saya melihat dan membaca di internet tentang keindahan kastil ini. Apalagi melihat fotonya yang tampak megah dan menjulang dengan warna putihnya. Semakin penasaran ketika membaca blog Dixie menceritakan tentang kastil ini. Waktu itu saya berdoa semoga suatu saat berkesempatan ke sini. Musim panas tahun ini, kesampaian juga mengunjungi kastil yang menjadi sumber inspirasi Walt Disney untuk beberapa ceritanya. Kami membeli tiket online (saya sarankan membeli tiket secara online untuk menghindari antrian yang panjang apalagi saat musim liburan). Kami berangkat jam setengah tujuh pagi dari hotel karena perjalanan akan memakan waktu lebih dari 1.5 jam. Jam setengah sembilan pagi kami sudah sampai di parkiran lalu menuju loket untuk menukarkan tiket dalam bentuk fisik.

Ditiketnya akan tertera jam berapa kita bisa masuk ke dalam kastil. Jangan sampai telat ya karena kalau telat, tidak akan bisa masuk dan harus membeli tiket ulang. Lebih baik 15 menit sebelum waktunya, sudah menunggu didepat pintu masuk. Untuk menuju ke kastil ada dua cara. Jalan kaki menanjak selama kurang lebih 30 menit atau naik kereta kuda yang harus membayar jumlah pastinya saya tidak tahu. Kami memilih jalan kaki sambil menikmati hawa segar pagi hari dari hutan kanan dan kiri jalan. Jalan menanjak pun kami lalui dengan sesekali menyanyi dan bersenda gurau.

Jalan menuju kastil
Jalan menuju kastil

Sesampainya di halaman kastil, kami masih punya waktu satu jam untuk menunggu. Saya pergunakan waktu tersebut untuk foto sana sini. Beruntungnya saat itu cuaca sedang bersahabat, tidak terlalu terik maupun tidak hujan.

Pemandangan dari halaman kastil
Pemandangan dari halaman kastil

Selama tour di dalam kastil, akan ada pemandu yang menjelaskan semuanya. Saat pertama masuk, saya sangat deg-degan. Seperti ketika saat pertama kali saya akan melihat Menara Eiffel secara langsung. Karena selama ini saya hanya membaca dan melihat di internet tentang kastil Neuschwanstein lalu sekarang bisa menjejakkan kaki di dalamnya, rasanya benar-benar campur aduk. Luar biasa terharu. Dan benarlah seperti yang saya baca, kastil ini memang indah sekali. Selama di dalam, tidak diperbolehkan mengambil foto. Hanya di balkon selesai tour boleh memfoto area sekeliling kastil. Selama di dalam kastil, saya benar-benar terbengong dengan karya manusia yang luar biasa indah. Takjub. Dinding penuh lukisan, bahkan ada satu ruangan yang berisi lukisan angsa yang berjumlah ratusan atau ribuan saya lupa yang menginsipirasi film Frozen. Saya bersyukur diberi kesempatan ke tempat yang sejak lama saya ingin kunjungi dan pada akhirnya bisa mengunjungi bersama keluarga.

Pemandangan dari atas kastil
Pemandangan dari atas kastil
Pemandangan dari atas kastil
Pemandangan dari atas kastil
Dari jembatan di depan sana, bisa melihat kastil dengan sudut yang paling baik
Dari jembatan di depan sana, bisa melihat kastil dengan sudut yang paling baik

Untuk bisa memotret atau melihat kastil secara keseluruhan, bisa dilakukan di jembatan seberang kastil. Kita harus berjalan menanjak lagi, sekitar 10 menit. Untuk masuk ke jembatan inipun harus melewati penjaga supaya tidak terlalu banyak pengunjung di atas jembatan. Saran saya jika ingin mengunjungi kastil Neuschwanstein, datang lebih pagi lebih baik karena saat kami kembali ke parkiran mobil, antrian untuk bisa ke jembatan, mengular. Antrian di loket, mengular.

Jalan menanjak menuju jembatan
Jalan menanjak menuju jembatan
Kastil Neuschwanstein dilihat dari atas jembatan
Kastil Neuschwanstein dilihat dari atas jembatan
Kastil dilihat dari atas jembatan
Kastil Neuschwanstein dilihat dari atas jembatan

Saat turun menuju parkiran mobil, hujan datang. Kami berteduh di restoran karena memang sudah saatnya makan siang. Selesai makan, hujan masih saja turun. Kami lalu nekat berlari menerobos hujan melewati jalan yang berbeda saat kami datang. Kali ini kami memilih jalan di dalam hutan. Meskipun agak berkerikil dan licin, tapi meminimalkan terkena air hujan. Selesai juga menuntaskan rasa penasaran saya tentang Kastil Neuschwanstein. Pengalaman yang tidak pernah akan saya lupakan.

FüSSEN

Jika sudah sampai di Kastil Neuschwanstein, mampirlah ke Füssen. Kota kecil yang berjarak hanya 5 menit berkendara. Meskipun kota ini kecil, tetapi menyusuri kotanya seperti ada daya tarik sendiri yang susah dijelaskan. Sungai yang berwarna hijau, bangunan-bangunan yang berwarna warni, dan latar belakang pegunungan. Füssen tidak terlalu banyak dikunjungi oleh turis, bahkan pada musim liburan seperti saat musim panas. Füssen juga salah satu kota yang termasuk dalam Romantic Route di Jerman

Fussen
Fussen
Fussen
Fussen
Fussen
Fussen
Fussen
Fussen
Taman di Fussen
Taman di Fussen
Fussen
Fussen

 

TEGERNSEE

Tujuan terakhir kami adalah ke danau Tegernsee. Karena saat ke sana sedang mendung, rencana untuk naik kapal mengelilingi danau kami batalkan. Akhirnya kami berjalan kaki menyusuri setengah danau. Lumayan juga untuk melunturkan lemak makanan yang banyak selama liburan.

Tegernsee
Tegernsee

 

MAKANAN DI BAVARIA SELAMA LIBURAN

Beberapa foto di bawah ini adalah beberapa makanan (yang sempat saya abadikan) yang kami makan selama liburan, Jangan tanya namanya apa, karena saya tidak ingat sama sekali. Yang saya ingat adalah makanan yang kami beli di restoran halal, isinya sate ayam dan sate kambing. Selain makanan itu, saya tidak ingat. Yang penting masih dalam kategori bisa saya makan.

Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria
Makanan di Bavaria

Begitulah cerita liburan dalam rangka ulangtahun suami dan juga liburan musim panas kami. Perjalanan kembali ke Belanda juga lancar jaya selama 12 jam meskipun panasnya luar biasa menyengat. Sesampainya di Belanda, kami langsung menuju ke Pempek Elysha, seperti biasa tempat yang pertama kami setelah kami liburan.

Langsung kalap di Pempek Elysha
Langsung kalap di Pempek Elysha

Semoga suami yang berulangtahun selalu diberikan kesehatan yang baik, umur yang berkah dan sehat serta bahagia bersama kami sekeluarga. Sampai membaca cerita liburan kami selanjutnya.

-Nootdorp, 20 Juli 2018-

20 thoughts on “Bavaria Road Trip dan Kastil Neuschwanstein

    1. Iya Mayang, kastilnya bagus banget. Ga ada makanan Indonesia Mayang. Di sana malah kami ga nyari restoran Indonesia

  1. Mbak Deny, aku kelewatan post ini gara2 lg ga sempet blogwalking. Bavaria cantik bgt ya, area favoritku di Jerman. Kemarin aku malah ga sempet ke Dachau, jalan2 di Munich pun ga sempet eksplor semua yg mau aku liat. Ngebaca ini jadi pengen mampir lagi ke sana, banyak tempat bagus yg aku kelewatan kayanya 😀

    1. Berkat postinganmu Dixie, jadi aku tahu Bavaria dan sekitarnya :). Memang bagus banget. Itupun karena waktu kami ga banyak, jadi musti pilah pilih mana yang mau didatangin. Kalau mau nuruti keinginan, pengen didatangi semua haha.
      Semoga bisa kesampaian ke Munich lagi dan eksplor lebih banyak wilayah Bavaria.

    1. Haha iya, karena memang ada yang butuh makan nasi selain aku, makanya kalau ada menu nasi, langsung pesen. Kalau ga ada baru makan yang berkentang.
      Terima kasih Mae. Semoga rencana ke Jerman bisa kesampaian

  2. Fotonya keren-keren Den, selamat ulang tahun buat suami ya, sehat selalu bahagia dunia selamat akhirat insya allah aamiin.

    Kami baru mau cus minggu ini nih, sempet mikir mau ke München dan sekitarnya tapi akhirnya putar haluan ambil rute Berlin kali ini 🙂

    1. Terima kasih Anis dan terima kasih juga untuk ucapan serta doanya. Amin.

      Selamat berlibur untuk kalian sekeluarga. Semoga ke tempat yang lebih dingin dari Belanda ya.

  3. Selamat (belated) ulang taun buat suamik ya Den… seru banget sih road trip. Aku kangen kota-kota kecil di Eropa deehh… Abisnya cakep-cakep dan banyak orang tua duduk-duduk trus terasanya beneran liburan dengan kehidupan yang super selow 😀

    1. Terima kasih banyak Dita ucapannya.
      Bener banget, melihat kehidupan yang selow kalaupas lagi liburan tuh menyenangkan ya. Nah pas liburan selesai dan balik ke kenyataan, jadi pengen selow mulu akunya haha

  4. Deen akhir e aku mampir maneh mrene.
    Btw pas baca soal Daschau kerasa merinding. Palingan kalo ke situ aku yo ga mau masuk. Tapi pemandangan e warbiyasak indah yo. Akutu selalu penasaran sama kota-kota di Eropa sana. Semoga suatu saat bisa mampir sana.

    1. Waahh suwun lho Dan. Mimpi apa aku dikasih komen Blogger kondang haha.

      Semoga suatu saat bisa ke sini ya Dan dan menikmati Eropa semaksimal mungkin

    1. Amiinn terima kasih Frany.

      Kalau mengingat Hitler yang terasa adalah sedih, amarah, kesal, berkecamuk. Coba deh Fran kalau misalkan ada waktu cari2 cerita tentang kekejaman Hiler. Nyesek bacanya

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.