Belanda Kembali Menghangat

Belanda kembali menghangat setelah sebelumnya sudah kembali ke cuaca fitrahnya yaitu hujan, angin, dan dingin. Hal itu wajar karena memang sudah masuk ke musim gugur. Sebenarnya matahari bersinar terang dan suhu menghangat pada bulan oktober itu tidak seperti biasanya. Saya ingat, tahun kemarin juga seperti ini. Walhasil pada musim dingin ampun-ampunan dinginnya dan sampai ekstrim bahkan beberapa kali turun salju yang sangat lebat. Dengan cuaca yang kembali menghangat pada bulan Oktober ini, semoga musim dingin nanti tidak terlalu ekstrim suhu dinginnya. Oh ya, saat ini langit mulai gelap sekitar jam 7 malam dan kembali terang sekitar jam 8 pagi. Jadi malamnya lumayan lama.

Ya sudah, musim dingin dipikirkan nanti saja. Sekarang dinikmati yang ada, yaitu memanfaatkan semaksimal mungkin aktifitas di luar rumah selama matahari bersinar terang dan hangat. Bagaimana tidak, walaupun tidak ada matahari selama tidak hujan saja kami pasti tetap jalan-jalan. Nah ini matahari muncul dan suhu hangat, pastinya kami tidak mau hanya sekedar duduk-duduk dalam rumah. Sampai minggu depan, konon suhu sampai 22 derajat celcius.

Nongkrong di danau
Nongkrong di danau

Hari Jumat minggu lalu, saat suhu menghangat sampai 22 derajat celcius, kami memutuskan untuk menghabiskan sore dengan nongkrong di danau dekat rumah. Kami sering sekali main ke sini. Berjalan kaki hanya sekitar 20 menit saja. Di danau ini ada fasiltas bermain untuk anak selain bisa main pasir selayaknya di pantai juga. Kalau musim panas, danau ini sangat penuh karena banyak yang berenang. Jika musim gugur seperti saat ini, anak-anak hanya bermain pasir dan beberapa permainan yang lain karena air danaunya tidak layak untuk dijadikan tempat berenang karena faktor dingin.

Kami menghabiskan waktu sekitar 1.5 jam di sini. Senang rasanya menikmati suasana sepi, melihat burung-burung di tepi danau, menghirup udara segar, dan merasakan hangatnya sinar matahari. Karenanya, saya sangat senang berlama-lama di sini jika keadaan memungkinkan.

Hari Sabtu, cuaca tetap sama. Kami yang awalnya tidak punya rencana ke luar rumah, tiba-tiba ketika makan siang, tercetus ide untuk sepedahan ke pusat pertokoan di kota sebelah. Tidak jauh, hanya 30 menit saja naik sepeda. Sekitar jam setengah 4 sore kami berangkat. Namun rencana hanya sekedar rencana. Ditengah perjalanan, tiba-tiba saya usul untuk ke taman saja karena sayang kalau cuaca cerah seperti ini dihabiskan di dalam pusat pertokoan. Suami setuju, akhirnya kami membelokkan sepeda ke taman yang biasanya kami datangi. Jadi taman ini tidaklah asing bagi kami.

Sepedahan
Sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Pemandangan sepanjang sepedahan
Sampai di taman
Sampai di taman
Daunnya belum semua berubah warna
Daunnya belum semua berubah warna

 

Masuk lebih dalam ke hutan
Masuk lebih dalam ke hutan
Masih di taman
Masih di taman
masih di taman
masih di taman

Ah senangnya bisa kembali lagi ke sini setelah terakhir kalau tidak salah awal tahun kemarin. Kami berkeliling menikmati daun-daun yang mulai berubah warna dan duduk menikmati bekal biskuit yang saya bawa sambil berbincang dan merasakan nikmat hangat sinar matahari.

Setelah puas berkeliling sekitar 1.5 jam, kami memutuskan pulang karena tidak mau saat gelap kami masih di jalan. Saat mulai mengayuh sepeda, dari kejauhan kami mendengar banyak suara anak kecil. Suami bilang mungkin ada speeltuin atau taman bermain untuk anak di sana. Kami lalu ke arah suara tersebut dan ternyata untuk masuk ke sana harus membayar meskipun untuk anak dibawah 3 tahun gratis tetapi yang menemani tetap membayar. Taman bermain ini memang besar dan lengkap permainannya, jadi kami maklum kalau untuk masuk harus membayar. Biasanya kalau di perumahan, di setiap komplek ada taman bermain juga, tetapi kecil dan tidak lengkap permainannya.

Kami putuskan lain kali saja ke sini karena sudah telat untuk bermain dan kami melihat ada restoran di sampingnya. Membaca menunya ada Pannenkoek atau pancake. Kami belum pernah makan pancake di restoran sebelumnya karena biasanya hanya makan sesekali untuk sarapan di rumah dan sejujurnya saya tidak terlalu suka. Tapi tidak ada salahnya makan di restoran kan.

Pemandangan dari balkon
Pemandangan dari balkon

Ternyata restoran ini besar sekali. Bukan hanya restoran tapi juga ada tempat bermain bowling, tempat bermain anak dalam ruangan, dan tempat pertemuan. Ruang restoran saja dibagi beberapa ruangan. Restoran untuk anak-anak ada di ruangan tersendiri dan dengan desain ruangan seolah olah kapal laut. Aslinya mengadopsi cerita Pirates of the Carribean. Kami memesan 3 jenis pancake yaitu pancake dengan jahe, pancake ukuran kecil dan pancake dengan keju dan jamur. Ternyata enak juga pancake dengan aneka rasa seperti itu karena biasanya dimakan dengan gula, meses atau segala sesuatu yang manis.

Sudut yang desainnya seperti dalam kapal
Sudut yang desainnya seperti dalam kapal
Aneka rasa pancake
Aneka rasa pancake

Saya senang sekali akhir pekan ini kami habiskan waktu banyak di luar ruangan dan mencoba hal baru yang nampaknya sepele yaitu pancake. Tapi disetiap hal baru pasti akan ada pengalaman tak terlupakan bukan, karenanya kami sangat menikmati saat-saat seperti ini. Berkumpul bersama di akhir pekan.

Oh ya, akhir pekan ini saya memasak nasi kuning dengan pelengkap yang lumayan niat. Pelengkapnya adalah ayam goreng, orek tahu tempe, sambel pete, telur dadar, mie kuning, perkedel, dan sayur urap. Niat ya haha. Kalau sedang kepingin memang harus dituruti kalau tidak, akan kepikiran. Masak begini saya juga dibantu suami. Dia bagian bersih-bersih dapur setelah saya selesai memasak dan mencuci peralatan masak. Dan saya mikirnya akhir pekan adalah saat kami bisa makan siang bersama jadi setiap akhir pekan kalau sedang tidak ada undangan atau tidak ada rencana makan ke luar, saya masak yang sedikit berbeda dari biasanya. Senang semuanya lahap makan nasi kuning ini sampai nambah-nambah. Terharu saat sabtu malam menjelang tidur suami tiba-tiba menyelutuk :

Suami (S) : ga sabar besok siang

Saya (D) :  ada apa?

(S) : makan enak

(D) : hah di mana? Kan masih ada makanan di kulkas

(S)  :ya itu,nasi kuning kamu enak.

(D) : *merona lalu meleleh *lemah kena gombalan

Nasi kuning dengan pelengkap ayam goreng,orek tahu tempe, sambel pete, telur dadar, mie kuning, perkedel, dan sayur urap
Nasi kuning dengan pelengkap ayam goreng,orek tahu tempe, sambel pete, telur dadar, mie kuning, perkedel, dan sayur urap

Karena minggu depan cuaca masih menghangat, saya sudah mempunyai beberapa rencana untuk menikmati matahari di beberapa tempat, dengan catatan kalau tidak malas haha. Ya, selama cuaca masih ok, harus dinikmati dengan maksimal.

 

-Nootdorp, 7 Oktober 2018-

24 thoughts on “Belanda Kembali Menghangat

  1. kalau di negara 4 musim, suhu 20 derajat aja udah pada pake kaos pendek celana pendek ya mbak den? nggak kebayang aku kalo di indonesia suhu segitu aja udah jaketan kemulan wkwk. Duh, mudah-mudahan aku ada rezeki ke Luar Negeri Ya Allah… siapa tau kan bisa ketemu mbak den 😀

  2. rencana minggu depan kalau matahari nya bersinar adalah salah satunya menikmati matahari bersama Quinn sama Jasper yaa ❤️ udah keturutan, nanti main2 bareng lagi yaaa ber3..

    1. Iyaaaa akhirnya kesampaian ketemuan langsung sama Quinn plus Jasper meskipun cuma lihat2an dan jejeritan dan ngeberantakin makanan hahaha. Semoga nanti kapan2 bisa dipertemukan lagi bertigaaa (atau mungkin selanjutnya malah berlima yaaa haha)

    1. Hai Luli, Alhamdulillah sehat. Semoga kamu juga sehat yaaa. Aku masak nasi kuning tergantung kondisi. Kalau buat akhir pekan dan hanya dimakan sekeluarga, pakai rice cooker. Kalau ada acara dan masaknya banyak, pakai dandang.

    1. Makasih Ail! lagi pengen banget makan nasi kuning lengkap. Ini aja kebanyakan masaknya akhirnya dibagi ke Mama mertua dan tetangga.
      Iyaa, di sini bener2 panasnya datang lagi. Setiap hari di atas 20 derajat terus kalau siang sampai sore. Besok malah katanya sampai 24 derajat. Bikin soto Ail biar anget di sana

    1. Hahaha Mbak Imel, akhirnya jadi juga aku bikin nasi kuning lengkap. Kalau kepengen memang musti dituruti daripada ga nyenyak tidur :)))

  3. Walau malam lebih lama apa tubuh juga ikut tidur lebih lama, Den? Biasanya irama tubuh konsisten. Jadi kalau sudah biasa bangun jam 5 pagi akan tetap bangun jam segitu. Gak tau kalo di negara yang punya empat musim ini.

    Saya pikir bukan gombal hal pujian dari suami tentang enak nasi kuning itu. Sesuatu yang kita kerjakan dengan sepenuh hati dan berhasil baik menurut kita, lalu ada orang yang memuji maka wajar yang membuatnya “meleleh.” Ternyata hasil jerih payah kita dihargai.
    Saya saja bila ada acara makan bersama [(bancakan (jawa), botram (sunda)], setelah selesai makan lalu ada yang memuji masakan yang saya masak maka hidung saya jadi mengembang, hehe…

    1. Nggak Pak Alris, tubuh tidak menyesuaikan dengan perubahan waktu tapi beraktivitas seperti biasa. Jadi misalkan kalau sudah terbiasa tidur malam dari jam 10 lalu bangun jam 5, mau musim apapun akan seperti itu. Contohnya kalau musim panas, siang lebih lama dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam. Kalau sudah terbiasa tidur jam 9, ya agak aneh memang rasanya tidur malam tapi mataharinya masih terang.

      Hahha itu memang pujian suami saya selalu bilang gombalan. Karena dia orangnya jarang2 menggombal, ya saya anggap saja dia melemparkan pujian tapi saya merasanya digombalin sekaligus dipuji. Bahasa kami berdua 😀

    1. Hahaha opooo mataharine saiki wes ga bikin meleleh. Tapi enak ya, anget lek siang dan sore. Jadi betah lan jalan.

    1. Makasih Fran! Haha Beban pasti selalu ada selama manusia hidup. Tapi kami selalu cari celah bagaimana supaya yang awalnya beban lalu dipikul berdua, dipecahkan bersama supaya tidak lagi jadi beban. Dan lagi, buat aku pribadi, tentang beban hidup lebih baik disimpan saja. Untuk dibagikan diruang publik yang menyenangkan supaya akupun mendapatkan energi positif ketika menuliskan, syukur2 bisa bermanfaat buat yang membaca.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.