Delapan Tahun Lalu

Tadi pagi, sewaktu suami turun dari ruang kerjanya, saya nyelutuk

Saya : Kamu masih ingat ga tanggal bersejarah apa hari ini?

Dia : ………….. *lama banget tengak tengok berpikir keras berusaha mengingat. Trus dengan muka menyerah dia melihat ke arah saya.

Saya : Delapan tahun lalu kita kan pertama kali kenalan, ngobrol

Dia : Ohh iyaaa. Kamu kan yang pertama kali ngajak ngobrol

Hahaha bagian siapa yang memulai, dia langsung ingat. Yap, saya yang mempunyai inisiatif duluan untuk membuka obrolan sampai akhirnya di sinilah kami delapan tahun kemudian. Kami tidak ada tanggal jadian, karena dia langsung melamar yang berujung ditolak sama Ibuk haha tapi ya tetep 6 bulan setelah dilamar dan ditolak, kami menikah, dihadiri ibuk juga. Lha wong nikahnya di rumah Ibuk.

Hummingbird Cake

Delapan tahun kemudian, kami bernostalgia mengingat hari itu, apa saja yang kami obrolkan. Delapan tahun kemudian, dia sudah lupa tanggal bersejarah tersebut, yang juga angka yang kami putuskan digunakan sebagai mahar mas kawin. Delapan tahun kemudian, saya masih saja gampang marah kalau rumah berantakan. Delapan tahun kemudian, kami tersenyum dan tertawa bersama mengingat hal – hal yang terjadi setelah tanggal ini, sambil saya menyiapkan pesanan cookies dan macarons dan dia bersiap pergi ke gym. Delapan tahun kemudian kami tetap bersama di sini, saling memahami kekurangan masing – masing dan tetap belajar untuk mengelola rasa cinta yang sama saat kami berjumpa. Bahkan mungkin rasa cinta yang semakin besar porsinya. Delapan tahun berlalu, saya dan dia tumbuh saling dukung satu sama lain, menjadi manusia yang lebih baik versi kami masing – masing. Semoga tahun – tahun akan datang kami masih saling ingat tanggal ini meskipun mungkin salah satunya lupa atau bahkan dua – duanya lupa. Semoga akan banyak tahun di depan untuk perjalanan hubungan kami.

Semoga kami panjang jodohnya.

-30 November 2021-

*penasaran, yang baca tulisan ini dan yang sudah (atau pernah) berpasangan, apakah masih ingat tanggal pertama kali berkomunikasi dengan pasangannya?

17 thoughts on “Delapan Tahun Lalu

    1. Naaaa, kabarmu piye? Aku berkali2 nengok blogmu kok wes berubah jadi website yang lain ya. Piye kabarmu Na? wes ga nulis blog lagi saiki? Sudah pensiun opo piye? Sehat2 semua yaa di sana

      1. alhamdulillah kabarku baiiik mbak. iya, blogku kemarin lupa bayar domainnya, trus hangus. mau kubayar, eh lah kok bayarnya jadi jutaan yaudah lepas aja. hahaha.

        sekarang aku nulis di platform baca, mbak. tapi insyaAllah mau ngeblog lagi, pakai blog yg lawas fleurlady. entah masih muncul apa enggak nanti di feednya mbak deny. aku kangen sama para tetangga onlineku. kangen ngeblog nulis ngoceh ngalor ngidul lagi 😛

  1. waaa, aktif ya bund 🙂
    kalau kami ketemu ya ngga inget yg pertama banget, krn pas es em pe 🙂 kalau ketemu dgn percikan – eh opo sih – pas acara kampus, ngga inget jg tanggalnya.. kalau jadian inget krn pas ultah(ku) ^^

    1. Sing penting tanggal nikah ya, lebih gampang ngingatnya. Aku ae sing kurang gawean ngingat2 primtilan gini haha.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.