{"id":3672,"date":"2017-02-14T21:38:31","date_gmt":"2017-02-14T20:38:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?p=3672"},"modified":"2017-02-14T23:05:33","modified_gmt":"2017-02-14T22:05:33","slug":"hubungan-antara-saya-sejarah-dan-museum","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2017\/02\/hubungan-antara-saya-sejarah-dan-museum\/","title":{"rendered":"Hubungan Antara Saya, Sejarah, dan Museum"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Saya tidak ingat kapan pertama kali mengenal museum. Mungkin saat kami sekeluarga jalan-jalan ke Jakarta sewaktu saya masih kecil (sekitar umur 7 tahun kayaknya). Bapak dan ibu sering mengajak anak-anaknya jalan-jalan ke Jakarta karena memang banyak keluarga Ibu yang tinggal di sana. Beberapa museum yang kami kunjungi waktu itu ya seputar museum yang di Monas, Lubang Buaya (ini museum kan ya), beberapa museum yang ada di TMII (termasuk museumnya Ibu Tien). Seingat saya hanya itu. Ingatan saya tentang museum yang dikunjungi waktu kecil tidak terlalu bagus. Membosankan, menakutkan, dan membuat saya sedih. Apalagi waktu ke Lubang Buaya, entah kenapa saya selalu ketakutan sekaligus sedih ketika di sana, tapi ya entah kenapa juga tetap berkali-kali mau diajak ke sana lagi. Nah, karena pengalaman masa kecil yang tidak terlalu bagus dengan museum, akhirnya saya tumbuh menjadi orang yang tidak suka kalau ada yang mengajak ke museum. Saya takut terbawa sedih karena saya memang <em>mikiran <\/em>orangnya. Ditambah lagi, minat saya terhadap sejarah juga tidak terlalu tinggi. Saya sudah terlanjur setia dengan angka-angka. Meskipun saya tidak terlalu suka pelajaran sejarah, tapi nilai-nilai saya pada mata pelajaran sejarah lebih tinggi dibandingkan fisika *misteri yang tak terpecahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu cerita dulu, sebelum saya mengenal suami. Awal kenal dia dan tahu latar belakang pendidikannya adalah sejarah serta memang <em>passion<\/em>nya di sejarah (juga musik), sempat terpikir juga ini nanti kami nyambung apa tidak ya ngobrolnya karena saya kalau sudah diajak ngobrol tentang sejarah ciut duluan. Pengetahuan saya tentang sejarah sangatlah minim, bahkan sejarah bangsa sendiri. Masing-masing orang memang minatnya berbeda-beda ya dan saya tidak memaksakan diri untuk menyukai sesuatu yang memang datangnya tidak dari hati. Saya berpikir nanti akan ada saatnya saya akan tertarik minimal membaca sesuatu yang berhubungan dengan sejarah. Nah, suami suka sekali yang namanya berkunjung ke museum. Dia selalu berbinar-binar kalau sudah berada di museum, <em>anteng<\/em> sampai lupa waktu. Awal-awal, saya tersiksa menemani dia berkunjung dari satu museum ke museum lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika pertama kali ke Surabaya, dia bertanya museum apa yang bisa dikunjungi. Dia agak terkejut ketika saya bilang tidak pernah berkunjung ke museum sama sekali selama belasan tahun <em>numpang<\/em> hidup di Surabaya. Dan baru dengan dia lah saya masuk ke House of Sampoerna (padahal dulu pernah kerja di perusahaan rokok ini) dan museum Sepuluh Nopember. Ketika pertama kali saya berkunjung ke Belanda, dia ajak saya berkunjung dari satu museum ke museum yang lain, dari Rijksmuseum, Anne Frank House, dua museum lainnya saya lupa namanya. Diantara beberapa museum tersebut, Anne Frank House yang membuat saya sampai menangis. Dan setelahnya saya jadi tertarik dengan sejarah yang berhubungan dengan Nazi. Apalagi setelah mengunjungi Camp Westerbork, kepala saya langsung pusing membaca cerita dan melihat camp transit pada saat Nazi ada di Belanda, membayangkan bagaimana keadaan jaman dulu bersempit2-sempitan dengan banyak orang di satu ruangan kecil dan perlakuan yang mereka dapatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menikah, selama 6 minggu kami melakukan perjalanan dari Bali sampai Bandung dengan menggunakan segala macam alat transportasi, seperti kereta api ekonomi, bis ekonomi, kapal laut, kereta api eksekutif, sampai pesawat terbang. Selama perjalanan tersebut, tentu saja suami ingin berkunjung ke museum di setiap kota, jika memungkinkan. Dari lebih 10 museum yang kami kunjungi, yang paling berkesan buat saya adalah Ullen Sentalu di Jogjakarta dan Museum Gajah di Jakarta. Kalau di Ullen Sentalu karena perjalanan menuju kesananya yang berkesan harus berganti beberapa kali bis dan pulangnya sudah tidak ada kendaraan lagi sehingga kami harus menumpang sepeda motor orang. Ullen Sentalu sendiri meninggalkan kesan mendalam karena cerita silsilah Dinasti Mataram, budaya, dan koleksi bermacam batik (serta makna masing-masing coraknya) juga lukisan. Karena terkesan dengan kisah yang disampaikan oleh pemandunya, sampai tidak terasa kalau berkeliling Ullen Sentalu sudah berakhir. Tidak boleh berfoto di dalamnya karena menyangkut koleksi pribadi. Sedangkan Museum Gajah yang ada di Jakarta baru saya kunjungi ya setelah menikah dengan suami, padahal selama 6 tahun lebih tinggal di Jakarta dan sering wira wiri depan Museum Gajah, tidak satupun tergerak hati untuk masuk ke dalam. Ternyata di dalam, bagus sekali isinya terdiri dari benda-benda kuno dari seluruh Nusantara beserta sejarahnya. Saya membaca satu persatu dan amati satu persatu benda-benda yang ada di sana. Hampir seharian kami berkeliling Museum Gajah. Saya jadi belajar banyak hal.<\/p>\n<div id=\"attachment_3675\" style=\"width: 774px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3675\" class=\"size-large wp-image-3675\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160-1024x768.jpg\" alt=\"Ullen Sentalu. Cuma di sini yang diperkenankan foto\" width=\"764\" height=\"573\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160-650x488.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160-768x576.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160-800x600.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/DSC_0160-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 764px) 100vw, 764px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3675\" class=\"wp-caption-text\">Ullen Sentalu. Cuma di sini yang diperkenankan foto<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, mempunyai blog ini dan beberapa kali menuliskan tentang cerita perjalanan kami setelah liburan, mau tidak mau membuat saya juga harus sedikit melek sejarah. Sebelum bepergian, saya banyak mencari tahu tentang tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Minimal tahu ceritanya ini tempat apa. Dan ketika akan menuliskan cerita tersebut dalam blog, sebelumnya saya juga melengkapi informasi supaya apa yang saya tuliskan ada nilainya, minimal membuat saya banyak belajar tentang tempat-tempat tersebut. Padahal dulu tidak sedalam itu saya menggali informasi karena memang dulu setelah bepergian, ada fotonya, selesai. Tidak ada keinginan untuk mencari tahu lebih dalam tempat itu. Entah kenapa sekarang saya lebih ingin tahu. Secara tidak langsung, keinginan untuk belajar sejarah dan masuk museum memang tertular dari suami. Bagaimana tidak, di ruangan perpustakaan kecil kami di rumah, buku-buku sejarah punya suami lebih mendominasi daripada buku-buku saya. Akhirnya saya jadi penasaran dan mencoba membaca meskipun tidak pernah sampai tuntas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau tahun kemarin saya disibukkan dengan persiapan ujian bahasa Belanda sehingga perhatian saya seluruhnya tercurah untuk belajar bahasa Belanda, sehingga intensitas kami ke museum juga berkurang dibandingkan tahun 2016, mungkin sekitar 15 museum (total dengan yang kami kunjungi ketika ke Italia dan Perancis). Saya juga minta ke suami untuk berkunjung ke museum tentang lukisan saja karena saya lebih tertarik ke lukisan. Kami pernah ke Bronbeek Museum yang ada di Arnhem, pulangnya kepala saya jadi <em>nyut-nyutan<\/em> karena memang isinya sarat tentang sejarah, jadi banyak informasi yang harus dibaca. Saya jadi puyeng sendiri sekaligus sedih setelah keluar dari sana. Kembali lagi, saya itu suka mikir kalau ke museum yang isinya sarat tentang sejarah, jadi mikir jaman dahulu seperti apa. Makanya saya lebih senang ke museum yang isinya tentang lukisan atau kalau misalkan yang murni sejarah saya tertarik yang ada hubungannya dengan Nazi meskipun ujungnya tetap sedih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, tahun ini saya ingin belajar sesuatu yang baru. Awalnya saya sudah mempersiapkan diri untuk kuliah lagi di jurusan dan universitas yang sudah saya incar sejak bertahun-tahun lalu. Tapi karena satu hal, untuk sementara kembali ke bangku kuliah di tahun ini bukan pilihan tepat. Nanti kalau waktunya sudah memungkinkan, kembali kuliah akan kembali menjadi prioritas. Akhirnya saya mencanangkan, 2017 sebagai tahun museum karena saya ingin mengunjungi sebanyak mungkin museum yang ada dan sebanyak mungkin untuk belajar sejarah. Saya suka terkagum dengan anak-anak kecil di sini yang sudah diajarkan untuk suka museum sejak dini. Jadi bersemangat juga selain karena memang museum-museum yang ada di sini itu asyik sekali tempatnya, bersih dan terawat. Nyamanlah pokoknya, jadi saya ingin memanfaatkan semaksimal mungkin. Nah, untuk memecut diri sendiri supaya semangat, saya membeli <em>museumkaart<\/em> seharga \u20ac59.90 yang bisa dipakai selama setahun di lebih 400 museum yang ada di Belanda. Tinggal pilih saja mana museum yang akan dikunjungi. Bayangkan betapa hematnya saya punya kartu tersebut bisa dipakai setahun padahal kalau beli <em>ketengan<\/em> masuk museum di sini rata-rata harganya \u20ac10 per museum. Selain museum, saya juga ingin mendatangi tempat-tempat bersejarah sekitar Den Haag minimal, seperti Het Binnenhof dan De Ridderzaal (tempat diadakan Konferensi Meja Bundar) atau tempat-tempat lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minggu kemarin, saya dan suami memanfaatkan fasilitas gratis masuk museum yang diadakan oleh Gemeentemuseum tempat diadakan pameran karya-karya Piet Mondriaan dan kawan-kawannya yang mempelopori De Stijl. Saya yang selama ini cuma mengerti sepintas warna warni lukisan Mondriaan tapi tidak ngeh sejarah dibaliknya, setelah kunjungan ke museum minggu lalu, jadi sedikit banyak mengerti sejarah De Stijl. Itupun harus dijelaskan berkali-kali oleh suami supaya saya mengerti benang merahnya (memang agak lama otak saya memproses cerita sejarah, harus diulang-ulang).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><div id=\"attachment_3678\" style=\"width: 1966px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3678\" width=\"1956\" height=\"2048\" alt=\"Salah satu lukisan Piet Mondriaan yang terkenal, yang terakhir dan belum sepenuhnya selesai yaitu Victory Boogie Woogie\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1.jpg\" title=\"Salah satu lukisan Piet Mondriaan yang terkenal, yang terakhir dan belum sepenuhnya selesai yaitu Victory Boogie Woogie\" class=\"size-full wp-image-3678\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1.jpg 1956w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1-621x650.jpg 621w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1-768x804.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1-978x1024.jpg 978w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_3987-1-287x300.jpg 287w\" sizes=\"(max-width: 1956px) 100vw, 1956px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3678\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu lukisan Piet Mondriaan yang terkenal, yang terakhir dan belum sepenuhnya selesai yaitu Victory Boogie Woogie<\/p><\/div><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu hari Senin saya ikut tour masuk ke dalam De Ridderzaal yang sampai saat ini masih difungsikan sebagai tempat berlangsungnya acara kenegaraan seperti Prinsjesdag (Hari saat Raja membacakan kebijakan pemerintah untuk kerja parlemen setahun ke depan) dan pernah dijadikan tempat pelaksanakan Konferensi Meja Bundar. Ada rasa haru waktu masuk ke dalam dan diterangkan satu persatu sejarah dan fungsi tempat ini oleh pemandunya. Haru karena bisa melihat secara dekat dalamnya yang selama ini hanya bisa dilihat di TV, sejarah bangunan ini, dan membayangkan dulu di tempat ini dilaksanakan KMB. Tour juga mengunjung ruangan Eerste Kamer (Senat) dan Tweede Kamer (Parlemen). Sewaktu ke gedung Tweede Kamer tidak diperkenankan membawa Hp atau Kamera karena semua barang harus disimpan di dalam loker. Masuknya pun diperiksa secara ketat harus lepas sepatu segala. Pengalaman hari Senin sangatlah menyenangkan karena saya bisa melihat secara dekat gedung yang sering saya lewati dan dalamnya selama ini saya lihat dari TV, mengerti sejarahnya, dan juga diperlihatkan cara kerja parlemen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><div id=\"attachment_3681\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3681\" width=\"640\" height=\"480\" alt=\"De Ridderzaal\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015.jpg\" title=\"De Ridderzaal\" class=\"size-large wp-image-3681\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015.jpg 3264w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015-650x488.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015-768x576.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015-800x600.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4015-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3681\" class=\"wp-caption-text\">De Ridderzaal<\/p><\/div>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><div id=\"attachment_3679\" style=\"width: 3274px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3679\" width=\"3264\" height=\"2448\" alt=\"Ruangan Senat (De Eerste Kamer)\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038.jpg\" title=\"Ruangan Senat (De Eerste Kamer)\" class=\"size-full wp-image-3679\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038.jpg 3264w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038-650x488.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038-768x576.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038-800x600.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/img_4038-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 3264px) 100vw, 3264px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-3679\" class=\"wp-caption-text\">Ruangan Senat (De Eerste Kamer)<\/p><\/div><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mudah-mudahan niat baik dan keinginan saya untuk belajar sejarah mulai tahun ini dan berkunjung ke banyak museum tidak hanya hangat di depan tetapi konsisten minimal sepanjang tahun. Meskipun saya akan mengunjungi museum sendirian tanpa ditemani suami (karena dia sudah masuk ke banyak museum di Belanda *ya iya, lha dia sudah mulai ke museum sejak kecil), tapi saya tetap semangat. Selama saya masih memungkinkan untuk melakukan aktivitas tersebut, maka saya akan maksimal melakukannya karena ternyata menyenangkan. Mungkin nanti ada saatnya rehat sebentar, tapi minimal sudah ada keinginan dalam diri untuk belajar sejarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu, ada cerita tentang museum atau sejarah?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">-Nootdorp, 14 Februari 2017-<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya tidak ingat kapan pertama kali mengenal museum. Mungkin saat kami sekeluarga jalan-jalan ke Jakarta sewaktu saya masih kecil (sekitar umur 7 tahun kayaknya). Bapak dan ibu sering mengajak anak-anaknya jalan-jalan ke Jakarta karena memang banyak keluarga Ibu yang tinggal&#8230; <a class=\"read-more-button\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2017\/02\/hubungan-antara-saya-sejarah-dan-museum\/\">(READ MORE)<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3677,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[281,7],"tags":[265],"class_list":["post-3672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerita-akhir-pekan","category-story","tag-cerita-akhir-pekan-di-belanda"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3672"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3682,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions\/3682"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3677"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}