{"id":4231,"date":"2018-03-07T21:39:00","date_gmt":"2018-03-07T20:39:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2018\/03\/07\/pernah-tirus\/"},"modified":"2018-03-07T21:56:55","modified_gmt":"2018-03-07T20:56:55","slug":"pernah-tirus","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2018\/03\/pernah-tirus\/","title":{"rendered":"Pernah Tirus"},"content":{"rendered":"<p>Tadi pagi sambil sarapan, sebelum kehebohan sehari-hari di rumah dimulai, saya melihat-lihat foto lama. Niatnya mencari foto jaman kuliah 3-4 tahun lalu. Saya sedang rindu dengan teman-teman kuliah, dengan mereka tempat saya berbagi canda tawa getir pahit jatuh bangun menyelesaikan perjuangan 2.5 tahun (mustinya 2 tahun, saya yang molor 0.5 tahun). Sudah tahu namanya kampus perjuangan, masih saja kecemplung di sana sampai 3 kali. Begitu melihat beberapa foto dengan mereka, tiba-tiba saya tergelak sendiri sambil mbatin, \u201cpernah tirus ya.\u201d Setelahnya saya membahas tentang \u201cpernah tirus\u201d ini dengan sahabat-sahabat saya di grup wa. Kami sampai menarik waktu kebelakang, saat pertama bertemu di kampus 19 tahun lalu. Semuanya sama-sama kurus dan pastinya juga tirus. Saat masalah terbesar dalam hidup hanya berputar pada kalkulus dan seputar mau makan apa akhir bulan saat uang mulai menipis. Maklum, anak kosan. Saking kurus dan tirusnya kami, sampai ada julukan kami sama-sama punya \u201cwadah sabun\u201d *mudah-mudahan ngerti ya istilah ini &#x1f605; tapi saat itu, badan kurus dan pipi tirus yang saya miliki sebenarnya bukan berat badan ideal. Terlalu kurus.&nbsp;<\/p>\n<p>Badan saya ini sebenarnya tidak rewel. Mau naik atau turun berat badan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Tidak pernah susah. Seperti jungkat jungkit. Malah lebih gampang turun daripada naiknya. Tapi itu dulu, sebelum usia 33 tahun. Setelah melewati usia tersebut, untuk membuat berat badan ideal harus dengan kerja keras. Bukan hanya mengatur pola makan tetapi juga olahraga.&nbsp;<\/p>\n<p>Saya selalu mengatakan berkali-kali bahwa saya tidak pernah percaya dengan yang namanya hasil yang instan tanpa berproses. Mau berat badan yang ideal, ya olahraga juga dong bukan hanya mengandalkan mengatur pola makan. Olahraga di sini jangan dibayangkan harus selalu gerak badan yang \u201chardcore\u201d ya. Hardcore ini istilah yang saya buat sendiri ya untuk menyebut olahraga yang saya geluti dulu seperti Karate, Lari 10km-an, atau renang. Badan bergerak mengerjakan pekerjaan rumah seperti ngepel rumah manual merangkak, bersih-bersih taman, menyapu, bersih-bersih naik turun loteng rumah 3 lantai. Semuanya itu juga bisa disebut olahraga karena meng-olah-kan raga. Jalan kaki, naik sepeda dengan jarak tertentu juga termasuk olahraga. Yang penting badan gerak. Yang saya sebutkan tadi adalah jenis gerak badan yang saya lakukan setahun terakhir sejak tidak aktif lari.<\/p>\n<p>Ok, kembali ke pembahasan pernah tirus. Dua anggota badan yang bisa jadi tolok ukur kalau badan saya tambah berisi adalah pantat dan pipi. Tidak perlu menimbang, kalau pantat sudah mulai agak semok atau pipi mulai melebar, tandanya berat badan saya sedang naik. Oh iya, perlu digaris bawahi yang saya maksud berat badan naik ini bukan massa ototnya bertambah ya, tapi benar-benar lemak. Karena sewaktu dulu saya rajin olahraga, berat badan malah naik karena larinya ke otot dan secara penampakan tetap sama. Berisi tapi padat. Nah ini yang saya bilang berat badan ideal. Sedangkan saat ini berat saya sedang tidak ideal karena lemaknya yang bertambah bukan otot. Makanya jadi melebar.<\/p>\n<p>Terhitung sejak bekerja sampai saat ini, transformasi BB saya angka depannya pernah di angka 4, 5, bahkan 6. Jadi BB saya pernah di angka 40an kg, 50an kg, bahkan 60an kg. Kalau sekarang sih dikisaran 50an kg (yang kalau tidak direm bisa tembus ke 60kg&#x1f605;). Walaupun saat ini bukan BB ideal, tapi ya sudahlah, sedang waktunya saja. Yang penting setiap hari badan saya selalu bergerak. Setidaknya lemak-lemaknya tiap hari ada yang luruh, meskipun langsung tergantikan dengan lemak-lemak yang baru *haha lha piye karepe *maklum, lagi banyak makan.&nbsp;<\/p>\n<p>Melihat transformasi pipi yang pernah tirus sampai saat ini pipi yang mengembang seperti diberi fermipan dan baking soda, membuat saya tetap tersenyum bahagia karena bisa menertawakan diri sendiri dengan transformasi tersebut. Seperti halnya tidak ada yang abadi di dunia ini, saya juga percaya dan yakin kalau pipi tembem ini juga tidak akan abadi &#x1f605;. Suatu saat akan kembali tirus, nanti pada saat yang tepat *halah, bahasaku ndakik-ndakik &#x1f605;<\/p>\n<p>Kalau buat banyak orang pembahasan BB ini adalah hal yang tabu dan sensitif, buat saya tidak. Seperti juga saat membahas umur. Memang sekarang saya sedang semok-semoknya, saat beberapa tahun lagi menuju umur 40 tahun (Insya Allah). Mudah-mudahan tahun depan mulai menyusut.<\/p>\n<p>Ada yang mau berbagi cerita tentang transformasi berat badan? Atau pernah tirus? Monggo lho dipersilahkan.<\/p>\n<p>Selingan : saya tidak bisa menahan senyum setiap ingat selorohan bahwa kesuksesan lelaki setelah lulus kuliah bisa dilihat dari perubahan lingkar pinggangnya.<\/p>\n<p>-Nootdorp, 7 Maret 2018-<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tadi pagi sambil sarapan, sebelum kehebohan sehari-hari di rumah dimulai, saya melihat-lihat foto lama. Niatnya mencari foto jaman kuliah 3-4 tahun lalu. Saya sedang rindu dengan teman-teman kuliah, dengan mereka tempat saya berbagi canda tawa getir pahit jatuh bangun menyelesaikan&#8230; <a class=\"read-more-button\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2018\/03\/pernah-tirus\/\">(READ MORE)<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-4231","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-story"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4231"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4231"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4233,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4231\/revisions\/4233"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}