{"id":5874,"date":"2020-06-12T21:36:27","date_gmt":"2020-06-12T20:36:27","guid":{"rendered":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?p=5874"},"modified":"2020-06-20T05:50:17","modified_gmt":"2020-06-20T04:50:17","slug":"mereka-hanya-manusia-biasa","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2020\/06\/mereka-hanya-manusia-biasa\/","title":{"rendered":"Mereka Hanya Manusia Biasa"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebenarnya dari dulu ingin menuliskan topik ini karena beberapa kali mendapatkan komentar yang berhubungan dengan hal ini. Sengaja saya tidak menggunakan judul Bule karena sejak dulu tidak mau numpang beken dengan menggunakan kata tersebut. Tidak mau menggunakan embel-embel Bule supaya terkenal. Biarlah saya terkenal karena usaha sendiri *<em>huwopooo ae<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi begini, beberapa kali di blog dan di twitter saya mendapatkan komentar tentang beruntung dapat suami bule. Kata mereka, punya pasangan bule itu tiap saat pasti romantis dan mereka membaca dari cerita saya di blog atau beberapa cuitan di twitter yang disimpulkan rumah tangga saya adem ayem saja. Jadi ada beberapa yang minta dicarikan bule untuk dijadikan pasangan (entah pacar atau untuk status pernikahan).<\/p>\n\n\n\n<p>Begini ya, yang namanya rumah tangga itu pasti ada saja celahnya untuk tidak adem ayem. Dua kepala yang tiap hari bertemu satu rumah ya pasti ada saja berselisihnya. Dari hal kecil sampai hal kecil yang dibesar-besarkan. Mau menikah dengan yang sama sebangsa ataupun yang tidak sebangsa, kemungkinan untuk berbeda pendapat dan bertengkar, akan selalu ada. Bule romantis? tergantung definisi romantis seperti apa. Setiap orang pasti punya standar romantis yang berbeda. Buat saya, romantis itu kalau suami pulang dari belanja lalu bilang dia tidak lupa membelikan cabe, tempe, dan tahu. Itu menurut saya romantis karena dia mengingat fovorit istrinya dan membelikannya tanpa saya minta. Jadi merasa dia mengingat saya setiap melihat cabe haha. <\/p>\n\n\n\n<p>Kalau memberikan bunga, mungkin buat orang lain romantis, tapi buat orang Belanda itu sudah jadi hal yang biasa. Saya tetap senang kalau diberikan bunga oleh suami. Tetap ada rasa kupu-kupu di perut jika dikasih bunga. Tapi buat saya bukan masuk definisi romantis. Mungkin jika patokan romantis seperti yang ada di film-film, saya rasa pria Indonesia juga banyak yang romantis. Jadi, jangan dijadikan patokan jika setiap Bule pasti romantis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali ke pembahasan rumah tangga yang nampak adem ayem. Alhamdulillah kalau ada yang berpikir seperti itu dan saya amini sebagai doa. Saya tidak pernah mau membawa apapun permasalahan yang terjadi di rumah sampai ke luar rumah. Apa yang terjadi di rumah, kami selesaikan di rumah. Tidak perlu dunia tahu apalagi diumbar ke media sosial. Saya selalu ingat perkataan Ibu : simpan baju kotormu di rumah, tidak perlu tetangga dan saudaramu tahu. Sejauh ini, wejangan itu yang selalu saya ingat dan suami satu pemikiran. Saya menceritakan hanya yang ingin saya ceritakan di blog atau di media sosial. Selebihnya, biarkan jadi ruang privasi saya. Jikapun mungkin ada masalah, kami akan menyelesaikan sendiri, tidak perlu seluruh lapisan masyarakat berperan di dalamnya. Lha <em>wong <\/em>kami ini bukan orang terkenal, buat apa <em>woro-woro<\/em>, ya <em>tho<\/em>? Jika tidak bisa menyelesaikan sendiri, kami akan minta bantuan professional. Sebisa mungkin tidak melibatkan saudara apalagi teman, supaya tidak ada keberpihakan. Apalagi sampai dijadikan status di media sosial, buat apa. Malah saya pikir jadi membuat banyak orang bersorak sorai. Saya tidak bisa mengontrol apa reaksi orang, tapi saya bisa mengontrol apa yang perlu saya bagikan. Semakin bertambah umur, semakin saya berhati-hati dengan yang namanya kecepatan jari. <\/p>\n\n\n\n<p>Setiap rumah tangga punya rambu-rambu dan tidak bisa disamakan dengan yang lainnya. Kepentingan juga berbeda, sehingga aturan yang dibuat juga disesuaikan kondisi yang ada. Yang penting dibicarakan sama-sama dan disepakati bersama supaya menjalani dengan bahagia. Tidak ada yang paling sempurna. Hidup memang <em>sawang sinawang<\/em>. Orang melihat kawin dengan bule kok terlihat bahagia, padahal ya jatuh bangunnya selalu ada. Hanya kami memilih untuk tidak berbagi bagian jatuh <em>ndelosornya.<\/em> Bukan untuk pencitraan, bukan untuk menampilkan yang baik-baik saja. Kembali lagi, saya hanya ingin berbagi yang ingin saya bagi. Jika dari yang membaca blog ini ada yang mengikuti akun twitter (atau FB) saya, tahu jika saya jarang sekali berbincang hal-hal yang menyangkut suami (atau keluarga kami). Saya saling <em>follow<\/em> dengan suami di twitter, tapi kami tidak pernah saling &#8220;berbincang&#8221; di media sosial. Lah <em>yo<\/em> buat apa <em>tho<\/em>, <em>wong<\/em> satu rumah. Malah nampak aneh kalau segala sesuatunya dibicarakan lewat media sosial padahal tidur juga sebelahan. Eh, tapi ini menurut saya lho ya, kalau berbeda dengan yang lainnya ya <em>monggo<\/em> tidak masalah. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-1024x1024.jpg\" alt=\"Mereka Hanya Manusia Biasa\" class=\"wp-image-5878\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-1024x1024.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-650x650.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-200x200.jpg 200w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-768x768.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-800x800.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-300x300.jpg 300w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910-50x50.jpg 50w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/IMG_8910.jpg 1400w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Mereka Hanya Manusia Biasa<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bule itu juga manusia biasa. Sama saja dengan segala bangsa di dunia ini. Ada yang baik, ada yang blangsak. Ada yang mampu mengingat setiap tanggal bersejarah, ada yang ingat nama lengkap pasangannya saja sudah untung. Banyak yang pinter, yang tidak pintar juga tidak kalah banyak. Ada yang anti air, ada yang ketetesan keringet sebiji aja langsung mandi. Ada yang pintar masak, ada yang lebih baik istrinya saja yang masak daripada dapur berubah kayak Pasar Gembrong. Yang penting, sebelum memutuskan melangkah terlalu jauh untuk berkomitmen yang serius, ditinjau dulu segala sesuatunya, jangan silap mata dengan status bule. Ada banyak hal yang <strong><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2019\/08\/26\/pembahasan-penting-sebelum-memutuskan-kawin\/\">perlu dipertimbangkan sebelum melangkah untuk serius<\/a><\/strong>. <br \/><\/p>\n\n\n\n<p>Jangan berpikir tentang setiap hari akan dapat bunga dan lantunan puisi. Mungkin memang ada yang tipe seperti itu, tapi prosentasenya saya yakin tidak banyak. Jangan berpikir semua bule pasti cakep. Yang tampang pas-pasan juga luber ke mana &#8211; mana. Sama saja intinya. Di Indonesia juga ada NicSap yang cakep tho *<em>Loalaahh<\/em> <em>mbak, ga iso mup on teko mas iku.<\/em> Jangan berpikir nikah dengan Bule hidup pasti terjamin. Ingat, seperti halnya semua bangsa, tidak semua bule punya harta berlimpah. Yang pas-pas an juga tak kalah banyaknya. Belum lagi perjalanannya panjang dengan sederet dokumen yang harus dipenuhi. Jika memutuskan pindah negara, sudah siap kalau pas kangen ingin makan tempe tapi ga ada yang jual tempe? Sudah siap ngonthel sepeda ditengah hujan salju? siap lapar tengah malam pengen makan sate tapi yang ada roti dingin? <\/p>\n\n\n\n<p>Rawat tanaman di halaman sendiri supaya tetap segar dan menarik dilihat. Kalau tidak punya tanaman, ya rawat apa yang ada. Sesekali <em>nengok <\/em>halaman tetangga ya tidak apa-apa, siapa tahu mendapatkan inspirasi, atau malah berjodoh dengan tetangga. Berjodoh dengan siapapun, jangan jadikan kewarganegaraan tertentu untuk dijadikan patokan, apalagi sampai niat untuk memperbaiki keturunan. Lha memang keturunannya yakin baik kalau nikah dengan yang berbeda warna kulit? kalau tidak sesuai yang diharapkan, lalu bagaimana? kalau pasangannya tidak mau berketurunan, lalu bagaimana? <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak hal yang perlu dipikirkan lebih panjang, bukan hanya sekedar bule. Mereka juga manusia biasa, yang punya kelebihan dan kekurangan. Mereka manusia biasa, bukan dewa, jadi tak perlu didewa-dewakan.<\/p>\n\n\n\n<p>-12 Juni 2020- <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya dari dulu ingin menuliskan topik ini karena beberapa kali mendapatkan komentar yang berhubungan dengan hal ini. Sengaja saya tidak menggunakan judul Bule karena sejak dulu tidak mau numpang beken dengan menggunakan kata tersebut. Tidak mau menggunakan embel-embel Bule supaya&#8230; <a class=\"read-more-button\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2020\/06\/mereka-hanya-manusia-biasa\/\">(READ MORE)<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5878,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[511,7],"tags":[],"class_list":["post-5874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","category-story"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5874"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5874"}],"version-history":[{"count":8,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5921,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5874\/revisions\/5921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5878"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}