{"id":673,"date":"2016-02-04T23:55:51","date_gmt":"2016-02-04T22:55:51","guid":{"rendered":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?p=673"},"modified":"2016-02-05T08:58:16","modified_gmt":"2016-02-05T07:58:16","slug":"catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2016\/02\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/","title":{"rendered":"Catatan Kuliner : Semarang &#8211; Jogjakarta &#8211; Solo"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Update : Ini sebenarnya postingan lama, tapi gara-gara saya ngubek folder foto, akhirnya menemukan foto-foto liburan saya dengan teman-teman sekitar tahun 2009 di Jogja, akhirnya saya update sekalian rekomendasi tempat makan yang di Jogja. Saya posting ulang siapa tahu ada yang akan ke Jateng libur panjang besok dan ingin wisata kuliner.<br \/>\n<\/em><\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjelang akhir pekan seperti ini rasanya ingin <em>ngabur <\/em>sebentar buat jalan-jalan ya. Melepaskan sedikit penat karena rutinitas harian yang tidak ada habisnya. Kalau menuruti pekerjaan, memang tidak akan pernah selesai. Perlu sesekali memanjakan diri untuk berlibur disuatu tempat, membuat rileks pikiran dan badan. Tidak harus jalan-jalan serius, wisata kuliner juga bisa membuat hati senang. Tidak harus makanan yang mahal, yang penting hati riang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya dan Mas Ewald suka makan dan mencoba beragam makanan baru, kecuali unggas dan daging buat saya. Nah, mumpung Mas Ewald sebulan di Indonesia, saya ingin memperkenalkan beragam makanan Indonesia. Supaya dia tahu kalau makanan Indonesia itu tiada duanya dan selalu membuat kangen siapapun yang merantau keluar negeri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibawah ini beberapa tempat makan yang kami datangi ketika jalan-jalan pada bulan Agustus 2014 di 3 kota yaitu Semarang, Jogjakarta, dan Solo. Tempat makan di 3 kota ini kebanyakan saya kenal karena pernah mendatangi sebelumnya (saya sering ditugaskan di 3 kota ini sewaktu bekerja). Jadi bukan dari rekomendasi atau tempat yang jadi rujukan <em>website travelling<\/em>, melainkan dari pengalaman pribadi. Tetapi ada juga tempat yang kami datangi karena tidak sengaja, <em>kepepet <\/em>sudah kelaparan dan malas mencari tempat lainnya, eh ternyata tempatnya nyaman.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>SEMARANG<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Bandeng Juwana<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Jl. Pandanaran 57, Semarang. Website : <a href=\"http:\/\/www.bandengjuwana.com\">http:\/\/www.bandengjuwana.com<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Restoran Bandeng Juwana yang terletak di Jalan Pandanaran ini saya ketahui pertama kali sewaktu sering ditugaskan ke Semarang oleh kantor. Awalnya tidak tahu kalau dipusat oleh-oleh ini terdapat tempat makan di lantai 2. Tempatnya nyaman, makanannya enak, harga bersahabat. Kami 2 kali makan ditempat ini. Oh iya, kita juga bisa memesan lumpia dengan bermacam variasinya di lantai satu, kemudian diantar ke lantai 2.<\/p>\n<div id=\"attachment_678\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0174\/#main\" rel=\"attachment wp-att-678\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-678\" class=\"wp-image-678 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0174-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0174\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0174-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0174-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-678\" class=\"wp-caption-text\">Restaurant dan Pusat Oleh-Oleh<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_679\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0175\/#main\" rel=\"attachment wp-att-679\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-679\" class=\"wp-image-679 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0175-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0175\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0175-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0175-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-679\" class=\"wp-caption-text\">Lumpia yang kami pesan belum datang. Menu yang kami pesan oseng jamur, oseng pare, garang asem bandeng, semur bandeng, oseng daun pepaya, bakwan jagung, es dawet, dan teh tawar. Total yang harus dibayar tidak sampai 100 ribu<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_705\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8462\/#main\" rel=\"attachment wp-att-705\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-705\" class=\"wp-image-705 size-full\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8462.jpg\" alt=\"Lantai satu sebagai pusat oleh-oleh\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8462.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8462-650x431.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-705\" class=\"wp-caption-text\">Lantai satu sebagai pusat oleh-oleh<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Noeri&#8217;s Cafe<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"st\">\u00a0\u00a0\u00a0 Jl. Nuri no. 6 &#8211; Kota Lama, Semarang<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, Cafe ini tidak sengaja kami temukan karena aslinya salah jalan. Jadi setelah membeli tiket ke Jakarta dari Stasiun Tawang, kami ingin ke Gereja Blenduk. Tapi kami tidak tahu arah kesana lewat jalan mana. Akhirnya kami <em>gambling<\/em> lewat jalan kecil, persis depan stasiun. Ketika berjalan melewati tempat ini, kami merasa tidak ada yang spesial. Seperti Cafe biasa pada umumnya. Mas Ewald sempat berhenti untuk mengambil gambar dari depan. Tiba-tiba dari dalam ada seorang lelaki yang mempersilahkan masuk. Kami ragu-ragu karena memang tidak berencana untuk makan, selain itu hari sudah menjelang malam. Tapi Mas Ewald bilang, mampir saja sebentar. Setelah masuk, Wow! kami ternganga. Interiornya benar-benar <em>vintage<\/em> dan barang-barang yang ada disana antik semua. Jadi Cafe ini memang didirikan untuk menyalurkan hobi pemiliknya yang merupakan kolektor benda antik professional, Pak Handoko. Tema Cafe ini adalah kolonial. Mas Ewald tentu saja girang melihat banyak benda yang sangat Belanda. Lebih lengkap tentang Noeri&#8217;s Cafe akan saya ceritakan lengkap pada postingan berbeda. Pada akhirnya kami tidak menikmati makan dan minum disini, hanya <em>tour<\/em> singkat yang dipandu oleh salah satu pengelola Cafe yaitu Pak Wawan. Saya sempat melihat sekilas menu makan dan minum, tidak berbeda dengan Cafe pada umumnya. Makanan dan minuman ringan. Jika ingin mencari alternatif Cafe dengan suasana yang berbeda, sangat disarankan ke Noeri&#8217;s Cafe<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8514_1-3\/#main\" rel=\"attachment wp-att-709\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-709\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8514_12.jpg\" alt=\"DSC_8514_1\" width=\"800\" height=\"567\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8514_12.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8514_12-650x460.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<div id=\"attachment_674\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0201\/#main\" rel=\"attachment wp-att-674\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-674\" class=\"wp-image-674 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0201-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0201\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0201-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0201-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-674\" class=\"wp-caption-text\">Interior Noeri&#8217;s Cafe<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_675\" style=\"width: 778px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0202\/#main\" rel=\"attachment wp-att-675\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-675\" class=\"wp-image-675 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0202-768x1024.jpg\" alt=\"DSC_0202\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0202-768x1024.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0202-487x650.jpg 487w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-675\" class=\"wp-caption-text\">Mesin di Kasir yang antik<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_676\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Noeri's Cafe\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0207\/#main\" rel=\"attachment wp-att-676\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-676\" class=\"size-large wp-image-676\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0207-1024x768.jpg\" alt=\"Noeri's Cafe\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0207-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0207-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-676\" class=\"wp-caption-text\">Pajangan di dinding yang sangat kental suasana kolonial di Noeri&#8217;s Cafe<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_677\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0200\/#main\" rel=\"attachment wp-att-677\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-677\" class=\"wp-image-677 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0200-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0200\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0200-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0200-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-677\" class=\"wp-caption-text\">Berpuluh radio antik. Dan semuanya masih berfungsi dengan baik<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Toko OEN<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 JL Pemuda, No.52 Semarang. Website : <a href=\"http:\/\/tokooen.com\/\">http:\/\/tokooen.com\/<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Toko Oen. Toko yang terkenal dengan es krim yang rasanya super lezat itu, terletak tidak jauh dari kota lama Semarang. Toko Oen adalah toko roti dan kue pertama di Yogyakarta yang berdiri tahun 1922. Berikutnya menyusul dibuka di Semarang, Malang dan Jakarta. Akan tetapi, tahun 1958 Toko Oen di Yogyakarta dan Jakarta ditutup, sementara yang di Malang dibeli seorang pengusaha. Kini hanya tersisa Toko Oen di Jalan Pemuda 52, Semarang. Toko Oen di Semarang telah berdiri sejak 1936, bangunannya barcat putih dengan kaca besar dan pintu kayu yang masih lekat nuansa klasik. Toko Oen dibangun dengan model jendela dan atap melengkung tinggi meniru desain yang popular di Eropa abad ke-19. Interior bangunannya masih asli ditambah langit-langit yang tinggi dan digantungi lampu-lampu elegan. <em>Furniture<\/em> resto ini juga menarik karena dilengkapi sebuah mesin kasir tua, jam kayu kuno besar, dan sebuah piano kuno berwarna hitam. Suasana ruangannya menenangkan berpadu dengan lagu-lagu klasik yang mampu membangkitkan nostalgia. Tepat di depan pintu masuknya terpampang etalase dan toples kaca besar berisi kue-kue kering. Sejak dulunya Toko Oen merupakan tempat makan orang-orang Belanda. Bahkan hingga kini pun toko ini tetap menjadi tujuan wajib wisatawan asal Belanda yang datang ke Semarang<strong>. <a href=\"http:\/\/www.indonesia.travel\/id\/destination\/454\/semarang-menjelajahi-keajaiban-alam-budaya-dan-sejarah\/article\/96\/toko-oen-semarang-menikmati-kuliner-lezat-sambil-bernostalgia-tempo-dulu\">(sumber : Wonderful Indonesia)<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mas Ewald senang sekali disini karena suasananya yang kental dengan negeri Belanda. Kami sebenarnya tidak membeli makanan yang banyak. Hanya mencicipi Es Krim yang terkenal enaknya. Niatnya ke Toko Oen sih ingin menumpang Wifi. Duduk berlama-lama hampir satu jam dengan bermodalkan segelas Es Krim. Tapi benar, Toko Oen sangat kami rekomendasikan selain tempatnya yang nyaman juga Es krimnya yang lezat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0218\/#main\" rel=\"attachment wp-att-683\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-683\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0218-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0218\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0218-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0218-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0216\/#main\" rel=\"attachment wp-att-684\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-684\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0216-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0216\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0216-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0216-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><\/p>\n<div id=\"attachment_685\" style=\"width: 778px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0217\/#main\" rel=\"attachment wp-att-685\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-685\" class=\"wp-image-685 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0217-768x1024.jpg\" alt=\"DSC_0217\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0217-768x1024.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0217-487x650.jpg 487w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-685\" class=\"wp-caption-text\">Setelah lulus A1 2 bulan lalu, ngertilah saya baca ini *hahaha congkak<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0<strong>4. Bakmi Djowo Doel Noemani<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, Bakmi Djowo ini juga tidak sengaja kami temukan. Setelah selesai Mas Ewald Tour Lawang Sewu, kami merasa lapar, tapi tidak ingin makanan yang terlalu berat. Kami sepakat untuk makan seadanya yang kami temukan sepanjang jalan menuju hotel. Ternyata didepan hotel Amaris, tempat kami menginap, ada tempat makan yang pembelinya terlihat banyak sekali. Tanpa pikir panjang kami pun menghampiri. Ternyata Bakmi. Setelah bakmi yang kami pesan datang, dan karena kelaparan, kamipun makan tanpa banyak bicara. Rasanya enak sekali. Kami memesan Bakmi Goreng. Mas Ewald sampai tambah 1 piring lagi. <em>Mas, luwe nemen yo kok sampek nambah<\/em><em> hehe<\/em>. Porsinya menurut saya pas, tidak terlalu banyak maupun sedikit. Harganya juga tidak mahal per porsinya Rp 8000 kalau tidak salah ingat untuk sepiring Bakmi Goreng. Yang membutuhkan tempat makan dimalam hari, datang saja ke Bakmi Djowo Pak Doel Noemani.<\/p>\n<div id=\"attachment_686\" style=\"width: 539px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/scan0001\/#main\" rel=\"attachment wp-att-686\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-686\" class=\"wp-image-686 size-full\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/scan0001.jpg\" alt=\"\" width=\"529\" height=\"748\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/scan0001.jpg 529w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/scan0001-459x650.jpg 459w\" sizes=\"(max-width: 529px) 100vw, 529px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-686\" class=\"wp-caption-text\">Foto dipinjam dari http:\/\/bakmiedjowodoelnoemani.blogspot.com\/<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_687\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a class=\"boxer\" title=\"Meskipun kelas warung, karyawannya pakai seragam batik yang berganti setiap hari. Dan rasa khas bakmienya didapat dari cara memasaknya yang menggunakan Anglo\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8672\/#main\" rel=\"attachment wp-att-687\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-687\" class=\"wp-image-687 size-full\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8672.jpg\" alt=\"Meskipun kelas warung, karyawannya pakai seragam batik yang berganti setiap hari. Dan rasa khas bakmienya didapat dari cara memasaknya yang menggunakan Anglo\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8672.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8672-650x431.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-687\" class=\"wp-caption-text\">Meskipun kelas warung, karyawannya pakai seragam batik yang berganti setiap hari. Dan rasa khas bakmienya didapat dari cara memasaknya yang menggunakan Anglo<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_688\" style=\"width: 610px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"2 kali kesini ga sempat difoto, kebur habis karena kelaparan. Foto dipinjam dari http:\/\/wisatasemarang.wordpress.com\/page\/3\/?pages-list\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/bakmi-goreng\/#main\" rel=\"attachment wp-att-688\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-688\" class=\"size-full wp-image-688\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/bakmi-goreng.jpg\" alt=\"2 kali kesini ga sempat difoto, kebur habis karena kelaparan. Foto dipinjam dari http:\/\/wisatasemarang.wordpress.com\/page\/3\/?pages-list\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-688\" class=\"wp-caption-text\">2 kali kesini ga sempat difoto, keburu habis karena kelaparan. Foto dipinjam dari http:\/\/wisatasemarang.wordpress.com\/page\/3\/?pages-list<\/p><\/div>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>JOGJAKARTA<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Pasar Bringharjo<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap ke Jogjakarta, saya tidak pernah absen menyempatkan diri untuk sarapan di bagian depan Pasar Bringharjo. Rasa makanannya khas rumahan dan pilhan makanannya beragam. Tempat makan depan Pasar yang terletak di Jalan Malioboro ini menyedikan segala macam jenis sate, pecel, mie, baceman, gudeg, dan lainnya. Harganya tentu saja sangat bersahabat. Kalau sudah disini, dipastikan pasti kalap mata. Rasanya semua ingin disantap. Silahkan mampir kesini jika ingin mencari alternatif tempat untuk sarapan<\/p>\n<div id=\"attachment_680\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0141\/#main\" rel=\"attachment wp-att-680\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-680\" class=\"wp-image-680 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0141-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0141\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0141-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0141-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-680\" class=\"wp-caption-text\">Segala makanan ada di emperan Pasar Bringharjo<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_681\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0142\/#main\" rel=\"attachment wp-att-681\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-681\" class=\"wp-image-681 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0142-1024x768.jpg\" alt=\"DSC_0142\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0142-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0142-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-681\" class=\"wp-caption-text\">Sarapan disini selalu membuat ketagihan untuk kembali datang. Rasanya mak nyuss \ud83d\ude42 *Aduh saya jadi lapar sluruuphh<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Jejamuran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Jl. Magelang KM 10 Yogyakarta \/Sleman<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jejamuran ini salah satu tempat yang saya selalu kunjungi jika mendapat tugas kantor ke Jogjakarta. Saya mengajak Mas Ewald kesini karena ingin menunjukkan bahwa jamur bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan yang sangat lezat. Kami ke Jejamuran ini setelah dari Borobudur. Jadi kami turun di perempatan sleman, kemudian jalan kaki sekitar satu kilo ke arah kiri dari perempatan sleman arah dari Borobudur. Untuk menuju ke Jejamuran, tidak ada kendaraan umum yang melintas karena tidak terletak dijalan besar. Jejamuran berdiri sejak tahun 1997 dan pemiliknya adalah Pak Ratidjo, seorang pengusaha jamur. Semua menu yang tersedia disini berbahan dasar Jamur. Cocok untuk mereka yang vegetarian. Jika ingin berkunjung,\u00a0 tempat makan khas jamur ini buka dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00. Sekedar saran, jika datang pada siang hari, usahakan sebelum jam makan siang, karena bisa dipastikan restoran yang memiliki parkir luas ini, penuh pengunjung terutama para pegawai kantor di seputaran Kota Yogyakarta. Rasa enak, namun harga tidak menguras kantong.<\/p>\n<div id=\"attachment_689\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Rendang Jamur, Tongseng Jamur, Sate Jamur, Asem-asem Jamur. Yummyy!!\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/img_4558\/#main\" rel=\"attachment wp-att-689\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-689\" class=\"wp-image-689 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_4558-1024x768.jpg\" alt=\"Rendang Jamur, Tongseng Jamur, Sate Jamur, Asem-asem Jamur. Yummyy!!\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_4558-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_4558-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-689\" class=\"wp-caption-text\">Rendang Jamur, Tongseng Jamur, Sate Jamur, Asem-asem Jamur. Yummyy!! Minumnya Es Kencur nambah 3 kali hahaha haus banget setelah jalan 1 km. Segeerrr. Kami membayar cukup 100 ribu saja<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Legian Garden Restaurant<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Jl. Perwakilan no. 9, second floor across Ibis Hotel and Malioboro Mall,\u00a0Yogyakarta Website :<strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"%20http:\/\/legianrestaurant.weebly.com\/\"> http:\/\/legianrestaurant.<wbr \/>weebly.com\/<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Restoran Legian ini juga salah satu tempat yang kami temukan tanpa sengaja. Jadi, pada saat itu seharian kami penuh drama menuju Museum Ullen Sentalu. Akses kendaran umum yang susah menuju dan dari Ullen Sentalu-Jogja membuat energi kami terkuras karena harus berganti berkali-kali kendaraan umum. Setelah turun dari TransJogja, kami memutuskan untuk makan di mall Malioboro saja karena malas dan terlalu capek kalau harus cari-cari lagi tempat makan. Tiba-tiba sebelum mall persis kami melewati tempat ini. Saya bilang ke Mas Ewald, <em>yuk kita lihat sebentar<\/em>. Setelah naik kelantai 2, kami langsung suka dengan tempatnya. Konsepnya adalah restoran diatap semi outdoor yang berkonsep kebun. Jadi suasananya sejuk karena semilir angin juga romantis karena seperti makan ditengah kebun ditemani temaram lilin. Makanannya enak, harga tidak terlalu mahal, suasananya pun romantis. <em>Perfect!<\/em>. Oh iya, saya melihat pengunjungnya banyak yang bule.<\/p>\n<div id=\"attachment_691\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Sate Jamur, Ikan Bakar ukuran jumbo, Tumis Kangkung, Minuman Rempah\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/img_4569\/#main\" rel=\"attachment wp-att-691\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-691\" class=\"wp-image-691 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_4569-1024x768.jpg\" alt=\"Sate Jamur, Ikan Bakar ukuran jumbo, Tumis Kangkung, Minuman Rempah\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_4569-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_4569-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-691\" class=\"wp-caption-text\">Sate Jamur, Ikan Bakar ukuran jumbo, Tumis Kangkung, Minuman Rempah 2 porsi. Sekitar 150 ribu<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_692\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Restoran di atap semi outdoor nuansa taman\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0167\/#main\" rel=\"attachment wp-att-692\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-692\" class=\"size-large wp-image-692\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0167-1024x768.jpg\" alt=\"Restoran di atap semi outdoor nuansa taman\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0167-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0167-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-692\" class=\"wp-caption-text\">Restoran di atap semi outdoor nuansa taman. Cozy<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. The House Of Raminten<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Jl. FM Noto 7, Kotabaru, Yogyakarta<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>The House of Raminten<\/em> juga tempat makan yang selalu saya kunjungi jika ke Jogja. Menurut saya, rasa makanannya sangat biasa dan harganya murah meriah. Tapi entah kenapa meskipun rasanya biasa, saya selalu ingin kembali datang kesini. Mungkin saya suka dengan suasananya yang unik. Jadi sejarah <em>The House of Raminten<\/em> adalah diawali dari hobby, Hamzah.HS yang sangat menyukai makanan dan minuman tradisional yaitu jamu dan sego kucing dan juga rasa sosialnya yang tinggi akhirnya Hamzah.HS membuka suatu peluang usaha yang diberi nama <em>The House of Raminten<\/em>. Dimana nama Raminten adalah nama tokoh yang diperankan oleh Hamzah HS dalam sebuah sitcom di Jogja TV yang ditayangkan setiap Minggu jam 17.00 dengan judul Pengkolan. <em>The House Of Raminten<\/em> sendiri buka 24 jam dengan <em>nonstop<\/em> musik gamelan. Untuk lebih lengkap tentang sejarahnya, bisa dibaca <strong><a href=\"http:\/\/raminten.blogspot.com\/\">disini<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain nama-nama menunya yang unik, pramusajinya juga selalu menggunakan kostum yang khas. Selalu menggunakan kemben atau kebaya untuk wanitanya, ber<em>jarik <\/em>dan berompi untuk yang pria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8178\/#main\" rel=\"attachment wp-att-694\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-694\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8178.jpg\" alt=\"DSC_8178\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8178.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8178-650x431.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<div id=\"attachment_693\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Disediakan sudut ruang untuk belajar membatik\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8177\/#main\" rel=\"attachment wp-att-693\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-693\" class=\"wp-image-693 size-full\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8177.jpg\" alt=\"Disediakan sudut ruang untuk belajar membatik\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8177.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8177-650x431.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-693\" class=\"wp-caption-text\">Disediakan sudut ruang untuk belajar membatik<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_711\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Lesehan\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8175_1\/#main\" rel=\"attachment wp-att-711\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-711\" class=\"size-full wp-image-711\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8175_1.jpg\" alt=\"Lesehan\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8175_1.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8175_1-650x431.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-711\" class=\"wp-caption-text\">Lesehan<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_696\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Sarapan porsi Jumbo karena kelaparan setelah semalaman naik kereta api ekonomi dari semarang. Gudeg komplit, Sambel Tempe Penyet, Tempe Mendoan, Lumpia, Minuman Rempah\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0084-2\/#main\" rel=\"attachment wp-att-696\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-696\" class=\"wp-image-696 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0084-2-1024x768.jpg\" alt=\"Sarapan porsi Jumbo karena kelaparan setelah semalaman naik kereta api ekonomi dari semarang. Gudeg komplit, Sambel Tempe Penyet, Tempe Mendoan, Lumpia, Minuman Rempah\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0084-2-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0084-2-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-696\" class=\"wp-caption-text\">Sarapan porsi Jumbo karena kelaparan setelah semalaman naik bis dari Surabaya. Gudeg komplit, Sambel Tempe Penyet, Tempe Mendoan, Lumpia, Minuman Rempah, es cendol. Kami membayar semuanya tidak sampai 60 ribu<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_697\" style=\"width: 982px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Minuman Susu Perawan Tancep. Unik ya, gelasnya berbentuk payudara\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/img_20120424_161200\/#main\" rel=\"attachment wp-att-697\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-697\" class=\"size-full wp-image-697\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20120424_161200.jpg\" alt=\"Minuman Susu Perawan Tancep. Unik ya, gelasnya berbentuk payudara\" width=\"972\" height=\"972\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20120424_161200.jpg 972w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20120424_161200-200x200.jpg 200w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20120424_161200-650x650.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20120424_161200-300x300.jpg 300w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/IMG_20120424_161200-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 972px) 100vw, 972px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-697\" class=\"wp-caption-text\">Minuman Susu Perawan Tancep. Unik ya, gelasnya berbentuk payudara<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Gudeg dan Ronde<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanan lainnya yang tidak boleh lupa untuk dicicipi ketika datang ke Jogjakarta tentu saja Gudeg dan Ronde. Waktu itu, kami tidak memilih secara khusus pergi ke Gudeg yang terkenal di Jogja. Kami makan gudeg pun karena sudah lapar setelah berkeliling di Keraton Jogja. Jadi kami makan seadanya disekitaran pintu keluar Keraton Jogja. Saya dan Mas Ewald sama-sama bukan penyuka manis. Jadi untuk Gudeg, kalau tidak terpaksa, kami akan mencari alternatif makanan yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan Ronde, kalau malam pasti banyak sekali ditemui disetiap sudut Jogja. Kami menikmati wedang ronde didepan hotel kami menginap, yaitu Ameera Boutique. Wedang Ronde merujuk pada air jahe panas (<i>wedang<\/i> adalah bahasa Jawa yang merujuk pada minuman panas) yang disajikan bersama dengan ronde. Air jahe juga bisa menggunakan gula kepala, diberi taburan kacang tanah goreng (tanpa kulit), potongan roti, kolang-kaling, dan sebagainya. Sedangkan ronde adalah makanan tradisional China dengan nama asli <b>T\u0101ngyu\u00e1n<\/b> (<a class=\"mw-redirect\" title=\"Hanzi\" href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hanzi\">Hanzi<\/a>=\u6e6f\u5713;penyederhanaan=\u6c64\u5706; <a class=\"mw-redirect\" title=\"Hanyu pinyin\" href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hanyu_pinyin\">hanyu pinyin<\/a>=t\u0101ngyu\u00e1n). Nama <i>tangyuan<\/i> merupakan metafora dari <i>reuni keluarga<\/i> (<a class=\"mw-redirect\" title=\"Hanzi\" href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hanzi\">Hanzi<\/a>=\u5718\u5713;penyederhanaan=\u56e2\u5706) yang dibaca <i>tu\u00e1nyu\u00e1n<\/i> (menyerupai tangyuan). Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air dan dibentuk menjadi bola, direbus, dan disajikan dengan kuah manis (<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ronde_%28makanan%29\">Wikipedia<\/a>)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0156\/#main\" rel=\"attachment wp-att-698\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-698\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0156-768x1024.jpg\" alt=\"Gudeg\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0156-768x1024.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0156-487x650.jpg 487w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><\/p>\n<div id=\"attachment_699\" style=\"width: 778px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Ronde\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0169\/#main\" rel=\"attachment wp-att-699\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-699\" class=\"wp-image-699 size-large\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0169-768x1024.jpg\" alt=\"Ronde\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0169-768x1024.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0169-487x650.jpg 487w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-699\" class=\"wp-caption-text\">Ronde<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0171\/#main\" rel=\"attachment wp-att-700\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-700\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0171-768x1024.jpg\" alt=\"DSC_0171\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0171-768x1024.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0171-487x650.jpg 487w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Oseng-oseng Mercon Bu Narti<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oseng mercon ini letaknya kalau tidak salah waktu itu di Jl. KH Ahmad Dahlan (mudah-mudahan tidak pindah). Oseng-oseng yang berisi kulit, tulang muda, gajih, dan kikil ini dimasak dengan sekitar 6-7kg cabe rawit merah untuk 50kg koyoran. Kenapa disebut mercon?karena rasa pedasnya yang meledakkan mulut, dan rasanya seperti melelehkan lidah. Teman saya yang memakan oseng-oseng mercon ini sampai kebingungan meredakan rasa pedasnya dengan meminum teh hangat berkali-kali. Saya yang waktu itu makan lele bakar dengan sambel dari oseng-oseng mercon ini saja rasanya tidak sanggup menghabiskan, saking pedasnya. Tetapi meskipun pedas, rasanya memang mantap. Nasi hangat panas disantap dengan sambel atau oseng-oseng mercon ditemani dengan lele bakar dan teh hangat plus kerupuk. Haduh, saya jadi lapar.<\/p>\n<div id=\"attachment_2358\" style=\"width: 660px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dscn0264\/#main\" rel=\"attachment wp-att-2358\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2358\" class=\"size-medium wp-image-2358\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0264-650x486.jpg\" alt=\"Oseng-oseng mercon\" width=\"650\" height=\"486\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0264-650x486.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0264-768x575.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0264-1024x766.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2358\" class=\"wp-caption-text\">Oseng-oseng mercon. Foto pinjam teman.<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dscn0268\/#main\" rel=\"attachment wp-att-2359\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-2359\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0268-650x486.jpg\" alt=\"DSCN0268\" width=\"650\" height=\"486\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0268-650x486.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0268-768x575.jpg 768w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSCN0268-1024x766.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #800080;\"><strong>SOLO<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kami singgah ke Solo hanya beberapa jam. Kami pergi dari Jogjakarta menuju Solo menggunakan Pramex. Mas Ewald ingin melihat Kraton Solo. Saya sudah bercerita sebelumnya kalau Mas Ewald ini suka sekali dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah. Karenanya, dia selalu mengajak ke tempat yang bersejarah, seperti museum dan yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau saya ke Solo, pertama kali yang ingin saya tuju untuk makan adalah Spesial Sambal (SS). Sebenarnya SS ini tidak hanya ada di Solo, di beberapa kota juga sudah ada cabangnya. Tapi entah kenapa saya makan SS ini hanya kalau sedang di Solo. Di Solo pun, lokasinya ada di beberapa titik. Karena saya adalah penggila sambal, tentu yang saya buru adalah berbagai jenis sambal yang enak sekali rasanya dan tingkat kepedasannya pun bisa disesuaikan dengan permintaan pembeli. Yang ingin merasakan berbagai jenis sambal, silahkan ke SS untuk merasakan sensasi kepedasannya.<\/p>\n<div id=\"attachment_701\" style=\"width: 810px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_8367\/#main\" rel=\"attachment wp-att-701\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-701\" class=\"wp-image-701 size-full\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8367.jpg\" alt=\"DSC_8367\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8367.jpg 800w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_8367-650x431.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-701\" class=\"wp-caption-text\">Spesial Sambal yang terletak dekat terminal Solo<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_702\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Makanan sebegini banyak tidak sampai 70 ribu. Aneka jenis sambalnya benar-benar bikin kalap mata. Semuanya tandas tidak bersisa :)\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2014\/12\/12\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/dsc_0116\/#main\" rel=\"attachment wp-att-702\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-702\" class=\"size-large wp-image-702\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0116-1024x768.jpg\" alt=\"Makanan sebegini banyak tidak sampai 70 ribu. Aneka jenis sambalnya benar-benar bikin kalap mata. Semuanya tandas tidak bersisa :)\" width=\"980\" height=\"735\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0116-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/DSC_0116-650x487.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 980px) 100vw, 980px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-702\" class=\"wp-caption-text\">Makanan sebegini banyak tidak sampai 70 ribu. Aneka jenis sambalnya benar-benar bikin kalap mata. Semuanya tandas tidak bersisa \ud83d\ude42<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitulah catatan kuliner dari perjalanan kami Semarang &#8211; Jogjakarta &#8211; Solo. Semoga bisa memberikan rekomendasi tempat makan bagi yang ingin jalan-jalan disekitar 3 kota tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Punya pengalaman kuliner di 3 kota tersebut? Ada tempat favorit makan dikota-kota tersebut? yuk berbagi disini ^^<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat berakhir pekan ^^<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">-Situbondo, 12 Desember 2014-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Update : -Den Haag, 4 Februari 2016-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Saya lapar sekali malam-malam lihat foto makanan disini. Duh, kangen dengan Jogja! <\/em><\/strong><strong>Selamat berlibur panjang ya buat yang di Indonesia<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PS : <em>Semua foto adalah dokumentasi pribadi kecuali yang kami pinjam menggunakan keterangan.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Update : Ini sebenarnya postingan lama, tapi gara-gara saya ngubek folder foto, akhirnya menemukan foto-foto liburan saya dengan teman-teman sekitar tahun 2009 di Jogja, akhirnya saya update sekalian rekomendasi tempat makan yang di Jogja. Saya posting ulang siapa tahu ada&#8230; <a class=\"read-more-button\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2016\/02\/catatan-kuliner-semarang-jogjakarta-solo\/\">(READ MORE)<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29,28],"tags":[26,45,24,36,75,47,247,249,248,65,76],"class_list":["post-673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-culinary","category-travelling","tag-bulan-madu","tag-catatan-kuliner","tag-honeymoon","tag-indonesia","tag-jogjakarta","tag-kuliner","tag-rekomendasi-tempat-makan-di-jogja","tag-rekomendasi-tempat-makan-di-semarang","tag-rekomendasi-tempat-makan-di-solo","tag-semarang","tag-solo"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/673"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=673"}],"version-history":[{"count":13,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2362,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/673\/revisions\/2362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media\/681"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}