{"id":858,"date":"2015-02-09T03:12:30","date_gmt":"2015-02-09T03:12:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?p=858"},"modified":"2015-02-09T08:06:16","modified_gmt":"2015-02-09T08:06:16","slug":"pecel-dan-cerita-akhir-pekan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2015\/02\/pecel-dan-cerita-akhir-pekan\/","title":{"rendered":"Pecel dan Cerita Akhir Pekan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa judulnya Pecel? Ceritanya setelah lari pagi bareng suami, saya tiba-tiba kangen makan pecel dengan segala sayur-sayuran yang direbus plus ikan asin dan tahu goreng serta lodeh tewel. Saya kangen makan sambel pecel buatan Ibu yang pedasnya super dan rasanya tidak ada duanya enaknya (ya bagi siapapun, masakan ibu kita pasti tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan rasanya). Hari minggu saya lari jam 8 pagi dengan Mas Ewald, udaranya dingin sekali dan berangin. Target lari saya kali ini 5km. Ditengah-tengah sedang berlari, tiba-tiba saya lapar dan entah kenapa terpikir ingin makan pecel dengan laut pauk komplitnya. Kemudian saya ingat, sebelum berangkat ke Belanda, ada teman SMA yang tinggal di Jakarta mengirimkan sambel pecel kepada saya. Buat <em>tombo kangen <\/em>kalau sudah di Belanda, katanya. Yiaayyy terima kasih Nuril untuk sambel pecelnya!! Berarti saya bisa makan pecel untuk makan siang. Saya selesaikan lari dengan sangat bersemangat \ud83d\ude42<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untung saja Jumat malam kami sudah berbelanja aneka macam sayuran. Saya dan Mas Ewald memang wajib makan sayur disetiap makan siang dan malam. Kalau pagi saya sarapan buah, sementara Mas Ewald makan roti dan keju, seperti umumnya orang Belanda. Dalam rentang seminggu kemarin juga menjadi ajang pengenalan saya ke beberapa tempat belanja yang biasa didatangi Mas Ewald. Karena saya sekarang sudah punya sepeda, maka sudah tidak ada alasan untuk tidak pergi berbelanja ke tempat yang agak jauh. Selama ini saya berbelanja di Toko Indonesia dekat rumah, di Nootdorp, karena bisa saya jangkau dengan berjalan kaki. Selain alasan dekat, saya sudah kenal dengan Ibu yang ada di Toko tersebut, sering berbincang pengalaman beliau sukses lulus ujian NT2 serta memberi semangat serta selalu meyakinkan saya bahwa saya bisa melalui ujian dengan baik, dan ujung-ujungnya Ibu tersebut sering memberi saya bonus-bonus dan diskon harga. Yang saya sebutkan terakhir tersebut adalah alasan tambahannya, yang terpenting adalah saya sudah punya kenalan dan tempat untuk berbelanja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya ceritanya loncat-loncat tidak masalah ya. Karena saya terbangun jam 1 dini hari,\u00a0 tidak bisa tidur lagi, dan mati gaya, akhirnya memutuskan untuk bercerita seputaran akhir pekan saja. Iya, jam tidur saya masih kacau. Hanya bisa tidur sekitar 3-4 jam saja. Mungkin masih beradaptasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sabtu sore saya dan Mas Ewald pergi ke Zoetermeer, 10 menit berkendara dari tempat kami tinggal, untuk melihat <em>Dance Competition<\/em>. Senang sekali rasanya berbaur dengan masyarakat sekitar, dari segala jenis umur, segala kalangan. Malah saya sempat berbincang dengan beberapa orang, menggunakan bahasa Belanda yang belum lancar dicampur dengan bahasa Inggris tentunya. Bersyukurnya mereka mengerti bahwa saya baru pindah dan sedang berusaha keras untuk belajar bahasa Belanda dan sedang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut yang juga menjadi tujuan Mas Ewald menyuruh saya untuk mandiri, pergi kesana sini sendiri. Karena saya orangnya tidak bisa diam, maka saya sering sekedar jalan-jalan untuk mengerti lingkungan sekitar bagaimana. Sudah beberapa kali pergi sendiri naik kereta, trem ataupun bus. Pergi sendiri paling jauh ke Utrech, mengunjungi seorang teman. Saya juga sudah <em>familiar<\/em> dengan aplikasi <a href=\"http:\/\/www.ns.nl\/reisplanner-v2\/index.shtml?language=en\"><strong><em>Reisplanner<\/em><\/strong><\/a> dan <strong>Google Map<\/strong> yang mempermudah saya untuk mengetahui dan mendapatkan info tentang kendaraan umum apa yang harus digunakan untuk pergi kesuatu tempat serta jadwalnya. Mertua saya selalu mencemaskan, takut kalau saya kesasar. Tapi saya selalu mengatakan kepada beliau bahwa saya bisa <em>survive <\/em>dengan segala angkutan umum di Jakarta dan di Surabaya yang jauh lebih tidak teratur dibandingkan dengan Belanda, mestinya saya juga bisa <em>survive<\/em> di Belanda \ud83d\ude42<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari minggu sore, setelah sibuk beres-beres rumah, kami memutuskan untuk bersepeda ke Delft, menunjukkan rute tempat berbelanja yang lainnya. Sebelum ke Delft, kami mampir ke rumah mertua, ingin menunjukkan ke Pappa dan Mamma kalau saya sudah punya sepeda dan akan sering-sering mengunjungi mereka meskipun tidak dengan Mas Ewald karena saya sudah tahu rute bersepedanya. Pappa dan Mamma sangat senang melihat saya dengan sepeda baru, juga senang mendapatkan kunjungan dari anak dan menantunya. Pappa dan Mamma juga sangat disiplin mengajari saya berbahasa Belanda. Meskipun mereka bisa berbahasa Inggris, bahkan Mamma bisa berbahasa Indonesia, karena pernah <a href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?p=646\">tinggal lama di Jakarta<\/a>, tapi mereka selalu mengajak saya untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Belanda. Mamma bahkan sangat telaten selalu membimbing saya untuk memperlancar kemampuan berbicara. Jadinya, mau tidak mau setiap hari saya harus memperbanyak kosakata dan pelan-pelan mempraktekkan dengan Suami meskipun porsinya masih sering menggunakan bahasa Inggris. Setelah dari rumah Mertua, kami melanjutkan bersepeda menuju Delft. Sore yang dingin dan berangin. Membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ditempat kami berbelanja. Sepanjang jalan, Mas Ewald menerangkan berbagai macam rambu bersepeda. Pemandangan yang sangat mengagumkan sepanjang bersepeda, membuat saya sering menghentikan kayuhan sejenak untuk mengabadikannya. Setelah selesai berbelanja sayuran dan roti, saya juga menyempatkan untuk jalan-jalan disekitar <em>Stadhuis<\/em>. Entah kenapa, saya selalu suka dengan suasana Delft.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kambali ke Pecel, ternyata ini kali pertama Mas Ewald merasakan makan dengan menggunakan sayuran yang diguyur Sambal Pecel. Awalnya sempat berkerut dan sayurnya hanya dimakan sedikit. Tapi lama kelamaan dihabiskan, malah nambah bumbu pecelnya. Sayur yang saya gunakan juga seadanya dikulkas. Dan semuanya mentah (kacang panjang, wortel, timun, rucula kecuali bimi yang saya celup sebentar di air mendidih). Saya sendiri puas dengan makan lalapan sambal trasi. Meskipun tidak memenuhi pakem pecel sesuai aslinya, saya senang Mas Ewald menikmati pengalaman pertamanya makan pecel. Walaupun tidak ada ikan asin ataupun sayur lodeh tewel yang saya inginkan, tapi sudah cukup puas makan dengan tahu goreng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari cerita gado-gado tentang akhir pekan saya, senang rasanya kembali mempelajari hal-hal yang baru. Senang juga orang-orang disekitar saya mendukung proses adaptasi, dari Mas Ewald yang selalu mengajarkan saya untuk mandiri, mengenalkan saya kepada kegiatan-kegiatan baru dan rute-rute perjalanan yang baru, Mertua yang selalu berusaha untuk memperlancar komunikasi bahasa Belanda saya, sampai saya sendiri yang memang bertekad kuat untuk mengalahkan segala kekhawatiran yang ada. Selalu ada sesuatu yang baru, dan setiap hari akan ada hal-hal baru yang bisa kita pelajari sebagai bagian dari perjalanan hidup. Mungkin akan banyak hal yang tidak sesuai yang kita harapkan, tapi itulah hakikat beradaptasi, menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari ini tepat 6 bulan usia pernikahan kami. Memang masih seumur jagung dan kami menyadari bahwa proses pengenalan menjadi pembelajaran yang tidak akan pernah berakhir, selalu terjadi setiap saat, menemukan hal-hal baru dari pasangan, sampai kapanpun juga. Seperti halnya pecel yang terdiri dari beberapa sayuran, dan tidak lengkap jika hanya satu sayuran saja, maka kami selalu berdoa, apapun perbedaan yang ada diantara kami, mampu saling melengkapi satu sama lain, saat ini dan nantinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat Hari Senin, dan semoga cerita akhir pekan kalian juga menyenangkan ^^<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">-Den Haag, 9 Februari 2015-<\/p>\n<div id=\"attachment_859\" style=\"width: 2458px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Beruntung dikirim sambel pecel oleh teman SMA yang di Jakarta. Mengobati kangen makan pecel pas makan siang di Surabaya\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?attachment_id=859\" rel=\"attachment wp-att-859\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-859\" class=\"size-full wp-image-859\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301.jpg\" alt=\"Beruntung dikirim sambel pecel oleh teman SMA yang di Jakarta. Mengobati kangen makan pecel pas makan siang di Surabaya\" width=\"2448\" height=\"2448\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301.jpg 2448w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301-200x200.jpg 200w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301-650x650.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301-1024x1024.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301-300x300.jpg 300w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01301-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 2448px) 100vw, 2448px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-859\" class=\"wp-caption-text\">Beruntung dikirim sambel pecel oleh teman SMA yang di Jakarta sebelum saya berangkat ke Belanda. Mengobati kangen makan pecel ketika makan siang di Surabaya<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_862\" style=\"width: 3274px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Menuju Delft naik sepeda bareng suami, meskipun dingin banget dan berangin, tapi tetap senang karena pemandangannya menyenangkan\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?attachment_id=862\" rel=\"attachment wp-att-862\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-862\" class=\"size-full wp-image-862\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701.jpg\" alt=\"Menuju Delft naik sepeda bareng suami, meskipun dingin banget dan berangin, tapi tetap senang karena pemandangannya menyenangkan\" width=\"3264\" height=\"3264\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701.jpg 3264w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701-200x200.jpg 200w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701-650x650.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701-1024x1024.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701-300x300.jpg 300w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01701-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 3264px) 100vw, 3264px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-862\" class=\"wp-caption-text\">Menuju Delft naik sepeda bareng suami, meskipun dingin banget dan berangin, tapi tetap senang karena pemandangannya menyenangkan<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_863\" style=\"width: 3274px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a class=\"boxer\" title=\"Setelah belanja sayuran selesai, jalan-jalan sebentar diseputaran Stadhuis Delft\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?attachment_id=863\" rel=\"attachment wp-att-863\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-863\" class=\"size-full wp-image-863\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01721.jpg\" alt=\"Setelah belanja sayuran selesai, jalan-jalan sebentar diseputaran Stadhuis Delft\" width=\"3264\" height=\"2448\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01721.jpg 3264w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01721-650x488.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01721-1024x768.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 3264px) 100vw, 3264px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-863\" class=\"wp-caption-text\">Setelah belanja sayuran selesai, jalan-jalan sebentar diseputaran Stadhuis Delft<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_864\" style=\"width: 3274px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a class=\"boxer\" title=\"Bangunan ini apa ya namanya. Dua kali datang kesini lupa terus mau cari tahu tentang namanya. Nanya Suami katanya Gereja\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?attachment_id=864\" rel=\"attachment wp-att-864\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-864\" class=\"size-full wp-image-864\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711.jpg\" alt=\"Bangunan ini apa ya namanya. Dua kali datang kesini lupa terus mau cari tahu tentang namanya. Nanya Suami katanya Gereja\" width=\"3264\" height=\"3264\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711.jpg 3264w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711-200x200.jpg 200w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711-650x650.jpg 650w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711-1024x1024.jpg 1024w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711-300x300.jpg 300w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/IMG_01711-50x50.jpg 50w\" sizes=\"(max-width: 3264px) 100vw, 3264px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-864\" class=\"wp-caption-text\">Bangunan ini apa ya namanya. Dua kali datang kesini lupa terus mau cari tahu tentang namanya. Nanya Suami katanya Gereja<\/p><\/div>\n<p><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?attachment_id=886\" rel=\"attachment wp-att-886\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-886\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pict1.jpg\" alt=\"Pict1\" width=\"575\" height=\"720\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pict1.jpg 575w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pict1-519x650.jpg 519w\" sizes=\"(max-width: 575px) 100vw, 575px\" \/><\/a><\/p>\n<p><a class=\"boxer\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/?attachment_id=888\" rel=\"attachment wp-att-888\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-888\" src=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pict2.jpg\" alt=\"Pict2\" width=\"960\" height=\"720\" srcset=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pict2.jpg 960w, http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Pict2-650x488.jpg 650w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa judulnya Pecel? Ceritanya setelah lari pagi bareng suami, saya tiba-tiba kangen makan pecel dengan segala sayur-sayuran yang direbus plus ikan asin dan tahu goreng serta lodeh tewel. Saya kangen makan sambel pecel buatan Ibu yang pedasnya super dan rasanya&#8230; <a class=\"read-more-button\" href=\"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/2015\/02\/pecel-dan-cerita-akhir-pekan\/\">(READ MORE)<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23,33,7],"tags":[],"class_list":["post-858","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cooking","category-our-life","category-story"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/858"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=858"}],"version-history":[{"count":16,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":892,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/858\/revisions\/892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media\/866"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.conedm.nl\/denald\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}