Serba Serbi Kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Disclaimer : tulisan dibawah ini sangat subjektif sifatnya, berdasarkan pengalaman saya : mahasiswi yang pas-pasan nilainya ketika lulus (baca: bukan lulusan cumlaude dan pas untuk mencari kerja) dan sedang-sedang saja prestasinya serta tentunya lintas dasawarsa. Dan cerita dibawah ini hasil dari pengamatan dari lingkungan sekitar saya. Mumpung baru lulus awal tahun 2015, jadi saya tuliskan segala pengalaman yang tidak terlupakan. Dan postingan ini akan sangat panjang.

Hari ini almamater saya, Institut Teknologi Sepuluh NopemberΒ (ITS) Surabaya, berulangtahun. Ya, kampus ini berulangtahun setiap tanggal 10 Nopember sesuai dengan namanya dan bertepatan dengan Hari Pahlawan. ITS yang juga dikenal sebagai kampus perjuangan memang benar-benar meresapi arti perjuangan itu sendiri. Untuk bisa kuliah di ITS perjuangannya sangat berat. Diawali dengan ujian masuknya yang harus bersaing dengan beribu pendaftar seantero Indonesia. Ketika sudah dinyatakan resmi sebagai Mahasiswa ITS, perjuangan yang sebenarnya baru dimulai. Ketika akan lulus, perjuangan mengerjakan Tugas Akhir/Skripsi/Tesis/Disertasi juga tidak kalah beratnya. Intinya selama kuliah di ITS itu isinya berjuang terus. Apakah terdengar sesengsara itu? Oh tentu saja tidak. Bukankah ada pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Nah kalau di ITS ini beda, bersakit-sakit selama perkuliahan, tapi bersenang-senang jangan sampai ketinggalan. Nguaraangg puoooll :)))

Dulu kalau ada tes kerja di Jakarta, saya paling sebal kalau ditanya “ITS itu apa ya? Institut Teknologi Surabaya?” atau pertanyaan “ITS itu dimana ya?” dan yang tidak kalah menyebalkan “oh ada ya Institut Teknologi negeri lainnya selain ITB?” Saya sampai bertanya-tanya sendiri, ini ITS apa memang kalah pamor dengan ITB atau bagaimana sih kok beberapa HRD di Jakarta sampai tidak mengerti. Padahal konon katanya lulusan ITS itu calon menantu idaman dan hampir selalu bikin incaran hati klepek-klepek tanpa ampun *mulai lebhayy :)) Paling tidak punya nilai lebih lah dimata calon mertua kalau ditanya “kuliah dimana? atau lulusan darimana?” dan jawabannya “ITS”, sedaapp.

Seminar Nasional
Seminar Nasional

Sebelum ada yang bertanya saya ini alumni jurusan apa dan angkatan berapa, maka saya jabarkan dulu diawal. Sejak sebelum lulus SMA (alumni SMA Negeri 2 Surabaya), orangtua menghendaki saya masuk kedokteran UNAIR. Maklum saja pada masa itu dokter masih menjadi salah satu jujugan pekerjaan yang cemerlang dan (diharapkan) menghasilkan uang banyak. Tapi saya tidak suka ilmu menghafal meskipun sewaktu SMA nilai biologi selalu menonjol diantara nilai lainnya (masih ingat nilai fisika pernah dapat 5 dirapor-buka aib sendiri). Sejak SMA sudah punya cita-cita kalau kuliah ingin di ITS. Akhirnya dengan tidak tahu dirinya sewaktu UMPTN mendaftar pilihan pertama kedokteran UNAIR, pilihan kedua Teknik Kimia ITS, pilihan ketiga Akuntansi Unair. Singkat cerita dari tiga pilihan tersebut gagal semua. Akhirnya saya diterima di D3 Statistika angkatan ’99 kemudian melanjutkan S1 Statistika angkatan 2003 dan S2 Teknik Industri angkatan 2012.Β Karenanya diawal saya sebutkan kalau saya ini angkatan lintas dasawarsa. Sebenarnya hubungan saya dengan ITS itu benci tapi rindu. Hate and love relationship. Saking susahnya kuliah di ITS saya bersumpah tidak akan kecemplung lagi untuk kembali kuliah di ITS. Tapi janji tinggallah janji. Saya kembali nyemplung sampai 2 kali, kembali ke kampus yang sama. Perjuangan di ITS itu memang membuat ketagihan.

www.statistics.its.ac.id/wp-content/uploads/2012/
www.statistics.its.ac.id/wp-content/uploads/2012/
Narsis sesaat. Selama kuliah belum pernah foto disini :)
Narsis sesaat. Selama kuliah belum pernah foto disini πŸ™‚

Kembali lagi dengan serba-serbi selama kuliah di ITS pada tahun-tahun yang telah tersebutkan, ini pengalaman saya :

PENGKADERAN di ITS

Kalau ada yang membaca ini dan angkatannya tidak jauh berbeda dengan saya *kode keras ke Dani :))) pasti mengalami pengkaderan yang super duper keras tak berperikemahasiswaan, tapi masih level normal (menurut saya) pada masa itu. Saya pikir ketika sudah dinyatakan resmi sebagai mahasiswa maka tidak ada lagi hambatan dan rintangan yang dilalui. Ternyata salah jenderal! Pengkaderan di Statistik, disebut BCS singkatan dari Bina Cinta Statistika yang dikemudian hari lebih terkenal sebagai Bina Cinta Senior karena masa-masa pengkaderan adalah masa dimana senior tebar pesona menjerat maba *hayoo para senior ngaku!!. Sebenarnya pengkaderan di Statistika tidak terlalu keras dibandingkan jurusan teknik-teknik yang lain. Statistika waktu itu letaknya berdekatan dengan Teknik Mesin, Teknik Lingkungan, dan Teknik Elektro. Jadi saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kerasnya pengkaderan terutama di Teknik Mesin. Sepatu dan segala benda melayang diantara mahasiswa baru (maba) yang sedang push up berantai. Sedangkan pengkaderan di Statistik saya rasakan waktu itu juga teramat keras. Bentakan demi bentakan harus dilalui setiap sabtu dan minggu (kalau tidak salah selama hampir 5 atau 6 bulan), tugas yang bertubi dan seringnya nampak tidak masuk akal untuk dikerjakan karena butuh kreatifitas (dan halusinasi) yang tinggi. Aturan yang berlaku hanya ada dua : 1. Senior tidak pernah salah, 2. Jika senior salah, maka kembali ke nomer 1. Belum lagi Bakti Kampus dimana seluruh maba seluruh ITS dijadikan satu dan dikader bersama. Masih teringat jelas bagaimana kerasnya Bakti Kampus saat itu. Setelah pengkaderan jurusan selesai, puncaknya adalah Camp. Camp ini biasanya diadakan diluar kota. Lokasi favorit camp ITS adalah sekitar daerah cuban-cuban (cuban rondo, saya lupa cuban-cuban lainnya) dan Kakek Bodo. Saya menyebut pengkaderan di ITS itu sebagai pengkaderan berlapis karena tingkatannya adalah jurusan dan Institut.

Pada masa pengkaderan itu saya sering ingin menyerah, sering menangis dan rasanya sudah tidak sanggup untuk meneruskan kuliah di Statistika. Tapi beruntungnya saya mempunyai teman-teman angkatan yang solid, meskipun beberapa ada yang sedikit melenceng dari jalur (dan kami menyebutnya adalah para outlier atau biang kerok). Saking solidnya pertemanan kami pada masa itu, saya masih bertahan berteman dekat dengan beberapa diantara mereka sampai sekarang. Dan kami selalu tertawa cekikikan kalau membahas masa lalu pengkaderan. Iya, pada masa itu kami memang harus berdarah-darah melewati pengkaderan, tetapi pada masa kini kami bisa menertawakan yang telah kami lewati. Tidak itu saja, kami juga akrab sampai sekarang dengan beberapa senior. Bahkan ada beberapa yang menikah dengan senior. Disinilah keberhasilan BCS patut diakui.

MINIM WANITA

Namanya saja kampus teknik, dapat dimaklumi kalau ITS pada masa itu fakir perempuan. Karenanya para senior lelaki akan menjadi sangat buas, sikut kanan kiri untuk mendapatkan maba incaran yang perempuan. Tidak jarang sampai ada perang dingin diantara teman. Para perempuanpun seakan naik pamor karena (merasa) diincar para senior. Mendadak jadi idola istilahnya. Nyatanya yang diincar ya cuma segelintir saja karena selebihnya hanya sebagai pelengkap penderita (ngakak, maklum saya pada posisi yang kedua). Tapi pada waktu itu saya sedikit bangga karena disaat yang lain sibuk dengan pengkaderan, saya sudah pacaran dengan senior dari Teknik Mesin. Apakah karena saya nampak kinclong sampai terjadi kisah cinta lintas jurusan? bukan, karena sejujurnya pada saat itu kami berdua tidak ada pilihan *maaf mantan saya harus berterus terang haha. Waktu itu bangganya bukan main punya pacar anak Teknik Mesin, dengan jaket jurusan berwarna merah, nampak garang diantara jurusan-jurusan yang lain. Plus mantan pacar saya itu anak Basket.Β Mari sudahi kisah nostalgi(l)a ini. Oh iya, jaket jurusan ini juga jadi ajang arogansi (tidak tertulis) mahasiswanya dengan warna simboliknya. Kalau di Statistik masih lumayan banyak wanitanya. Jurusan lain lebih pahit keadaannya. Jurusan Teknik Mesin angkatan saya (kalau tidak salah ingat-maaf kalau salah, sudah 16 tahun lalu :D) hanya punya satu mahasiswa perempuan diantara (mungkin) sekitaran total 50 mahasiswa. Tidak jarang mahasiswa ITS sampai invasi ke UNAIR, nongkrong dikantinnya dengan tujuan siapa tahu beruntung dapat pacar. Atau kalau ada mahasiswi Unair yang datang ke kantin pusat ITS, semua mata pria-pria langsung terperangah. Tidak hanya pria, mahasiswinya juga ikut takjub karena penampilan mereka yang jauh berbeda dengan mahasiswi ITS. Jurusan Teknik Industri dan Arsitek terkenal banyak mahasiswinya dan penampilan mereka benar-benar fashionable.

PENAMPILAN

Penampilan anak ITS jauuuhh dari kata fashionable (pada saat itu) kecuali beberapa jurusan, misalnya yang sudah saya sebutkan diatas. Tapi secara keseluruhan, baik mahasiswa maupun mahasiswi, penampilannya tidak jauh dari tas ransel besar, jaket jurusan yang besarnya sudah semacam jubah, sandal gunung, sepatu yang diinjak pada bagian belakang (semahal apapun sepatunya, cara memakainya 2 macam : diinjak bagian belakang, seringnya atau memakai secara normal), rambut kucel, penampilan acak-acakan, jarang mandi (pada jaman saya, benar adanya kalau mahasiswa jarang mandi ketika kuliah) dengan alasan air dikos mati ataupun alasan klise tidak sempat mandi karena bangun kesiangan, celana jeans belel (belel dalam artian sebenarnya yang jarang dicuci atau koyak disana sini termakan umur). Sepertinya ada semacam perjanjian tidak tertulis bahwa semakin kusam penampilan maka semakin bisa mentasbihkan sebagai anak ITS sejati. Ada kemungkinan juga mereka (dan saya) berpenampilan seadanya karena faktor uang bulanan yang pas-pasan. Maklum, anak ITS kebanyakan adalah anak kosan yang hidupnya bergantung dari kiriman bulanan. Dan juga tidak terlalu memperhatikan penampilan karena terlalu sibuk dengan timbunan tugas-tugas yang tiada henti datangnya. Bahkan ketika saya kuliah S2 dan pergi ke beberapa tempat, saya langsung mengenali kalau bertemu dengan beberapa orang, yakin kalau mereka anak ITS. Penampilan mahasiswa ITS itu khas sekali.

ANTARA PELIT, IRIT ATAU PAILIT

Terkadang sulit mendefinisikan pada saat itu apakah saya ini termasuk kategori irit, sedang pailit ataukah memang berjiwa pelit karena uang bulanan yang dikirim orangtua selalu pas bahkan hampir selalu habis sebelum bulan berakhir. Tapi hal tersebut tidak hanya terjadi pada saya. Banyak teman satu jurusan juga seperti itu. Kalau uang bulanan habis, senjata andalan adalah mengutang. Siklus hutang inipun seperti lingkaran setan yang tidak tahu ujung dan pangkalnya. Hutang ke ibuk kantin (kami memanggil ibuk pada penjual di kantin Statistik), hutang pada teman. Kalau uang kiriman sudah datang, saatnya membayar hutang, dimana akhirnya uang bulanan habis lagi. Begitu seterusnya. Ada jalan lain : beli makanan sebungkus kemudian dimakan ramai-ramai (saking ngiritnya). Saya pikir kebiasaan makan ramai-ramai ini hanya terjadi pada saat saya kuliah sampai lulus S1. Ternyata ketika melanjutkan S2, kebiasaan makan beramai-ramai ini masih saja tetap berlanjut, at least diangkatan saya. Jadi sebenarnya mereka ini irit, pailit, atau pelit? Beruntungnya warung di keputih dan gebang porsi makanannya memang jumbo, sehingga bisa dimakan beramai-ramai.

Beli beberapa bungkus, dimakan beramai-ramai. Ini teman-teman saat kuliah S2.
Beli beberapa bungkus, dimakan beramai-ramai. Ini teman-teman saat kuliah S2.
Beli minum 2 botol dibagi menjadi beberapa gelas. Kami sedang beruding bagaimana caranya supaya bisa dibagi rata. Waktu itu kami menyebutnya ngoplos minuman.
Beli minum 2 botol dibagi menjadi beberapa gelas. Kami sedang beruding bagaimana caranya supaya bisa dibagi rata. Waktu itu kami menyebutnya ngoplos minuman. Ini hampir tegah malam dan kami masih keluyuran cari makan diwarung dekat kampus.

MENGINAP DI KAMPUS

Karena tugas yang memang mengalir deras seperti air sungai yang tidak bisa dibendung kedatangannya, seringkali menyebabkan kami rela untuk tidur di kampus. Apalagi pada masa-masa mengerjakan Tesis atau Tugas Akhir, maka bisa dipastikan berhari-hari kami bisa menginap di kampus. Biasanya di ruangan HIMA (Himpunan Mahasiswa) atau ruangan khusus yang disediakan (seperti ruangan S2). Belum lagi tugas dosen yang terkadang membutuhkan tenaga ekstra dalam mengerjakannnya, misalkan mengerjakan pada berlembar-lembar kertas folio manual tulis tangan. Kalau ada yang salah perhitungan, maka harus mengulang dari awal. Bencana. Pada masa S2, selain karena fasilitas internet gratis dengan kecepatan yang sesuai mood, juga ada keuntungan lain yang ingin didapat yaitu bisa tidur diruangan berAC. Maklum, Surabaya panasnya melebihi normal dan dikos tidak ada AC. Kipas angin tidak mampu menembus hawa panas itu. Nah, karena sering menginap di kampus, sering mengerjakan tugas bersama, sering runtang runtung kesana kemari, maka cinta lokasi pun tak bisa terelakkan. Ada yang bertahan sampai jenjang pernikahan, ada yang bubar jalan dalam hitungan bulan.

Sehari-hari begini kegiatannya. Terbenam diantara tumpukan tugas. Sampai menginap di kampuspun dijalani.
Sehari-hari begini kegiatannya. Terbenam diantara tumpukan tugas. Sampai menginap di kampuspun dijalani.

CANGKRUK

Jaman saya dulu, kegiatan di kampus tidak pernah lepas dari yang namanya cangkruk. Cangkruk artinya adalah kumpul duduk-duduk. Kegiatannya apa? Ya nggedabrus (ngomong ngalor ngidul) sambil ngetruf (main truf). Saking hobi cangkruk, saya sampai sering pulang malam sampai kos. Rasanya sehari saja tidak cangkruk dengan teman-teman ada bagian hidup yang hilang. Padahal ya yang diomongkan tidak terlalu penting, banyak juga sih beberapa yang penting. Ya itu tadi, nggedabrus ga jelas haha. Tapi bagian cangkruk ini yang sebenarnya saya sesalkan sampai sekarang. Mengapa saya tidak memanfaatkan waktu produktif saya dengan kegiatan lebih berguna. Waktu itu sih alibinya menjalin networking. Halah, Networking huwopoo.

CERITA HOROR

Kampus ITS dan cerita horor adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Maklum ITS dulunya adalah rawa dan bangunannya pun banyak yang sudah tua. Beberapa bangunan dan tempat kental dengan cerita mistis. Saya terus terang tidak pernah merasakan dan mengalami kejadian horor. Tetapi dari beberapa sumber yang bisa dipercaya, kejadian aneh seringkali terjadi apalagi pada waktu malam hari. Beberapa tempat yang terkenal dengan cerita horornya adalah taman belakang Statistik, Gedung Theater (saya lupa tepatnya thater yang sebelah mana), Laboratorium Bahasa, Gedung MIPA, Perpustakaan dan masih banyak tempat uji nyali lainnya. Salah satu cerita horor itu misalnya di salah satu theater, kalau melintas pada waktu malam diarea itu sering terdengar dentingan piano padahal tidak ada siapapun didalam. Dan ada satu cerita legenda yaitu Putri Biru yang sering melintas di jembatan Statistik (Jembatan Statistik ini pada angkatan saya sering disebut Jembatan Dawson Creek, karena pada saat itu sedang booming serial ini dan ada jembatan yang nampaknya mirip dengan jembatan Statistika. Iya, ini maksa). Cerita yang beredar katanya ada beberapa mahasiswa yang bunuh diri karena tidak selesai mengerjakan tugas akhir. Benar atau tidaknya saya juga tidak tahu. Duh, kok jadi merinding sendiri ya malam-malam nulis beginian.

ORGANISASI MAHASISWA

Pada waktu itu organisasi mahasiswa (OrMaWa) sangat marak. Saya ikut beberapa yaitu UKM Penalaran dan Karate. Tapi yang bertahan sampai akhir adalah UKM Penalaran. Dulu ada sekretariat bersama (sekber) beberapa UKM yang letaknya dekat kantin pusat, sekarang menjadi bangunan BNI. Selain itu saya juga ikut kegiatan di HIMASTA (Himpunan Mahasiswa Statistika). Niatnya waktu itu ingin menjadi aktivis. Kenyataannya menjadi aktivis abal-abal. Pernah ikut demo didepan rektorat yang berujung pada yang ikut demo mendapat teguran keras dari jurusan (saya lupa demo masalah apa ya). Pada saat itu saya memang aktif sekali ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Saking terlalu aktifnya sampai IPK nyaris dibawah rata-rata (sewaktu D3). Saya bisa bilang karena aktif mengikuti organisasi inilah yang menjadi penolong dalam mencari pekerjaan. Bagus di nilai akademis perlu, tetapi berkecimpung dalam dunia organisasi kampus juga perlu sebagai media pembelajaran kita mengenal dunia selain akademis. Jadi seimbang kehidupan di kampus. Bahkan salah satu bos saya dulu bilang, kalau mencari lulusan dengan nilai cumlaude pasti banyak. Tapi mencari lulusan dengan pengalaman organisasi di kampus, itu yang menjadi nilai tambah.

KEBERSAMAAN ANTAR MAHASISWA

Karena selama masa perkuliahan yang selalu bersama dalam susah maupun senang, sudah terdengar dramatis belum?, hubungan diantara teman kuat. Kami menjadi solid, saling menguatkan satu sama lain. Jalinan pertemanan yang kuat saya rasakan sudah seperti hubungan persaudaraan. Kampus sudah semacam rumah kedua. Terkadang saya juga menginap dirumah beberapa teman yang asli Surabaya. Dalihnya ingin mengerjakan tugas bersama-sama, padahal niat dibaliknya sekalian mencari makan gratisan. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di kampus daripada di kos. Dan jalinan pertemanan itu beberapa masih terpelihara dengan baik sampai sekarang, 16 tahun kokoh berteman dengan segala suka dukanya. Karenanya saya mendengar bahwa ikatan alumni ITS itu solid.

Ngumpul dan makan, dua kegiatan yang tidak terpisahkan
Ngumpul dan makan, dua kegiatan yang tidak terpisahkan

Bagitulah postingan terpanjang saya diblog ini. Sebenarnya masih banyak yang ingin diceritakan, tapi saya takut panjangnya melebihi serial Tersanjung :D. Kalau sudah bernostalgia tentang cerita kampus memang tidak ada habisnya. Selalu ada hal lucu dan menarik selain perjuangan selama masa perkuliahan. Selamat ulang tahun buat almamaterku tercinta ITS. Semakin jaya meluluskan generasi penerus bangsa dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Saya bangga menjadi bagian alumni (3 kali) dan pernah diwisuda di graha ITS yang megah. Terima kasih untuk para dosen yang telah mengajar dan berbagi ilmunya pada kami (meskipun perjuangan mengerjakan Tugas Akhir dan Tesis penuh liku dan kelokan yang nampak tak berujung, tapi akhirnya lulus juga). Apapun yang pernah terjadi dalam masa perkuliahan, baik buruk, pahit manis, semua adalah pembelajaran yang sangat bermanfaat sampai sekarang. Tidak akan terlupakan. Terima kasih ITS ku yang tercinta. Dibawah ini adalah Hymne ITS.

Hayo, ngacung siapa yang sedang baca ini alumni ITS juga? monggo berkomentar apa pengalaman yang tidak terlupakan selama kuliah di ITS. Kalau posting komennya susah sekali, jangan menyerah. Katanya alumni kampus perjuangan, masak komen masuknya susah saja langsung menyerah *dijejelin lontong balap :))) . Atau yang bukan alumni ITS juga boleh berkomentar apa pengalaman unik yang tidak pernah kalian lupakan selama kuliah dan kalau tidak keberatan boleh dong saya tahu juga kalian alumni mana :D.

Foto yang dipakai ada beberapa yang dokumen pribadi ada beberapa yang meminjam dari beberapa sumber dengan langsung menyertakan sumbernya. Foto pribadi adalah foto-foto selama masa kuliah S2, karena foto-foto selama di Statistika saya belum mengenakan jilbab.

Postingan ini memang sengaja memakai bahasa Indonesia yang tidak baku. Saya sudah bilang ke suami kalau ini postingan nostalgia, jadi mending saya cerita langsung ke dia.

-Den Haag, 10 Nopember 2015-

61 thoughts on “Serba Serbi Kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

  1. Wah ternyata alumnus ITS ya mbak. Aku juga alumnus, baru lulus (banget). Kenangannya di ITS? Banyak banget. Ga pulang pernah, ga tidur pernah juga, merasakan hal mistis pernah (tp untungnha ga sampe ngelihat sesosok makhluknya). Buat masuknya susaaah sekali, apalagi sempet ga lolos jalur undangan :)) buat keluar nya juga butuh perjuangan. Tapi ya itulah namanya hidup. Tp bedanya sekarang uda cukup banyak ceweknya mbak, aku sendiri di jurusan Sistem Informasi alhamdulillah banyak temen cewek, meski jumlah cowok tetep lebih banyak.

    Hihi postnya uda lama juga ya mbak, tapi aku baru baca dan baru komen :)) tapi uda ngikutin blognya beberapa bulan lalu. Salam kenal ya mbak Deny πŸ™‚

  2. Wah ternyata alumnus ITS ya mbak. Aku juga alumnus, baru lulus (banget). Kenangannya di ITS? Banyak banget. Ga pulang pernah, ga tidur pernah juga, merasakan hal mistis pernah (tp untungnha ga sampe ngelihat sesosok makhluknya). Buat masuknya susaaah sekali, apalagi sempet ga lolos jalur undangan :)) buat keluar nya juga butuh perjuangan. Tapi ya itulah namanya hidup. Tp bedanya sekarang uda cukup banyak ceweknya mbak, aku sendiri di jurusan Sistem Informasi alhamdulillah banyak temen cewek, meski jumlah cowok tetep lebih banyak.

    Hihi postnya uda lama juga ya mbak, tapi aku baru baca dan baru komen :)) tapi uda ngikutin blognya beberapa bulan lalu. Salam kenal ya mbak Deny πŸ™‚

  3. Huaaa nasib kaka sama banget kaya aku, nilai fisikaku jelek tapi berani daftar jurusan yang berbau hitungan. Aku tahun ini baru daftar teknik informatika sama sistem informasi ka di its

    Aslinya aku dari sebelum sbm udah pengen bgt2 ke its teknik informatika tapi karna aku dari daerah barat jadi yagitu orangtuaku agak keras gangebolehin ke jawa timur soalnya terlalu jauh dan panas.

    Ternyata pas pengumuman sbmptn kmren aku keterima ip* jurusan ilmu komputer, tapi aslinya aku gaterlalu suka walopun katanya denger2 ilkom sama informatika gabeda jauh, katanya cuma beda nama. Tapi ko pas aku liat kurikulum di ip* lebih susah ya.

    Oiya ka emang bener ya di its kalo mau wisuda minimal toeflnya 477 untuk s1?? Terus katanya di its susah banget buat lulus dan dapetin nilai bagus?? Huhu jadi takut + bingung :((((

    Hehe jdi curhat πŸ™

  4. Aku dulu Mesin mbak… Idola tenan ya ternyata anak Mesin. tapi cari gandengan anak ITS susah banget ya soalnya kebanyakan tugas dan terkesan cuek2… akhirnya invasi ke Unair. Bener banget itu nongkrong2 di kantin Unair buat sekedar mencuci mata… pernah ngalamin beberapa kali hahaha

    1. Sama lagi satu mbak, tugas nya emang bener2 banyak gt d sana ya sampe gak dapet waktu santai?:| Kuliah kan bukann cmn masalah belajar aja benernya tpi organisasinya juga perluu

      1. Tugasnya memang banyak. Coba baca lagi di tulisan saya, meskipun tugasnya banyak saya masih tetap bisa berorganisasi

    2. Peluang kerja lulusan ITS tinggi, tapi balik lagi ke masing2 pribadinya. Kalau ga bisa “menjual diri” meskipun lulusan ITS pun ga akan menjamin apa2

  5. Di PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) juga gak kalah gilak kuliah isine tugas tok, pagi siang malam ngelab ae. mule kos cuma hari sabtu/minggu cuci baju.
    Dan sekarang lanjut di elektro ITS trnyta podo ae urip isine mikir ae..

  6. mbak den, psstt mantan pacarku anak ITS. anak jurusan teknik *tiiiittt* *ilang sinyal* wkwkw…udah putus sih, dan dia nikah sama adik kelasnya anak ITS juga. *malah curhat*
    suamiku yang sekarang anak ITS juga. yang patut diacungin jempol adalah rasa korsa mereka dengan rekan almamater:)

    1. Na, aku curiga dirimu arek ITS pisan yo haha. Anak ITS itu (yang laki2 terutama) auranya memang memabukkan yo haha. Aku punya sahabat, dia bener2 ga mau nikah selain dengan anak ITS. Kok yooo ndilalah aku dadi Makcomblang tak kenalno nang konco cedakku sing lainnya, berjodoh mereka. Bersyukurnya suaminya ini yo anak ITS. Ajaib yo haha.

      1. hahah bukan mbak, aku anak poltek malang, dulunya poltek brawijaya trus udah ganti nama jadi poltek malang.
        jaman kuliah dulu, aku cita-cita pingin punya pacar anak ITS. jadinya ngecengin anak ITS perkapalan. eh nikahnya ama anak ITS teknik sipil. wkwkw nista sekali diriku ini πŸ˜›
        iyaa auranya memabukkan wkwkw.dooohh pingin ketawa aku pas nulis komen ini :)))

        1. Bwuahahaha ngeceng, hanya anak lawas pakai bahasa ini haha. Psstt Na, aku biyen ditaksir sama anak tekpal. Nembak di kantin ITS *haha kok buka2 lembaran amoh :)))
          Aura memabukkan iki rodhok gilo yo nulise hahaha

  7. Oalaah pantes kok familiar ternyata podo statistiknya *hormat pada senior πŸ˜€
    Angkatannya mbak ika mbak yulyan ya?
    Aku masuk 2002 πŸ˜‰
    Salam kenal mbak

  8. Aaaah memang ya, menurut saya masa-masa paling indah itu bukan saat SMA, tapi saat 4 tahun berkuliah. :mrgreen:

    Ada becandaan dari temen2 saya di ITS. Dia perempuan, anak Teknik Mesin angkatan 2006. Katanya karena minim cewek, 50% anak cowok ITS itu gay. Sisa 50%-nya adalah pasangannya. πŸ˜†

    1. Aku total kuliah di ITS 8 tahun hahaha. Benci tapi rindu emang kayak gini πŸ˜€
      Yang santer beredar di ITS itu humor kayak gini “buat anak ITS jenis kelamin itu nomer dua, yang penting adalah kasih sayang” hahaha

  9. Eh pantesan aku pas ngeliat ko mukanya familiar banget (kaya anak ITS mahasiswa nya cuma segelintir aja hehehe) tapi beneran loohh.. aku Teknik Industri angkatan 2002 πŸ™‚ salam kenal yaahh.. VIVAT ITS!!

  10. Aku almamater FISIP UI angkatan 2003 D3 nya dan 2008 S1 nya. Unforgetable banget deh itu kampus. Puyeng2 nyenengin πŸ˜€

    1. Iya Frany aku pernah baca kalau kamu lulusan UI. Wihh keren almamater jaket kuning πŸ™‚ Bener, masa2 kuliah itu masa2 benci tapi rindu haha

  11. Sayaaaaa!! Ihihihi salam kenal mb, tadi nyasar dari blog Dani, tp srg liat komen mb d blog ndutyke :p
    Saya seangkatan ama Dani (angkt milenium wkwk…), dan yes…saya tetangga statistik.. Pengkaderan terberat kedua setelah mesin.. Boleh tebak 3x jurusan saya wkwkwk (pasti bener). Sy pny tmn byk anak stat,mulai 98 ampe 03

    1. Hai Vita! Ahhh senangnya ada anak ITS angkatan millenium mampir kesini haha. Ahhh kamu pasti Teknik Eektro kan, teknik yang paling dekat dengan Statistik. Ohhh aku deket banget sama angkatan 98. Ya karena mereka yang jadi OC pas jama aku pengkaderan, jadinya ya lengket ke mereka hahaha. Waahh kamu di Australia ya sekarang tinggalnya *ngintip blogmu. Mau follow blogmu ga bisa nih Vita. Cari2 tombolnya ga nampak πŸ˜€

  12. “Nah kalau di ITS ini beda, bersakit-sakit selama perkuliahan, tapi bersenang-senang jangan sampai ketinggalan”

    >> Huahahaha, setuju banget sama quote ini πŸ˜› . Ya kali kalau bersakit-sakit doang mah ngapain juga ya, hahaha πŸ˜† .

    Iya nih, dulu sewaktu S1 di Indonesia juga setiap ada waktu senggang (di antara kuliah, makan siang) juga anak-anaknya pada main kartu. Eh, tapi disini aku amati juga ada lho yang begitu, walaupun yang main kartu nggak sebanyak di Indonesia sih. Dan biasanya ini cuma di lingkungan mahasiswa Belanda aja. Iya lah, soalnya ribet kalau yang main mahasiswa internasional. Game yang sama aturannya di masing-masing negara beda-beda lho. Jadi kalau mau main ribet soalnya harus ngomongin aturan dulu, dll πŸ˜› .

    1. Hahaha emang bener kan ya. Kuliah sehari2 bergelut sama rumus2 dan segala macem hitungan, penat banget kalo ga diiringi sama senang-senang. Hidup sekali sudah disiksa sama angka dan rumus makanya senang2nya juga mesti dikencengin hahaha.
      Iya, bisa kebayang kalo main kartu anggotanya lintas negara gitu. Yang ada main kartu sambil diskusi karena aturannya beda2 hahaha. Padahal kalo main kartu anggotanya satu bangsa gitu seruuu banget. Tapi lintas negara juga ok, jadi paham aturan2 negara lain. AKu lho sering ke TU Delft Ko, kalo kangen merasakan suasana teknik dan kangen lihat anak2 teknik bersliweran πŸ˜€

    1. Ngene ciri2ne, lek pas Thesis opo Skripsi nangis2 dan mengutuk ga bakalan mbalik nang ITS maneh, kemudian setelah lulus ternyata kangen dengan segala keruwetan itu, iku artinye benci tapi nagih hahaha

    1. Wihiii anak ITB muncul πŸ™‚ Waahhh kembang kelas dong ya kalo ceweknya 3 orang. ((((kembang kelas))))
      Hahaha kocak banget May pengalaman kuliahnya. Emang kalau diceritakan kembali masa2 kuliah itu ga ada duanya ya. Peralihan antara remaja ke makhluk (sok) dewasa, jadi ceritanya lebih berwarna :))

  13. Salam kenal! saya dari Surabaya tinggal di Jerman, bukan lulusan ITS sih, tapi seneng denger kata ITS hehehe, lagi baca2 nih blognya, By the way, saya juga dulu pake Multiply, eeeh tutup, akhirnya pindah wordpress.
    Lulu

    1. Hai Lulu, salam kenal. Terima kasih ya sudah mampir kesini πŸ™‚ Aku akan berkunjung balik πŸ™‚
      Waahhh asli Surabaya ya. Aku cuman numpang menuntut ilmu di Surabaya. Tapi lumayan lama sih, 13 tahun tinggal di Surabaya πŸ™‚ Iya, kena gusur Multiply sampai pindah 2 rumah :)))

    1. The one and only kampus yang aku masukin sampai 3 kali Feb! 3 kali! bayangkan coba gimana saking ga cintanya itu hahaha. Iyaa, nanti kalo kamu sudah lulus bikin nostalgia kayak gini, lumayan bikin kangen lagi sama kampus πŸ™‚

  14. Waduuh baru tau, kalo pengkaderan dan kulaih di ITS segitu beratnya, aku yg alumni FK UNAIR ndak segitu berat kuliahnya, cuman lamaaaaaaa sekolahnya, 7 tahun,…kenyang naik bemo lin M ketintang karang menjangan ,,,. Bandingkan dengan anak FK sekarang yg cuman 4tahun, dan ke kampus dan RS bawa mobil hehehe.

    1. Iya Mbak, pengakaderannya berat banget jamanku dulu. S2 tahun setelahku mulai diubah konsep pengkaderannya. Ga seberat yang sebelumnya dan ga boleh lama2. Kalo ingat2 sekarang, kok bisa ya survive jaman dulu haha. Wuohh Alumnus FK Unair tho Mbak. Wih, ketintang Unair uwadooohh yo Mbak haha. Isok bolak balik turu tangi berapa episode haha. Eh temanku dulu tiap hari musti naik bemo manukan ITS. Itu lebih jauh lagi. Biyuuhh kok kuat.

  15. Aaaaawww Den aku suhud syukur dulu akhirnya udah bisa log on pake WP account! *lebay* *kayang*

    Bahagianyaaaaa dikelilingi cowok2 teknik, aku dulu kuliah di jurusan yg banyak ceweknyaaaa jd paling demen ngeceng ke teknik

    1. Wah, salaman Dil, selamat anda berhasil hahaha. Thanks Dil buat usahanya πŸ™‚
      hahaha ga juga sih Dil. Ga selalu disayang2 gitu ternyata. Mereka menganggap cewek ITS terlalu mandiri. Jadinya mereka lupa kalo kami para wanita juga kadang2 pengen dimanja hahaha.
      Waahh kamu termasuk salah satu yang ngeceng ke Teknik ya hihihi *dicatat

  16. baca dari awal sampe akhir, jadi ikut nostalgiaaaaaa <3 <3
    seruu yooo…
    "masa masaaaa paling indaaah masa masaaa di sekolaaaah" πŸ˜€

    *ini komen tulisan ke 6x nya, semoga kali ini masuk* hahahaha

    1. Masuk Mel, masuk. Horeee hahaha. Ternyata blog ini bisa disebut blog perjuangan juga yaa saking musti berjuang kalo komen. Suwun Mel
      Seruuu Mel, Nostalgia. Ini cerita segelintir saja. Masih sak ombyok banyaknya cerita2 lainnya πŸ˜€

  17. Waww… mba Den angkatan kaka aku, cerita di atas kurang lebih sama kaya cerita kaka jaman dia kuliah pada ga mikirin penampilan soalnya kehalang sama tugas kuliah, kaka aku juga kuliahnya teknik mesin refrigrasi dan tata udara di Poltek ITB… *laaah jadi cerita alumni kaka ini mah πŸ˜€

    Aku alumni Unisba Bandung mba den, fakultas ekonomi. Tempatnya mahasiswa/i yg fashionable bet. kecuali aku. hahahaha

    1. Waduh, langsung tersebut jelas banget ya. Angkatan kakak haha. Wah kakak alumni Teknik Mesin ya, sama dong dengan yang ada dicerita :)))
      Thanks sharingnya Ran. Iya bener, anak ekonomi itu selalu bikin iri, kok bisa ya mereka dandan keren sekali. Takjub aku haha

  18. baca ini gw ngikik sendiri. duluuuuu pernah punya gebetan anak ITS bahahahhahahha .
    gw dah lulus, trus On Job Training di Surabaya. yak gw bela belain masakkkk dari Pucang Anom ke kampus ITS naik taxi buat lari pagi (janjian ama temen yang lain lagi dari Jakarta, masih kuliah juga) trus end up ke kost-an nya dia.
    idih bangettt!!!!

    anyway, gw juga anak TI πŸ™‚

    1. Mbak Kyyyy ngapain jauh2 punya gebetan sampai ITS. ITB kurang apaaa coba. Aku yakin alumni ITB pasti lebih harum pula haha. Tapi anak ITS memang auranya kuat banget sih *langsung arogan haha. Bwuahahaha ceritanya epic Mbak. naik taksi buat lari pagi. Seneng ya verita2 nostalgia gini meskipun kalau disuruh balik lagi mikir dua kali hahaha
      Toss Mbak, meskipun di TI hanya 2.5 tahun akunya πŸ˜€

  19. Wah benar-benar penuh perjuangan ya waktu Deni kuliah. Pengkaderannya lama juga, enam bulan “dijajah senior” hehehe… Ada gak ya senior yang bareng kuliah waktu semester satu itu? Kalo ada kan bikin bete juga ya, soalnya kuliah sama tapi sabtu minggu dia jadi raja hahaha…
    Selamat dies natalis ITS yang ke-58.

    1. Iya Pak, seingat saya selama kuliah di ITS itu selalu penuh perjuangan. Berjuang tiada henti pokoknya sampai bener2 lulus. Ada pak senior yang kuliahnya bareng waktu semester satu. Mengulang mata kuliah. Tetapi tetap saja mereka berlagak pongah dan kami takut gitu. Padahal kan mereka mengulang ya haha.
      Terima kasih Pak, ralat dies natalis ke 55 Pak Alris bukan 58 πŸ™‚

  20. Waduh mbak Deny keren banget dulu sempet pacaran sama anak Mesin!!!!! Aku dari dulu ya kepingin punya pacar anak Teknik loh, abisan gimana ya… Teknik keliatannya laki banget dan macho banget dibandingkan jurusan Kedokteran atau Hukum, apalagi kalo mahasiswa jurusan Mesin dan Sipil… Sekarang sayangnya kuliah di universitas yang ngga ada jurusan tekniknya jadi kalo mau ngeceng cowo cowo Engineering harus ke kota sebelah alias ke Delft. Leiden mah kebanyakan ceweknya… Ada cowok sih, tapi rata2 anak Law, dan gayanya aku ga gitu suka. Ada sesuatu dari gaya anak Engineering yang bisa menonjol banget dan makanya aku jadi hafal, hahahahaha!

    1. Itu kenapa aku cita-cita banget masuk ITS. Membayangkan betapa senangnya dikelilingi cowok-cowok teknik. Dan cita-cita mulianya punya suami orang teknik. Tapi kan seringkali cita-cita tidak berkorelasi positif dengan takdir Tuhan ya. Dapat suami jurusan sejarah hahaha.
      Aku juga kalo kangen sama suasana kampus teknik, ngider jalan-jalan ke TU Delft. Duhh seneng banget lihat mahasiswa-mahasiswa teknik itu. Bener banget Crys, auta pria-pria teknik itu memang mempesona hahaha. Btw, jangan salah. Selain pernah pacaran sama anak Teknik Mesin, pernah pacaran juga sama anak Teknik Industri hahaha *ini kok malah pamer mantan pacar :))) Mungkin kamu nanti kayak aku Crys, dapat jodoh orang Teknik. Biar saling melengkapi otak kiri dan kanan πŸ™‚

Thank you for your comment(s)