Selamat merayakan Natal penuh suka cita.
Natal tahun ini berbeda untuk kami sekeluarga. Biasanya seluruh keluarga besar dari suami (yang tidak terlalu banyak jumlahnya) selalu berkumpul untuk makan siang bersama dihari Natal, tahun ini tidak bisa karena Mama mertua dari seminggu menjelang Natal keluar masuk Rumah Sakit. Sampai saat saya menulis ini, Mama masih di Rumah Sakit. Jadinya tidak ada acara kumpul keluarga.

Kami yang awalnya sudah berencana liburan ke luar Belanda, berasa agak ragu juga, akhirnya membatalkan rencana dan liburan sekolah kami habiskan di Belanda. Ternyata memang sudah firasat karena Mama masuk RS.
Saya tuliskan kumpulan cerita di bawah yang berkaitan dengan kegiatan Natal.
MAKAN MALAM NATAL DI SEKOLAH (KERST DINER)
Menjelang libur sekolah akhir tahun, anak – anak SD di Belanda selalu ada acara makan malam Natal atau disebut Kerst Diner. Anak – anak kami pun begitu. Setiap ada acara ini, orangtua akan diminta membawa makanan yang biasanya sudah ditentukan atau bisa juga dibebaskan berkreasi masing – masing asal memperhatikan syarat alergi yang dituliskan, misalkan makanan tidak boleh mengandung kacang atau tepung almond atau makanan pemicu alergi lainnya karena ada anak – anak di kelas yang alergi dengan bakan makanan tersebut. Atau ada juga yang tidak memperbolehkan membawa makanan yang menggunakan daging babi karena ada beberapa anak di kelas tidak makan babi berkaitan dengan agama atau kepercayaannya.
Untuk kali ini, sama seperti tahun kemaren, saya bertanya ke anak – anak, ingin dibuatkan apa ke sekolah. Mereka serempak mengatakan ingin dibuatkan Sourdough cookies dan Sourdough brownies buatan saya yang kata mereka super enak itu. Wah saya melayang setinggi cemara dipuji mereka :))) Ingin sebenarnya sesekali membawa nasi kuning haha tapi ribet buat anak – anak lain memakan di sekolah.



Akhirnya saya membuat 100 Sourdough Chocolate cookies dan 2 loyang Sourdough Brownies. Saya membuat banyak bukan hanya untuk dibawa ke sekolah tapi juga untuk dibuat bingkisan yang akan diberikan ke guru – guru di kelas mereka dan juga guru les, pun akan bagikan ke para tetangga.
Saya selalu suka datang ke sekolah anak – anak kalau Kerst Diner. Melihat anak – anak di kelas berpakaian dengan rapi, pakai jas, pakai dress formal. Semua cantik dan cakep. Termasuk anak – anak kami.
Anak pertama kami memainkan beberapa lagu Natal menggunakan Piano di depan kelas. Wah kami bangga luar biasa melihat rekamannya. Ada satu anak lagi yang memainkan piano tapi membawakan lagu selain tema Natal.
Selama anak – anak di kelas makan malam, para orangtua menunggu di halaman dengan minum dan makan hidangan yang disediakan sekolah. Hidangan ini jangan dibayangkan makan berat ya. Kami diberi soup tomat dan roti dengan minuman teh. Kalau mau minum Gluhwein atau coklat hangat, membayar sendiri.
Setelah waktu makan malam selesai, para orangtua menjemput ke kelas masing – masing. Wah sayang senang. Cookies dan Brownies yang saya bawakan, habis tak bersisa. Masing – masing piring saya beri 24 total cookies dan brownies. Alhamdulillah semua pada suka.
MEMBUAT BINGKISAN UNTUK GURU ANAK – ANAK
Setiap tahun saya pasti memberikan bingkisan ke para guru anak – anak di kelas dan guru les mereka. ini sifatnya tidak wajib ya, memang inisiatif sendiri. Ada beberapa orang tua lainnya pun memberikan bingkisan. Di dalam bingkisan ini, yang kami berikan juga bukan barang mewah. Danish cookies yang saya beli di Supermarket. Cookies dan brownies buatan saya sendiri. Lalu kartu ucapan Natal dan tahun baru yang di dalamnya ada tulisan anak – anak dan gambar mereka. Saya mengemas bingkisan ini dengan plastik dan saya hias supaya terlihat cantik. Lalu saya taruh bingkisan ini di tas kertas bertema Natal. Wah saya senang lihatnya. Tiap guru yang diberi pun gembira.



KONSER MUSIK NATAL DI GEREJA DAN PASAR NATAL
Suami dan 2 anak kami menonton konser musik Natal di gereja di Den Haag. Karena saya tidak bisa ikut masuk, jadi bersama anak bungsu, kami mengunjungi pasar Natal yang tidak jauh lokasinya dari gereja ini. Sebenarnya, tiap tahun kami sekeluarga pasti ke sini. Entah kenapa, suka saja melihat segala pernak pernik yang dijual atau makanan yang ada di setiap tenda.
Sebelum berangkat, saya sudah makan. Jadi saat berada di pasar Natal yang menjual aneka macam makanan yang aromanya menggugah selera, saya tidak tergoda untuk membeli. Setelah berkeliling selama 1 jam dan saya membeli 2 buah tas canvas (hoarder tas canvas kembali beraksi), saya dan anak ragil kembali ke rumah dengan naik tram. Suhu makin dingin, lebih baik segera sampai di rumah kami yang hangat.



Sementara suami dan dua anak lainnya, sampai rumah jam 11 malam. Mereka sangat menikmati konser Natal di Gereja.
IKUT MISA DI GEREJA KATOLIK
Hari rabu, sehari menjelang Natal, saya dan anak – anak main di indoor playground sampai sore. Lalu saya mengingatkan apa tidak ada yang ingin ikut misa di Gereja. Mereka antusias bilang ingin datang ke Misa, seperti tahun – tahun sebelumnya. Sesampainya di rumah dan setelah makan malam, ternyata anak sulung membatalkan keinginannya ke Gereja. Dia ingin di rumah saja katanya. Anak tengah dan si bungsu masih antusias. Saya mempersiapkan mereka dengan baju yang paling bagus dan rapi untuk datang ke Misa di Gereja bersama Papa. Sebenarnya suami saya tidak tahu mulainya misa jam berapa hahaha jadinya dia ngarang berangkat jam setengah 6 malam.
Anak sulung yang tidak ikut ke Gereja, main piano di rumah dengan memainkan lagu – lagu Natal. Saya jadi berasa di Gereja juga.
Pulang dari Gereja 1.5 jam kemudian, wah anak tengah dan si ragil semangat sekali bercerita kalau di Gereja sangat menyenangkan. Mendengarkan cerita dan bersama bernyanyi. Saya senang mendengarkan cerita mereka.
MAKAN MALAM NATAL
Biasanya, tiap tahun saya selalu masak heboh setiap Natal tiba. Entah kenapa, tahun ini saya ingin makan di luar saja. Ingin libur masak. Akhirnya diputuskan, kami makan di luar.
Pagi hari Natal, saya bangun dengan badan yang tidak nyaman. Sudah berasa sakit. Padahal siang hari saya sudah berencana akan lari 10km. Saya batalkan dan lebih baik tiduran saja. Memperpanjang waktu istirahat sebelum berangkat ke restaurant untuk makan malam Natal bersama suami dan anak – anak. Suami bilang kalau sakit, apa dibatalkan saja makan di restaurant. Saya bilang, jangan. Anak – anak sudah senang, jadi saya tidak ingin mengecewakan mereka.
Setelah saya mandi, berangkatlah kami makan malam. Sebelumnya, kami berfoto bersama dulu sekeluarga di depan pohon Natal di rumah kami. Setiap tahun memang kami selalu berfoto bersama di depan pohon. Supaya kami ada kenang – kenangan dan ingin melihat perubahan anak – anak bertumbuh dari tahun ke tahun.






Kami makan di salah satu restaurant All You Can Eat di kota sebelah. Baru pertama kali kami ke sini.
Ya lumayanlah, menunya enak – enak meski secara pilihan makanan, restaurant AYCE yang biasa kami datangi lebih banyak. Tapi untuk suasan baru, restaurant ini bagus. Anak – anak juga senang. Suami juga puas dengan makanannya. Harganya, disesuaikan dengan spesial Natal.
KE MALL
Hari kedua Natal, kami ke Mall di kota Den Haag. Dalam satu minggu, kami sudah dua kali ke Mall ini. Memang letaknya sangat dekat dengan rumah, tidak sampai setengah jam naik tram. Anak – anak dan suami senang sekali ke sini. Saya juga sebenarnya haha. Maklum, mall di Belanda itu bisa dihitung jumlahnya. Jadi ketika Den Haag punya Mall (akhirnya) ya saya ikut senang. Lumayan buat cuci mata (dan beli barang tentunya).
Anak – anak dibelikan Lego (seperti biasa), saya membeli pengharum ruangan yang sedang diskon dari HnM Home, ke toko buku saya semangat membeli 1 buku, dan suami membeli sepatu. Anak kicik minta dibelikan boneka saat di Hnm Home.



Sebenarnya saya goyah ingin membeli sepatu juga. Tapi saya tahan karena baru saja membeli sepatu haha. Jangan sampai jadi penumpuk sepatu lagi (lalu 2 hari kemudian, saya tetap membeli sepatu via online karena ada diskonan. Khilaf kok ga sadarkan diri).
MENGIRIMKAN KARTU UCAPAN NATAL DAN TAHUN BARU
Seperti biasa tiap akhir tahun, budaya di Belanda adalah saling berkirim kartu ucapan Natal dan Tahun Baru. Tahun ini, ada yang berbeda dari kartu ucapan yang saya kirim ke beberapa teman di Belanda dan di Indonesia. Banyak waktu karena sedang libur medsos an, saya manfaatkan dengan membuat sendiri kartu ucapan yang menampilkan foto hasil karya saya sendiri. Selain itu, saya membuat kartu ucapan khusus untuk beberapa teman dekat di Belanda. Ditambah memang ada program diskon dari tempat mencetak kartu ucapan tersebut. Jadi saya manfaatkan dengan maksimal. Saya puas dengan hasilnya yang cantik. Teman – teman yang menerima juga memberikan pujian dengan kartu ucapan ini. Untuk saudara dan tetangga, kartu ucapan yang dikirimkan, beli di toko saja haha. Ya nanti kalau pakai versi saya, tidak paham karena ada bahasa Indonesianya.

Kamipun menerima banyak kartu ucapan Natal dan Tahun Baru.
MENDAPATKAN BINGKISAN NATAL DAN TAHUN BARU
Tahun ini, kami sekeluarga mendapatkan berkah kiriman bingkisan Natal dan Tahun baru dari Dewi, Ayu, dan Noni. Juga mendapatkan cake Natal dari tetangga. Semuanya ini benar – benar kejutan. Tiba – tiba ada beberapa paket yang datang ke rumah atas nama saya. Lalu saya buka, waahhh makanan! Langsunh senang :)))) Terharu pada baik – baik semua. Alhamdulillah rejeki untuk kami sekeluarga.




Sampai di sini cerita seputar hari Natal. Tulisan ini memang telat diunggah karena blog saya ini 2 minggu error. Setelah dibetulkan suami, akhirnya kembali kondisinya seperti sedia kala. Jadi harap maklum kalau postingan Natal jadi telat unggah.
- 3 Januari 2026 –
Seru ceritanya
Makasih mbak dennnn
Ada yg ketinggalan komennya: tampilan situs blog mbak makin cakep sekarang 🙂 makin semangat cerita2 ya mbak. ❤️
Meriah sekali ya mbak deny 🙂 Aku penasaran sama sourdough kukisnya 😀 Jujurly aku penasaran, how do you balance your heart for Islam & perayaan2 in Christianity. Kalau mbak mau menjawab aku akan bersyukur, kalau enggak dijawab pun gpp, aku tetap bersyukur 🙂