Alhamdulillah. Sampai juga untuk mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2026. Semoga tahun ini diberikan banyak keberkahan, rejeki yang lancar, kesehatan fisik dan mental yang baik, dan kebahagiaan yang tanpa batas. Mempunyai keluangan waktu dan energi untuk menikmati hidup dan senantiasa merasa cukup. Tidak lupa juga untuk banyak bersyukur dan lebih banyak berbagi berkah.

Tahun baru saya diawali dengan : SAKIT!! Seperti tidak ada kegiatan yang lebih membahagiakan lainnya untuk mengawali tahun. Kok yaa sakit. Mengingatkan saat tahun 2023, sayapun mengawali tahun dengan tergeletak di tempat tidur karena sakit. Pas hamil pula.
Memanglah saya dengan musim dingin ini tidak bisa bersahabat baik. Sejak sebelum Natal, temperatur cuaca di Belanda sudah mulai merosot drastis bahkan sampai ke minus derajat celcius. Pas hari Natal, badan saya mulai meriang. Hari kedua Natal, makin bertambah jadi pusing, hidung makin mampet, dan tulang badan rasanya nyeri. Dua hari Natal ini saya masih memaksakan diri untuk keluar rumah dalam rangka makan malam Natal dan pergi ke Mall untuk menemani anak – anak dan suami. Pada akhirnya hari Sabtu, saya menyerah. Saya tidur seharian sampai hari minggu pun saya tetap berteman dengan kasur. Meskipun sebenarnya saya tidak yang benar – benar istirahat karena masih sempat membuat Sourdough brownies untuk dikirimkan ke beberapa teman dekat sebagai ucapan Tahun Baru.
Lalu hari senin badan saya mulai terasa enak, bahkan saya sudah mulai jalan kaki cepat seperti biasa dan bisa menjenguk Mama mertua di RS. Senin pun saya mulai mencicil masakan untuk nasi kuning yang rencananya akan kami makan saat tanggal 1 Januari 2026. Seperti biasa, saat tahun baru, kami sekeluarga selalu makan nasi kuning. Hari selasa pun tetap saya dengan kegiatan memasak dan jalan kaki cepat. Lalu hari terakhir tahun 2025, 31 Desember, saya memutuskan untuk lari siang hari. Saya lihat matahari agak muncul meski suhunya nol derajat celcius. Saya pikir ok lah.
Lalu saya mulai lari secara pelan. Ditengah lari, gerimis datang dan angin kencang. Awalnya saya memutuskan untuk lari hanya 5km saja. Ternyata gerimis mereda, saya teruskan jadi 10km. Hampir menuju 10km, gerimis lagi. Wassalam, sampai rumah saya mulai bersin dan badan meriang lagi. Tapi saya masih sempat pergi ke luar dengan suami dan anak – anak untuk membeli Oliebollen untuk malam tahun baruan, plus membeli makan malam. Malamnya saya masih sempat membuat Tiramisu. Setelah mandi malam, saya benar – benar merasa kalau sakit kembali. Badan panas, pusing, dan disekitaran pipi rasanya sangat sakit. Sinusitis saya kumat. Saya sempat tertidur karena sudah tidak kuat dengan rasa nano – nano di badan lalu terbangun menjelang jam 12 malam. Kami sekeluarga ke luar rumah karena anak – anak ingin lihat kembang api. Sekitar jam 2 pagi, kami tidur lagi.



Tanggal 1 Januari 2026, bangun tidur semakin tidak nyaman badan ini. Sakit sinus di pipi makin terasa. Berat dan nyeri. Saya paksakan untuk bangun dari tempat tidur, mengirimkan ucapan tahun baru lewat WhatsApp ke beberapa teman dan kerabat, lalu masak untuk makan siang. Saya juga sempat baking banana cake. Alhamdulillah makan siang lengkap nasi kuning bersama tiramisu, bala – bala, dan banana cake terhidangkan dengan baik. Kata seorang teman, kok bisa – bisanya sakit tapi masih masak nasi kuning lengkap. Ya, namanya juga ingin dan tidak mau tradisi di keluarga kami terlewat begitu saja. Bisa menjadi memori baik untuk anak – anak nantinya.
Setelah kami berdoa bersama dan mengucapkan harapan untuk tahun 2026, makan nasi kuning dimulai. Saya langsung menuai pujian. Anak – anak dan suami suka. Kata mereka sangat enak. Saya makan dengan rasa seperti setengah melayang karena badan makin sakit semua. Setelah makan siang, saya bilang ke anak – anak kalau mau tidur sebentar. Suami dan anak bungsu ke rumah sakit untuk menjenguk Mama mertua.





Saya pikir tidur satu jam sudah cukup. Ternyata, suhu badan saya makin tinggi dan menggigil. Jadi saya lanjutkan tidur sampai mendengar suami sudah sampai lagi di rumah. Saya bangun jam 7 malam dan turun sebentar menjelang anak – anak tidur untuk menyiapkan baju tidur mereka. Saya lalu menyikat gigi, cuci muka, dan ganti baju plus membuat susu hangat. Setelahnya, saya tidur lagi sampai pagi. Alhamdulillah pagi ini, tanggal 2 Januari 2026, badan saya segar bugar lagi.
Hari ini, cuaca di Belanda saya lihat turun salju secara serentak. Suhu sampai minus 8 derajat celcius. Hanya saja karena tempat tinggal saya di dekat pantai, jadi temperatur lebih hangat, saljunya meleleh sebelum sampai ke tanah. Hujan es juga deras dan sangat besar. Setelah makan siang, saya sempatkan jalan kaki satu jam dengan anak bungsu karena saya lihat matahari mulai nampak keluar. Ternyata ditengah jalan, hujan es lagi. Untung hampir sampai di rumah. Cuaca yang campur aduk begini, antara hujan es, hujan air biasa, salju, angin kencang, non stop dari pagi sampai sore hari. Benar – benar Belanda dahsyat dengan cuacanya.

Begitulah cerita tahun baru saya yang sudah diawali dengan sakit. Alhamdulillah hari kedua sudah segar kembali. Saya sudah ditahap menerima kondisi badan yang selalu tumbang setiap musim dingin. Saya pikir musim dingin kali ini bisa terlewati tanpa sakit. Saya optimis sekali. Ternyata, keadaan berkata lain. Semoga setahun kedepan, saya sehat selalu karena sakitnya sudah ada diawal tahun. Semoga.
Mari awali tahun baru dengan doa yang baik. Semoga tahun baru kalian pun terlewati dengan bahagia dan sehat selalu.
- 2 Januari 2026 –
Happy new year mbk Den!
Mbak deny aku salut padamu yang meski tidak enak badan tetap ingin melestarikan tradisi tahun baru dgn keluarga 🙂 you are a strong woman ❤️ mengenai hujan di belanda itu, mungkin tidak sampai bikin kuatir akan banjir ya. Kalo di bekasi sini, tiap kali hujan besar berjam-jam, kami waswas akan banjir sehat2 terus untuk mbak sekeluarga ❤️
semoga doa-doa baiknya diijabah Allah ya Mba Den… sehat-sehat juga sepanjang tahun, aamiin.
Selamat tahun baru!