Nostalgia 11 Masakan Khas Rumah

Saya tumbuh besar dengan dua budaya, yaitu Jawa dan Madura. Hal ini bisa terjadi karena saya berasal dari keluarga Jawa tetapi tinggal di lingkungan Madura. Dua kota yang menjadi tempat tinggal saya adalah Ambulu dan Situbondo. Ambulu adalah kota asal Bapak sedangkan Situbondo adalah tempat tinggal orangtua. Bapak dan Ibu adalah pendatang di Situbondo. Masyarakat Situbondo sendiri adalah mayoritas suku Madura. Karenanya, saya dan adik-adik akhirnya lancar menggunakan dua bahasa daerah yaitu Jawa dan Madura. Ada aturan di rumah dalam penggunaan bahasa daerah. Kalau di dalam rumah, kami wajib menggunakan bahasa Jawa dan dilarang keras menggunakan bahasa Madura. Hal ini untuk mengantisipasi bahasa campur-campur dalam berkomunikasi di rumah. Tetapi kalau di luar rumah, kami bebas menggunakan bahasa apapun. Namun terkadang saya dan adik-adik suka keceplosan berbicara menggunakan bahasa Madura jika di rumah. Maklum saja, lingkungan pertemanan maupun para tetangga hampir semua adalah orang Madura, jadi secara tidak sengaja apa yang terjadi di luar rumah kami bawa ke dalam rumah.

Bukan hanya bahasa, masakan juga berpengaruh besar terhadap kehidupan saya. Masakan Madura yang mempunyai ciri khas asin dan pedas, tidak jauh-jauh dari petis ikan ataupun terasi, karena Situbondo adalah kota pesisir jadi kota ini menghasilkan petis ikan maupun terasi. Itu sebabnya saya lebih senang masakan dengan rasa asin dan pedas. Di bawah ini saya akan bernostalgia masakan rumahan khas Situbondo, keluarga Ambulu, maupun khas Ibu.

  • Rujak Petis

Rujak petis Situbondo pada dasarnya sama saja dengan rujak petis pada umumnya. Perbedaannya adalah dalam penggunaan petis. Seperti halnya rujak madura, petis yang dominan digunakan adalah petis ikan dan sedikit petis udang. Karenanya rujak petis Situbondo cenderung berwarna merah, bukan hitam seperti rujak petis di Surabaya. Jika rujak petis di Surabaya warnanya cenderung hitam karena menggunakan petis udang. Saya lebih cocok rasa rujak petis Situbondo karena asin petis ikan dipadu dengan asem cuka dan pedasnya cabe dengan aroma terasi. Kalau isinya kurang lebih sama dengan rujak petis lainnya yaitu tahu, tempe, kangkung, lontong, kecambah. Jika mau, bisa ditambah cingur dan mangga muda. Jangan lupakan kerupuk ketika memakan rujak petis.

Rujak Petis. Sumber
Rujak Petis. Sumber http://adamjulio.blogspot.nl/2015/07/budaya-dan-makanan-khas-madura.html
  • Tajin Palappa

Tajin adalah kata dalam bahasa madura yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah bubur. Sedangkan Palappa artinya adalah bumbu. Jadi Tajin Palappa bisa diartikan bubur yang diberi bumbu. Bubur dibuat dari beras yang direbus bersama santan, tidak usah diberi garam karena rasa gurihnya sudah didapat dari santan. Sedangkan Palappanya adalah campuran dari kacang tanah sangrai, cabe, dan petis ikan yang dihaluskan dan diberi cuka sesuai selera. Hampir mirip dengan bumbu rujak petis. Penyajiannya : bubur ditaruh mangkok atau piring, disajikan bersama sayuran kangkung dan kecambah kemudian disiram bumbu yang baru diulek sesaat sebelum disajikan. Biasanya dimakan berbarengan dengan hongkong (ote ote) dan kerupuk yang diremukkan kemudian ditabur diatas tajin palappa. Amboi, rasa pedas, asin, dan asem menggoyangkan lidah. Satu-satunya jenis bubur yang saya suk adalah tajin palappa. Tajin palapa adalah salah satu makanan khas Situbondo.

Saya mempunyai kenangan manis dengan tajin palappa. Sewaktu masih bayi, oleh Ibu dan Bapak, saya dititipkan kepada tetangga yang setiap harinya berjualan tajin palappa. Ibu dan Bapak harus bekerja sampai menjelang maghrib sementara waktu itu kami tidak mempunyai mbak yang bantu di rumah. Akhirnya orangtua mengandalkan tetangga penjual tajin palappa untuk dititipi anak. Saya ditaruh di lencak (bale terbuat dari bambu) diruangan dekat kamar mandi. Sementara Mak, begitu saya memanggilnya, berjualan tajin palappa diruangan sebelah. Saya mempunyai kedekatan emosional dengan Mak, sudah saya anggap seperti Ibu angkat. Sayang sewaktu saya menikah, Mak tidak bisa menghadiri karena sudah dipanggil Yang Kuasa. Dulu saya tidak mau makan tajin selain punya Mak karena Mak sudah tahu bumbu seperti apa yang saya mau : sangat pedas, banyak petisnya dan asem. Bagian tajin yang saya suka adalah yang melekat pada pancinya, jadi bukan bagian tengah. Sejak Mak meninggal, akhirnya kalau pulang ke Situbondo, saya membeli tajin di tempat lain. Saya pernah membuat beberapa kali di sini, tetapi rasanya tetap beda dengan buatan Mak. Lencak tempat saya diletakkan saat masih bayi, masih ada sampai sekarang.

Tajin Palappa
Tajin Palappa. Sumber : http://dishubsitwinda.blogspot.nl/
  • Kaldu Kacang Hijau

Kaldu kacang hijau ini juga salah satu makanan khas Situbondo. Ibu memang tidak pernah memasakkan kaldu ini di rumah, karena sewaktu kami masih kecil (sampai besar juga sih) sering mendapatkan kiriman dari para tetangga kalau mereka sedang ada acara tertentu misalnya : salawatan, syukuran rumah baru, syukuran ulang tahun dan acara lainnya. Ketika kecil, awalnya saya tidak doyan dengan kaldu karena kok aneh ya kacang hijau dimakan dengan tulang sapi yang ada sum sumnya atau daging sapi yang ada lemaknya. Tapi ketika salah satu adik saya lahap memakan kaldu saat ada salah satu tetangga yang memberi, akhirnya saya ikutan makan. Ternyata saya suka dengan kuahnya, meskipun tetap merasa aneh ketika makan kacang hijaunya. Mungkin karena belum terbiasa. Saya memang hanya menikmati citarasa kuahnya karena tidak terlalu suka rasa daging utuh sejak kecil.

Kaldu kacang hijau disajikan bersama potongan lontong diberikan taburan bawang goreng di atasnya, dikucuri jeruk nipis dan jangan lupa diberi sambal kemiri atau sambal bawang. Rasa gurih dari kaldu lemak daging sapi atau tulang sapi yang ada sum sumnya berpadu sempurna dengan pedas sambel dan asem jeruk nipis dan rasa agak manis dari kacang hijau. Dulu saya selalu rebutan dengan adik-adik kalau mendapatkan kiriman dari tetangga. Maklum, cuma dikirimi satu mangkok. Sewaktu saya memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi daging, adik-adik saya senang karena mengurangi saingan :D.

Kaldu Kacang Hijau. Sumber
Kaldu Kacang Hijau. Sumber : http://www.diahdidi.com/2015/12/kuah-kaldu-kaldu-kokot.html
  • Nasek Karak (Nasi Karak)

Karak adalah nasi sisa yang dijemur sampai kering (bukan nasi basi ya yang dijemur). Cara memasaknya karak dikukus sampai menyerupai nasi kembali. Dulu saya suka heran kalau Ibu menjemur nasi sampai jadi karak buat apa karena setelahnya Ibu pasti akan memberikan kepada beberapa tetangga yang meminta. Kemudian hari ternyata saya baru tahu kalau karak ini bisa diolah kembali (kreatif ya). Nasi karak yang sudah dikukus kemudian dicampur bersama parutan kelapa dan garam, disajikan bersama jukok gesseng ataupun ikan asin dan sambel bajak. Nasek karak ini juga merupakan salah satu makanan khas Situbondo.

Kalau Ibu tidak pernah membuat nasi karak, tetapi nasi urap. Hampir sama sebenarnya hanya nasi yang digunakan adalah nasi sisa hari sebelumnya (belum jadi karak) dikukus kemudian dicampur parutan kelapa ditambah garam disajikan dengan tahu tempe atau ikan goreng dan sambel.

Nasi Karak. Sumber :
Nasi Karak. Sumber : http://www.imgrum.net/tag/situbondofood
  • Jukok Gesseng

Jukok artinya ikan. Nah, kalau gesseng kata tetangga saya tidak mempunyai arti khusus. Jukok gesseng ini sebenarnya hampir sama seperti sarden, tapi versi madura. Bumbunya : bawang merah, bawang putih, cabe, terasi, tomat atau bisa juga menggunakan belimbing wuluh, garam, merica. Ikan yang digunakan bisa ikan tongkol atau bisa juga pindang kecil. Kadang juga ada yang menggunakan kendui (ikan kecil-kecil seperti teri). Kalau Ibu memasak jukok gesseng, walhasil saya bisa berjam-jam nangkring di dapur karena nambah nasi terus saking sukanya saya dengan gesseng.

Jukok Gesseng masakan sendiri disini
Jukok Gesseng masakan sendiri disini
  • Gengan Maronggi dan Klentang (Sayur Kelor dan Klentang)

Gengan artinya sayur sedangkan maronggi artinya kelor. Kelor itu setahu saya digunakan ketika memandikan jenazah atau digunakan untuk mengeluarkan susuk ya (haha ini kebanyakan nonton film suzanna). Tetapi sejak kecil saya sudah terbiasa makan sayur kelor, inipun biasanya dibuatkan tetangga. Daun kelor ini dimasak seperti sayur asem, bisa juga dimasak seperti sayur bening. Biasanya dimakan dengan nasi jagung, jukok kendui, dan sambel trasi. Rasa daun kelor sendiri seingat saya biasa ya, tidak ada rasa khusus. Namun rasa segar gengan maronggi secara utuh ini yang segar.

Genan Maronggi. Sumber : http://www.sarimadu.com/tag/kuliner-indonesia/
Genan Maronggi. Sumber : http://www.sarimadu.com/tag/kuliner-indonesia/

Nah, foto yang di bawah ini adalah gengan klentang. Klentang sendiri adalah buah dari pohon kelor. Gengan klentang dimasak seperti sayur asem. Cara memakannya dengan cara diplurut (haduh, apa ya bahasa Indonesianya diplurut ini) dalam mulut batang klentangnya. Gengan klentang ini makanan saya sehari-hari karena Ibu sering memasak. Menyenangkannya adalah di pasar tradisional di Den Haag sini dijual klentang, jadi beberapa kali saya pernah memasaknya dan suami suka.

Gengan Klentang
Gengan Klentang. Sumber :http://www.banyuwangitourism.com/content/jangan-klentang#http://www.banyuwangitourism.com/images/gallery/resize/klentang.JPG
  • Telur Bumbu Petis

Telur bumbu petis biasanya selalu ada di setiap hantaran kalau sedang ada acara besar berlangsung di seputar Situbondo. Telur ini menjadi favorit saya karena rasa petisnya yang khas (menggunakan petis ikan) dan kental ditambah cabe yang dimasak dalam bumbu petis. Biasanya dimakan bersama lontong dan gulai ayam. Bisa juga dimakan biasa bersama nasi gurih.

  • Telur Bumbu Petis. Sumber : http://farlys.com/resep-masakan/telur-petis.html
  • Ayam Lodho

Ayam lodho adalah salah satu menu wajib ketika lebaran di keluarga Ambulu, dimakan bersama nasi gurih. Ayam kampung dipanggang setelahnya dikukus bersama bumbu-bumbu, disajikan di lengser satu ayam utuh. Menu pendampingnya selain nasi gurih adalah sayur urap. Biasanya kami makan lesehan di tikar setelah sholat Idul Fitri, melingkari menu lebaran ini. Jadi siapa yang akan makan maka akan memotong pakai tangan (dicuklek) salah satu bagian ayam. Suasana seperti ini yang selalu dirindukan saat lebaran tiba. Menu khas lebaran dan makan bersama keluarga besar.

Ayam Lodho. Sumber : http://catatan-nina.blogspot.nl/2014/05/ayam-lodho-repost.html
Ayam Lodho. Sumber : http://catatan-nina.blogspot.nl/2014/05/ayam-lodho-repost.html
  • Pecel Pitik

Entah bagaimana asal muasalnya kenapa masakan ini dinamakan pecel pitik karena penampakannya bukan seperti pecel. Oh iya, pitik artinya ayam. Pecel pitik ini adalah kuah santan dengan bumbu lodeh pedes yang diberi potongan ayam kampung yang sebelumnya dipanggang di pawonan (kompor yang masih menggunakan kayu) dan potongan besar tempe. Pecel pitik juga merupakan salah satu menu wajib ketika lebaran. Biasanya dimasak sehari sebelum lebaran jadi kuahnya sudah meresap ke ayam dan tempenya, namanya mblendrang.

  • Jangan Bobor

Jangan adalah bahasa Jawa, kalau bahasa Indonesia artinya sayur. Pasti sudah tidak asing ya dengan masakan ini. Ibu suka memasak jangan bobor karena anak-anaknya langsung nafsu makan kalau disajikan sayur ini. Sayuran yang selalu dipakai adalah bayam terkadang dicampur oyong, dimakan dengan nasi, dadar jagung dan sambel trasi. Aroma tempe semanggit dan kencur selalu membuat saya dan adik-adik rindu masakan Ibu yang satu ini. Saya pernah memasakkan sayur bobor buat suami, dia suka meskipun bertanya aroma yang keluar apa, kok aneh. Itu aroma tempe hampir busuk 😀

Sayur Bobor Sumber : http://selerasa.com/resep-masak-dan-cara-membuat-sayur-bobor-daun-kacang-panjang-lembayung-yang-gurih-dan-enak
Sayur Bobor Sumber : http://selerasa.com/resep-masak-dan-cara-membuat-sayur-bobor-daun-kacang-panjang-lembayung-yang-gurih-dan-enak
  • Jangan Laos Kikil

Saya tidak tahu apakah jangan laos kikil ini masakan khas keluarga di Ambulu atau memang masakan khas Ambulu karena sejak saya kecil, jangan laos kikil ini pasti ada ketika lebaran. Saat Mbah masih hidup, sehari menjelang lebaran kami memulai ritual memasak besar. Maklum saja Mbah adalah satu yang di tuakan di desa, karenanya banyak tamu yang datang ketika lebaran. Nah, uniknya, mereka selalu ingin merasakan jangan laos kikil ini. Bahan utamanya jelas laos dan kikil ya sesuai namanya. Laos dalam jumlah banyak yang didapat dari kebun sendiri, diiris menyerupai batang korek api, dicampur kikil, menggunakan santan, dan kluwek. Jadi ini perpaduan antara bumbu oseng kikil, lodeh, tapi dikasih kluwek dan laos. Rasa laosnya yang membuat masakan ini unik. Potongan laosnya dimakan juga, bukan hanya sebagai bumbu saja. Sensasi makan potongan laosnya yang krenyes krenyes itu yang menjadikan masakan ini unik.

Sepuluh masakan khas rumahan di atas yang membuat saya selalu rindu dengan rumah, rindu Situbondo maupun rindu Ambulu. Sebenarnya masih banyak masakan khas rumah yang ingin saya bagikan disini, tapi 10 saja sudah cukup (untuk saat ini). Sekarang cukup senang dengan berbagi cerita disini, semoga kalau waktunya tiba bisa segera pulang ke Indonesia.

Kalau kamu, masakan rumahan atau masakan khas daerah apa yang selalu dirindu? Tahu tidak dengan makanan yang saya sebutkan di atas, atau mungkin pernah makan juga?

Ditulis saat menunggu waktu berbuka puasa, sambil menahan iler :p

-Den Haag, 12 Juni 2016-

Semua foto dalam tulisan ini dipinjam dengan menyertakan sumbernya.

63 thoughts on “Nostalgia 11 Masakan Khas Rumah

  1. Aku belum pernah cobain semuanya hehe, tapi sayur kelor itu mirip sayur bening ya, cuma sayurnya aja yang beda. Kalau sayur bening kan pakenya bayam.

    Yang aku kangen sekarang itu oncom bikinan omaku, pecel lele, nasi padang, nasi uduk dan sate ayam. 😀

    1. Iya, rasanya mirip sayur bening tapi masaknya dikasih beras sedikit, diulek gitu. Makanya warnanya ga terlalu bening2 banget.
      OMG! daftar makanan yang kamu sebutkan bikin ngileeerr, jadi kangen pecel lele.

  2. Yang sering makan sayur daun kelar sama rujak petis Mbak. Kebetulan mertua dari Probolinggo. Kalau rujak petisnya pakai petis kupang Mbak. Lebih wangi dibanding petis ikan. Tidak merah seperti petis ikan tapi juga tidak sebutan petis udang. Kalau klentang dan yang lain belum pernah makan.

    1. Ohh baru tahu ada petis kupang. Soalnya yang populer biasanya kalau ga udang dan ikan ya. Wah baru dengar ini tentang petis kupang padahal Probolinggo dekat Situbondo. terima kasih sudah berbagi cerita 🙂

    1. Uweennaakk rasanya Tim, kayak kuah konro trus dikasih kacang ijo dikasih peresan jeruk nipis dan sambel pedes. Wisshh slurupable haha

  3. Denyyy apa kabaaaar?
    Rujak petis itu fave almarhum Bapakku, kalo bikin rujak petis uenaknya rek.. Padahal bukan orang jatim. Dari semua makanan ini ada beberapa yang aku baru tau lho. Kaya tajin palapa itu hihihi.. Terus jangan bobor Ibuku juga suka masak, dimakan pake ikan asin dan sambel josss tak terkira. Ini sampe nelen ludah lho den ngetik komennya hihihihi

    1. Dilaaaaa aku kangeennn. Ihh kamu ihhh lama banget bertapanya. Aku kan wes ga ada IG, jadi update beritamu cuma dari blog aja.
      Lhooo kok sama Dil, rujak petis juga favorit almarhum Bapakku, tapi ga bikin sendiri sih, beli di tetangga haha *Alfatehah untuk para Bapak kita 🙂
      Ihhh Tajin Palappa iki uwenaaakk Dil *tahan iler, tahaann!
      Selamat puasa ya Dil 🙂

  4. salam kenal mba, dari silent reader
    kalo masalah makanan pengen ikut komen hehe
    aku juga asli jatim dan gambar rujak cingurnya bikin ngiler
    kalo di keluargaku sayur kelor itu daun kelornya sering diganti daun katuk
    seger juga plus masaknya gampang 😀

    1. Halo, salam kenal juga. Terima kasih ya selama ini sudah baca 🙂
      Mari kumpul sini membicarakan makanan 🙂
      Owhh iyaa, pakai daun katuk juga enak, seger ditambah sambel trasi 🙂

    1. Indonesia kaya akan khasanah kuliner Tin, ini yang aku tulis baru satu kabupaten plus masakan khas keluarga kami. Bayangkan ada berapa kabupaten di Indonesia dengan kuliner yang berbeda2 🙂
      Kalau suka bubur, kamu berarti musti coba tajin palappa ini Tin 🙂

    1. Ohhh iyaaa, kamu pernah kasih tau aku dulu kalau suamimu keturunan Situbondo. Coba kamu tanya makanan2 ini, pasti paham suamimu haha (dengan catatan pernah tinggal di Situbondo ya). Makanan Bondowoso itu enak2 juga lho Ye. Masakan Madura ini memang mencuru hatiku, cocok di lidah 😀

  5. jangan kelor udah berapa tahun gak makan itu lagi? ada puluhan tahun kayaknya (rasanya umurku sekarang dah ratusan ya ) meski ga punya bayi ibuku dulu lumayan sering masak sayur kelor kuah bening pake jagung pake bumbu kunci kan ini? eh atau kencur ya?, sayur bobor dirumah ibuku pake bayam atau daun singkong atau selada air ga pernah pake tempe. situbondo kulinernya beragam banget, kalau aku rasanya nunggu mudik baru bisa makan menu rumahan itu den 😀

    1. Saking lamanya ya Ru haha. Tetanggaku ada yang punya pohonnya, jadi kalau pulang ke Situbondo selalu dimasakin.
      Kalau kuah bening berarti pakai kunci. Iya, kulineran situbondo banyak, ini ga kesebut semua, belum jajan2 pasarnya. Tapi yang ditulisanku ini yg tujuh teratas yang kulineran Situbondo. Yang empat sisanya kulineran keluarga Ambulu 🙂 Ntar kalau pulang Ru, kamu puas2in makan menu rumahan hehe

  6. gw suka makan lho! makanan indonesia gw bangga2xin lah keseluruh teman-teman expat yang gw kenal =))
    sok tau banget lah gw….
    *loe harus nyoba ini…loe harus ikut gw (lari) train ke sini, nanti kita mampir sini…endesbreeeeeee…*
    tapi habis baca postingan ini, kazanah masakan Indonesia gw rendah sekali rupanya!

    1. Hahaha Mbak Ky, ini baru satu kabupaten lho sama masakan khas keluarga Ambulu. Mungkin bisa dipikirkan ikutan Ijen Trail mbak Ky, biar bisa sekalian kulineran di Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi 😀

        1. Oh gitu Mbak, aku cuma lihat kakak kelasku kok kayaknya doyan ikutan Ijen Trail. Aku jalan kaki aja ke kawah ijen ngap ngapan, lha ini trail, ga ngebayangin hahaha

  7. *Nelen ludah*
    Wow… aku dulu pernah tinggal di Gresik tapi belom pernah coba semuanya baru tau juga dari post mba Den ini, kecuali yg nomer 1 ding, Rujak cingur ada tapi ya belom pernah nyobain 😀
    Pengen banget nyobain itu Tajin Palappa tampak enak syekali…

    1. Lho Rani, ini bukan kulineran Gresik lho, aku ga nulis Gresik sama sekali haha kamu salah baca ya.
      Tajin Palappa ini enaakkk banget, favoritku kalau pulang ke rumah

        1. Owwhhh begitu haha. Gresik makanannya memang beda dengan Madura Rani meskipun dekat. Tapi ada beberapa makanannya yang nyaris sama. Kayak nasi karak ini, hampir sama dengan nasi krawunya gresik.

  8. Belum pernah makan semuanya. Juga ada beberapa masakan yang pertama kali denger.

    Makanan yg saya suka adalah tahu bumbu. Tapi sekarang yg jual sudah sedikit sekali. Jadi pas lagi pingin musti nyari 2 dulu. Pedagangnya keliling bawa gerobak.

    1. Tahu bumbu itu tahu tek bukan ya? Soalnya dulu pas ke rumah temen yang di Mojokerto makan tahu tek enaakk banget.Di Situbondo ada juga sih tahu tek.

  9. Dari 11 belom ada 1 pun yang pernah aku makan Kak. Duh, aku harus wisata kuliner kayanya nih. XD
    Kalo makanan yang selalu aku rindukan itu Pempek. Huehehe, orang Palembang mesti deh kangen terus sama makanan satu ini kalo di perantauan. :”)

    1. Haha soalnya kita beda provinsi dan kabupaten Ata, dan karena Situbondo kurang terekspos mungkin ya kulinerannya jadi jarang ada yang dengar.
      Jangankan kamu yg orang Palembang Ata, aku aja yg bukan Palembang sering kangen sama Pempek haha

  10. Banyak yang aku nggak tau ya Den, mungkin karena dari Madura itu. Hebat ya Indonesia, padahal kita masih satu area tapi banyak ragam makanan yang aku nggak ngerti. Soal telor bumbu petis itu mamiku suka bikin. Enak banget deh

    1. Iya, satu Jawa Timur beda kabupaten aja buanyaakk ya varian makanannya. Kabupaten sebelah beda lagi. Keren memang Indonesia ini 🙂
      Toss Va, aku ya seneengg banget telur bumbu petis ini. Pernah bikin sendiri disini, rasane ga seenak kalau tetanggaku yang bikin haha.

    1. Iya Frany, ada yang khas Situbondo ada yang masakan khas keluarga Ambulu 🙂 Tapi bisa masak sendiri sebenarnya, kalau kepepet haha.

  11. Aku belum pernah nyobain semua makanan yang Mbak sebutkan, penasaran bagaimana rasanya. Yang bikin paling pengen dicoba itu jukok gesseng sama ayam lodhonya, mantap itu kayaknya ya Mbak.:)

    Kalau makanan yang selalu aku rinduin itu lempah darat dan eng sang, soalnya nyari bahan yang pas susah di Jakarta (walaupun kokinya disini) Mbak, jadi harus nunggu pulang ke Bangka baru puas-puasin makannya.:D

    1. Kalau jukok gessengnya aku bisa bikin sendiri Wulan, kalau ayam lodhonya aku ga bisa bikin (males maksudnya, bumbunya ruwet haha). Mantap yang jukok gesseng, aku sukaaa banget.
      Lempah darat enak kayaknya ya, seger gitu sayuran dan buah (aku googling haha) tapi yang Eng Sang kok ga muncul ya aku googling. Kalau disini aku suka masak lempah kuning, aku sama suami sukaaa banget karena seger rasanya (duh jadi lapar Wulan haha)

      1. Yang jukok gessengnya bumbunya itu aja ya Mbak? Aku penggemar berat cabe sih Mbak, jadi liat yang merah-merah gitu langsung ngiler.hahahaha
        Masakan Indonesia bumbunya memang ruwet ya Mbak nyarinya kalau tinggal di LN.:D
        Enak banget Mbak, aku sih suka (duh ngebayanginnya jadi ngeces).hahahaha
        Kalau yang eng sang itu buatnya dari daging ikan mentah gitu Mbak, aku lupa sih pakai ikan apa, nanti malam coba aku tanyain mama ku deh ya Mbak. Ikannya di fillet gitu terus dikucurin pakai cuka (jadinya ikannya masak) terus dicampur pakai kacang tanah giling agak kasar jangan halus banget terus ditambahin wortel aja kalau aku ga salah ingat Mbak, jadi deh.:D

          1. Terima kasih linknya Mbak, jadi cara masaknya model ikan tim gitu ya Mbak.
            Iya, ruwet nyari bumbunya tapi pas dimakan bahagia bener ya Mbak, rempah-rempahnya top markotop.:D
            Di Bangka banyak Mbak ikan rusip gitu, mama ku pernah buat sendiri, pas makan pakai lalapan sama nasi anget, rusipnya dikucurin jeruk kunci (aduh aku ngeces beneran lho ngebayanginnya aja Mbak).:D

            1. Sama-sama Wulan, semoga sukses memasak gessengnya. Oh iya, untuk cara masak bisa seperti yang disebutkan dalam link atau masak biasa. Aku biasanya masak biasa setelah bumbu2 ditumis kasih air sedikit lalu cemplungin ikannya. Masak dalam api yg kecil sampai kuah menyusut baru dinikmati.

              1. Sepertinya aku akan nyobain cara yang seperti Mbak biasa masak. Ntar aku kabarin ya Mbak kalau udah nyobain buat. Tapi Mbak ga main IG lagi ya, padahal aku sering ngeliatin masakan Mbak di IG.:D

                1. Iya, aku udah ga aktif lagi di IG. Beberapa hari lalu sempat mau mengaktifkan IG soalnya mau ambil foto diakunku, eh beberapa kali login ga bisa soalnya akunku ga dikenali. Wah, apa segitu lamanya deactive ya trus dihapus gitu akunku haha.
                  Oh yaa, kamu sering lihatin masakanku di IG? waahh, aku ga tau haha, but anyway thanks 🙂 masakan ala kadarnya ala rumahan

                  1. Kalau ambil foto dari IG gitu, spacenya jadi kecil dong Mbak, udah dikompres kan ya soalnya?
                    Wah, ternyata kalau lama deactive jadi dihapus ya Mbak akunnya, sayang juga ya Mbak.
                    Sering dong Mbak, kan aku follower di IG mu juga.:D
                    Aku demennya masakan rumahan Mbak, jadi lebih suka liat masakan rumahan gitu.:)

    1. Haaiii nganten anyar, piye kabare 😀
      Ayam lodho aku asline ga paham asli mana. Yang tak tulis diatas itu ayam lodho khas masakan keluarga Ambulu kalau lebaran
      Kamu juga yaaa selamat puasa saat berpuasa nanti 🙂

    1. Apalagi kalau ga pake acara masak ya, tinggal beli ke warung sebelah, enak banget itu hahaha. Wah aku kalo sahur menu masakan2 diatas terlalu berat Man, aku kalo sahur cuma makan buah aja 🙂

        1. Soalnya sudah terbiasa Manda, aku kalo sarapan cuman buah aja, jadi dipraktekkan ke puasa juga. Aku aslinya juga banyak makan, cuman kalau puasa ga bisa makan banyak, perutnya ga kuat haha.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.