Akhir Pekan : Ke Hutan dan Lomba Lari

Sudah lama ya tidak pernah lagi bercerita tentang akhir pekan. Saya akan mulai lagi menuliskan yang ringan – ringan saja di blog ini. Tidak harus tulisan panjang dan terlalu berat.

BERBURU JAMUR DI HUTAN

Musim gugur, hujan, dan lembab, aktifitas favorit kami ke hutan. Mencari jamur bukan untuk dikonsumsi tapi sekedar mencari tau jenis dan namanya. Saya melihat beberapa orang lainnya membawa kantong dan mengambil jamur – jamur yang ditemukan. Saya mengasumsikan, mereka paham mana jamur yang aman untuk dikonsumsi, mana yang beracun.

Seru dan selalu penuh antusias melihat beraneka macam jamur dan warnanya. Sayang kami tidak menjumpai jamur mario bros.

Berburu jamur di hutan

MASAK SOTO AYAM

Musim hujan dan berangin serta dingin, makanan akhir pekan yang cocok jika kami sedang tidak ada acara ke luar rumah dalam waktu yang lama, adalah yang berkuah. Minggu lalu saya masak cap cay kuah, minggu ini saya masak soto ayam. Pesanan khusus dari anak sulung yang memang salah satu makanan favoritnya soto ayam.

Saya membuat bumbu sendiri yang bahannya gampang sekali. Hanya bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, ketumbar, pala, dan garam. Saya lengkapi dengan kentang goreng iris tipis, koya (kerupuk digerus dengan bawang putih goreng), tauge, kol, ayam, telur rebus, sambel dan jeruk nipis.

Jadilah makan siang dengan soto ayam komplit. Comfort food keluarga kami.

KE PETERNAKAN ANAK – ANAK

Agenda lain dari akhir pekan adalah ke peternakan khusus anak – anak di kota sebelah. Sudah lama sekali kami tidak ke sini. Biasanya sebulan sekali kami berkunjung ke peternakan di kota – kota sebelah. Terakhir kalau tidak salah ingat sebelum mudik ke Indonesia.

Ini juga salah satu kegiatan akhir pekan yang murah meriah karena gratis dan favorit kami semua. Meskipun kami tidak punya binatang peliharaan di rumah, bersyukurnya anak – anak penyayang hewan karena sejak bayi sudah kami biasakan berinteraksi dengan hewan di peternakan, kucing dan anjing di sekitar rumah, bahkan setahun sekali pasti kami ajak ke kebun binatang saat liburan musim panas. Mengajari mereka banyak hal tentang aneka jenis binatang juga supaya mereka lebih paham bahwa binatang juga seperti manusia, punya hak untuk hidup aman nyaman sesuai habitatnya dan disayang.

Cavia

LOMBA LARI 750M dan 5KM

Di kampung kami, ada kegiatan rutin bulanan yaitu lomba lari. Jaraknya dari 750 meter dan 1500 meter untuk anak – anak. Jarak 3.2km, 5km, 10km, dan 15km untuk dewasa. Saya dan suami sebelum pandemi lumayan rutin ikut lomba ini. Seringnya saya ikut yang 5km dan suami 10km. Pernah sekali saya ikut 10km dan jadi peserta paling dinantikan kehadirannya karena paling lama sampai garis finish haha. Jadi begitu sampai langsung disambut meriah. Mungkin panitia sudah menunggu dengan bosan kenapa kok tidak sampai juga. Begitu saya muncul, langsung muka pada sumringah.

Sekarang, anak – anak juga kami ikutkan keseruan acara ini. Awalnya kami tanya apa mereka mau ikut lomba lari. Mereka yang memang suka sekali olahraga, langsung antusias ingin ikut.

Hari H, cuaca lumayan mendung. Berdoa semoga prakiraan cuaca yang menyebutkan tidak hujan, benar adanya. Pendaftaran untuk anak – anak €2. Akhir acara mereka mendapatkan minum dan semacam cake roti. Kalau dewasa €3 juga mendapatkan makan dan minum. Peserta anak – anak lumayan banyak. Dewasa apalagi.

Sesuai jadwal, lomba mulai tepat waktu. Untuk anak – anak, boleh didampingi. Karena anak-anak kami masih balita, tentu saja didampingi. Yang pada kenyataannya, setelah teriakan start diteriakkan, mereka yang awalnya kami gandeng, melesat lari sendiri haha. Saya yang sudah lama tidak lari, sampai tidak bisa mengejar si bungsu yang awalnya saya gandeng. Dia larinya kencang, saya sampai ditinggal.

Sampai saya mikir : nih anak – anak lemaknya masih sedikit makanya lari kayak ga ada beban berat di tubuh, sementara saya keberatan pantat haha. Sampai panitia yang mengarahkan, melihat saya ngos-ngosan bilang : kalau ga kuat, tunggu di sini aja Buk. Nanti rutenya balik ke sini lagi. Ngakak Bapaknya tau aja napas kembang kempis.

Peserta anak – anak yang lain sama juga larinya super cepat. Akhirnya setelah 2 putaran, duo balita sampai juga di garis finish dengan catatan waktu 6 menit untuk jarak 750meter. Senang sekali mereka benar – benar gembira dan antusias dengan kegiatan lomba lari ini. Saya yang bagian mendokumentasikan dan tertinggal di belakang larinya, sampai terharu. Tidak menyangka mereka sangat enjoy sampai garis akhir. Saya jadi bertekad untuk rajin lari lagi. Bukan untuk ikutan half marathon, tapi supaya tidak tertinggal di belakang kalau mendampingi anak – anak lari bulan depan haha.

Anak sulung padahal paginya jadwal les renang 90 menit. Dia ke tempat renang naik sepeda sendiri (tidak dibonceng papanya). Lalu istirahat di rumah 2 jam, lanjut lomba lari. Kami bilang, dia sudah triathlon karena sepedahan, renang dan lari dalam waktu yang tidak lama haha. Mereka berdua sangat bangga bisa sampai finish. Sampai berulang diceritakan kalau tidak sabar bulan depan mau ikut lomba lari lagi.

Saat suami ikut yang 5km, tiba – tiba gerimis. Dia selesai dalam waktu 28 menit. Setelah sampai rumah, makan, mandi, lalu kami semua tidur siang nyenyak sampai 2 jam lamanya. Benar – benar menikmati kahidupan hari minggu.

Akhir pekan yang menyenangkan. Meskipun cuaca mendung, gerimis, namun tidak terlalu dingin, kami dengan santai beraktifitas.

Semoga minggu ini menyenangkan!

-24 Oktober 2022-

2 thoughts on “Akhir Pekan : Ke Hutan dan Lomba Lari

  1. Suka ngeliat aneka jamur musim gugur, cantik bentuknya cuma ga berani pegang takut keracunan, anak2 juga kularang pegang. Semangat sekali anak2mu Den olahrga 🙂 .. dulu banget aq pernah ikutan lari sehat jadi yg paling belakang nyampe dna tetap dapat sertifikat tp malu liat jam nya ditulis di sertifikat itu haha ..

Thank you for your comment(s)