Ujian Teori Mengemudi Mobil di Belanda

Awalnya tulisan ini akan diunggah saat sudah selesai dan lulus ujian praktek menyetir. Jadwal selesai les masih beberapa minggu lagi, jadi diunggah sekarang saja. Mumpung masih hangat.

Jadi, minggu lalu saya LULUS ujian teori mengemudi mobil dalam bahasa Belanda. Rasa tidak percaya saat melihat layar komputer dan ada tulisan Geslaagd. Saya sampai terdiam sesaat dan mata berkaca-kaca. Bukan lebay tapi ujian teori ini memang tricky. Banyak yang mengulang ujian teori 2-3 kali baru lulus. Jadi, rasanya tidak berlebihan kalau saya bangga sama diri sendiri begitu pertama kali ujian lalu langsung lulus, terlebih saya ujiannya memilih dalam bahasa Belanda. Ok, saya akan mulai cerita awal mula kenapa saya memutuskan untuk les menyetir.

Saya itu orang yang sangat takut berkendara, meskipun hanya duduk manis di kursi penumpang. Saya lebih menikmati naik kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi. Di Indonesia, saya pernah punya SIM C, yang sampai kadaluarsa cuma dipakai beberapa kali. Sejak cedera karena kecelakaan tunggal saat saya naik sepeda motor, setelahnya saya seperti bersumpah tidak akan lagi nyetir motor. Menyetir mobil? tidak pernah terpikirkan sama sekali. Sesuatu yang sudah diluar jangkauan.

Di Belanda, kami tinggal di kampung yang terletak diantara 3 kota besar, disebut sebagai randstad. Jadi kendaraan umum sangatlah gampang. Menyewa mobil pun lokasinya di pojokan rumah dengan harga terjangkau. Itulah kenapa kami memilih tidak mempunyai mobil selama 5 tahun ini. Sewaktu masih punya mobil, seringkali tidak terpakai karena kami lebih memilih naik sepeda atau kendaraan umum jika bepergian agak jauh. Setelah dipikir-pikir, kok ga ada manfaatnya waktu itu punya mobil, sangat jarang dipakai, akhirnya kami jual.

Dulu saya pernah bilang ke suami, tidak akan pernah mau belajar nyetir mobil selama rumah masih gampang akses dengan transportasi umum. Alasannya ya karena saya merasa takut nyetir, takut nabrak dan tabrakan. Never say never. Sampai pada bulan Oktober tahun lalu, kok ya mak bedundug tiba-tiba saya dapat hidayah. Saya ingin belajar menyetir mobil. Meskipun kami tidak ada mobil dan tidak berencana punya mobil dalam waktu dekat, tapi kok saya merasa kalau menyetir itu jadi semacam kebutuhan buat saya. Salah satu cara supaya saya tidak tergantung sama suami, mandiri. Jadi kalau misalkan ada perlu, tanpa bergantung ke suami saya bisa menyetir mobil sewaan. Lebih jauh lagi, menyetir itu semacam skill. Jadi, ya saya ingin punya skill menyetir. Jadi kalau suatu hari nanti kami beli mobil karena sudah butuh, saya sudah bisa menyetir sendiri. Alasan terakhir, karena saya ingin menantang diri sendiri, apakah bisa mengalahkan rasa takut yang selama ini ada. Apakah bisa keluar dari zona nyaman.

Berbekal niat yang sudah bulat, saya utarakan rencana tersebut ke suami. Tentu saja dia syok haha. Lha wong duduk di sebelah dia saat menyetir saja saya bisa ketakutan kalau dia menyalip kendaraan lain, ini kok pakai ide mau belajar menyetir. Tapi dia tahu saya, kalau sudah ada niat, akan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dimulailah petualangan  dalam belajar menyetir mobil. Saya harus melewati ujian teori dulu sebelum menuju ujian praktek.

Ini beberapa hal yang saya lakukan saat mencari sekolah menyetir :

  • Wajib belajar menyetir di sekolah. Untuk mendapatkan SIM, wajib belajar menyetir dulu di sekolah, meskipun sebelumnya sudah bisa menyetir. Saya mencari beberapa informasi sekolah menyetir di area tempat tinggal. Ada beberapa kandidat, lalu saya membandingkan dengan mencari beberapa variabel yang menurut saya penting yaitu tingkat kelulusan, testimoni tentang instruktur, harga, dan fasilitasnya.

 

  • Pembayaran. Setelahnya, mengerucut satu sekolah. Saya membaca semua informasi di website mereka, terutama tentang pembayaran. Tentang berapa biaya yang harus dikeluarkan, ini penting buat saya karena sekolah menyetir sampai lulus di Belanda itu sangatlah tidak murah. Saya cek dulu tabungan, apakah ada cukup dana untuk membayar sampai lulus dan dana jaga-jaga siapa tahu saya harus mengulang ujian. Saya membayar sendiri karena biasanya kalau dibayari jadi menggampangkan dan kurang bertanggungjawab. Kalau bayar sendiri, saya jadi lebih bertanggungjawab dan bersungguh-sungguh belajar supaya bisa dan lulus. Perkara nanti dibelakang uangnya akan diganti suami, ya saya terima *lah ngarep mbaknya. Beruntungnya, di sekolah menyetir ini pembayaran bisa dicicil. Beberapa sekolah menyetir yang saya tahu, pembayaran bisa dicicil (tanpa bunga), sehingga tidak memberatkan di depan. Saya bersyukur sekali ada sistem menyicil ini. Membuat tabungan saya tidak mendadak kering keronta :))

 

  • Proefles. Setelah yakin ada uangnya, saya lalu menghubungi sekolah tersebut menanyakan bagaimana prosedur mendaftar. Saya bilang juga kalau tidak ada pengalaman menyetir, nul puthul. Mereka menyarankan untuk melakukan proefles, jadi semacam cek ombak sejauh mana saya bisa diarahkan saat pertama kali dibelakang kemudi. Ini tidak wajib ya, hanya disarankan. Karena dari hasil proefles akan direkomendasikan berapa jam yang harus diambil saat les menyetir. Wah, saya yang benar-benar pertama kali duduk di belakang setir, tidak tahu mana gas mana rem haha. Wes pokok e kacau beliau. Magic lah saya tiba-tiba berani menyetir, meskipun di sebelah ada instruktur yang mendampingi dan mengarahkan. Setelah proefles, mereka menyarankan jumlah jam les yang musti dilakukan dan rekomendasi tipe kendaraannya. Setelahnya saya mulai komunikasi intensif dengan mereka berhubungan dengan jadwal les, informasi rencana liburan, jadwal ujian, pendaftaran ujian, sampai perkara membayar yang bisa dicicil.

 

  • Bahasa. Dari awal dikomunikasikan ke pihak sekolah, akan menggunakan bahasa apa selama les berlangsung (dan juga tesnya). Saya memilih bahasa Belanda. Bukan karena bahasa Belanda saya sudah canggih, tapi karena dalam keseharian lebih banyak menggunakan bahasa Belanda daripada bahasa Inggris, jadi saya merasa nyaman untuk keseluruhan rangkaian les mengemudi ini komunikasinya dalam bahasa Belanda, termasuk tes teori dan tes praktek. Kalau merasa nyamannya menggunakan bahasa Inggris, ditanyakan apakah sekolahnya menyediakan instruktur yang bisa menggunakan bahasa Inggris dengan baik.

 

  • Instruktur. Instruktur merupakan faktor yang penting dalam kelancaran les. Kalau kita tidak nyaman, dipastikan les menyetir akan seperti medan perang, tegang, yang berakibat kita akan lama bisanya. Saya mendapatkan tiga instruktur dengan satu instruktur utama. Dua lainnya pengganti kalau yang utama sedang tidak bertugas. Beruntungnya saya, ketiganya sabar dan tegas. Jadi membuat situasi dalam mobil tidak tegang. Apalagi instruktur utama saya, sudahlah ganteng (penting banget ini disebutkan haha), sabar, tapi juga tegas. Tidak banyak bicara selama les kecuali yang berhubungan dengan mengemudi. Sesekali juga kami saling bersenda gurau. Supaya tidak tegang. Selebihnya, ya fokus pada materi menyetir. Jika ternyata tidak cocok dengan instruktur, lebih baik minta ganti sejak awal, komunikasikan dengan pihak sekolah. Hal ini sudah biasa, minta ganti instruktur jika dirasa tidak cocok.

 

  • Theorie CursusSetelah mendaftar, pihak sekolah menyarankan untuk segera mempelajari teori dari buku yang mereka gunakan. Nah, sekolah ini juga menyediakan kursusnya, itu termasuk dalam harga satu paketnya. Ya jelas saya manfaatkan. Kursus berlangsung sekali seminggu selama 4 kali dan setiap pertemuan selama 2.5 jam. Ini salah satu dari dua kursus yang saya ikuti bulan lalu. Di kursus, saya banyak sekali mendapatkan tips dan trik membaca dan mempelajari soal-soal ujian yang lumayan tricky. Satu kelas, isinya orang Belanda semua. Saya satu-satunya yang imigran dan yang paling tua haha. Semuanya masih kisaran usia belasan sampai 25 tahun. Tapi saya tidak berkecil hati karena selama evaluasi, saya selalu lulus. Buku, selalu cari yang edisi terbaru ya karena peraturan beberapa yang bisa jadi berubah. Misalkan, per maret nanti, kecepatan maksimal di autosnelweg jadi 100km/u di jam normal. Kalau sekarang masih 130km/u.
Buku yang saya gunakan. Sampai lecek karena tiga kali saya baca tuntas sampai hafal titik komanya :))
Buku yang saya gunakan. Sampai lecek karena tiga kali saya baca tuntas sampai hafal titik komanya :))

 

  • Puas. Sampai detik ini, saya puas dengan sekolah mengemudi ini. Semua hal dengan cepat mereka informasikan melalui email ataupun telefon. Van Buuren, mereka ada cabang di beberapa kota. Ini bukan testimoni berbayar. Siapa tahu ada yang sedang mencari info sekolah menyetir.

 

Oh ya, saat mulai memantabkan niat, saya juga bertanya-tanya perkara menyetir di Belanda kepada mereka yang sudah lulus dan sudah punya SIM. Saya bertanya ke Anis, Yayang, Ratih. Wes pokoknya bawel nanya terus. Setelahnya saya nanya ke Mbak Dede, lalu Maya yang saya kenal lewat twitter. Selain itu saya juga rajin mencari informasi pengalaman orang lain dalam mendapatkan SIM di Belanda, saat ujian teori maupun ujian prakteknya. SIM dalam bahasa Belanda adalah Rijbewijs. Kalau untuk kendaraan pribadi, Rijbewijs tipe B.

 

Beberapa hal di bawah ini berkaitan dengan ujian teori mengemudi berdasarkan pengalaman saya :

  • Pararel antara les menyetir dan belajar teori. Jika memungkinkan, belajar teori dilakukan pararel dengan les menyetir jadi feelnya lebih dapat. Hal ini juga memudahkan saat ujian teori, sudah ada gambaran di lapangan seperti apa. Saat ujian teori, les menyetir saya sudah berlangsung selama 8 kali.

 

  • Tidak Sistem Kebut Semalam. Tahu diri dengan kemampuan menghapal yang sangat jauh dibawah kemampuan dalam menurunkan rumus dan menghitung -terutama dosa para mantan-, jadi saya memulai belajar dua bulan sebelum ujian. Bulan Desember, buku sudah ada di tangan. Saya mulai membaca dan perlahan menerjemahkan beberapa kata yang tidak saya pahami. Bahasa Belanda yang digunakan lumayan agak tinggi, mungkin sekelas B2. Jadi saya agak tertatih-tatih pahamnya. Bulan Desember sibuk dengan acara ini itu, jadi tidak terlalu intensif belajar. Mulai belajar intensif itu dari awal Januari. Saya harus konsisten satu hari minimal 3 jam belajar. Waktu saya belajar siang hari selama 2 jam dan malam hari sebelum tidur sekitar 2 jam (kalau sedang tidak ada jadwal kursus satunya). Saya sempat bertanya juga ke Geraldine yang langsung lulus ujian teori, berapa jam per hari belajarnya. Dia bilang 3 jam. Wah aman berarti. Saya makin PD.
Salah satu halaman buku yang penuh coretan.
Salah satu halaman buku yang penuh coretan.

 

  • Belajar dari sumber lain. Selain belajar dari buku, saya juga banyak berlatih soal dari website Theorieexamen.nl. Bagi yang sedang belajar dan berencana ujian, saya sangat merekomendasikan website ini. Sekitar 80% soal ujian, mirip soal-soal yang ada di sini. Saya menggunakan yang layanan berbayar dalam satu bulan. Jadi makin banyak variasi soal yang bisa dijadikan latihan. Terima kasih buat Mbak Dede dan Maya yang memberitahukan website ini. Di website ini juga diperlihatkan progress kita setiap mengerjakan soal. Kalau progressnya sudah mencapai 90% atau lebih, yakin bisa lulus. Saya sampai sebelum ujian, progress 93%.

 

  • Santai sebelum ujian. Ini kebiasaan yang selalu saya lakukan : satu hari sebelum ujian (apapun), saya sudah tidak mau membuka buku. Belajar sudah selesai. Biasanya saya akan jalan-jalan atau keluar rumah melakukan kegiatan apapun untuk menenangkan pikiran supaya saat ujian pikiran lebih segar dan otak tidak lelah.

 

  • Datang lebih awal. Awalnya tempat ujian saya di Rijswijk. Lalu CBR yang di Rijswijk menurut informasi yang saya dapat, terbakar. Penyebab kebakaran simpang siur. Tapi katanya dilempar peledak oleh salah satu peserta ujian praktek yang tidak lulus sampai 7x (duh jangan sampai ngulang sampai 7x). Lalu, ujian dipindah ke Barendrecht di Rotterdam. Perjalanan selama 1 jam. Saya datang setengah jam dari jadwal ujian. Lumayan bisa mengenali medan sebelum berperang.

 

  • Het zorgvuldig lezen en het goed begrijpen. Saat mengerjakan soal, baca dan pahami dengan baik pertanyaan dan jawabannya. Lumayan banyak pertanyaan yang menjebak. Meskipun harus hati-hati dalam membaca soal, jangan lupa dipertimbangkan masalah waktu. Ada batas waktu setiap bagiannya. Hafalkan dan pahami semua yang ada di buku juga soal-soal latihan. Angka-angka sampai komanya. Penting karena kita tidak tahu bagian mana dari materi yang keluar di ujian.

 

  • Konsumsi Coklat sebelum Ujian. Dari yang saya baca, coklat bersifat menenangkan. Jadi sebelum ujian, saya minum Chocomel haha. Ya lumayanlah bisa mensugesti diri sendiri supaya tenang.

 

  • Ujian teori ada 3 bagian :Gevaarherkenning: 25 vragen waarvan je er ten minste 13 goed moet beantwoorden. Di bagian ini, hanya boleh salah maksimal 12 pertanyaan. Saya salah 6.
    • Kennis: 12 vragen waarvan je er ten minste 10 goed moet beantwoorden. Bagian ini, boleh salah maksimal 2. Saya salah 1.
    • Inzicht: 28 vragen waarvan je er ten minste 25 goed moet beantwoorden. Bagian ini boleh salah maksimal 3. Saya salah 1.

 

  • Sertifikat kelulusan ujian teori berlaku selama 1.5 tahun. Artinya jika dalam waktu 1.5 tahun tidak lulus ujian praktek, maka harus mengulang ujian teori.

 

Saking bahagianya saya sekali ujian langsung lulus, begitu selesai langsung mengabarkan ke suami. Berita langsung beredar di keluarga. Saya mendapatkan ucapan bertubi dari seluruh keluarga. Mungkin berasa ajaib saya langsung lulus haha. Ponakan yang sedang belajar menyetir, lulus teori saat ujian kedua kali. Padahal saya lulus bukan karena keberuntungan tapi belajar penuh perjuangan. Dua intsruktur saya juga nggumun, karena murid-murid mereka biasanya setelah paling tidak 2-3 kali ujian teori baru lulus. Tetangga saya pun mengucapkan selamat dan mengirimkan bunga.

Bunga ucapan selamat dari suami dan tetangga
Bunga ucapan selamat dari suami dan tetangga

 

Berat ya perjalanan mendapatkan SIM di Belanda. Berat dan mahal. Ujian teori telah terlewati. Saatnya saya melanjutkan perjuangan menuju ujian praktek. Saya mencoba tidak menjadikan beban. Yang penting berusaha semakin baik setiap les. Semoga nanti ujian praktek juga bisa sekali lulus mengikuti jejak Yayang, Ratih, dan Anis. Doakan saya ya.

Semoga tulisan super panjang ini bisa bermanfaat buat yang akan ujian teori menyetir di Belanda dan semoga sukses ujiannya. Heel veel succes!

-9 Februari 2020-

11 thoughts on “Ujian Teori Mengemudi Mobil di Belanda

  1. Wah setelah lama ga cek blog, dan aku baru liat kabar gembira ini. Telat banget ya aku. Seneng banget baca blog ini dan selamat ya atas kelulusan ujian teorinya. Semoga ujian praktek juga lulus dalam sekali jalan ya.

    1. Terima kasih Geraldine. Iya ini setelah ujian tertunda gara2 Corona, mudah2an praktijkexamen nanti langsung lulus. Kamu juga ya 🙂

  2. Deny gefeliciteerd .
    Aku selain gembira bacanya juga ikut bangga lho.
    Samaaa, aku pun berkaca kaca waktu baca tulisan geslaagd di layar komputer, ga percaya bisa langsung lulus. Yes Deny kamu berhak bangga krn perjuangan mu begitu maksimal.
    Tinggal satu langkah lagi, ujian praktek di depan mata. Selamat berjuang kembali.
    Den, tulisan kamu lengkap banget sangat berguna untuk mereka yang akan atau sedang sibuk belajar nyetir.

    1. Yayang, terima kasih yaa. Sudah direpotin dengan banyak tanya awal2 dulu. Terima kasih juga, tulisanmu jadi inspirasiku buat lulus. Ga ada yg ga mungkin di dunia ini kan. Mudah2an aku mengikuti jejakmu Yang, langsung lulus pas ujian praktek. Biar ga lama2 les, mahal

  3. Selamat mbak, Saya malahan dulu pecat VBuuren karena instrukturnya terlalu galak. Lupa pencet tombol buat pasang handrem langsung diteriaki ,”mobil saya RUSAK disetir sama kamu”. Ya saya pecat ganti sama instruktur yang lebih rileks dan kenal semua examinator di CBR. Alhasil waktu ujian praktek examinator diajak ngobrol ngalor ngidul dan sayapun LULUS :))

    1. Terima kasihdan selamat juga ya dulu ujian prakteknya langsung lulus. Kalau boleh tahu Van Buuren yang cabang mana?
      Instruktur itu beneran kayak nyari jodoh ya, cocok2an haha. Untung banget aku ini dapat instruktur utama yg langsung cocok. Senang caranya ngajarin dan orangnya tenang. Jadi aku ga gampang panik juga. Lumayan ada progressnya. Kecuali yang bagian parkir haha itu masih PR besar.

      1. Dulu van Buuren cabang Den Haag. Kayaknya sudah pindah kantornya soalnya sekarang jadi toko bahan bangunan .

  4. Selamat, mbak! Aku masih belum berani kursus nyetir. Selain karena dulu pernah nabrak pot bunga dan bajaj (yang terakhir ini horor banget), aku juga masih belum merasa perlu. Masih banyak yang harus dikerjakan, les menyetir bukan prioritas penting sekarang ini. Semoga sukses ujian praktek ya!

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.