Cerita Seputar Lebaran 2018

CERITA LEBARAN

Tahun ini adalah lebaran keempat saya di tanah rantau, bersama keluarga kecil kami. Setiap mendekati lebaran, selalu ada rasa sedih karena jauh dari keluarga di Indonesia. Rindu suara takbir berkumandang di seluruh penjuru desa, rindu sholat Ied di tanah lapang dekat Masjid, rindu berkunjung ke sanak saudara dan tetangga, rindu pada almarhum Bapak, rindu pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah rindu memakan masakan khas keluarga di desa. Apapun itu, yang berhubungan dengan lebaran di kampung halaman, membuat saya rindu. Hanya satu yang tidak saya rindukan adalah : pertanyaan “kapan.” Apapun jenis pertanyaannya, kalau sudah didahului dengan “kapan”, sudah sejak lama akan saya jawab dengan sangat tegas. 

Lebaran tahun ini bertepatan dengan hari yang istimewa di keluarga kami. Sejak jauh hari sudah saya niatkan untuk masak yang istimewa, beda dengan hari-hari biasanya. Selain untuk menghadirkan suasana lebaran di rumah kami, juga untuk merayakan hari istimewa tersebut. Meskipun ini bukan masakan khas lebaran keluarga saya di Indonesia, tapi tetap minimal berbau lebaran. Terciptalah sate ayam, lontong, acar, rendang, lodeh manisah tahu tempe kacang panjang, telor bumbu petis, dan sambel goreng kentang pete. Semua saya masak sendiri dan dibantu suami yang mencuci peralatan masak, menyapu dan mengepel rumah. Semua kami kerjakan berdua. Supaya rumah bersih seperti akan menerima tamu selayaknya lebaran. Walaupun pada kenyataannya tahun ini tidak ada acara apapun di rumah. Tidak seperti lebaran tahun kemarin, rumah kami dikunjungi banyak kenalan dan teman

Sate manggang di oven. Prakyis, bisa disambi memasak lainnya
Sate manggang di oven. Praktis, bisa disambi memasak lainnya
Telor bumbu petis. Baru pertama kali ini bikin, tapi rasanya sama dengan yang biasa Ibu buat. Lumayan buat pemula *narsis masakan sendiri :))
Telor bumbu petis. Baru pertama kali ini bikin, tapi rasanya sama dengan yang biasa Ibu buat. Lumayan buat pemula *narsis masakan sendiri :))
Formasi lengkap menu lebaran
Formasi lengkap menu lebaran
Formasi lengkap menu lebaran
Formasi lengkap menu lebaran
Setelah saling bersilaturrahmi di piring
Setelah saling bersilaturrahmi di piring

Untuk berbagi kebahagiaan lebaran, kami hantarkan paket sate ayam (plus lontong, saus kacang, dan acar) ke para tetangga, Mama mertua (plus rendang) dan keluarga adik-adik suami (ipar-ipar saya). Mereka senang karena katanya rasanya enak dan kami gembira karena berbagi kesenangan dihari yang fitri dengan orang-orang di sini. Suamipun bisa makan sampai nambah berkali-kali. Lengkap sudah. Terbayar ruwetnya di dapur.

Tahun ini saya tidak bisa sholat Ied di Masjid Al Hikmah seperti tahun kemarin. Jika sesuai rencana, suami akan mengantarkan saya ke Masjid hari Jumat pagi karena sholat akan dimulai pukul 9 pagi. Tapi Jumat pagi rencana tidak bisa terlaksana karena kondisi yang tidak memungkinkan. Akhirnya saya sholat di rumah saja.

Meskipun tidak ada kerabat dan teman yang berkunjung ke rumah, dan tidak ada kue khas lebaran, tapi tidak mengurangi kebahagiaan dan syukur kami karena masih diberikan kesempatan merasakan lebaran tahun ini, sekeluarga, dalam keadaan yang sehat dan bahagia. Terima kasih juga untuk teman-teman yang mengucapkan selamat lebaran maupun mengirimkan kartu lebaran pada kami. Perhatian yang sangat berarti.

HALAL BIHALAL

Seminggu setelah lebaran, kami berkunjung ke rumah teman dekat saya yang berada di Provinsi Limburg, hampir dua jam berkendara dari rumah. Kunjungan kali ini dalam rangka kumpul teman, anggap saja halal bihalal. Kami sampai jam setengah tiga sore. Sebenarnya acara dimulai pukul 2 siang sampai 8 malam. Tetapi undangan yang sudah konfirmasi dua bulan sebelumnya bisa datang jam berapapun asal diantara waktu yang ditentukan. Ketika kami sampai, makanan sudah siap dan pemilik rumah sedang membakar sate lilit dan sate ayam. Ini juga bisa disebut pesta kebun karena tempatnya di kebun belakang rumah. Wah, acara tersebut benar-benar berlimpah makanan. Saking banyaknya makanan, sampai tidak bisa saya makan semua. Melebihi acara hajatan variasi makanannya. Lumbung yang ada dalam perut sudah terisi semua. Naga-naga yang ada dalam perut saya pesta pora. Meskipun acara ini bukan potluck karena makanan disediakan semua oleh pemilik rumah, tetapi saya terbiasa membawa makanan. Apapun yang kira-kira saya mood memasaknya. Kali ini saya membawa lumpia isi rebung, wortel, dan tahu. Ini lumpia andalan saya. Gampang membuatnya. Undangan yang datang lainnya juga rata-rata membawa makanan. Makin berlimpah ruahlah makanan yang ada di sana.

Lumpia yang saya bawa
Lumpia yang saya bawa
Glekk banget kan ini. Sate lilit, ayam betutu, lontong, telur balado, sambel matah. Foto pinjam dari tuan rumah
Glekk banget kan ini. Sate lilit, ayam betutu, lontong, telur balado, sambel matah. Foto pinjam dari tuan rumah
Foto pinjam dari tuan rumah
Foto pinjam dari tuan rumah

Sate lilit

Tidak semua makanan saya foto saking banyaknya. Saya fokus makan. Diantara semua makanan yang ada, favorit saya dua di bawah ini. Soto Madura dan Bakso. Soto Maduranya super lekker! Teman saya si pemilik hajat yang masak Soto Madura ini. Isinya segala macam jerohan komplit. Gajih pun bertebaran memenuhi panci. Baksonya wenaakk, pentolnya krenyes-krenyes. Mengingatkan akan bakso kristus raja di Surabaya (siapa pernah makan di sini?)

Soto Madura isi daging dan jeroan
Soto Madura isi daging dan jeroan
Bakso Super lekker!
Bakso Super lekker!

Ada pecel dan urapan juga. Perut saya sudah tak mampu menampung semuanya. Seperti biasa, sebelum pulang, bungkus membungkus pun jadi semacam tradisi kalau ada acara semacam ini. Dan tuan rumahpun sudah menyiapkan makanan ekstra untuk bisa dibungkus. Karena bungkusan inilah, saya tidak usah masak selama dua hari. Saking banyaknya makanan yang bisa dibawa pulang. Saya juga bisa sarapan seperti di Indonesia. Sarapan gorengan haha! Itupun ketika kami pulang sekitar jam setengah tujuh malam, ada undangan datang bawa bebek oven segede gaban. Makanan datang seperti air bah, tidak berhenti.

Sarapan saya, yang bagian gorengannya saja haha. Kapan lagi bisa sarapan seperti di Indonesia. Sarapan gorengan
Sarapan saya, yang bagian gorengannya saja haha. Kapan lagi bisa sarapan seperti di Indonesia. Sarapan gorengan

Kami pulang dengan perasaan yang riang gembira. Bukan hanya karena makanan yang berlimpah ruah, tetapi juga bisa bertemu beberapa teman dekat dan berkenalan dengan orang-orang yang baru. Saking terlalu fokus dengan makanan, sampai tidak sempat menggosip. Biasanya kalau ada acara kumpul-kumpul di Belanda ini, kental dengan dunia pergosipan. Mulut sibuk ngunyah, makanya ga sempat dipakai buat nggosip.

Oh ada satu cerita. Jadi diantara tamu undangan, ada satu orang yang saya kenal karena sudah beberapa kali bertemu sebelumnya. Sebut saja Mbak. Mbak orangnya baik. Terakhir ketemu Januari tahun lalu. Nah Mbak datangnya satu jam setelah saya. Waktu Mbak datang, posisi saya berdiri membelakangi dia dan sedang mengunyah sate lilit. Waktu dia mendekat, saya dengar suaranya. Lalu saya balik badan. Mbak lihat saya lalu, “Deny, kamu hamil yaa. Wah Selamat!!,” dengan raut muka sumringah. Karena mulut saya masih penuh, saya telan dulu makanan yang dalam mulut sambil mbatin, “untung mulut lagi ngunyah, kalau ga, tak kunyah pisan lho Mbak.” Kemudian saya jawab, “Nggak Mbak, aku lagi ga hamil sekarang. Memang badan lagi melebar ke mana-mana. Perut juga show off kayak gini. Jadi kayak orang hamil ya.” Mbak lalu jawab, “Oh maaf ya Deny sudah membuat kamu ga nyaman dengan omonganku.” Selalu ada cerita disetiap acara.

Sebelum tulisan ini diakhiri, saya mau pamer rawon. Lama tidak masak rawon, sekalinya masak yang prosesnya agak perjuangan juga (musti ngerendem kacang hijau dulu supaya numbuh jadi kecambah pendek, bikin telor asin), begitu makan duh rasanya terharu sendiri. Suami sampai nambah tiga kali *mas, doyan opo kelaparan :)))

Rawon komplit
Rawon komplit
Blendrang Soto Madura yang tinggal kenangan
Blendrang Soto Madura yang tinggal kenangan

Inilah cerita lebaran dari tanah rantau. Semoga suatu hari entah kapan, kami bisa merasakan lebaran bersama keluarga di Indonesia. Menabung keyakinan semoga suatu saat jadi nyata.
Mohon maaf lahir batin, semoga kita dipertemukan dengan Ramadan dan Lebaran tahun-tahun selanjutnya dengan amalan dan ibadah yang lebih baik.

-Nootdorp, 25 Juni 2018-

38 thoughts on “Cerita Seputar Lebaran 2018

  1. hello mba denny boleh kah saya menanyakan sesuatu?
    Saya kemaren bikn bisa visiting family or friend tapi saya lupa untuk foto copy surat undangan tersebut apakah itu nanti di tanyakan di imigrasi?
    Dan apakah itu bukan maslh besar?
    Mohonjawabanya mba?
    Karena pengalaman saya oertama kali ke belgia. Terimakasih mba☺️

  2. Huaaaaa.. asik semua makanannya Den.. aku ikutan ngiler aja liatnya.. di Blenheim, ada yang open house, lumayan deh terobati makan opor ayam, rendang, sambal goreng.. hihi..
    Maap lahir batin ya, Deny.. #udahlewatjauhnihhhh

    1. Aku paling suka tuh open house. Makan lengkap tanpa harus masak sendiri hahaha.

      Makasih Inly ucapannya 🙂

  3. terima kasih telah memajang foto gedaay geday banget, mba deni wkwk.. jadi ngiler nih tumpah2

    mohon maaf lahir batin ya mba, alhamdulillah selalu ada syukur di saat rindu pulang ke kampung halaman

    1. Kalau ngiler sampai tumpah2 di sana masih enak banyak warung dan restauran, jadi tinggal beli heheh

      Maaf lahir batin juga yaa buatmu. Syukur selalu bisa menentramkan hati

  4. Maaf lahir batin ya, Deny dan Mas Ewald..Plus cuma mau ngasih tahu kalo Deny berhasil bikin aku ngiler dengan foto-foto makanannya dan langsung bercita-cita mau makan sate Padang buat makan malam 😀

    1. Terima kasih Inong ucapannya. Maaf lahir batin juga yaa buatmu. Baca sate padang sekarang jadi aku yang kepengen hahaha

  5. Mbak Deny, maaf lahir batin yaaa. Senang sekali deh ya bisa kumpul dengan teman-teman walau jauh dari keluarga. Makanannya juga enak banget hihi.

    1. Aggy. Maaf juga yaaa selama berinteraksi di dunia maya kalau ada khilaf kata. Semoga kamu selalu sehat sekeluarga

  6. Awwww aku malah paling ngiler liat lumpia rebung bawaanmu, yg ke dua samba matahnya. Jadi ngeri mo nanya…. Kapan aku bisa nyoba lumpia rebungmu?
    Langsung kabur takut disambit gara gara nanya kapan, sebelum kabur mo bilang …..
    Mohon maaf lahir bathin Den

    1. Hahahaha boleh lah Yang nanti kalau kita jadwal ketemuan aku bawakan lumpia rebung engan syarat ga males bikinnya haha. Maaf lahir batin juga Yang

  7. waaaaaaaaaa ngiler…..

    btw bakso kristus raja emang jagoan…. nyam nyam.. aku kan juga ngajar di unesa jalan teratai dkt stadion, jadi ya kalau nunggu bemo mlipir ke kristus raja.. apa ambengan.. hahaha luk.. mlipir opo mlipir iku… hahaha…

    1. Waahh Toss!! tapi aku mbiyen ga isok sering2 tuku soale larang kan untuk ukuran anak kos SMA. Jadi kalau ada duit lebih bulanan. Ah engko lek nang Sby tak mampir. Kangen.

  8. Wow makanannya enakk semua.
    Gak diragukan lagi niat dan rajinnya Mbak Deny dalam hal memasak
    Sejak masih single sampe sekarang, pertanyaan ‘kapan’ selalu saya tanggapi santai sambil cengengesan. Dulu, kapan lulus kuliah? Lanjut kapan nikah? Sekarang, kapan Teona punya adik? Karena berikut-berikutnya akan ada ‘kapan’ lainnya. Mau keluarga / teman tak tanggapi gak serius, wis yang penting realisasinya.
    Btw, suara takbir tiap idul fitri dan idul adha buatku rasanya mengguncang hati.

    1. Sebenarnya masak gitu juga mengalihkan perhatian biar ga sedih2 banget Frany. Kalau dibuat masak gitu, hatiku langsung gembira. Asalkan suami yang nyuci peralatan masaknya haha.
      pertanyaan kapan buatku ga bisa kalau kutanggapi sekilas lalu. Membuatku tidak nyaman. Makanya mending aku tegaskan. Bahkan ketika orangtuaku yang bertanya. Supaya dikemudian hari tidak terlontarkan lagi pertanyaan yang sama.

  9. maaf lahir batin mb deen ^^

    pertanyaan makin gencar taun ini, tapi titin udh keketawaan dan bikin wacana. doain habis lebaran yaa..
    dan mereka sepertinya percaya.. demoga beneran jd doa dan terkabul hihi 😀

    1. Hai Tin, maaf lahir batin juga. Tin, kamu tinggalnya di Jakarta kah?
      Seperti yang aku bilang sebelumnya, kalau kamu merasa pertanyaan itu membuatmu ga nyaman, bilang saja terus terang.

  10. wuih keren mbak masaknya banyak 😀
    aku aja cuma sempet bikin kue kering. perbolu2an gak sempet karena gak kekejar 😀
    apalagi bikin hidangan lebaran 😀
    padahal pengen bikin martabak tahu 😀

    1. Nah, aku ga bisa bikin kue2 kering gitu Mayang. Banyak malesnya. Ga telaten. Mau pesen juga males karena kami ga terlalu suka. Di Padang pasti hidangan lebarannya menggiurkan semua.

    1. Hahaha pertanyaan kapan yang kreatif Mbak.
      Iyaa, seru dan senang. Rasa senangnya terbawa sampai keesokan harinya

  11. ada keseruan di setiap moment di manapun, kalo yang di negeri sendiri kadang bosan juga berulang ulang melakukan hal yang sama, tapi mmg paling enak kalau lebaran di negeri sendiri.. Minal Aidzin wal faidzin ya dari kami buat keluarga kecil kalian. 🙂

    1. Maaf lahir batin ya Siti buatmu juga. Iya, kata pepatah kan apapun yang terjadi di negeri sendiri, lebih enak dibandingkan tinggal di negara orang.

        1. Nggak tertarik bikin Vlog Siti. Lebih ke arah Privasi. Btw, bagaimana kabarmu sekeluarga? Lama nih ga nulis blog. Semoga baik2 dan sehat2 semua yaaa

          1. Alhamdulilah habis liburan 2 jilid + kerjaan menumpuk ampun deh.. butuh asisten kayaknya urus blog n vlog… semoga bisa pindah ke makassar tahun ini…

  12. Ngilerrr maksimaalll… Iku pesta di Limburg kayak hajatan kawinan ya, banyaaak banget makanannya. Aku mau berkunjung ke Den Haag demi rawonmu deh Den.
    Selamat lebaran ya Den, mohon maaf lahir batin – edisi blog.
    Aku ga sempet masak banyak tahun ini, cuma rendang dan sayur nangka yang gagal maning, karena besoknya ikutan parade. Jadi taun ini alih-alih Eid dinner party malah sibuk pasang glitter sana-sini 😀

    1. Wiihhh memang lho kayak hajatan kawinan. Pasang payung gede dua biji (apa itu namanya ya payung gede banget). Halaman belakangnya luas pula. Duh makanannya ngalah2in orang hajatan, saking banyaknya dan enak2. Makanya aku ketagihan, minta yang punya hajatan ngadain lagi tahun depan hahaha kurang ajar ini namanya.
      Hahaha edisi blog. Maaf lahir batin lagi ya Dit.
      Btw, rendangku itu sebenarnya lebih tepat disebut semur daging hahaha. Ga seberapa berhasil. Kuahnya keenceran, dagingnya sudah empuk banget. Ah ya sudahlah, yang penting makan haha.
      Aku mbayangin pasang glitter sana sini

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.