Membalas Komentar di Blog

Ini postingan pendek selingan karena sebenarnya saya sedang menulis tentang liburan kami awal bulan ini, trus mendadak saya mengantuk lalu males meneruskan. Jadi daripada nanggung sudah buka laptop, mending sekarang posting yang pendek-pendek saja tentang membalas komentar di Blog.

Sejak punya blog ini yang ditulis berdua dengan suami (pada awalnya, sekarang sih saya sendiri yang nulis. Berasa blog milik sendiri meskipun dia yang bayar haha), saya berkomitmen untuk membalas setiap komentar yang masuk yang berkaitan dengan setiap postingan yang kami tulis. Kenapa seperti itu? Saya mikirnya mereka yang sudah meninggalkan komentar, pada umumnya sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan dan meluangkan waktu untuk menulis komentar. Kalau saya tidak membalas komentar, rasanya kok ya seperti tidak menghargai. Apalagi setelah kenal dengan Mas Cumi Lebay Almarhum, Beliau selalu bilang, sempatkanlah untuk membalas komentar yang masuk karena mereka yang memberikan komentar sesungguhnya sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mengetikkan komentar. Jadi mereka ada rasa dihargai. Mas Cumi yang blogger kondang saja atau Noni yang banyak pengikut blognya pasti membalas setiap komentar yang masuk, saya yang blogger anak kemarin sore masa iya sok-sok an tidak membalas komentar yang tidak terlalu banyak. Lagipula saya memang senang membalas komentar jadi tahu sudut pandang sesama blogger atau siapapun yang membaca terhadap tulisan kami. Kadang jadi bisa berdiskusi juga ataupun ada masukan dan ide baru. Jadi seru.

Hal tersebut kembali kepada kebijakan masing-masing pemilik blog ya. Kalau saya, memang sebisa mungkin pasti akan membalas setiap komentar yang masuk karena selama ini komentar yang spam secara otomatis masuk ke folder spam. Blog kami juga tanpa melalui moderasi jika ingin memberikan komentar. Alasannya sederhana : saya malas untuk memoderasi, tidak mau membuat pekerjaan di blog makin bertambah. Toh selama ini komentar yang masuk tidak terlalu banyak yang aneh (mungkin karena yang saya tulispun topik yang tidak aneh-aneh). Ada beberapa yang tidak sreg di hati, ya tetap saya tanggapi sesuai apa komentarnya. Dan kalau tanpa moderasi juga enak buat yang komentar, karena bisa saling membaca komentar yang sudah masuk. Apalagi saya ini kan lama sekali kalau balas komentar yang masuk. Harus duduk depan laptop baru bisa balas. Saya tidak membiasakan diri untuk melihat layar Hp terlalu lama. Apalagi kalau siang hari, saya batasi sekali berinteraksi dengan Hp kecuali benar2 sangat senggang sekali. Waktu luang saya diatas jam 7 malam, baru saya nikmati dengan Hp atau media sosial atau membaca buku. Tergantung mana yang sreg ingin saya lakukan. Pengennya sih ada tukang pijat ya, leyeh-leyeh sambil dipijat.

Dari sekian tulisan di blog, ada satu tulisan yang memang sengaja komentar-komentar yang masuk tidak saya balas karena setelah saya baca secara keseluruhan, komentar yang ada di sana lebih mengarah ke opini pribadi tentang apa yang akan mereka lakukan berdasarkan isi postingan tersebut. Jadi karena terlalu subyektif, lebih baik saya tidak balas. Hanya komentar punya Dita yang saya balas karena ada nama idola kami bersama. Anthony Bourdain. Postingan yang saya maksud bisa dibaca di sini yang intinya berisi pendapat saya tentang kesepakatan dengan suami untuk sangat meminimalisir -bahkan kalau bisa, tidak- memposting foto anak di media sosial sampai mereka bisa berpendapat sendiri mau atau tidak fotonya ditaruh di media sosial milik orangtuanya.

Buat rekan blogger atau siapapun yang sudah membaca blog kami dan sudah meluangkan waktunya untuk menuliskan komentar atau menanggapi isi tulisan, saya ucapkan terima kasih. Apalagi mungkin agak sulit ya menulis komentar di blog kami ini entah karena kendala teknis. Saya sebisa mungkin akan membalas komentar yang masuk. Maaf kalau misalkan ada yang kelewatan. Mungkin mata saya sedang siwer. Kalau komentarnya tidak muncul, mungkin masuk spam dan saya memang biasanya akan mengecek folder spam lalu mengeluarkan pada kolom komentar. Kalau jawabnya lama, mohon pengertian juga. Maklum di sini harus membagi badan dan pikiran serta waktu untuk mengerjakan antara hobi menulis dan membaca dengan pekerjaan dalam dunia nyata yang hanya dikerjakan berdua dengan suami. Jadi setelah pekerjaan selesai, baru bisa nyaman duduk depan laptop membalas komentar. Sebisa mungkin akan saya balas. Menulis adalah hobi saya, jadi selama saya masih bernafas, saya akan terus menulis blog. Syukur-syukur suatu hari nanti ada kesempatan untuk menulis buku lagi.

Yuk tetap semangat menulis di blog!

Kalau kamu bagaimana dengan kebijakan membalas komentar di blogmu?

-Nootdorp, 16 Juli 2018-

26 thoughts on “Membalas Komentar di Blog

  1. Aku juga selalu sempatkan balas Den. Btw aku jarang ninggali komen di postinganmu meskipun aslinya pengen krn kalau lewat App entah kenapa blogmu gak bisa langsung kebuka, harus lari ke browser dulu trus musti login sedangkan aku lupa passwordku hihi… Kalau dari computer kayak sekarang sih gak perlu ngisi2 password lagi.

    1. Toss Beth, soale sing komen sitik. Lek ga mbales kok rasane mekitik haha.
      Iya, ga bisa dibuka di WP reader. Suwun ya Beth wes komen 🙂

  2. sama mbak aku juga kalo ada yang komen pasti aku bales. trus dulu komen dimoderasi, skrg enggak. soalnya kasian yg komen. kadang mereka baru pertama kali komen di blog. gak ngerti sama moderasi2an. dikira komennya gak masuk, trus ngulang komen berkali2

    1. Toss Mayang. Menghargai yang komen ya.
      Iya kalau dimoderasi tuh suka ngebatin ini komen masuk apa nggak.

  3. Aku #teambalaskomen Deny.. tapi.. tetep ya ada tapinya :)). Pernah sih beberapa postingan yang komennya tak berbalas, biasanya karena aku menunda2. Habis itu lupaaaa.. dan pas mau dibalesin kaya udah ilang aja momentnya. Atau, yaa gitulah.. blog aku tinggalin begitu aja alias hibernasi (hibernasi kok bolak balik). Jadi tak berbalas deh…

    1. Toss Dil. Senang ya mbalesi komen. Kayak interaksinya hidup. Selain itu rasanya kayak menghargai yang komen sudah menyempatkan waktu buat ngetik dan baca.
      Hibernasi kok hobi :)) Habis ini hibernasi lagi setelah melahirkan

  4. Aku biasanya balas komen dr app di HP den, soalnya jarang buka laptop dan di kantor nggak buka juga. Kmrn itu appnya rusak makanya skrg baru bisa komen2 lagi juga, tp blognya ditutup dl sementara

    1. Komen di blog kami juga ada beberapa yang masuk spam. Karena aku kalau balas komen selalu dari laptop, jadi ketahuan kalau ada yang masuk spam. Jadi bisa langsung dikeluarkan kalau memang bukan spam

  5. Hello den… Kangennnn

    Balas komen suka nunda2 trus kadang lupa… Paa mau dibales kek dah basi. Hehehe blagu ya pdhl blogger abal2… Lol

    1. Kangen Jugaaaa 🙂 Ah kamu Jo, ga berasa dikangenin. Makanya setelah ini sering2 nulis ya. Biar makin meriah dunia blogger (((dunia blogger)))

  6. ah aku seneng banget kalau ada yg komen di blogku, baca komen di blog orang juga suka, rame kaya diskusi kan.. jadi aku usahakan untuk selalu membalas komen..

    1. Toss!!
      Akupun seneng bales2in komen. Rasanya kayak diskusi gitu. Mikir juga, berasa wah yang komen sudah nyempetin baca postingan dan nyempetin buat komentar. Jadi rasanya pengen menhargai dengan membalas komentarnya.

  7. Kalo aku karena blog receh dan yang komen sedikit, ya pasti tiap komen masuk kubalas. Kalau ada yang gak kebalas, biasanya karena jawaban untuk komennya sama persis dengan komentator sebelumnya, jadi ndak perlu ketik ulang. Atau bisa jadi kelewat, jadi ndak kebalas hehe. Oh ya aku pake sistem moderasi juga sih, biar bisa nyaring mana komentar yang beneran mau komen, sama yang blog geje yg cuma ninggalin komen “nice info gan”

    1. Haha Mbak, samalah kita. Blog yang penting wadah buat nulis. Ada yang baca syukur, ada yang komen Alhamdulillah. Makanya selalu nyempetin balas kalau ada yang komen. Mikirnya “Syukur2 nih ada yang komen” haha.
      Owalah, ada yang ninggalin komen gitu ya. Aku belum pernah dapat komen “nice info gan” haha. Mudah2an ga sih. Tapi kalau komen nawarin pinjaman Bank, sering. Untungnya otomatis masuk Spam yang begitu.

    1. Toss sama. Ga masalah blog ecek2 atau blog yang bagaimanapun. Yang penting tetap nulis. terima kasih ya selalu komentar

  8. Kalo aku usahain buat bales komentar di blog, selagi yang kommentarnya masih sedikit. Ya, aku juga jadi tau sudut padang orang lain yang baca tulisannku.

  9. Sama sih Mba. Diusahain dibales semua karena ya cuma dikit ini yang komen on a serious note, pun karena menghargai yang komen, sudah meluangkan waktu mampir dan ngetik. Juga sekaligus bisa interaksi sama temen2 blog.

    Anyway asli Mba Noni panutanku juga, semua komen pasti dibales sama beliau. Padahal yang komen buanyaaak banget. Salut.

    1. Iya Ata, aku lihat Noni yang blogger senior dan banyak followernya aja selalu balas komentar. Makanya aku banyak belajar dari Noni dan mas Cumi Lebay. Dan juga seperti yang kamu bilang, menghargai mereka yang sudah meluangkan waktu mengetik dan baca tulisan kita.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.