Mari Berbincang Tentang Makanan

Topik makanan selalu membuat mata saya berbinar-binar. Program televisi di Belanda yang tidak pernah absen (kecuali sedang tidak di rumah dan kecuali pada saat TV rusak) saya tonton adalah 24 kitchen. Obrolan tentang makanan juga langsung membuat hati saya berbunga-bunga. Entahlah, apapun yang berhubungan dengan makanan, selalu menarik minat saya. Maklum, doyan makan.

Saya suka masak, sejak kecil. Pernah saya tulis di sini tentang karier memasak (haha judulnya sok iyes). Saya semakin suka dan belajar banyak hal baru tentang makanan, sejak di Belanda. Meskipun levelnya masih begitu-begitu saja, tapi minimal ada masakan baru yang saya coba. Keluar dari comfort zone. Mayoritas memang masakan Indonesia, karena semua di sini suka. Saya kalau masak jarang sekali dipisah. Jadi satu masakan untuk semua di rumah. Kecuali kalau saya ingin makan yang ekstrim seperti ceker mercon, ya itu untuk saya sendiri. Karena yang lainnya tidak suka.

Tidak berpanjang lebar, saya mau pamer foto dokumentasi pribadi tentang makanan yang akhir-akhir ini saya masak sekaligus beberapa makanan yang pertama kali saya buat.

  • COMFORT FOOD

Definisi comfort food yang saya adopsi adalah makanan yang berhubungan dengan memori masa lalu, makanan yang disukai seluruh keluarga, dan makanan yang membuat perasaan bahagia.

  • SOP IKAN BATAM

Sewaktu kerja di Jakarta, saya senang sekali makan Sop Ikan Batam. Biasanya saya makan yang di dekat Seafood Ayu, Artha Gading. Awalnya Pak Lek yang mengajak makan di sini. Setelahnya saya malah jadi doyan. Sop Ikan Batam makan pake irisan cabe rawit dan kecap asin

Sop Ikan Batam makan pake irisan cabe rawit dan kecap asin

Jika cuaca sudah mulai dingin seperti saat ini, salah satu menu andalan adalah yang berkuah. Sop Ikan Batam ini selain sehat (karena Ikan ya) juga bisa menghangatkan badan. Membuatnya pun gampang, tinggal cemplang cemplung saja.

  • MIE AYAM

Pada dasarnya saya memang suka makan Mie. Apalagi kalau dimakan lauknya nasi putih haha. Nah, mie ayam apalagi, saya suka sekali. Saya levelnya masih belum mencoba membuat mie sendiri. Jadi masih memakai mie basah yang dijual di supermarket Asia. Kalau sudah waktunya memungkinkan (baca : tidak malas), ingin mencoba membuat mie sendiri. Inilah mie ayam jamur yang sering saya buat di rumah. Mie Ayam Jamur buatan sendiri

Mie Ayam Jamur buatan sendiri

  • SUP LABU KUNING

Musim gugur, waktunye sering-sering membuat Sup Labu Kuning. Kalau di Belanda namanya Pompoensoep. Ini sup super gampang. Bahannya hanya bawang bombay, jahe, bawang putih, labu kuning, santan (atau bisa diganti yang sejenis). Itu saja, tidak usah diberi garam. Disajikan dengan daun ketumbar (jika suka) dan bisa dimakan menggunakan roti. Yumm!

Pompoensoep

Pompoensoep

  • BAKSO

Bakso ini sudah jadi makanan sejuta umat ya dan pastinya masuk kategori comfort food. Kalau bakso saya sering bikin sendiri meskipun pentolnya akhir-akhir ini selalu beli di Rurie.

  • RAWON

Rawon ini juga jadi comfort food di ruman karena semua suka. Memasak rawon selalu mengingatkan saya akan masa kecil yang selalu suka jika Ibu masak rawon kacang panjang dan labu siem. Sampai saat ini pun kalau memasak rawon, selalu saya pakai kacang panjang dan Kohlrabi (sebagai pengganti labu siem). Telor asin dan kacang pendeknya pun saya membuat sendiri.

Rawon daging plus kacang panjang dan kohlrabi
Rawon daging plus kacang panjang dan kohlrabi

  • SOTO AYAM

Wah kalau ini favorit di rumah. Saya selalu membuat bumbu rawon dan soto ayam dalam jumlah banyak lalu saya takar perporsi. Saya simpan di freezer, jadi kalau butuh tinggal ambil saja dari freezer. Ini salah satu cara saya supaya tidak terlalu lama ruwet di dapur. Karenanya saya selalu bilang, Soto dan Rawon adalah masakan paling gampang karena bumbunya sudah saya stok.

Soto Ayam

Soto Ayam

  • PECEL

Sering saya kangen sarapan pecel. Lalu jadi berpikir apa perut masih kuat sarapan dengan porsi banyak. Kalau saya kangen makan pecel, ya tidak ada jalan selain membuat sendiri. Pecelan menggunakan daun kenikir dan kemangi, tiada duanya. Kalau makan ini, kelar! Lupa daratan haha. Yang paling saya suka pecel tumpang. Biasanya saya makan kalau sedang ke rumah Mbah yang di Nganjuk. Di sini saya beberapa kali membuat sambel tumpang sendiri kalau sedang ada tempe busuk. Suami doyan sekali dengan pecel sambel tumpang.

Pecel kenikir, kembang turi, kemangi
Pecel kenikir, kembang turi, kemangi

Sebenarnya banyak ya comfort food di keluarga kami. Saya tuliskan beberapa saja. Kalau dituliskan semua bisa jadi satu buku.

  • MAKANAN PERTAMA KALI DIBUAT

Beberapa waktu terakhir, ada makanan-makanan yang pertama kali saya buat. Ini kisaran 1 bulan terakhir. Berawal dari rasa penasaran, lalu mencoba buat. Ternyata tidak sesusah yang dibayangkan.

    MARTABAK TELOR

Biasanya saya membuat martabak telor menggunakan kulit lumpia. Dulu pernah membuat dengan membuat sendiri kulitnya dan berhasil. Beberapa hari lalu, saya mencoba membuat lagi dan masih berhasil. Lumayan, satu resep bisa dapat banyak martabak telor. Kalau beli, satu porsi di sini €8.5. Jadi kalau mau puas, ya membuat sendiri, selain irit kan. Selain sebagai camilan, martabak telor juga saya makan sebagai lauk bersama nasi putih. Resep martabak telor (dan kulitnya) saya lihat dari blog Mbak Yoyen.

Martabak Telor ala Deny
Martabak Telor ala Deny

    RISOLES

Pertama membuat risoles dulu saat bantu Rurie. Lalu saya mikir, duh ribet sekali bikin kulitnya. Itu 4 tahun lalu. Beberapa waktu lalu, karena ada acara di rumah dan mengundang seluruh keluarga, saya jadi terpikir untuk membuat risoles. Penasaran juga sih sebenarnya. Saya nyontek resepnya William Gozali di YouTube. Setelah dijalani, ya tidak terlalu ribet juga. Untuk satu resep, jadi 20 risoles. Saya membuat risoles yang gampang saja, isi daging asap, telor, dan saus mayo. Ala Makcik gitu (duh kangen risoles Makcik). Saya sandingkan risoles dengan lumpia rebung dan kue lumpur. Semua saya buat sendiri. Ludes, semua doyan. Senang tukang masaknya.

Lumpia rebung, risoles, dan kue lumpur kentang
Lumpia rebung, risoles, dan kue lumpur kentang

Begitulah cerita saya seputar makanan. Menuliskannya sudah membuat hati bahagia. Apalagi makannya ya kan haha. Maklum, saya memang doyan makan. Satu lagi sebenarnya masakan yang favorit di keluarga, yaitu nasi kuning. Namun karena printilan nasi kuning banyak, jadi saya tidak sering membuat. Saya sering bagikan nasi kuning ke para tetangga. Kalau ada acara-acara tertentu seperti syukuran, saya membuat tumpeng meskipun bentuk tumpengnya acakadut karena tidak punya cetakan khusus, jadi diakali menggunakan karton.

Tumpeng syukuran
Tumpeng syukuran

-20 November 2019-

2 thoughts on “Mari Berbincang Tentang Makanan

  1. Aaaah seneng sekali baca soal makanan-makanan gini, jadi semangat untuk makin rajin masak. Ya ampun itu pentolnya alus banget Den. Looks nice! Cetakan tumpeng aku sampai punya empat ukuran gara-gara hobi bikin tumpeng Den, LOL.

    1. Hahaha iya Ail. Suhu mulai minus, jadi posting tentang makanan saja biar semangat. Pentolnya pesen di juragan bakso di sini. Dia bikin pake mesin gede.
      Iya nih karena keseringan bikin tumpeng, jadi pengen beli cetakan. Biar ga habis kartonku buat cetakan alakadar.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.