Berkunjung ke Pusat Kota Gouda

Jika mendengar kata Gouda, apa yang ada dipikiran? Yap, Keju! Meskipun bukan penyuka keju, tetapi sejak tinggal di Indonesia saya sudah familiar dengan Gouda karena saat menyusuri lorong susu dan keju di supermarket, keju Gouda dengan mudah dapat ditemukan. Di Belanda, tiga kota penghasil keju yang terkenal adalah Gouda, Edam, dan Alkmaar. Gouda menyumbang sekitar 60% produksi keju di Belanda. Meskipun Gouda lekat dengan keju, sesungguhnya ada sisi menarik lain dari kota Gouda. Ketika berkunjung ke pusat kota Gouda, maka akan terlihat beberapa bangunan bersejarah dengan bentuk yang menawan, kanal dengan undakan, maupun taman disudut kota.

Balai Kota (Stadhuis) Gouda
Balai Kota (Stadhuis) Gouda

Gouda terletak diprovinsi Zuid Holland. Selain terkenal dengan keju, kota ini juga dikenal sebagai penghasil stroopwafel dan lilin. Ada beberapa acara terkenal di Gouda yang seringkali menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung, salah satunya adalah Pasar Keju Gouda. Pada awal April sampai akhir Agustus setiap tahun, tepatnya hari kamis pukul 10.00 – 12.30 salah satu pasar keju tradisional di Belanda digelar di Gouda. Kenapa disebut tradisional? Karena petani membawa langsung keju ke pasarΒ (yang terletak disekitar Stadhuis) dengan menggunakan gerobak yang disebut brik, proses uji kualitas, ditimbang digedung timbang, diberi harga, kemudian dijual. Menyenangkan jika berada dipasar seperti ini adalah bisa mencicipi keju secara gratis. Sayang sekali tahun kemarin saya tidak bisa menyaksikan secara langsung pasar keju ini karena hari dan jamnya bertepatan dengan saya sekolah. Beruntungnya saya mendapatkan salah satu foto dari Rurie.

Pasar Keju Gouda
Pasar Keju Gouda. Foto : Rurie

Saya mengenal Rurie dari Melly yang tinggal di Jerman. Beruntung akhirnya saya kenal dengan Rurie, jadi punya alasan untuk berkunjung ke Gouda. Maklum, Gouda dan Den Haag jaraknya tidak terlalu jauh, secara psikologis biasanya kalau tempat yang dekat dikunjunginya menyusul dikemudian hari, justru tempat yang jauh didatangi lebih dahulu. Rurie punya usaha katering spesialis makanan Indonesia bernama Kios Kana. Kios Kana ini menerima pesanan dan pengiriman dari dan ke seluruh Eropa. Saya beberapa kali pesan ke Kios Kana untuk makanan yang tidak bisa (belum bisa lebih tepatnya) saya buat sendiri, contohnya baso ikan, ikan asin, cumi asin, pempek, dan lumpia semarang isi tahu. Saya ketagihan dengan Ikan asin dan cumi asin buatannya, oh iya baso ikannya juga enak sekali. Kios Kana ini kios serba ada, tidak hanya menyediakan beragam masakan Indonesia, tetapi juga beberapa barang atau bumbu yang berhubungan dengan Indonesia, semuanya (diusahakan) ada. Selain usaha Katering, Rurie juga seorang fotografer dan mempunyai usaha fotografi bernama Rurie van Sark Photography.

Saya kerumah Rurie dalam rangka menjaga putrinya yang masih bayi. Akhirnya Rurie mengajak saya untuk berkeliling ke pusat kota Gouda. Karena saat itu cuaca sedang panas dan bertepatan dengan bulan Ramadan yang 19 jam jadinya saya tidak mau uji nyali berkeliling terlalu lama, menghemat energi menuju buka puasa jam 10 malam. Beberapa tempat dibawah ini yang saya datangi :

De Waag atau gedung timbang selain menjadi tempat untuk penimbangan keju ketika pasar keju dilaksanakan, juga berfungsi sebagai museum keju dan beberapa kerajinan tangan dipajang disana.

De Waag
De Waag
Timbangan Keju
Timbangan Keju
Keju Gouda
Keju Gouda

 

Salah satu sudut De Waag
Salah satu sudut De Waag

Balai kota atau dalam bahasa Belanda adalah Stadhuis selain menjadi tempat kantor pemerintahan juga sebagai pelaksanaan pernikahan. Stadhuis Gouda ini dibangun pada tahun 1450. Pada saat saya sedang kesana, sedang berlangsung satu pernikahan.

Stadhuis Gouda
Stadhuis Gouda
Stadhuis dimalam hari. Foto : Rurie
Stadhuis dimalam hari. Foto : Rurie

Sint Janskerk adalah adalah gereja dengan tinggi 123meter yang menjadikan gereja tertinggi di Belanda dan terkenal didunia karena kemegahan 72 jendela kaca patri.Gereja ini pernah mengalami kebakaran hebat pada tahun 1552.

Sint Janskerk
Sint Janskerk
Bagian dalam Sint Janskerk. Sumber : http://www.sintjan.com/
Bagian dalam Sint Janskerk. Sumber : http://www.sintjan.com/

Selain bangunannya, taman dan kanal-kanal di Gouda juga sangat menarik. Berjalan diseputar pusat kota (centrum) Gouda tidak akan membosankan Saya lupa untuk memotret pusat perbelanjaan di Gouda.

Kanal di Gouda
Kanal di Gouda
Salah satu taman di Gouda
Salah satu taman di Gouda

Selain terkenal dengan pasar keju, setiap bulan Desember di Gouda ada festival cahaya atau disebut Kunslicht. Puncak acaranya ketika ribuan lilin dinyalakan serentak (yang disebut Kaarstlicht) di Markt Square diiringi oleh paduan suara Natal.

Kunslicht. Foto : Rurie
Kunslicht. Foto : Rurie
Kunslicht. Foto : Rurie
Kunslicht. Foto : Rurie

Setelah saya ajak berkeliling ke Pusat Kota Gouda melalui tulisan ini, tertarik untuk mengunjungi Gouda? Info tentang Gouda bisa didapat langsung pada website resmi kota Gouda.

-Den Haag, 10 Januari 2016-

Semua foto yang tidak ada keterangan sumbernya adalah dokumentasi pribadi.

32 thoughts on “Berkunjung ke Pusat Kota Gouda

    1. Kalau doyan sama keju pasti ngences2 lihat keju sliweran Lin haha. Padahal ini hanya seputaran kecil bangunannya, maksudnya antara satu bangunan dan lainnya saling berdekatan, tapi semuanya kece2.

    1. Aku tunggu disini ya Min, untuk naik sepeda keliling Belanda. Beberapa waktu kedepan aku akan rajin posting beberapa tempat yang pernah aku kunjungi di Belanda. Biar kamu makin tertarik road trip kesini πŸ™‚

    1. Disini ada beberapa balai kota juga difungsikan sebagai tempat pesta pernikahan. Kalau bangunan, kayaknya di Eropa ini bangunannya memang mayoritas berusia ratusan tahun Pak, ada yang masih asli, ada yang sudah direnovasi.

  1. Huaaa mbaak aku mau ke sana mbaaak. Kayaknya Eropa itu kalo dipotret nggak bakalan dapet foto jelek ya. Semua cakep. Ibaratnya fotogenic gitu huaaaa

    1. Semoga ada rejeki ke Eropa ya Om, nanti mampir Belanda. Insya Allah kalau aku ada waktu, aku bersedia jadi guidenya πŸ™‚
      Iya, bangunan disini memang cakep cakeepp. Foto miring-miring pun tetap cakep haha

    1. Iya Nel, kalo kejunya dikemas cantik plus gelondogan gede jadi sayang makan haha. Tapi kalo sudah dipotong kecil, kecil musti cepat-cepat dimakan karena sudah keluar dari kemasan.

  2. kejunya besar dan terlihat mengGouda sekali…kalau punya satu bisa bikin kastangel untuk 3 idhul fitri kali ya…bangunan warna-warninya cakep…bagaimana bikin pencahayaan jadi berwarna begitu ya..

    1. Haha Fe, boleh juga istilahnya : MengGouda πŸ˜€ kayaknya lebih deh Fe, bisa buat 5 kali idul fitri haha
      Sepertinya pencahayaan seperti itu diatur menggunakan aplikasi dikomputer lalu disorotkan ke gedungnya. Entahlah aku juga hanya menduga πŸ™‚

    1. Thanks Yan πŸ™‚ Iya, foto yang lampu itu emang menarik banget. Pas acaranya aku ga bisa lihat. Dan kata Rurie tahun ini terakhir, setelahnya ga ada lagi *sad.
      Wah, permen yang mana ya Yan, ga tau haha. Soalnya sejak kecil sampai sekarang aku ga doyan makan permen, jadi ga terlalu paham nama2nya.

  3. Mbaaa, dl waktu aku aupair aku tinggalnya di Moordrecht, 15 mnt lah sepedaan dr Gouda dan stasiun aku ya Gouda, jd pas aku liat foto2nya rasanya kaya flashback ke dulu, mengobati kangennn banget. Dl aku pertama foto di gouda di kerk itu, yg ada di foto mba juga haha. Ahh aku suka banget sama postingan ini. Aku jg tau Mba Rurie. Sebernanya tau dari temen aku yg tinggal di sana. Dia rekomendasikan utk prewed, tdnya aku mau prewed, tp gegara gk keburu, akhirnya gak jadi deh, pdhl aku udah email mba Rurie nanya2 :(. Kapan2 klo aku disana, kt kopdaran ya mba, cm emang rada jauh tempat aku dr denhaag hehehe..

    1. Terimakasih Astrid, jadi nostalgia ya dengan foto2 disini πŸ™‚ Iya Astrid, nanti kalau kamu sudah stay di Belanda, kita agendakan buat ketemu. Atau pas kamu ada keperluan ke KBRI, bisalah kita ketemuan πŸ™‚
      Waahh ternyata sekitar Gouda dulu Aupairnya. Pantes waktu itu kamu cerita lihat festival kembang api di Scheveningen ya. Ga jauh2 banget (tapi tetep jauh haha)
      Dunia ini memang flat ya. Ternyata kamu malah sudah email2an sama Rurie. Orang Indonesia di Belanda ini kalau dirunut akhirnya sambung menyambung kenalannya haha.

    1. Semoga ya Ria. Kalau ga salah belinya bisa gelondongan besar ataupun yang sudah potongan. Soalnya kalau ditoko begitu. Entah kalau dipasar seperti ini.

  4. laparrrrr liat Kejunyaaaa!
    eh btw Den, anak gw sudah kelar baca diary ann frank dan….minta ke meseumnya donkkkkk
    aih, ntar lagi dia baca blog kamu deh, biar tau what to next besides
    anne frank museum –“

    1. Kalau doyan keju, datang ke pasar gini surga banget Mbak Ky haha.
      Mbak, beneran deh musti ke Museum Anne Frank anak Mbak Ky. Aku aja yang ga suka ke Museum jadi sukaaaaa banget kesana. Kayak ada ikatan batin pas dirumah itu. Sediihh banget sampai berkaca2 baca2 disana plus kayak bisa nyatu dengan situasi yang terjadi dengan Anne Frank. Baru dari museum aku tertarik baca bukunya. Terbalik dengan anak Mbak Ky. Sayang aku bukan pereview yang baik kalau museum. Dan juga pas didalamnya ga boleh foto2. Jadinya agak ragu juga mau tulis disini. Mudah2an ada kesempatan ke Belanda Mbak Ky dan anak-anak. Waahh senang aku kalo blog dibaca sama anak Mbak Ky hehe.

  5. Wah den…akhirnya aku berhasil nge add kamu di feedly (makasih Daniii hahaha) soale kalau di reader postinganmu cuma dpt setengah. Btw Gouda ini kejunya gimana sih rasanya?lebig asin ya? Maklum cuma tahu kraft dan mozarella hahahaha. Tapi maulah ke Gouda ini. Tibangannya lucu banget ya? Emang kejunya gede banget aslinya?

    Btw temenmu keren amay usahanya disana. Temenku juga ada tuh usaha makanan namanya dapoer cinta. Kamu donk jual makanan khas jatim. Ote2, Nasi tahu telor dan pentolan. Wkwkwkw ini malah aku yg ngiler…Lol

    1. Asyiiikkk. Waahhh Dani ini memang pakar segala2nya. Suamiku sampai email dia Jo konsultasi tentang komen2 yang gagal diblog kami hahaha. Gila ya Dani memang blogger kondyaangg. Tapi sampai sekarang aku masih puyeng lho baca yang postingan dia tentang feedly. Masih ga nyampe otakku hahaha. Thanks Jo.
      Karena aku ga terlalu suka sama Keju, jadi ga terlalu hapal juga bedanya apa huuahaha ga menjawab. Yang aku rasakan tekstur kejunya agak keras. Jenisnya ada keju tua dan keju muda. Kalo keju tua rasanya lebih asin dari keju biasa. Biasanya Keju Gouda ini cocok dibuat kue kering, atau kastengel. Eh tapi tempo hari aku bikin martabak manis juga aku taburin keju Gouda. Kejunya guedeee Jo gelondongannya.
      Iya Jo, keren dia usahanya, katering lintas negara. Hahaha Joo aku sebenarnya pengen usaha makanan juga, apa daya rasa masakanku belom konsisten. Masih berdasarkan moodku hahaha. Pengen buka warung disini, warung ote2 sama pentol dan tahu telor *duh laper haha.

    1. Hahaha gpp Ye komennya duh semua. Iyaa, bangunannya bikin mata seger. Kalau suka keju, surganya nih Ye kalo ke pasar keju gini. Aku kalo kebanyakan makan keju suka sakit tenggorokan. Maklum, anak singkong bukan anak keju *jadul banget ini haha.

  6. aaak keju…aku suka banget loh keju Gouda ini. Temenku suka buat kaastengel kejunya campuran keju gouda sama edam, alamaaak enaknya hahahaha
    Bangunannya bagus bagus ya, aku kalo liat Eropa (dari foto) selalu kagum deh sama bangunan bangunan tua nya. Terawat dan bagus. Eh itu rumah di samping kanal, dekat bener sama air ya, ga takut kebanjiran kah? atau debit airnya gak bakal naik? Hihihi kepooo nih aku

    1. Hey May, surprisingly kamu nulisnya bener Kaastengel. Itu bahasa Belanda. Kalau di Indonesia kan jadinya Kastengel haha. Iya bener May, keju Gouda ini enak kalau dibuat Kaastengel. Guriiihhh banget. Edam lebih lembut.
      Iya, bangunan2 lama disini dirawat dengan baik. Kalaupun misalkan fungsinya ga sesuai lagi dengan fungsi semula, tapi tetap difungsikan supaya tetap dirawat. Misalkan ada gereja yang dialih fungsikan jadi restoran (kalo ga salah ingat) karena sedikit jamaah yang datang, jadi supaya bangunannya terawat, akhirnya dijual atau disewakan untuk bisnis supaya tetap ada yang ngerawat.
      Kanal2 disini selain memang difungsikan sebagai media transportasi air (kanal2 ini dilewati beneran oleh perahu2) juga supaya air mengalir secara regular. Jadi kalau hujanpun, debit air ga akan naik. Jadi rumah2 yang dipinggir kanal memang ga akan kebanjiran May kalau pas hujan deres. Dan kanal2 disini dibersihkan secara regular juga kesadaran yang tinggi dari orang2 ga buang sampah. Jadi ingat sama sungai di Indonesia ya, jadi tempat buang sampah haha. Makanya sering kebanjiran rumah2 yang dipinggirnya.

      1. Eh justru aku suka di salah salahin loh kalo bilangnya kaastengel Den, padahal kan yang bener itu ya? :/
        Iya makanya sama temenku di gabung buat bikin kaastengel, dan emang enaaak banget Den. Nanti deh kalo kamu mudik, terus kita kopdaran aku bawain kalo pas dia bikin πŸ™‚
        Yah disini mah Den, bangunan tua malah di rubuhin buat di jadiin ruko :(. Sedih liatnya.
        Hahahaha disini emang juara kalo urusan nyampah, tapi kan kalo di Jakarta udah di jewer2in sama pak Ahok. Sekarang bersih sungai2 di Jakarta. Mudah2an bisa terus begitu jadi gak banjir.

        1. May, ternyata setelah baca tulisan Mbak Yo disini https://chezlorraine.wordpress.com/2014/07/17/kue-hari-raya/ ternyata tulisan yang benar adalah Kaasstengels. Jadi bisa dibuat ngasih tau mereka yang pengucapan dan penulisannya ga bener.
          Asyiiikk, Insya Allah kalau pulang aku kabari May. Supaya bisa ketemu kamu, Jo dan Puji haha. Soalnya aku seneng baca tulisan kalian diblog.
          Iya, semoga Pak Ahok ini tetap setia dijalannya ya untuk bawa perubahan, meskipun dicaci disana sini, dijegal ini itu.

          1. Eh Iya sejak baca tulisannya mba yo itu aku bilangnya jadi kaastengels. Hahaha tapi ternyata tulisan aku tuh kurang S ya πŸ˜€
            sSiiip, aduuh seru ya kalo bisa sampe ketemuan. Kabarin jauh jauh hari ya
            Den, biar bisa dipesenin dulu hehehe soalnya kaasstengels nya ga ready anytime πŸ˜€
            Iya amiiin, selalu doa tuh biar pak Ahok tegar ngadepin orang2 Jakarta yang kadang bandel2 dan ngeyel ngeyel πŸ˜€

        2. Eh ternyata aku baca komen2nya kamu sudah pernah komen dipostingan mbak Yo yang itu whuahaha. Aku jaman segitu belum ngeblog May. Makanya baru tau Mbak Yo nulis ini.

    1. Huahaha Zilkoo kamu sudah sampai ke belahan dunia dari ujung ke ujung, ke Gouda yang itungan menit malah belum haha. Tuh kan berarti bener kalo yang dekat2 itu biasanya kapan2 (tar sok tar sok) dikunjunginya, yang jauh2 malah didahulukan haha.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.