Makan Malam Hari Natal

Tahun lalu adalah pengalaman pertama saya menikmati suasana Natal di Belanda. Seperti yang pernah saya tuliskan di sini tentang pengalaman Natal pertama di Belanda, saya dan suami berkunjung ke rumah Mama  untuk berkumpul bersama dengan anggota keluarga yang lain. Mama masih dalam keadaan berkabung karena Papa meninggal beberapa bulan sebelumnya. Karenanya Mama lebih memilih tinggal di rumah meskipun anak-anaknya ingin mengajak makan malam bersama. 

Tahun ini, karena beberapa beberapa anggota keluarga banyak yang pergi berlibur pada saat Natal dan kami takut Mama merasa kesepian kalau tidak terlalu banyak orang yang mengunjunginya, maka saya berinisiatif mengusulkan ide ke suami bagaimana kalau mengundang Mama ke rumah untuk makan malam pada saat tanggal 25 Desember. Tentu saja ide tersebut disambut gembira oleh suami. Ternyata begitu disampaikan ke Mama, beliau menyanggupi. Kami tentu sangat senang bisa mengundang Mama makan malam pada hari Natal. Lalu beberapa hari setelahnya, saya terpikir kenapa tidak mengundang juga anggota keluarga yang tidak sedang berlibur. Lebih banyak orang yang bisa datang, akan lebih ramai kan rumah. Pada akhirnya yang memberikan konfirmasi bisa datang sebanyak 3 orang. Suami memang dari keluarga kecil. 

Setelah ketahuan yang akan ada pada makan malam nanti total sebanyak 6 orang, saya mulai mencari menunya apa saja. Agak puyeng juga gonta ganti ide menu. Saking agak bingungnya dengan menu, sampai pernah terpikir mau saya masakkan soto ayam dan sate ayam saja haha. Tapi saya juga penasaran dengan kemampuan memasak dan ingin menantang diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman menyajikan masakan Nusantara. Saya bilang ke diri sendiri “masa ga bisa sih masak selain makanan Indonesia. Pasti bisa lah asal belajar.” Akhirnya dengan mantab saya menuliskan beberapa menu yang memang menurut saya masih bisa lah untuk dipelajari. Saya beberapa kali mencari sumber resep di youtube dan mempelajari dengan sungguh-sungguh langkahnya karena ada resep yang agak membuat saya bingung. Setelah lumayan paham, saya tidak sabar untuk eksekusi di dapur pada hari H.

Tanggal 24 Desember saya pergi seharian ke Amsterdam untuk mengikuti acara Sinau bareng Cak Nun dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saya tentu tidak melewatkan kesempatan Cak Nun berkunjung ke Belanda karena memang saya suka dengan apa yang selama ini Beliau sampaikan. Ada banyak hal yang Beliau utarakan sesuai dengan cara saya belajar agama Islam maupun keingintahuan saya tentang agama-agama lainnya ataupun keinginan saya untuk belajar akan banyak hal. Mungkin nanti saya akan tuliskan dalam judul terpisah tentang pandangan saya akan Cak Nun dan acara di Amsterdam ini.

Tanggal 25 saya mulai mempersiapkan memasak sekitar jam 10 pagi. Saya mulai dengan membuat makanan penutup lalu dilanjutkan dengan makanan pembuka dan makanan utama. Sedangkan suami bertugas membersihkan rumah, mencuci baju, dan menyiapkan pernak pernik di meja makan. Jadi menu yang saya sajikan pada makan malam Natal adalah :

1. Makanan pembuka : sup labu kuning. Resep andalan karena sudah berkali-kali membuatnya dan sudah di luar kepala serta memikat lidah Mama mertua karena katanya enak sekali, saya contek dari blog Beth

2. Makanan Utama terdiri dari :

     – Hasselback potato (kentang utuh yang dikerat tipis sampai dasar) saya beri bumbu minyak zaitun beraroma truffle, rozemarijn yang dicincang halus, merica hitam kasar, bawang putih cincang halus, garam laut sedikit. Kentang saya rendam dalam bumbu tersebut selama 2 jam, setelahnya dipanggang 30 menit. Bumbu-bumbunya saya ngarang sendiri.

     – Wortel dan Asparagus (dalam keadaan utuh semua) yang saya beri bumbu (ini ngarang juga) : minyak zaitun, sedikit air jeruk, lada, thyme. Saya mengoleskan bumbu-bumbu tersebut satu jam sebelum dipanggang. Lalu saya panggang selama 30 menit.

     – Ayam panggang dengan bumbu : saus tiram, bawang putih cincang halus, kecap asin dan manis sedikit, jahe parut kasar, perasan jeruk lemon, kulit jeruk lemon, potongan kasar daun basil, merica hitam kasar, minyak wijen. Setelah direndam selama 3 jam, panggang selama 3o menit dan ketika akan disajikan taburi dengan wijen.

     – Roast beef aka daging sapi panggang. Karena sebelumnya saya tidak pernah membuat sama sekali daging sapi panggang, maka saya agak bingung bagaimana cara menentukan dia sudah matang di oven. Setelah mempelajari dan karena tidak mau gagal, akhirnya saya pakai cara yang paling gampang : menggunakan termometer daging saat dimasukkan ke oven. Jadi tidak perlu was was lagi apakah dagingnya sudah matang atau belum. Suami membeli daging yang jenis black angus 1kg. Saya goreng sebentar dagingnya dengan minyak sedikit (atau bisa juga margarine) sebelum dimasukkan ke oven. Tujuannya menggoreng sebentar ini untuk mengikat jus dagingnya supaya tidak keluar saat dioven. Setelah keempat sisi daging dipanaskan dalam wajan, lalu saya olesi dagingnya dengan bumbu : garam laut, merica hitam kasar, thyme, rozemarijn cincang kasar, minyak zaitun, dan bawang putih halus. Ini bumbu-bumbu juga saya ngarang. Saya masukkan ke oven suhu 140Β°C kurang lebih 2 jam atau saat suhu termometer dagingnya menunjukkan 62Β°C (untuk tingkat kematangan medium well). Setelahnya, istirahatkan daging selama 20 menit dengan ditutupi aluminium foil lalu iris sesuai selera. Ternyata setelah diiris, hasilnya persis yang saya bayangkan. Dagingnya tidak terlalu kering, masih berwarna agak merah muda tapi tidak terlalu juicy. Perfect!

     – Saus untuk roast beef saya membuat saus jamur, cari yang gampang saja. Jadi saya pakai Champignon potong-potong lalu goreng bersama bawang bombay di minyak bekas menggoreng dagingnya. Setelah jamur dan bawangnya layu, lalu saya masukkan santan (karena saya tidak punya krim kental). Setelah diberi bumbu garam laut dan merica, beri air sesuai kebutuhan lalu kentalkan menggunakan tepung maizena.

     – Salad sayuran. Ini suami yang menyiapkan karena ada salah satu keluarga yang vegan.

     – Salmon panggang. Ini buat saya karena saya tidak makan daging dan ayam.

3. Makanan penutup : Tiramisu. Saya baru pertama kali membuat Tiramisu. Jadi saya pelajari sungguh-sungguh langkah-langkahnya dari sini sumbernya. Karena memakai telur mentah, makanya saya membuat pagi di hari yang sama. Saya menyajikan dengan cara yang berbeda yaitu dengan gelas. Jadi seperti ini penampakannya :

Tiramisu dengan dua tingkat lady finger
Tiramisu dengan dua tingkat lady finger

4. Minuman : minuman ini urusan suami yang menyiapkan. Terdiri dari GlΓΌhwein, wine, beberapa botol minuman soda rasa buah, dan air mineral.

Karena hampir keseluruhan proses memasaknya dipanggang, jadi waktu tidak habis di dapur. Bumbu yang saya gunakan juga tinggal cemplang cemplung tidak ada yang diblender. Saya tinggal juga beberapa kali untuk beberes yang lain. Bahkan saya tinggal mandi juga. Saya tidak foto satu persatu makanannya. Secara keseluruhan setelah ditata di meja makan penampakannya seperti ini :

Sup labu kuning, ayam panggang, wortel asparagus panggang, daging sapi panggang, kentang panggang, saus jamur dan beberapa minuman. Tiramisunya masih di kulkas.
Sup labu kuning, ayam panggang, wortel asparagus panggang, daging sapi panggang, kentang panggang, saus jamur dan beberapa minuman. Tiramisunya masih di kulkas.

Bagimana komentar yang makan? Menurut mereka makanan yang saya sajikan rasanya enak sekali. Terbukti semua makanan ludes tak bersisa. Bahkan saya membuat tiramisu 10 gelas tak bersisa satupun padahal yang makan 5 orang, jadi satu orang makan dua gelas haha. Mama mertua suka sekali dengan rasa daging sapi panggang dan ayamnya. Beliau juga heran bagaimana saya bisa memasak makanan yang tidak saya makan tapi rasanya masih enak. Ya ilmu kira-kira saja sambil komat kamit doa rasanya tidak meleset 😅 Mama mertua ini komentator makanan yang jujur. Kalau enak ya dibilang enak, begitu juga sebaliknya. Karena pernah sekali masakan saya dibilang tidak enak haha. Saya tidak sakit hati, malah senang sudah dikritik. Pada awal akan makan, mama melihat ada tempat saus. Lalu beliau tanya apakah itu saus sate (saus kacang) lalu disambut tertawa oleh suami. Dia bilang kalau malam ini tidak menyediakan menu Indonesia sama sekali. Bisa dimaklumi Mama menanyakan saus kacang karena orang Belanda memang suka sekali sama saus kacang. Saya sangat gembira makanan yang saya masak ludes tidak bersisa dan semua bisa menikmati rasanya karena ada beberapa yang saya baru pertama kali membuatnya jadi agak was was juga sama rasanya. Ternyata kekhawatiran tidak terbukti. Kalau begini, rasanya ketagihan ingin mengundang keluarga makan-makan lagi di rumah *huahaha guayyaa. Saya juga senang karena bisa keluar dari zona nyaman, bisa menyajikan hidangan diluar masakan Nusantara.

Setelah makan malam, acara berlanjut dengan berbincang santai sambil minum teh dan makan roti coklat pemberian tetangga (seperti yang saya ceritakan pada tulisan sebelumnya), roti pemberian Mama, kaasstengels buatan saya, dan beberapa kue lainnya sambil membuka satu persatu kado yang telah saya dan suami persiapkan. Acara yang ditunggu-tunggu ini, buka kado. Senang dengan reaksi masing-masing saat membuka kado dan saya juga kaget menerima kado dari suami yang diluar dugaan 😅

Pohon Natal di rumah *muncul lagi😅
Pohon Natal di rumah *muncul lagi😅

Acara selesai jam 10 malam. Tidak terasa 5 jam terlewati. Malam Natal yang menyenangkan. Bisa berkumpul bersama keluarga, saling bertukar cerita, makan bersama, sungguh kehangatan yang tidak terlupakan. Semoga kami semua selalu diberikan kesehatan yang baik dan umur sampai tahun-tahun selanjutnya agar bisa melewati kebersamaan penuh kehangatan dan suka cita.

-Nootdorp, 27 Desember 2016-

Komentar-komentar pada postingan sebelum-sebelum ini akan saya balas secepatnya begitu charger laptop saya ketemu ya (kesingsal seminggu lebih). Saya tidak bisa membalas komentar dari Hp (entah kenapa). Tiga tulisan saya tulis dari Hp (entah kenapa bisa😅). Terima kasih untuk komentar-komentarnya.

56 thoughts on “Makan Malam Hari Natal

  1. yaah sayang sekali gak ada foto2 satu persatu ya mba de, padahal aq sangat penasaran sama beef roastednya, kayaknya maknyus banget euy kayak steak2 resto gitu…. hihi… ditunggu kalau kapan2 masak yg sama lagi ya mbaa πŸ˜€

  2. Waw cantik sekali acara dinner nya, seneng bisa berkumpul bersama keluarga. Becanya jadi ikut terasa hangat dihati. Hmmm pasti masakannya enak, kamu betul orang Belanda selalu jujur klo ditanya soal makanan, sering nya memang bilang enak dan mereka suka sekali belajar me masak makanan yg baru mereka coba

    1. Terima kasih Yayang πŸ™‚ iya aku PD karena mereka menyebut masakanku enak dan makanannya habis. Maklum baru pertama kali masak selain Indonesia untuk keluarga di sini. Biasanya kalau mengundang mereka aku selalu masak Indonesia. Mereka juga surprise karena aku menyuguhkan menu Internasional :))

  3. salam kenal.
    menarik “tiramisu dengan dua tingkat….”
    rasanya seperti apa ya, kalau ada kesempatan bagi bisa bagi resepnya?
    terima kasih

  4. Den, aku cobain komen sampe ganti2 pake fb, google plus πŸ˜€ wkwk itu nyoba di komennya si Step bisa masuk πŸ˜€ aneh ya πŸ˜€

    Aku pengen belajar buat Tiramisu ah..biar naik tahta level memasakku yang masih ala ala ini πŸ˜€ wkwkwk

    Disini juga ada GlΓΌhwein, tapi dikita bilangnya Glogg..aku suka banget..cocok diminum kalau suhunya dingin tak terkira..:)

    1. Hahaha makasih ya Dewi sudah dicoba semaksimal mungkin Aku ga tau kenapa ya kamu susah komen di sini sekarang. Padahal dulu bisa.
      Tiramisu gampang bikinnya Dewi, asal sabar pas bagian ngaduk telornya sama krim. Selamat mencoba! Suamiku doyan banget sama GlΓΌhwein. Aku air kran aja haha.

    1. Awww enak Aggy bakar2an sate aromanya kan bikin kukuruyuk perut haha. Terima kasih Aggy! Ini lagi nungguin jam 12 malam sambil ngeliatin kembang api dari kamar.

    1. Terima kasih Crystal! Katanya yang makan sih enak. Aku cukup percaya, mudah2an makanannya ludes karena rasanya enak haha.

  5. jagoan nih Deny..
    semua masakan disiapkan sendirian, mana ada yang baru dipelajari pula
    percaya enak… buktinya habis semua..
    pengen deh jago masak sepertimu

    1. Terima kasih Mbak Monda Kalau dibilang jago sebenarnya belum Mbak karena masih berpegangan dengan youtube pas mau masaknya haha. Cuman memang keinginan mau belajarnya keras, jadi niat pengen nambah skill masak hehe.

    1. Terima kasih Dita! Buat kalian juga Btw Dita, aku pernah komen disalah satu postinganmu kalau kita ini seumuran (kayaknya-aku beberapa bulan lagi 36). Jadi panggil deny saja biar sepantaran haha. Terima kasih, Itu masuk oven semua, jadi ga riweh. Nanti kalau sudah agak mood, Cak Nun akan kutulis.

    1. Terima kasih Inly Pas masak beneran sambil doa biar rasanya ga meleset2 banget haha. Kalau yg bisa dicicipin, biasanya aku minta tolong suami yg incipin. Tapi kalau yg ga bisa, ya banyak2 doa sambil pakai feeling hahaha

  6. Wah, salut banget Mbak baru nyoba masak menu baru langsung sukses besar. Paling puas kalo liat makanan yang kita masak ludes ga bersisa ya Mbak, itu kayaknya pujian paling oke krn berarti semua beneran suka. Anyway, happy holiday Mbak πŸ™‚

    1. Terima kasih Dixie! Iya bener, kalau makanan habis itu benar2 melegakan. Jadi merasa apa yg dimasak ketrima. Dan lagi ga harus nyimpen di kulkas.

    1. Kadang2 komennya mental Helena. Aku juga ga ngerti kenapa. Aku cek di spam ga ada. Aku baru tau lho ttg hasselback potato. Gara2 mau beli di supermarket kehabisan. Akhirnya nyari2 di youtube gampang banget bikinnya. Ya pertama kali bikin ini haha. Thanks, taplak itu dipasang kalau ada acara aja. Kalau ga ada acara mejanya ga dikasih taplak haha.

  7. ya ampuuuun, kayak menu di resto makan baik2 saja aka fine dining πŸ˜€ πŸ˜€
    ngumpul bersama kesayangans *ngikutin gen z πŸ˜› , makan enak. udahlah kelar segala pikiran tentang cicilan. hahaha ini aku sih πŸ˜€

    1. Hahaha suwun San! Habis kumpul2 gini yang pertama diingat adalah cucian wajan dan panci Setelah itu baru ingat cicilan rumah haha.

  8. aduh aku ngiler deh sama masakan nya hehehe

    Natalan ini aku kebagian disuruh bikin Koud Buffet sm kel mama ku, jadilah aku bikin itu aja buat makan malam di hari Natal hehee

      1. Sama-sama mba. Youtube itu sudah jadi salah satu mbah keceh abad ini yah hahaha.. Tapi katanya kalau memang sudah punya bakat masak, mau masakan apapun, mau keberapa kali pun masak biasanya memang tetap enak mba Den πŸ˜€

  9. Aiiihh…keren amat Mba Deny nih bisa masak segala macem padahal enggak ikut makan πŸ™‚ Tapi emang rasanya bahagia banget ya mba klo makanan yg kita masak habis licin tandas, pertanda pada suka gituh. Aku aja jaraaaaang banget masak, sekalinya masak habis gitu ya terharu banget *halah malah curcol πŸ˜€

    1. Terima kasih! Aku juga masak berdasarkan mood. Ini pas moodnya bagus jadinya rasanya pas sesuai selera yang makan haha.

  10. Makanannya bikin ngiler semua mbak Deny! Aku salut loh mbak bisa bikin semuanya tanpa nyobain terlebih dahulu. Aku biasanya latihan dulu beberapa kali sebelum hari H-nya. Aku nggak pede klo masak sih

    PS. aku baru tahu loh kalau labu kuning itu pumpkin. Selama ini tahunya bahasa Danish dan Inggrisnya aja. Kalau denger labu aku ingetnya yang biasa dibikin untuk sayur asem aja Lumayan nambah kosa-kata bahasa indonesianya

    1. Terima kasih Steph! Saking niatnya bisa masak sampai tiap hari mantengin youtube terus haha. Aku sebenarnya juga mengira2 itu pumpkin artinya labu kuning. Yang pasti sih labu tapi karena jenis labu banyak, ya akhirnya kusebut labu kuning.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.