Africa Here I Come!

Sudah beberapa kali saya singgung di blog bahwa saya ini suka sekali membaca sejak kecil karena memang melihat orangtua yang gemar membaca. Selain membaca, ternyata sejak kecil saya juga suka menonton film walaupun saat itu TV masih hitam putih dan menonton film disatu-satunya saluran TV yaitu TVRI. Nah, sampai sekarang kebiasaan membaca dan menonton film masih tetap berlanjut. Tidak mengherankan kalau saya suka terobsesi ingin pergi ke suatu tempat gara-gara cerita buku yang saya baca atau film yang saya tonton. Contohnya saja tahun lalu saat saya dan suami berlibur ke Italia, salah satu tempat yang kami datangi adalah impian saya bertahun-tahun lalu saat menonton film Letters To Juliet. Cerita film ini sebenarnya biasa saja namun menarik untuk disimak. Sepanjang film mata saya dimanjakan dengan alam Italia terutama Verona dan Siena serta perkebunan anggur yang ada di sana. Karena suka sekali dengan film ini, sampai saat ini saya sudah lebih dari lima kali menontonnya. Dan karena film ini juga, sejak pertama menontonnya pada tahun 2010, waktu itu saya seperti punya misi pribadi kalau punya anak perempuan akan saya beri nama Sophie atau Siena. Korban film ini namanya haha! Waktu menjejakkan kaki di Verona dan Siena, mata saya berkaca-kaca rasanya terharu sekali karena bisa menjejakkan kaki di tempat yang selama ini hanya saya lihat di film yang sudah ditonton berulang kali. Terdengar berlebihan ya tapi percayalah kalau apa yang kita impikan selama ini lalu menjadi kenyataan, rasa harunya sampai membuat kerongkongan tercekat, haru sampai mata berkaca-kaca. Sedangkan obsesi saya untuk kuliah S2 di Belanda berawal dari buku Negeri Van Oranje (tahun 2009). Meskipun tak gentar berkali-kali mengikuti proses mendapatkan beasiswa ke Belanda dan sampai tahun 2012 akhirnya menyudahi perburuan beasiswa ke Belanda karena sudah diterima kuliah di tempat lain, tapi memupuk mimpi ke Belanda tetap dilakukan sampai akhirnya suratan takdir berkata lain dan menerima kenyataan bahwa saat ini saya malah tinggal di Belanda.

Lalu, obsesi apalagi sehubungan dengan tempat atau negara atau benua yang ingin saya kunjungi karena melihat film atau membaca buku?

Afrika adalah benua yang ingin saya datangi sejak usia SD kelas 1 atau 2. Bayangkan anak SD ditanya kalau mau liburan ingin pergi ke mana, jawabnya Afrika! Padahal waktu itu letak Afrika di sebelah mana di peta saja saya tidak tahu. Awal ketertarikan saya dengan benua Afrika karena waktu kelas satu atau kelas dua (lupa tepatnya) saya melihat film The God Must Be Crazy yang ditayangkan di TVRI. Kalau seusia saya atau di atas saya kayaknya tahu film ini. Saya tidak terlalu ingat apakah film ini dulu terkenal atau tidak tapi yang pasti TVRI menayangkan film ini berulangkali sampai menancap dengan baik pada ingatan anak usia 7 tahun. Sebenarnya bukan cerita filmnya yang saya ingat, tetapi alam yang ditampilkan di film ini yang tidak bisa saya lupa. Cerita film ini berawal dari seorang Afrika yang sedang berjalan di sebuah padang savanah tiba-tiba kaget karena ada botol beling yang jatuh dari langit. Di Afrika diyakini bahwa sesuatu yang jatuh dari langit itu adalah kiriman dari Tuhan. Dan karena botol inilah orang Afrika ini mengalami petualangan-petualangan yang mengejutkan dan juga ada banyak komedi di film ini. Film yang ada sejak tahun 1980 ini benar-benar tidak hilang dari fikiran saya, semacam obsesi terpendam untuk bisa mengunjungi Afrika.

Setelah mengenal internet pertama kali, saat jaman SMA, saya mulai mencari tahu lokasi film The God Must Be Crazy yang di Afrika. Ternyata lokasi filmnya adalah Kalahari Desert. Kalahari Desert sendiri lokasinya ada di tiga negara yaitu Botswana, Namibia, dan South Africa. Penampakan Kalahari Desert seperti beberapa foto di bawah ini.

Kalahari Desert (Sumber Foto : https://www.flickr.com/photos/travelmarketingworldwide/8405144361/)
Kalahari Desert (Sumber Foto : https://www.flickr.com/photos/travelmarketingworldwide/8405144361/)
Kalahari Dessert (doitinafrica)
Kalahari Desert (Sumber foto : http://doitinafrica.com)

Saya ingin ikut safari di Afrika melihat binatang-binatang di alam terbuka dari dekat. Meskipun saya pribadi bukan orang yang suka binatang, tetapi jika melihat binatang di alam terbuka entah kenapa saya suka. Keinginan untuk ikut Safari ini semakin kuat saat saya membaca serial Supernova yang berjudul Partikel yang ditulis oleh Dewi Lestari yang salah satu ceritanya saat Zarah sedang mendapatkan tugas ke Afrika untuk memotret binatang buas di padang savanah. Karena pendeskripsian yang kuat tentang karakter Zarah, jadi punya keinginan juga untuk menamai anak perempuan dengan nama Zarah (halah, ancene labil kok haha). Dewi Lestari begitu detail mendeskripsikan bagaimana proses saat Zarah memotret binatang buas sampai harus berendam di rawa. Saya seperti berada di sana juga, ikut merasakan suasana mencekam, harus menahan nafas dan seperti ikut berada di tengah-tengah keindahan savanah di Afrika yang diceritakan.

Buku kedua yang semakin membuat saya ingin pergi ke Africa adalah This is Africa yang ditulis oleh J.E Ginting. Meskipun negara-negara di Afrika yang diceritakan dalam buku ini adalah negara-negara konflik, justru itu yang membuat saya penasaran. Sepanjang membaca buku ini, yang ada penasaran lembar demi lembarnya ingin mengetahui kelanjutan ceritanya. Bukan hanya ketegangan saja yang dituliskan tetapi keindahan pantai-pantainya juga juga banyak sekali kalimat sarkas dan kelucuan-kelucuan. Ah, keinginan saya semakin kuat untuk menginjakkan kaki di Afrika.

Buku This is Africa!
Buku This is Afrika

Impian sejak SD untuk bisa mengunjungi Afrika sempat timbul dan tenggelam. Timbul kalau saya melihat tayangan tentang Afrika lalu kembali menelusuri keindahan foto-foto Afrika lewat internet. Tenggelam saat mimpi-mimpi lain muncul untuk mengunjungi negara-negara yang saya lihat di film atau baca di buku. Tetapi keinginan itu semakin menguat saat saya kuliah S2. Karena saya memilih kelas Internasional dimana isi kelas tersebut mahasiswanya dari berbagai macam negara, maka berkenalanlah saya dengan seorang mahasiswa yang ternyata dosen dari University of Zimbabwe yang terletak di Harare, Zimbabwe. Perkenalan awal kami sangat singkat tetapi siapa yang menyangka selama dua tahun kuliah, saya justru dekat dengan dia yang selalu menceritakan keindahan Afrika terutama Zimbabwe. Dia bilang saya harus mengunjungi Afrika terutama Zimbabwe dan sekitarnya paling tidak sekali seumur hidup karena memang alamnya yang indah. Semakin terkiwir kiwirlah saya dengan cerita dia. Salah satu yang sering diceritakan dia adalah Victoria Falls yang ada di Zimbabwe. Air terjun ini berada di perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Teman saya ini juga menawarkan kalau saya singgah di Zimbabwe, pintu rumahnya selalu terbuka untuk saya sekeluarga. Kami masih berhubungan sampai sekarang dan dia terus mengulang tawaran untuk menginap di rumahnya yang terletak di Harare.

Victoria Falls Zimbabwe

Bukan hanya alam Afrika saja yang ingin saya buktikan keindahannya, tetapi juga makanannya. Saya menyukai serial Parts Unknown yang dipandu oleh Anthony Bourdain (saya penggemar Anthony Bourdain sampai punya beberapa bukunya). Beberapa tayangan Parts Unknown lokasinya di Afrika salah satunya adalah Ethiopia. Saya ngiler-ngiler melihat makanan di serial itu. Apalagi saya juga suka dengan Marcus Samuelsson Amharic, seorang Chef terkenal di Amerika yang memiliki beberapa restoran, yang asalnya dari Ethiopia dan diadopsi oleh keluarga Swedia. Dan satu lagi tayangan TV yang juga semakin menguatkan keinginan saya untuk ke Afrika adalah Oprah Winfrey Show. Acara ini beberapa kali meliput kegiatan sukarelawan yang lokasinya di Afrika. Keindahan alam dan kulinernya juga tak luput diliput.

Sebenarnya sewaktu saya masih di Jakarta, beberapa kali terpikir untuk ikut menjadi sukarelawan yang lokasinya di Afrika demi saya bisa ke Afrika. Tetapi waktu itu masih maju mundur mengingat saya tidak bisa lepas begitu saja dengan karier yang saya bangun. Dan keinginan untuk ke Afrika saya sampaikan ke suami diikuti oleh tatapan aneh darinya. Bukan sekali atau dua kali saya mendapatkan tatapan aneh seperti ini. Dulu kalau ada pertanyaan negara atau tempat mana yang ingin saya kunjungi. Kalau yang lain menjawab negara-negara di Eropa, atau Amerika atau Australia, saya menjawab negara-negara di Afrika. Bukan atas nama Anti Mainstream, tapi atas nama mewujudkan impian saat saya berumur 7 tahun, impian anak kecil yang masih menancap sampai sekarang.

Harusnya tahun ini saya bisa berkunjung ke Zimbabwe, Zambia, Namibia, Malawi, dan Botswana karena saya dan suami sudah merencanakan ke negara-negara tersebut sejak tahun kemarin. Tetapi karena satu hal, rencana itu terpaksa ditangguhkan dahulu sampai nanti saat yang tepat. Mungkin belum jodoh saya untuk pergi ke Afrika tahun ini, tetapi saya yakin, suatu hari nanti saya akan bisa berucap “Africa Here I Come!”

Blyde-River-Canyon (Sumber Foto : http://www.travelstart.co.za/blog/50-top-tourist-attractions-in-south-africa/)
Blyde-River-Canyon (Sumber Foto : http://www.travelstart.co.za/blog/50-top-tourist-attractions-in-south-africa/)

Ada yang ingin pergi ke Afrika juga? Atau ada yang sudah ke sana? ke negara mana?

“Tulisan ini diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2Liburan

-Nootdorp, 28 Februari 2017-

38 thoughts on “Africa Here I Come!

  1. Mbak Deny, kita punya obsesi yang sama dengan ITALIA. bedanya kamu sudah ke sana, dan saya akan ke sana (amin2 hehe). But seriously, saya juga nonton Letters to Juliet many times. Kalau lagi bad mood obatnya ya nonton film itu dan bayangin berpetualang di sana sama sophie dan si Mr.British. oia, saya juga baca Negeri Van Orange lohh, yuk next time kita harus membicarakan buku itu

  2. baca judulnya aku dah kegirangan karena ta pikir kamu dah mau cuss kesana.. semoga segera tercapai ya. Amin. Sofar aku rajin nonton film2 dokumentasi ttg benua dan negara2 dgn keunikannya masing2, serasa ikutan diajak jalan2 sama pembuat film2 itu dan tentu aja sambíl menghayal dan berandai2 dan bermimpi utk mengunjungi negara2 yg selama ini Cuma di lihat di film2 Dokumentar itu. hehehe

    1. Hahaha judulnya menipu ya Mbak. Bener2 pengen banget aku ke Afrika. Amiinn thanks Mbak Dian. Iya betul Mbak, lihat film dokumenter kayak ikut jalan2 juga yaa. Apalagi kalau dokumenternya tentang binatang, serasa ada di tempat binatang itu juga haha

  3. Aku juga terobsesi ama Afrika gegara baca buku nya Naked Travel yg bilang orang afrika ndak semua berkulit gelap. Tentang diskriminasi ras yg banyak menjadi issue internasional. Dan doyan banget ama film Ladies detective yg pernah aku tulis yg udah lama ndak aku isi. #tutupmukakrnmalu
    Dan juga untuk memenuhi impian jaman sd berkelana ke 5 benua.
    Akhirnya 4thn lalu impian berhasil di capai. Nyampe juga di Johanesberg dan Cape town
    Beberapa aku tulis di blog.
    Kesan ku afrika keren. Tapi cukup sekali lah ke sana. Bukan apanya. Jauuuuuh banget dari Bandung. Ndak kuat duduk dipesawatnya. Hehehe

    1. Awww Mbaakkk, dirimu malah sudah ke sana yaa. Hahaha tentang lama duduk di pesawat aku juga bermasalah dengan itu Mbak. Ga kuat duduk lama2. Makanya mau pulang ke Indonesia aja mikir2 terus ini. Kalau pulang sekalian yang lama biar terobati duduk 15 jam di pesawat belum lagi naik bis ke kotaku 6 jam. Lelah haha.

  4. Aku suka banget itu Den ..God must be crazy 🙂 nggak bosan bosan nontonnya walau udah nonton berkali.kali…

    Kita juga ada mimpi jalan ke Afrika…one day ..semoga 🙂 Semoga kamu dan suami juga ya 🙂

    1. Lucu ya Dew filmnya. Aku tetep ngakak kalau nonton hahaha.
      Amiinnn Dewi, semoga kita suatu hari nanti sama2 yaa bisa menginjakkan kaki ke Afrika ke negara yang diingini. Kalau suamiku sebenarnya ga suka hahaha. Akunya aja yg ngotot *pemaksaan :)))

  5. Ini nih yang anti mainstream, keren lo punya cita-cita sampai ke Afrika gitu. Semoga segera terwujud ya mba. Btw, Letters To Juliet itu memang bagus ya, aku juga suka nonton film itu.

    1. Amid thanks Wien. Ah kamu juga suka yaa. Toss kalau gitu. Aku suka aksen British pemeran prianya. So sexy hehe.

  6. Jadi akhirnya mau menamakan anaknya siapa nih mba Den..hehe…Afrika mmg menantang. Yang membuat tertarik Afrika karena baca novel detektif ttg Afrika dan kebanyakan nonton natgeo wild. Semoga tercapai mba mimpinya.

    1. Ahh iyaa bener di natgeo wild banyak ya tentang Afrika. Aku juga beberapa kali nonton dan tetep terkagum. Bener, kalau ngomong tentang Afrika, yang terbayang di mata adalah menantang haha.

  7. dekat kan Den ke Afrika…, aku mau ke Maroko dulu..
    tadinya udah niat mau ikut GA ini, udah sempat browsing Marrakesh di blognya Feby
    tapi nggak keburu selesainya ha.. ha.. niat doang yang gede..

    1. Aku dulu mikirnya juga gitu Mbak Monda, dekat dari Belanda. Ternyata begitu cari maskapainya, lama juga terbang ke sana haha.
      Aku awalnya bilang Noni ga ikutan GA nya. Tapi entah kenapa kemarin pagi tiba2 pengen nulis tentang Afrika ini. Lalu ngebut pulang kerja nulisnya haha dan selesainya mepet jam 12 malam waktu Indonesia tapi masih jam 6 sore waktu Belanda. Jadi ga tau deh keitung waktu Indonesia atau waktu Belanda.

  8. Sampai sekarang film God must be crazy masih diputar tuh. Gak nyangka ternyata itu film jadul banget. Semoga aja impiannya ke afrika segera terwujud mbak, kan sudah berencana, mdskipun gagal sih he he he….. Tapi yg namanya impiankanmemang harus ada perjuangannya biarhidup jadi lebih seru, ya kan?

    1. Ohh masih diputer ya sampai sekarang. Wahahaha itu film asli kocak banget. Iya, film jadul nyaris sama kayak umurku :))) Amiiinn. Bukan gagal, tapi tertunda 😀

    1. Hahaha bikin judul yang menarik perhatian :)))
      Ohh masih diputer ya filmnya. Jadul banget padahal

  9. banyak bgt tempat yang bisa didatengin di dunia ini ya den, semoga kita dikasi rejeki dan kesehatan supaya bisa mampir ke tempat2 impian kita, amiiinnn

    1. Amiiinnn semoga ya Fey kaki kita bisa menginjakkan kaki di tempat2 yang jadi impian kita. Ga usah semua, minimal adalah yang nyangkut haha.

  10. Mbak den, kalo aku ngaku tau film God must be crazy bakalan ketauan ketuaanku donk ya? mwahahaa.
    pas aku baca judul post ini, kirain mbak deny udah cuss ke afrika.
    btw, Timbuktu termasuk afrika bukan sih?
    semoga mbak deny beneran bisa segera menginjakkan kaki di arika ya 🙂

    1. Hahaha berarti angkatan kita ga beda jauh Na :))) eh tapi kata yang komen lainnya, samai saat ini masih sering diputer film itu.
      Judulnya tipu2 ya haha padahal kan memang harapannya kayak gitu. Timbuktu tuh aku kok langsung ingetnya donald bebek ya. Amiinnn thanks Na.

  11. Iya kirain udah mau cus ke Afrika ajaa…
    Tapi Afrika memang magis ya. Dari kecil aku suka jerapah (ga jelas juga alesannya kenapa, mungkin karena aku pendek) lalu beneran pingin ke Afrika waktu baca serial Mma Ramotswe alias The No.1 Detective Agency. Alhamdulillah sih pas lagi tekun baca gitu tiba-tiba aja aku ditugaskan ke Mozambique. Walopun ga sempet liat jerapah karena waktu itu kebanyakan kerja tapi aku puaaaasss banget sebulan kerja di rural Africa.
    Akhirnya beneran liat jerapah di rumahnya waktu safari di Masai Mara karena beberapa tahun kemudian aku ditugaskan ke Kenya. One of the best trip in my life!

    Semoga Deny segera kesampaian ke Africa yaaa…

    Oh iya, aku juga fans berat Bourdain. Semua seriesnya tamat dan aku baca Kitchen Confidential. Belum baca bukunya lagi sih. He’s such a character ya… Berikut ada artikel panjang tentang Bourdain dari New Yorker: http://www.newyorker.com/magazine/2017/02/13/anthony-bourdains-moveable-feast

    1. Dita, lucky you!Sudah ke Afrika (Dan Kenya pula!). Ahh penguin *lalu cari kantor yang cabangnya di Afrika haha.
      Awww! kita banyak kesamaan rupanya *lalu nyama2in hahaha. Ya sama2 suka Mas Tony salah satunya ((((Mas Tony))). Aku mulai suka dia sejak nonton The Taste. Lalu mulai ngikutin series2nya yang lain. Sampai kadang lupa kalau sudah punya suami, saking khusyuknya nonton dia hahaha.Thanks Dita Artikelnya. Aku baru baca separuh, nanti akan kuterusin bacanya. Tapi dia memang magis buatku.

  12. Wuiiihhh, aku kira bakalan beneran segera pergi ke Afrika!! Hahaha 😆

    Untuk Afrika, kalau cuma mau bilang “pernah ke Afrika” mah kayaknya Moroko pilihan yang mudah ya, soalnya kan kita ngga butuh visa, haha 😛 .

    Tapi iyaa, memang ada banyak bagian-bagian lain Afrika yang menarik banget untuk dikunjungi! Aku penasaran juga sama Victoria Falls itu! 😀 Belum lagi safarinya! Hahaha 😀

    1. Hahaha, pengennya Ko pengen banget nget!
      Iya, sebenarnya ke Maroko aja ya biar aku bisa bilang “aku akhirnya pernah ke Afrika” haha. Tapi aku pengennya ya ke negara2 yg aku sebutkan Ko. Tapi nanti kalau ga kesampaian ya ke Maroko saja 🙂

  13. Akuuuuuuuu
    aku pikir td dirimu beneran uda ke Afrika pas baca judulnya. Uda envy tadi. Ehhh Tanzania juga bagus sepertinya. Ada sodara mau tugas ke sana. Jd pengen ke sana juga. Semoga kesampaian ya Den

    1. Tosss Helena! semoga suatu saat ya kesampaian kita mencium udara Afrika haha.

      Hahaha judulnya bikin kecele ya. Kirain tahun ini aku sudah bisa bilang gitu, eh ditunda dulu. Belum berjodoh dengan Afrika tahun ini. Iyaa, Tanzania juga kece ya, suami mengusulkan ke Tanzania. AKu bilang, gampanglah nanti kalau sudah ke Malawi kan deket ke Tanzania *sok sokan bilang gampang hahaha.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.