Cinta Sendiri

Jam 7 malam, saat saya dan suami makan malam, entah kenapa saya mengajukan pertanyaan yang melintas di kepala.
Saya : Seberapa besar kamu percaya sama aku?

Suami : Aku tidak pernah meragukan kamu

Saya : Bagaimana kalau aku suatu hari nanti kembali ke mantan?

Suami : Aku tidak pernah meragukan kesetiaanmu pada keluarga kita

Saya : Tapi aku tidak bisa memastikan apakah hatiku tidak goyah ketika bertemu dengan mantan yang paling melekat dalam hidupku

Suami : Mantanmu yang mana yang paling melekat? (Hahaha berasa mantan dari istrinya ada banyak *lalu muter lagu Mantan Terindah). Aku tidak mau berandai-andai sesuatu yang belum terjadi

Saya : Aku hanya ingin mengatakan bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk masalah mantan.

Lalu sayapun bercerita ke suami tentang kabar perceraian Pak Ahok dan Bu Vero. Ya menghubung-hubungkan dengan perbincangan kami di atas. Karena sebelum tidur biasanya saya menonton YouTube tentang kulineran atau video klip lagu-lagu dan juga beberapa gosip di Tanah Air, makanya saya tahu tentang kabar ini dan itu. Tapi tenang saja, saya tak akan menggosip atau mengulik kebenaran tentang cerita Pak Ahok dan Bu Vero. Itu bukan urusan saya.

Kembali ke perbincangan saya dan suami, saya lalu bercerita kalau hati saya ini gampang sekali lemah kalau lihat lelaki yang pintar, cerdas tapi tidak menampakkan kepintaran dan tidak terlalu banyak omong. Dan saya juga bercerita kalau saya ini gampang sekali terkena cinta lokasi. Waktu kerja di Jakarta dulu, saya dua kali (tentu saja dalam dua waktu yang berbeda ya 😅) terkena cinta lokasi. Sering berada dalam satu project, pulang malam-malam karena lembur, dan sering curhat-curhatan (bahaya banget nih yang namanya curhat), lama-lama hati goyah juga walaupun ujung-ujungnya yang terakhir harus memunguti hati yang berceceran di lantai karena Cinta Sendiri (lalu nyanyi lagunya Kahitna)

Perbincangan kami semakin dalam. Saya juga bercerita kalau saya ini tipe pemburu (hahaha lalu ngebayangin berburu pakai senapan). Kalau saya suka dengan seseorang, lebih baik saya mengatakan kalau saya suka daripada memendam. Saya tidak suka memendam perasaaan atau menunggu dia ngomong tapi tidak tahu kapan atau digantung tanpa kepastian *tsaahhh bahasanya 😅 intinya mending saya ngomong kalau suka daripada penasaran seumur hidup. Buat saya ngomong suka ke seseorang yang saya suka itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan harga diri atau gender. Kalau ngomong suka duluan bukan berarti lalu harga diri saya langsung murahan atau ga pantas kalau perempuan ngomong suka ke laki-laki terlebih dulu. No no, itu tidak ada dalam kamus saya. Tapi saya kalah cepat dengan suami. Dia lebih cepat ngomong duluan sebelum saya menyadari kalau saya suka dia haha.

Ujung-ujungnya suami komentar, “wah, aku jadi berpikir nih kalau kamu kerja kantoran nanti, mudah-mudahan ga terlibat cinta lokasi ya. Kan katanya hatimu lemah kalau kenal lelaki yang pintar” lalu saya balas dengan senyum-senyum saja, menggoda dia tentu saja.

“Tenang saja suamiku, mudah-mudahan istrimu ini selalu dikuatkan hatinya untuk selalu menjaga kesetiaan kepada keluarga kita. Apa yang sudah kita perjuangkan dan kita lalui sejauh ini mudah-mudahan tidak akan kutukar dengan godaan sesaat. Semoga”

Meskipun kadang-kadang saya suka cerita ke suami sih, penasaran dengan kabarnya mantan(-mantan). Kira-kira kabarnya (mereka) bagaimana ya. Trus suami sering menanggapi,”ya googling aja. Pasti ketemu kok.” Halah, malah ditanggapi 😅 saya bukan tipe orang yang akan kembali ke Mantan. Karena yang namanya Mantan, ya itu adalah masa lalu yang letaknya dibelakang. 

Ada yang punya pengalaman dengan mantan? Atau dengan Cinta Sendiri? Atau dengan Cinta Lokasi?. Lalu dibuka sesi curhat pada kolom komentar 😁

Selamat hari Senin, semoga minggu ini lancar ya semua kegiatannya.

*postingan kali ini diiringi oleh lagu-lagu Kahitna, supaya makin menghayati

-Nootdorp, 11 Februari 2018-

40 thoughts on “Cinta Sendiri

  1. nyari lagu kahitna deh langsung…
    .
    sabar mas Ewald ya Den, hihihi…. mungkin karena sudah jadi istri, jadi mas nya sudah mantap di posisi terpilih.
    kalo saya, nggak gampang suka sama orang, mantan anak proyek, udah biasa gonta-ganti rekan kerja satu tim juga.
    dan mungkin karena dari sono nya udah gitu kali ya. makanya nikahnya sudah di umur uzur. kalo mantan, saya aman-aman saja, saya biasanya sebelum ciao, dibuat jelas semua. jadi, sekarang jelas juga bahkan saat ketemu bang Steph.
    .
    tentang pria pinter, nggak banyak ngomong dan rendah hati, biasanya aku lebih ke kagum aja Den.

  2. Hahahah biasanya kalo yg begini diomongin sama suamiku sih namanya mancing ribut.
    Soal mantan aku tuh yg paling gak pernah CLBK alias balik cinta sama mantan. Selalu ada alesan kenapa mereka jadi mantan kok, dan sayangnya aku masih inget jelek2nya (ketimbang bagus2nya). Sedangkan pak suami sih aman, mantannya dia cuma seorang, udah gitu dia sebel pula sama orangnya 😀
    Soal cinlok ini yg agak ribet, aku malah lebih parah Den gampang kepincut sama orang yg tinggi, putih, pake kacamata. Yah untungnya cuma kepincut mata sih belum sampe hati hahahaha

    1. Hahaha emang pembahasan mantan ini risakn sih May. Kalo pasangan kita ga kebal hati, bisa2 memang berujung piring melayang :)))
      Beer May, aku juga biasanya kepincut mata aja. Abis itu ya lupa trus kepincut lagi kalo ada yang lain hahaha *duh!

  3. << Hobi cilok!!! Yesss…
    Aku dulu flirty abis Den, siapa aja dideketin trus aku kan orangnya lucu menggemaskan gitu. Laahh kok malah promosi.. 😀
    Tapi di suatu titik terendah hidupku (tsah – padahal mah patah hati doang) aku jadi mikir banyak soal relationship. Sebenernya masalah prioritas aja sih sama a lot of considerations. Karena katanya loving someone is making them happy, and making them happy = always always consider them. Gitchu.
    Btw, lagu aku sama cilok waktu dulu sih Aku, Dirimu, Dirinya, pernah boncengan naik motor nyanyi2 lagu itu hihi..

    1. Hahaha Dit, Toss!! baca ceritamu aku senyum2 gini. Ngebayangin kamu yang lucu dan menggemaskan :)))
      Boncengan naik motor trus nyanyi lagu Kahitna, hadeuuhhh kurang romantis apa coba hahaha. Thanks Dit sudah berbagi cerita Cilok :)))

  4. Tumben mba bikin postingan begini hihi. Ini kenapa lagu2 Kahitna sering jadi soundtrack kalau ingat mantan ya? Waktu buat postingan soal mantan calon pacar pun saya sambilan nonton konsernya Kahitna di TV haha. Cerita soal mantan itu banyak mba, baik dari mantan calon pacar, mantan TTM, dan mantan pacar juga, tapi lelaki cerdas yang tidak menampakkan kepintarannya itu benaran sesuatu ya mba 😀 Selamat hari Senin dari Jakarta yang cuacanya galau tak menentu.

    1. Gara2 obrolan makan malam ini Wien haha. Lagu Kahitna itu perih menyayat2 gitu kalo ngomongin galau2an :)))
      Iya, aku dulu baca salah satu postinganmu tentang Mantan. Ya sudahlah, namanya mantan, letakkan saja dibelakang.

    1. Wah kalau aku mending ngomong daripada kemakan gengsi tapi kepikiran Mayang. Tapi beda orang beda karakter. Tenang saja Mayang, gengsi juga ga masalah kok 🙂

    1. Bagian yang mana ini Fran? soalnya yang ditulisan ini kan campur2 bahasnya. Dari Mantan, Cinta bertepuk sebelah tangan, atau cinta lokasi 😀

  5. Awalnya mengira bahas ini karena hype film Dilan yg ternyata inti cerita adalah : nostalgia mantan(jangan ditonton mba). Kepo itu normal sih. Apalagi yg curiositynya dan rasa bersaingnya tinggi. Kalau aku liat org ganteng menarik cerdas charming sekali itu anugerah bonus. Nikmatin! Kalau dua kali pasti mulai ada tuh kisikan2 dan pikiran2 jahat…wuahahaha..

    1. Manalah di sini bisa nonton Dilan. Nunggu beberapa bulan kemudian baru bisa :)))
      Lelaki pintar, cerdas, tapi ga show off itu sesuatu :))

  6. Duh, Pak Suami ini kok ya sabar banget, ya. Nggak baperan, hahaha….

    Aku masih temenan sama mantan, dan merekanya juga tetep baik. Yang satu udah berkeluarga 4 orang anak, yang satu masih nunggu restu calon mertua, hehehe. Tapi ya alhamdulillah so far belum ada keisengan berbau balikan sama mantan.

    1. Ga baper sih Mbak, tapi mungkin rodok clekat clekit nang njero atine hahaha.
      Ojok lah Mbak balikan sama mantan. Sudah letakkan di belakang saja, berat itu, biarkan untuk yang lain *terDilan *padahal durung nonton *gara2 twitter hahaha

  7. Kalo suami kan awalnya dulu teman, jadi tau cerita tentang mantanku. Setelah jadi suami, kadang masih suka kuceritain, bukan mengenai aku dan mantan, tapi mengenai si mantan itu sendiri. “Eh si X udah tunangan lho, akhirnya ya”. “Eh si Y itu sekarang ga akur sama keluarganya”. Terus kapan itu ada cewek follow instagramku, ternyata kakak mantannya. Mungkin stalking ya. Tapi ya sudah, kita berdua memang menemukan satu sama lain karena sudah sering patah hati di masa lalu dan ternyata kita berdua ditemukan oleh takdir untuk saling menyayangi. Dan buat aku, suami adalah sosok paling sempurna yang diberikan Allah. Suami juga sabar banget orangnya. Cerita tentang mantanku aja beneran didengerin, dan ikut komen “Oh itu X sama cewek yang Jakarta itu ya”. Malah bergosip. Hehe.

    1. “Tapi ya sudah, kita berdua memang menemukan satu sama lain karena sudah sering patah hati di masa lalu dan ternyata kita berdua ditemukan oleh takdir untuk saling menyayangi” Bagian ini aku bacanya kayak berkaca sama keadaanku sendiri. Aku dipertemukan dengan suami juga gara2 keseringan patah hati haha *ketawa miris aku ingat masa2 itu. Trus dipertemukan dengan seseorang yang sudah dewasa supaya belajar jadi lebih dewasa dan ga rapuh. Memang Tuhan tahu yang terbaik pada saat yang tepat ya. Thanks Geraldine sudah berbagi cerita.

    1. Mewakili Maureen jawab : Kalo ga salah Maureen ini sudah diatas 40 tahun sedikit *mudah2an bener yo :))) Maureen ini memang makhluk semacam Highlander, yang tak akan pernah tua. Padahal anak e wes gede, ibuk e sik kinyis2 enom

    2. hahahaha.. aku melonjak-lonjak bahagia ke luar angkasa… syukurlah, mukaku emang bersahabat banget sm foto kayak di film suddenly20, wkwkwk..

      pssst, asline yooooo ibuk2 bangeeeth..

  8. Setidaknya Deny sadar akan ‘kelemahan’ ini hehe. Aku gak punya mangan, suamiku ya mantan pacarku. Suami juga gak punya mantan, alias aku mantan pacar yg JD istri. Kalau aku liat pria yang lebih ganteng dari suami kadang aku bilang cute tuh, atau ada cewek yang menurut aku cute, aku Tanya suamiku cute gak tuh cewek? Haha topiknya yang aneh kadang ya.

    1. Kalo ga sadar namanya pingsan Lu haha. Thanks Lu sudah berbagi cerita 🙂 Sama, kalau aku lihat ada yang ganteng, aku selalu bilang suami “ganteng ya” dan suami jawabnya juga lempeng “iya” tapi sejauh ini dia kok rasa2nya ga pernah memuji cewek cantik :))) *selain istrinya haha

  9. Aku teguh iman, biar ganteng dan pintar gak akan cinlok. Kalau soal mantan, pernah ketemu pas lagi tugas conference di Bali. Aduh, aku melarikan diri sampai beberapa kali karena males ngobrol. Tapi akhirnya ngobrol juga bentar. Amit-amit jangan sampai ketemu lagi deh.

    1. Wah, bagus Ail kalo teguh iman ga cinlok. Cinlok itu berbahaya *kata bang Rhoma :)))
      Hahaha aku membayangkan dirimu melarikan diri. Semogaaa ga ketemu lagi. Thanks Ail sudah berbagi cerita

  10. Kalau curhat jangan dg lawan jenis deh, apalagi klo gampang jatuh cinta spt aku juga haha. Aku punya mantan yg sampai skrg kepo2 in aku deh *GR aku haha. Dulu putusnya krn dia bilang kena kanker (pdhl ngibul!), trus aq disuruh cari pria sehat lainnya, ga tahunya dia pindah ke lain hati. Stl aq nikah, dia kasih selamat di postingan blogku, trus follow blogku via email, twitterku, youtubeku, tiap aq posting sering banget kasih like. Anakku ultah dikasih selamat, hari raya kasih selamat. Aq nya masah bodoh ajalah, ga penting menurutku, tp ya kujawab baik sih bilang terima kasih. Btw nih postingan karena menjelang hari valentin ga sih Den? 😀 .

    1. Hahaha emang bener Nel. Kalau sudah tahu kelemahan kita, mending jauh2 deh jangan mancing2 cari perkara. Apalagi curhat sama lawan jenis. Curhat sama suami deh yang paling bener. Wah, mantanmu ga bisa melupakanmu itu kayaknya Nel. Kamu mantan terindahnya *tsaahh haha.
      bukan karena menjelang Valentine Nel. Karena keingat Pak Ahok sama Bu Vero makanya dijadikan pembicaraan kami pas makan malam *kurang kerjaan makan malam bahas yang berat2 :)))

  11. Ahahaha… Tumben mbak, nulisnya yang berbau perasaan 😉

    Kalau aku, sebenernya mikir gimana seandainya kalau masih berteman sama mantan. Tapi kayaknya nggak mungkin ya, karena kayaknya aku orang yang suka memendam dendam2 kecil, dan aku percaya kalo emang gak lanjut sama orang tersebut ya pasti karena sesuatu lah… yang kita bisa tahu atau nggak tau alasannya. Dari semua mantan ku, aku gak pernah mau beranikan diri cari tahu kabar mereka karena selain aku menjaga perasaan pacarku, aku juga mikirnya “buat apa sih, mantan pacar itu gak akan bisa lah jadi teman”.

    Mantan pacarku yang terakhir masih dalam taraf hubungan baik sama aku, bahkan masih berteman di Facebook dan pacarku juga pernah ketemu dia. Tapi ya aku malas menghubungi dia kecuali kalo emang maha penting dan kalau ga ada orang lain yang bisa dimintain tolong. Karena seperti di atas tadi, aku tipe orang yang gampang memendam dendam2 kecil, jadi gak mau main api juga.

    1. Hahaha iya nih tumben. Gara2 pas makan malam keinget sama Pak Ahok dan Bu Vero. Jadilah mbahas tentang perasaan.
      Kalau ada dendam2 kecil itu pasti ada hal yang belum terselesaikan ya. Jadinya masih nyisa. Kamu sama kayak aku, mantan ga usah lah jadi teman. Males juga akunya. Jadi keingat yang lalu2 soalnya. tahu kabar sih gpp, tapi kalo berteman, mending aku jauh2.
      Thanks Crys judah berbagi cerita.

  12. ahaaaay.. berhubung tahun ini adalah tahun ke-20 kami bersama.. topik ngobrolnya bukan mantan, tapi kemungkinan cinlok, secara kami ldr gituuuuu aku mudah kagum sm orang pinteeeer..

    1. Kalian sudah 20 tahun bersama, aku sik awal2 mlebu SMA iku jaman semono haha.
      Jangaaann cinlok. mending bikin cilok aja, bikin hati senang dan perut kenyang :)))
      Kalo Cinlok nanti dislentik lho sama anak lanang.

      1. iyo Den beneeer, dia tuh sirik banget.. kalau aku cerita ada visiting-prof ganteng berkacamata, bisa2 besoknya dia nyamperin ke kantor.. hahaha… padahal bapaknya looo woleeeees…

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.