Terima Kasih 2020. Hai 2021

2020 memang fenomenal sekali ya, tak akan terlupa bagi semua orang di belahan dunia manapun. Beberapa hal menjadi catatan saya untuk tahun 2020 dan apa yang saya bayangkan untuk 2021.

TERIMA KASIH 2020

Apapun yang terjadi di 2020, saya tetap ingin mengucapkan terima kasih. Banyak pembelajaran, pengalaman, maupun cerita manis pahit yang terjadi di tahun ini. Semuanya saya syukuri. Dari hal – hal tersebut, saya bisa ambil hikmahnya dan mencoba terus melangkah. Ada beberapa poin yang bisa saya tuliskan dari tahun 2020.

  • PANDEMI

Saking malesnya cerita tentang Pandemi, jadi bagian ini singkat saja. Dari awalnya saya sangat takut dan cemas dengan adanya Covid – 19, lama – lama mental jadi beradaptasi dengan keadaan. Awal Pandemi, saya pernah menuliskan new normal versi kami. Dari yang agak takut dan menghindar ketemu orang, sekarang ya santai saja kalau ngobrol sama orang di ruang terbuka. Dari awalnya cemas kalau ke tempat ramai, sekarang jadi biasa saja. Saya sudah pada tahap : semaksimal mungkin berikhtiar apapun yang saya bisa lakukan. Semisal memakai masker, cuci tangan sesering mungkin, jaga jarak, belum mau ketemuan dalam jumlah banyak, tidak mengadakan pesta atau acara di rumah, tidak kumpul – kumpul sampai keadaan memungkinkan. Selebihnya, saya berserah saja. Kami sekeluarga selama ini sudah maksimal berikhtiar. Semoga Pandemi segera berakhir, tidak muncul varian – varian terbaru. Dunia aman kembali.

Dari Pandemi juga, saya melalui beberapa jenis lockdown di Belanda. Dari Intelligent Lockdown. semi lockdown, partial lockdown, lockdown beneran, sampai pemberlakuan jam malam.

  • LIBURAN DAN MUDIK

Rencana mudik ke Indonesia yang sudah dipersiapkan sejak 2019 dan kami pun sudah membeli tiketnya, harus kami relakan untuk tertunda. Kami tidak mau ambil resiko dan pada saat itu banyak peraturan baru yang cepat sekali berubah. Harusnya kami mudik bulan Mei. Saya akan kembali lagi ke Belanda bulan Agustus, sementara suami ke Belanda akhir Mei. Jadi dia hanya bisa cuti satu bulan. Semuanya jadi tertunda. Keluarga di Indonesia sangat mengerti kondisi dan situasi. Mereka malah menyarankan untuk menunda saja karena keadaan di Indonesia pun makin parah. Ibu pun bilang lebih baik mudik kalau keadaan benar – benar sudah aman supaya semua tetap sehat.

Tidak hanya rencana mudik, rencana liburan ke Andalusia, Hamburg, Montenegro, dan Norwegia juga semua tidak ada yang terlaksana. Berdiam diri di rumah, yang sebenarnya kami tidak terlalu berdiam diri juga karena masih keluar rumah untuk menikmati cuaca bahkan kami sempat liburan musim panas di Belanda.

Meskipun tidak bisa ke luar negeri, kami tetap liburan saat musim panas. Kami pergi berlibur di wilayah Gelderland, Belanda, dan beberapa kota lainnya. Memilih ke provinsi tersebut karena alamnya yang memang indah, beda dengan lingkungan tempat tinggal kami. Kota – kota yang kami kunjungi saat liburan musim panas : Deventer, Friesland, Enkhuizen, Zutphen, Hoenderloo, Veluwe, Amersfoort. Cerita lengkap saat liburan, akan saya tuliskan terpisah. Ada manfaatnya juga tidak bisa liburan ke luar negeri. Jadi bisa menjelajah dan lebih mengenal kota – kota di Belanda.

  • KEMAMPUAN BARU : BAKING

Tidak saya sangka, 2020 memberikan kesempatan pada saya untuk belajar sesuatu yang jauh dari yang saya bayangkan ternyata bisa juga ya, yaitu baking. Dulu mana kebayang kalau saya bisa membuat roti sendiri bahkan sampai membuat taart ulangtahun. Tahun lalu saya jadi tergerak untuk benar – benar mendalami apa itu baking dan pastry, belajar otodidak dari berbagai macam sumber : buku, YouTube, artikel, membaca tulisan dari beberapa chef pastry and baking, juga berbagi pengalaman dengan beberapa orang yang mempunyai minat yang sama. Keinginan jangka panjang, bisa sekolah serius di bidang ini. Atau bekerja di bidang ini.

Sampai detik ini, saya tetap membuat roti sendiri baik menggunakan ragi alami ataupun ragi segar. Seminggu 2 kali saya membuat roti menggunakan ragi alami (Sourdough bread) untuk suami dan 3 kali dalam seminggu menggunakan ragi segar. Saya sudah bisa mengotak – atik resep dan akhirnya bisa membuat resep baru cookies yang setelah dicobakan ke beberapa teman, mereka bilang enak sekali. Senang bukan kepalang. Bulan Juni juga sempat mengikuti Baking Challange di blog yang idenya dari Mbak Yoyen.

Brown Butter Pecan Cake bikinan sendiri. Salah satu taart yang saya buat, otak atik resep orang lain.

Membuat taart juga akhirnya bisa. Bukan hanya taart untuk ulang tahun, beberapa cake klasik dari beberapa negara juga akhirnya saya bisa membuatnya. Benar – benar tidak menyangka ternyata saya punya kemampuan dan tertarik untuk mendalami baking dan pastry. Dari baking pun hasrat untuk berkesperimen jadi tersalurkan. Baking ini unik menurut saya, menggabungkan science dan seni. Jadi, minat saya terhadap angka dan bereksperimen pun tersalurkan.

  • BELANJA MINGGUAN ONLINE DAN NYARIS SEMUANYA ONLINE

Saya adalah orang yang tidak terlalu memanfaatkan kecanggihan teknologi, termasuk belanja online. Itu dulu, saat sebelum pandemi. Kepuasannya beda kalau langsung datang ke tokonya. Tapi sejak Pandemi, karena ada segala macam lockdown dimana toko – toko pun harus tutup sementara dan kamipun menghindari keramaian, jadilah 2020 adalah tahun penuh belanja online, termasuk belanja mingguan. Sudah satu tahun ini, belanja mingguan kami berubah ke online. Ternyata, lebih menghemat waktu dan tenaga. Tinggal pilih – pilih di aplikasi, menunggu di rumah, belanjaan diantar, selesai. Oh senangnya. Tidak perlu ketemu orang banyak dalam jangka waktu lama. Meskipun kalau ada barang yang tidak ada, kami tetap datang ke supermarket yang bersangkutan, beli seperlunya, langsung bayar dan keluar lagi. Tidak perlu berlama – lama.

Namun dari segala kemudahan belanja online, saya tetap rindu keluyuran di toko cuci mata. Salah satu hiburan saya. Kangen Action, Hema, Tiger Fly, dan toko – toko sejenis.

  • INTENS DI MEDIA SOSIAL

Cerita betapa aktifnya saya di twitter dan FB tahun lalu, bisa dibaca lengkap di sini yang membawa pada keputusan untuk keluar dari dua media sosial tersebut. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri dari 2 media sosial itu juga saya bisa berkenalan dengan banyak orang yang membawa dampak positif dalam hidup saya. Dari pengalaman mereka, bertukar pikiran, membaca cerita hidup atau sekedar saling berkomentar positif terhadap sesuatu, menambah sudut pandang saya terhadap kehidupan, juga menambah kenalan dan teman baru. Media sosial memang selalu ada sisi positif dan negatifnya.

  • BERKEBUN

Awalnya tidak ada rencana 2020 akan jadi tahun berkebun. Selama 3 tahun terakhir memang saya sedang cuti dulu untuk berkebun karena tidak sempat. Ternyata kami batal mudik dan kondisi yang tidak bisa ke mana – mana dengan leluasa, akhirnya saya mendadak mengeluarkan segala stok benih dan tanah sisa 3 tahun lalu. Mau beli baru online kok sayang karena masih punya banyak sisa benih. Tapi tidak yakin juga apakah benih – benih yang ada masih bisa ditanam dengan maksimal. Ya, coba saja.

Segala macam saya tanam, dari kangkung, bayam, wortel, kemangi, cabe segala varian, tomat segala jenis, beberapa herb, pepaya, beberapa bunga, dan banyak macam lainnya. Halaman depan belakang jadi lumayan penuh. Bahkan saya menanam pohon pisang yang diberi oleh teman, hasil anakan pohon pisang milik dia. Yang paling sukses ya tomat karena hampir tiap hari saya panen. Yang tidak sukses kangkung karena kuntet hasilnya. Lumayan sih kembali berkebun setelah beberapa tahun absen, menyenangkan dan membuat bahagia. Mengalihkan sejenak dari hiruk pikuk dunia. Pada dasarnya saya memang suka dan telaten berkebun. Cuma satu yang tidak saya suka kalau sedang sibuk dengan tanaman, tiba – tiba melihat cacing. Duh gelinya.

Ini tanaman apa ya kok lupa. Cabe kayaknya.
  • SEMAKIN SEMANGAT MEMASAK

Dalam keadaan normal, kalau akhir pekan seringnya saya tidak masak karena kami ada agenda untuk makan di luar rumah. Pandemi membuat saya lebih sering berkutat di dapur untuk memasak dan baking. Bahkan untuk akhir pekan pun saya tidak absen masak sendiri. Ya bagaimana, horeca sempat tutup lama, pun kami awalnya sempat ragu untuk membeli makanan. Jadi saya punya kesempatan lebih untuk nguplek masak dan mencoba lebih banyak resep dan mengotak – atik resep. Dari yang tidak pernah saya masak, sampai masak yang super lengkap. Karena tidak makan di luar selama akhir pekan, dananya bisa ditabung. Lumayan lho ternyata hasilnya. Pada dasarnya keluarga kami memang jarang makan dan beli makanan di luar kecuali akhir pekan, itupun tidak setiap akhir pekan. Kalau bisa masak, ya akan saya masak sendiri.

Bubur ayam lengkap versi saya.
  • WAKTU BERSAMA KELUARGA

Terhitung bulan Maret tahun ini, suami sudah 1 tahun bekerja dari rumah. Dia kerja untuk 2 kantor, total dilakukan di rumah. Segala meeting atau semua hal, dikoordinasikan dari rumah. Saya tentu saja senang karena makin banyak waktu bersama. Dia punya ruang kerja sendiri yang letaknya sangat jauh dari ruangan saya berkegiatan. Jadi dia benar – benar bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Senangnya dia bisa bekerja dari rumah, selain waktu bersama makin banyak, juga kalau saya butuh sesuatu bisa minta tolong dia. Misalkan saya harus ke luar rumah, anak – anak bisa saya titip ke dia. Jadi para koleganya sudah terbiasa melihat dia meeting dengan background anak – anak mainan. Ruangan dia bagian belakang disulap jadi arena main mini.

Waktu kerja dia juga menjadi lebih fleksible sejak kerja dari rumah. Saat ada waktu untuk istirahat (selain istirahat siang), dia bisa gunakan untuk olahraga di rumah atau lari di luar rumah atau main sebentar dengan anak – anak. Ada dia di rumah juga membuat saya lebih tenang.

Pun jam kerjanya bisa lebih cepat selesai karena dia memulai kerja lebih cepat. Jadi kami nyaris selalu jalan – jalan sore. Bisa menikmati dan melewati musim demi musim setiap sorenya. Jadi pergantian musim tahun lalu lebih nyata buat kami. Hal yang tidak bisa kami lakukan pada hari kerja saat dia masih harus ke kantor. Makan siang pun kami selalu bersama. 2020 benar – benar membuat kami sekeluarga dekat secara fisik dan emosi. Hal ini benar – benar kami syukuri. Kami masih punya sumber penghasilan, hidup cukup, dan kedekatan sebagai keluarga semakin bertambah.

  • KEHILANGAN

Berita kehilangan dari teman dekat, teman, maupun kenalan datang silih berganti. Benar – benar membuat hati saya ikut hancur mendengar cerita mereka. Satu persatu orang terkasih berpulang. Ikut sedih rasanya. Ibu pun sering mengabarkan keluarga atau tetangga di Indonesia yang meninggal. Saya semakin tenggelam berpikir, hidup memang satu kedipan mata saja. Tidak tahu kapan waktu kita berpulang dan meninggalkan orang tercinta di dunia. Membuat saya semakin memanfaatkan waktu sebaik mungkin, menikmati setiap kebersamaan bersama keluarga dan orang – orang terdekat. Kita tidak tahu, kapan waktu itu datang, Bisa kapan saja.

  • BERITA BAHAGIA

Hidup selalu ada 2 sisi, sedih dan bahagia. Selain berita sedih yang saya terima, 2020 juga membawa berita bahagia. Beberapa teman dan kenalan mengawali fase baru dalam hidupnya. Beberapa menikah dan beberapa lainnya melahirkan. Turut senang dan bahagia dengan babak baru dalam hidup mereka. Semoga langgeng, penuh suka cita, saling cinta sampai ujung waktu, dan si kecil tumbuh besar penuh cinta dan dikelilingi cinta.

  • PERTEMANAN

2020 juga menguji hubungan pertemanan. Pandemi ini saya ibaratkan sebuah kepercayaan. Ada yang percaya pandemi itu nyata, ada yang mengira itu hanya akal – akalan WHO saja. Akhirnya, pertemanan pun diuji sesuai dengan kepercayaannya masing – masing. Ada yang tetap bertahan, ada yang gugur perlahan. Tak mengapa, pertemananpun memang akan melewati seleksi alam. Yang bertahan akan tetap dengan kelompoknya, yang gugur pun akan keluar secara perlahan mencari kelompok baru atau hidup sendiri.

Lain perkara dengan intensitas bertemu yang akhirnya digantikan dengan aplikasi kirim pesan. Ada beberapa yang menimbulkan salah paham, akhirnya ya sudah lebih baik jaga jarak saja daripada semua berasumsi sesuai kepala sendiri tanpa mencoba saling mengerti. Inipun tak mengapa. Akhirnya balik lagi, semua akan berkelompok sesuai frekuensi yang cocok. Berteman kan menganut prinsip cocok cocokan.

  • KESEHATAN

Saya kebanyakan rebahan dan makan, tapi tiap hari tidak pernah absen jalan kaki minimal 1 jam. Paling tidak, masih bergeraklah badan saya, meskipun mulut tak pernah berhenti mengunyah. Hal tersebut menyebabkan berat badan saya nampaknya mencapai puncaknya selama saya hidup. Maklum, selama ini saya tidak pernah bermasalah dengan berat badan. Namun 3 tahun terakhir, karena saya makin suka mengunyah, akhirnya BB melonjak perlahan tapi pasti. Tahun 2020 saya lihat kok bentuk badan jadi lumayan membulat. Apalagi selama pandemi, mikirnya : ya sudah, kalau rebahan dan makan membuat bahagia, ya apa salahnya dilakukan. Toh tahun ini sudah sangat berat. Terlalu terbuai dengan kata bahagia, akhirnya BB pun melonjak bahagia.

Kesehatan badan saya baik – baik saja, beda cerita dengan kesehatan mental. Haduuh parah sekali mental saya tahun 2020. Drop sampai titik mbuh angka berapa. Mengingatnya lagi sekarang jadi males sendiri. Tapi, ya ambil hikmahnya saja. Banyak hal yang bisa jadi pembelajaran selama mental ajrut – ajrutan. Ambil yang baik – baik, tinggalkan yang tidak baik, tidak usah diingat lagi, melangkah maju untuk jiwa yang lebih sehat.

Secara keseluruhan, kesehatan kami baik – baik saja. Suami sempat tes SWAB yang hasilnya adalah negatif. Alhamdulillah.

  • KURSUS ONLINE DAN KURSUS MENYETIR

Meskipun banyak rebahan, ternyata saya menyelesaikan kursus online beserta ujiannya. Ada 4 kursus online yang bisa saya selesaikan tahun 2020 dan mendapatkan sertifikat. Dua diantaranya masih berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya, sedangkan dua lainnya adalah ilmu baru berhubungan dengan Neuroscience. Disela – sela rebahan, lumayan juga ya bisa menambah ilmu lewat kursus online.

Perjalanan saya mendapatkan SIM lumayan berliku juga. Setelah dibatalkan ujian pada bulan maret 2020 karena Belanda mendadak intelligent lockown sampai ujian bulan Juli yang ternyata gagal. Mencoba ujian lagi bulan oktober, gagal lagi. Eh diagendakan ujian akhir desember, batal karena Belanda lockdown lagi yang diperpanjang sampai awal Maret. Mudah – mudahan mendapatkan SIM ini tidak berkepanjangan lika likunya.

  • REJEKI

Karena tidak bisa liburan jauh dan tidak terlalu banyak beli ini itu, kami jadi lumayan bisa berhemat dan mengalokasikan dana tersebut untuk kepentingan lainnya misalkan renovasi beberapa bagian rumah seperti dapur dan mengecat rumah. Bersyukur secara rejeki, kami masih dicukupkan dalam keadaan negara yang memang sedang krisis. Kami jadi lebih bisa menabung dan alokasi untuk beberapa hal jadi bisa dipenuhi. Kami yang pada dasarnya sudah hidup minimalis, tahun 2020 lebih minimalis lagi, jadi dana yang biasa kami gunakan bisa kami tabung.

  • MINIM KEMBANG API PERGANTIAN TAHUN

Rasanya beda juga ya pergantian tahun 2020 tidak gegap gempita dengan kembang api. Terus terang saya senang sih melihat keseruan dan kemeriahan kembang api. Meskipun di Belanda ada larangan resmi, tapi tetap saja pergantian tahun, kembang api jedar jeder berkumandang. Tidak semeriah tahun – tahun sebelumnya dan tidak selama seperti biasanya. Ternyata enak juga ya di telinga, tidak terlalu berisik.

  • BERSERAH

2020 mengajarkan pada saya apa arti berserah yang sesungguhnya, apa arti kuasa dari sang Maha Pencipta. Sebagus dan serapi apapun rencana yang telah dibuat, jika Tuhan sudah punya kehendak lain, tidak ada yang bisa mengubah ketentuan dariNya. Berserah, saya benar – benar berserah.

Dari hal – hal yang saya ingat tentang 2020, masih banyak yang bisa saya syukuri. Bersyukur semua sudah terlewati. Semoga yang ditinggalkan orang – orang tercinta diberikan kekuatan untuk melangkah. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan yang baik.

HAI 2021

Saya melangkahkan kaki tanpa rencana besar apapun, semuanya mengalir begitu saja. Belajar dari tahun 2020, saya melewati 2021 dari hari ke hari. Mengikuti apa yang terjadi hari ini, melewati dengan semaksimal mungkin, mensyukuri apa yang sudah terjadi hari ini, lalu siap melangkah untuk esok hari. Begitu seterusnya. Mungkin tema yang cocok untuk saya tahun ini adalah mengalir. Tanpa ada rencana besar dalam jangka panjang apapun, melakukan yang terbaik hari demi hari. Tidak terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi di masa lalu maupun berpikir ruwet tentang masa depan. Jalani hari ini, lakukan yang terbaik untuk hari ini, dan benar – benar ada untuk hari ini. Lewati hari demi hari dengan mantra yang serupa. Semuanya mengalir saja.

Semoga Pandemi segera berakhir. Sehat jiwa raga semua, diberikan kelancaran rejeki, kebahagiaan bersama orang – orang tersayang.

Hai 2021, saya siap melangkah bersamamu.

– 3 Maret 2021-

6 thoughts on “Terima Kasih 2020. Hai 2021

    1. Amiinnn, semoga cahaya terang perlahan tapi pasti datang.
      benar, alih – alih merutuk, saya lebih baik bersyukur. Sehat2 selalu yaa kalian.

  1. 2020 memang sebuah tahun yang luar biasa banget ya. Semua harus berhenti, semua harus berubah, semua harus menyesuaikan. Semoga pandemi ini segera berakhir. Tapi aku sependapat, sejauh ini mengalir saja tahun ini, masih belum berani membuat rencana apa-apa karena situasinya masih tergolong tidak pasti walaupun secercah harapan itu terlihat ya.

    1. Giliran kita kapan nih Ko vaksinnya haha.
      2020 adalah tahun adaptasi ya. Semua hal harus beradapasti dengan situasi baru.

  2. aamiin aamiin..

    doa baik buat kita semuanya ya.. karena kurasa juga sedikit banyak rangkuman ceritanya sama untuk sebagian besar orang.. eh at least padaku sih..

    semoga Deny dimudahkan mencapai keinginan2nya – sim misale ^^ dan aku punya sim skrg Den.. *pamer wkwkwkwk… meski ga ada mobilnya.. tapi siap nyupirin kalau dirimu berkeliling Surabaya yaa… take care..

    1. Amiinnn suwun Buk doanya. Doa2 yang terbaik juga untukmu. Sehat2 sak lawase.

      Aku berharap drama SIM ini berakhir dengan indah segera. Larang soale, nggarai tabungan menangis geru2 wahh asyikkk engko lek mudik aku disupiri yoo.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.