Akhirnya Lulus!

9 Januari 2015. 5 bulan pernikahan, daaan… Akhirnya lulus juga. Yiaayy!! Rasanya senaangg sekali. Bahagia tiada tara. Seminggu ini dipenuhi perasaan berkecamuk setelah jadwal sidang diumumkan dan mendapati salah satu penguji adalah Professor yang memang ahlinya berkaitan dengan topik Tesis saya. Antara pengen mundur tidak mau melanjutkan karena takut diuji beliau (terbayang pertanyaan-pertanyaan kritis yang akan terlontarkan), tapi sayang juga kalau mundur karena tinggal selangkah lagi. Seminggu penuh drama air mata, nangis sana sini tidak jelas juga nangis karena apa. Belum lagi selama proses mengerjakan Tesis juga dipenuhi drama-drama lainnya yang tidak kalah luar biasanya. Nggondok sama Dosen Pembimbing, menyerah dengan topik yang terlalu sulit, LDM sama suami semakin membuat rasa malas makin menjadi untuk segera mengakhiri kuliah ini

Hari yang dinanti akhirnya datang juga. Ternyata sidang Tesis tidak seseram seperti yang diduga (sekarang aja bisa ngomong gini, tadi malam blingsatan ga bisa tidur ga doyan makan). 45 menit tidak terasa karena suasana seperti diskusi. Tidak ada pertanyaan menjatuhkan. Bahkan Bapak Professor memberikan arahan untuk perbaikan Tesis saya. Wah! Bapak ternyata tidak seseram yang saya kira πŸ˜€

Sesaat setelah sidang dan keputusan lulus diumumkan
Sesaat setelah sidang dan keputusan lulus diumumkan
Dari dulu punya cita-cita mulia foto didepan raung keramat ini
Dari dulu punya cita-cita mulia foto didepan ruang keramat ini
Seluruh peserta sidang hari ini. Senyumnya dong sumringah semua meskipun capek tiada tara
Seluruh peserta sidang hari ini. Senyumnya dong sumringah semua meskipun capek tiada tara
Dan seorang teman yang selalu mendampingi serta memberikan motivasi. Setahun yang lalu dia berfoto disini dengan status saya saat ini. Terima Kasih ya Pu selalu ada untuk aku
Dan seorang teman yang selalu mendampingi serta memberikan motivasi. Setahun yang lalu dia berfoto disini dengan status saya saat ini. Terima Kasih ya Pu selalu ada untuk aku

Terima kasih untuk Ibu yang selalu menenangkan, membesarkan hati walaupun berkali-kali saya telepon hanya untuk sekedar menangis, yang selalu ada kapanpun saja. Terima Kasih untuk Mas Ewald yang hari ini tidurnya tidak nyenyak karena saya paksa untuk bangun jam 3 pagi waktu Belanda dan harus tetap bangun sampai saya selesai sidang, juga orang pertama yang menelepon saya ketika tadi siang dinyatakan lulus. Mas Ewald juga yang selalu menguatkan saya untuk jangan menyerah, fokus pada apa yang ingin saya raih. Dan yang tidak kalah pentingnya, terima kasih kepada Almarhum Bapak. Kalau tidak karena janji yang terlontar sebelum Bapak meninggal, saya tidak akan mungkin sampai pada tahap ini. Dan hari ini saya membuktikan dan menepati janji saya untuk Almarhum Bapak bahwa pada akhirnya saya lulus kuliah. Terima kasih Bapak.

Dan terima kasih untuk mereka yang selalu saya repotkan dengan cerita-cerita putus asa saya, terima kasih untuk saudara, teman-teman, dan adik-adik yang telah mendoakan saya. Terima kasih.

Kelulusan ini juga semacam kado 5 bulan pernikahan. Sekarang saatnya tidur nyenyak, dan makan-makanan enak, kemudian memikirkan revisi.

Benar adanya, bahwa ujian itu harus dihadapi, diselesaikan, bukan dihindari.

Selamat berakhir pekan kawan!

-Surabaya, 9 Januari 2015-

22 thoughts on “Akhirnya Lulus!

  1. Alhamdulillah, selamat ya mbak. Walaupun aku telat ngucapin, barakallahu ya. Untuk pernikahan dan kelulusannya. Terharu sekali baca cerita perjuangan mbak, I wish I could do same.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.