Basis Inburgeringsexamen (MVV Examen)

Sebelum saya lupa, saya akan berbagi pengalaman tentang segala seluk beluk Basis Inburgeringexamen atau MVV Examen atau ujian dasar kemasyarakatan di luar negeri. MVV Examen adalah ujian dasar bahasa Belanda dimana harus dilakukan bagi mereka yang ingin tinggal di Belanda lebih dari 90 hari. Saya ujian pada 28 Oktober 2014, maka saya mengikuti sistem ujian yang lama. Karena per tanggal 1 November 2014, sistem ujiannya sudah baru. Untuk lebih jelasnya tentang sistem ujian yang baru, silahkan ke Naar Nederland

Apa itu Basis Inburgeringexamen atau MVV Examen atau Ujian Dasar Kemasyarakatan di Luar Negeri?

Sejak 15 Maret 2006 sebagian dari pendatang baru yang ingin datang ke Belanda untuk jangka panjang (lebih dari 90 hari) dan memerlukan MVV (Machtiging tot Voorlopig Verblijf : Ijin tinggal sementara) harus mengikuti ujian dasar kemasyarakatan sebelum kedatangan ke Belanda. Ujian dasar kemasyarakatan adalah ujian yang menguji pengetahuan bahasa Belanda dan kehidupan kemasyarakatan  Belanda. Ujian dilakukan dengan tata cara Belanda di kedutaan Belanda atau konsulat jenderal di negara asal atau di negara tempat menetap. Negara tempat menetap adalah negara dimana orang asing boleh tinggal lebih lama dari tiga bulan atas dasar izin tinggal. Ujian di lakukan dengan tata cara untuk tinggal di Belanda (Sumber : Website Kedutaan Belanda di Indonesia). Alasan tinggal di Belanda dalam waktu lama bisa bermacam-macam. Berobat, bekerja, mengikuti keluarga ataupun yang lainnya. Kalau saya, karena ingin mengikuti suami yang warga negara Belanda, maka sertifikat lulus MVV Examen nanti akan disertakan untuk pengajuan visa MVV yang diajukan di IND Belanda. Ujiannya sendiri dilaksanakan di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Tes ini terdiri dari 3 bagian, dan ketiganya harus lulus. Salah satu saja tidak lulus, maka wajib mengulang. Jadi harus lulus ya bagi yang akan mengikuti ujian ini, karena jika tidak, maka harus mengulang, membayar lagi (mahal banget). Boros waktu dan tentu saja boros biaya.

Belajar Bahasa Belanda

Setelah suami datang ke Indonesia dan melamar pada Februari 2014, saya mulai mencari informasi tentang apa saja yang diperlukan untuk pindah ke Belanda (karena kesepakatan kami, saya yang akan pindah), selain informasi untuk mendaftarkan pernikahan tentunya. Ternyata salah satunya MVV Examen ini. Waktu itu saya mikirnya, wow saya musti belajar dari nol nih. Ga ngerti apa-apa saya tentang bahasa Belanda. Mencari informasi di internet tempat kursus bahasa Belanda di Surabaya, muncul satu nama : Caraka Mulya. Setelah saya telepon kesana, ternyata saya harus membeli paket buku Naar Nederland (seperti foto diatas). Buku tersebut dibelinya langsung dari Belanda, jadi Caraka Mulya tidak menyediakan. Akhirnya saya bilang sama Mas E. Dan dia langsung beli bukunya seharga sekitar 110 euro. Tapi sebelum kursus untuk MVV Examen, saya diwajibkan untuk Kursus dasar bahasa Belanda. Secara singkat, Kursus yang harus diikuti untuk persiapan MVV Examen sebanyak 30 kali pertemuan @1.5 jam. Kalau mau nambah lagi, silahkan itu dibicarakan kemudian dengan gurunya. Akhirnya buku Naar Nederland sampai bulan April awal, kemudian awal Mei saya ke Belanda selama 2 minggu untuk perkenalan dengan keluarga disana. Sepulangnya dari Belanda, yaitu Mei akhir saya mulai kursus bahasa Belanda dasar sebanyak 10 kali pertemuan. Guru saya waktu itu adalah Pak Mario dan Ibu Inge. Setelah kursus dasar ini selesai, saya tidak bisa langsung lanjut ke kursus persiapan MVV karena saya kejar tayang untuk seminar proposal tesis dan maju sidang. Jadi kursusnya ditunda.

Pada akhirnya sidang tesis tidak bisa dilaksanakan yang artinya kuliah saya molor, nambah 1 semester. Akhirnya saya lanjutkan lagi kursus persiapan pada awal Juli 2014. Kursus kali ini langsung saya lakukan di rumah Ibu Inge (dan Pak Mario, karena mereka Ibu dan Anak). Jadi privat tidak terikat lagi dengan Caraka Mulya. Kursus kali ini saya lakukan sebanyak 10 kali pertemuan. Pada akhir kursus, hasilnya masih belum memuaskan sehingga Ibu Inge memutuskan saya harus menambah 10 kali pertemuan lagi. Karena pada saat itu sudah dekat dengan hari pernikahan dan lebaran, maka kursus lebih lanjutnya ditunda lagi. Dengan harapan saya belajar mandiri supaya lebih bisa menguasai materi. Bulan Agustus menikah, dilanjutkan jalan-jalan sebulan dari Bali sampai Bandung, saya tidak belajar sama sekali. Kalau suami mengingatkan, ada saja alasan saya menolak untuk belajar. Maleslah, capeklah. Saya mikirnya, masak iya bulan madu musti belajar juga.

Belajar mandiri yang saya lakukan
Belajar mandiri yang saya lakukan

Setelah suami kembali ke Belanda awal September, saya langsung tancap gas belajar. Tidak hanya dari buku Naar Nederland saja, tapi dari beberapa sumber di Internet, sering nonton film di Youtube, sering mendengarkan percakapan dalam bahasa Belanda. Intinya saya tidak bergantung dengan buku yang sudah ada. Memperbanyak referensi untuk tambahan bahan belajar.

Pada dasarnya bahasa Belanda itu susah, apalagi untuk pelafalannya. Tetapi saya terbantukan dengan fakta bahwa bahasa Indonesia banyak memakai kata serapan dari bahasa Belanda. Jadi banyak kosakata yang mudah diingat. Misalkan rok, tas, jas, handdoek, klaar, dan banyak lagi. Tipsnya : banyak baca, banyak mendengarkan percakapan bahasa Belanda, banyak nonton film untuk melatih pendengaran, memperbanyak kosakata. Saya jarang belajar sama suami. Entah kenapa, bawaannya selalu ga PD. Padahal dia tidak pernah mentertawakan atau mengkritik. Justru selalu menyemangati bahwa saya bisa lulus ujian ini. Tetapi secara keseluruhan, belajar dengan partner sangat membantu.

Selama sebulan menjelang ujian, selalu ke kampus numpang wifi karena mau belajar secara online
Selama sebulan menjelang ujian, selalu ke kampus numpang wifi karena mau belajar secara online

Pendaftaran MVV Examen

Awalnya saya berencana mendaftar akhir September untuk ujian. Tapi pada tanggal 11 September Ibu Inge bilang kalau mau mengejar ujian dengan sistem lama (maksimal 31 Oktober, karena per 1 November 2014 sistem ujiannya menggunakan yang baru, dan konon lebih susah) saya harus segera mendaftar, karena sudah penuh sampai 14 Oktober. Wah, saya panik. Langsung saya minta tolong suami untuk segera mendaftar. Kamis malam suami mendaftar melalui IND (Immigratie- en Naturalisatiedienst / Dinas Imigrasi dan Naturalisasi). Jumat ada email konfirmasi tentang pembayaran. Biaya untuk ujian ini 350 euro. Mahal kan, makanya harus lulus. Suami langsung membayar dan kami menunggu konfirmasi berikutnya untuk membuat janji dengan Kedutaan. Senin sore ada email konfirmasi, saya langsung telepon ke Kedutaan Belanda. Ternyata waktu tercepat yang kosong untuk ujian 28 Oktober jam 14.00. Wah, lagi rame sekali rupanya. Akhirnya sepakat tanggal itu saya akan ujian. 1.5 bulan lagi dari waktu pembuatan janji. Ujian di Kedutaan ini seminggu ada 3 kali. Selasa, rabu, dan Kamis. Satu hari ada 2 kali, jam 12.00 dan 14.00.

Saat Penentuan. Tes di Kedutaan Belanda Jakarta

Saya berangkat dari Surabaya ke Jakarta hari Sabtu. Sengaja berangkat jauh hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan supaya punya waktu untuk mengulang materi ujian. Saya tinggal di tempat teman kuliah daerah Rasuna Said, tidak berapa jauh dari Kedutaan Belanda.Satu hari sebelum ujian saya tidak belajar. Sengaja supaya pikiran tidak terlalu capek. Saya datang satu jam sebelum waktu ujian. Terlalu antusias :). Ini juga penting datang tidak terlalu mepet waktu ujian supaya kita bisa mengenali lingkungan dan tidak diburu waktu. Yang perlu dibawa untuk ujian hanya Passport. Tas dan lain-lain akan ditinggal di loker yang sudah disediakan. Awalnya sebelum berangkat ujian tegang banget. Saya gangguin suami berkali-kali (padahal masih waktu tidur di Belanda), kirim sms ke Ibu berkali-kali untuk mendoakan saya, sampai Ibu jadi ikut-ikutan tegang dan berkali-kali telepon saya. Bahkan Pappa dan Mamma (Mertua) ikut-ikutan senewen dengan mengirim email berkali-kali. Tapi entah kenapa sejak sampai Kedutaan, saya menjadi tenang. Ada isyarat yang makin membuat saya tenang (saya tukang baca isyarat. Iseng sih, tapi terkadang benar). Saya menerima kunci loker nomer 26. Ada satu bagian ujian namanya TGN, bagian ini paling susah. Syarat lulusnya adalah skor minimal 26. Jadi menerima kunci loker 26 menjadi semacam isyarat buat saya kalau akan lulus.

Isyarat yang saya maksud
Isyarat yang saya maksud

Mengutip dari sini , Jadi yang namanya Inburgering Examen itu terdiri dari 3 bagian :

Part 1. Pengetahuan Kemasyarakatan Belanda (KNS – Kennis van de Nederlandse Samenleving)

Ini sih paling gampang karena di paket Naar Nederland sudah ada bahan disertai jawaban pula. Dari 100 bahan soal dari Fotoboek yang keluar cuma 30 soal acak. Pertanyaannya disertai foto. Mendingan jangan menghapal foto dan jawaban deh. Tips dari saya pahami pertanyaan dan jawabannya karena ada 100 foto yang harus dihapal dan beberapa foto ada yang mirip. Dari 30 soal itu minimal harus benar 70% atau 70 dari skor maksimum 100.

 Part 2. Tes Berbicara Dutch (TGN – Toets Gesproken Nederlands)

Ini bagian paling susaahh karena kalimat-kalimat soal cepet banget dan yang ngomong orang Belanda asli melalui komputer. Tes ini dibagi lagi menjadi 5 bagian dan diawali dengan contoh soal dan jawaban. TGN terdiri dari :

  • Repeat the sentence or Nazeggen 14 sentences (mengulang kalimat)
  • Answer the questions or vragen 10 questions (menjawab pertanyaan)
  • Another repeat the sentence 14 sentences (mengulang kalimat kembali)
  • Opposite words or tegenstellingen 10 words (kebalikan kata, misal : hoog – laag)
  • Repeat the story or verhalen 2 stories (mengulang cerita)

Tips : jangan diam atau menjawab “Ik weet het niet” (saya tidak tahu) meski pun kamu tidak tahu jawabannya. Pokoknya jawab sebisa-bisanya. Saat mengulang kalimat kalau cuma bisa menangkap satu kata ya ucapkan satu kata itu supaya tetap ada skor. Begitu juga saat bagian mengulang cerita, di mana dalam satu paragraf itu kita mungkin hanya mengerti beberapa kata. Nah, dari beberapa kata itu kembangkan saja cerita sendiri yang penting jangan ada jeda hening karena kita diam. Ga gampang memang, makanya harus rajin menambah kosa kata dan pengucapan yang benar.

Tips tambahan : kalau benar-benar tidak mendengar apa yang diucapkan pada bagian ini, tetap tirukan intonasi dari native. Saya menerapkan itu. Tips ini juga saya dapat dari teman-teman yang pernah mengikuti ujian ini sebelumnya. Jadi selama belajar, selain saya belajar kosakata dan mendengarkan pelafalan dalam bahasa Belanda, saya juga belajar menirukan intonasi. Intinya tetap tenang, tidak usah panik. Sekalinya panik, bubar jalan deh. Karena ngomongnya cepet banget pada bagian ini.

Skor minimum untuk lulus adalah 26 dari maksimum skor 80. Ga tinggi kan jadi jangan panik yah…

Part 3. Tes Pemahaman dan Membaca Dutch (GBL – Geletterheid en Begrijpend Lezen)

Untuk GBL tingkat kesulitannya medium. Yang penting bisa membaca bahasa Belanda dengan baik maka pasti lulus. Untuk tes ini kamu akan mendapat lembar tes. Sekali lagi dengan petunjuk baik-baik ya. Jangan menjawab sebelum mendengar nada ‘peep’. Tes ini dibagi menjadi beberapa bagian :

  • Reading words (Woordrijen oplezen) – you will get 8 words in 4 lines
  • Reading the sentence (Zinnen oplezen) – there are 8 of short and long sentences to read
  • Read the short story/article(Teksten oplezen) – you will have to read aloud to the 2 printed story and 1 hand written text.
  • Completing the sentences (Zinnen oplezen en aanvullen) – 28 sentences to be fill the correct word that can be choose from 3 different choices.
  • Answer the questions from the story – there are 3 stories  and each has 4 questions to answer. You do not have to read but speak only the correct answer after hearing the peep sound.

Skor minimum untuk lulus saya tidak tahu tapi skor maksimumnya adalah 35 (sempat diberitahu Pak David, tapi lupa). Jadi dapet skor 30 juga udah bagus banget.

 Total waktu yang diperlukan dari awal sampai pembuatan sertifikat selesai sekitar 2 jam. Setelah perjuangan sejak bulan Mei sampai Oktober, belajar selama 5 bulan dengan mood yang naik turun, dan benar-benar belajar sungguh-sungguh 1.5 bulan menjelang ujian, akhirnya saya lulus dengan skor 100/53/34. Senang sekali nilai TGN saya tinggi, dan kalau di convert, saya mencapai level B1. Untuk pemula, level B1 termasuk tinggi, menurut penjelasan Pak David dan surat hasil ujian dilembar kedua. Jangan takut, banyak kok yang mendapatkan skor yang tinggi, lebih tinggi dari saya juga banyak. Jadi santai saja, bagi yang akan ujian, pasti bisa!. Terima kasih untuk Pak David, petugas Kedutaan, yang benar-benar membuat tenang dengan segala macam penjelasan selama ujian. Yiaaayyy!! Senang banget. Pengen lompat-lompat rasanya. Seperti pecah bisul, lega! *padahal ya ga pernah bisulan. Segala senewen Ibu, Suami dan Mertua langsung berganti senang. Setelah tes berakhir, saya diminta menunggu sebentar untuk pembuatan sertifikat. Dan Pak David memberitahu bahwa sertifikat yang asli saya simpan untuk keperluan pengambilan MVV visa di Jakarta kalau sudah turun suratnya. Sementara untuk memasukkan berkas di IND Belanda cukup scan dan kirim via email ke Suami.

Penampakan hasil Basis Inburgeringsexamen
Penampakan hasil Basis Inburgeringsexamen

 Jadi bagi yang melihat dan memantau kalau menikah dengan pria WNA itu selalu enak, tolong dilihat lagi bagaimana perjuangan dibaliknya, atau behind the scenenya. Setelah ujian MVV ini selesai, kami masih harus menunggu visa MVV turun yang entah berapa lama waktu yang diperlukan. Jika beruntung, 2 minggu sudah turun. Jika tidak beruntung, bisa berbulan-bulan bahkan sampai setahun. Dan selama visa MVV belum turun, saya tidak diperbolehkan melakukan kunjungan ke Belanda. Tapi kalau mau keluar negeri lainnya masih bisa. Sekarang saatnya was-was tahap selanjutnya buat kami :). Berhenti sampai disini? oh tentu tidak. Setelah sampai Belanda, ujian bahasa Belanda tahap lanjut sudah menanti. Satu-satu dulu dijalani. Pada saatnya nanti, pasti akan terlewati. Ujian tidak perlu dihindari, tapi dihadapi ^^.

Bagi yang akan mengikuti ujian ini dengan sistem yang baru, saya ucapkan selamat ya. Semoga lulus dan berhasil.

Belanda, tunggu saya datang yaa ^^
Belanda, tunggu saya datang yaa ^^

 

Beberapa link online yang membantu saya belajar mandiri :

1. http://studeersite.nl/

2. http://www.basisinburgeringsexamen.nl/

3. http://www.naarnederland.nl/ <– untuk perkembangan terbaru tentang MVV examen

4. http://adappel.nl/en/

5. https://www.facebook.com/groups/basisexamen/ <– Grup Basis Inburgeringsexamen di Facebook untuk memantau perkembangan terbaru dan testimoni

6. Jangan malas untuk memperbanyak kosakata, melatih pendengaran lewat film-film di youtube, atau berlatih dengan pasangan

(Jika ada yang ingin menambahkan, silahkan)

 

-Surabaya, 7 November 2014-

67 thoughts on “Basis Inburgeringsexamen (MVV Examen)

  1. Halo.
    Saya jg akan mengajukan visa mvv. Tapi gimana caranya/prosedur untuk tes bahasa belanda.
    Apa kita langsung datang ke Kedutaan Belanda di jkt?
    Terima kasih

    1. Hallo,

      Sudah dibaca belum tentang ujian bahasa Belanda di website kedutaan? Karena keterangan di sana lengkap sekali. Succes!

  2. Waaahh, bagus banget tulisannya! Kemungkinan saya tahun depan akan mengalami hal yang sama dan melewati hal yang sama pula. Saya sudah mulai les belanda tahun lalu bulan agustus, tapi kok saya masi kurang PD ya dan memang ujiannya masih lama, tapi kok udah nervous nya sekarang ya mbak. Mungkin bisa sharing lebih ke saya? Jadi biar saya lebih tenang dan bisa melalui dengan lancar. AMIN.

    Salam dari Jogj 🙂

    1. Hai Ruth, terima kasih sudah baca 🙂
      PD aja, namanya ujian harus dihadapi. Kalau ga PD kapan majunya, ntar ga selesai2 tanggungannya ya kan 🙂 Aku dulu sebenarnya ga siap sih waktu mau ujian. Belajar cuma beberapa bulan. Tapi ya karena niat buat segera nyusul suami, makanya harus siap. Kalau ga ujian, ga cepet ngumpul sama suami. Dulu aku berpikirnya seperti itu dan membuat aku termotivasi. Heel veel succes ya!

      1. Halo mbak, mau tanya kalau untuk syarat2 menikah nya sendiri apa yang diperlukan si? Kebetulan calon suami saya warga negara belanda dan pernikahan rencana akan dilakukan di indonesia. Berkas yg harus disiapkan oleh dia dan saya kira2 apa saja ya? Terimakasih sebelumnya

        1. Halo, kalau akan menikah, banyak2 browsing yaa soalnya untuk infromasi pernikahan Indonesia dan Belanda sudah banyak yang menuliskan. Tinggal di googling saja karena saya sewaktu akan menikah juga hampir setiap saat tidak malas googling dan juga di website kedutaan jelas tertulis tentang syarat2nya. Good Luck!

  3. Maaf mba mau tanya, ada persyaratan umur gak kalau mau ikut examen verblijftnya? Saya baru 19thn, mohin dibantu ya mba. Terimakasih

  4. Maaf mbak mau tanya, kalau akte lahir lebih dari 1 tahun boleh gak mbak.., trus dokument yg belum diterjemahkan dilegalisasi dulu dikemenhumhan, deplu baru diterjemahkan ke bahasa belanda dan terjemahannya itu dilegalisasi lagi.., atau bisa diterjemahkan dulu baru dilegalisasi secara bersamaan..?, trmksh mbak..

    1. Saya membuat akta tanda lahir karena saya masih ingin menyimpan akta lahir saya yang asli. Akta tanda lahir dibuat tidak boleh lebih dari 6 bulan saat diajukan ke IND untuk proses mvv.
      Menurut saya, lebih baik diterjemahkan dulu ke bahasa Belanda baru dilakukan legalisir, jadi satu kali keja tidak bolak balik. Karena hal tesebut yang saya lakukan dulu meskipun saya pakai jasa agen, tidak melegalisir sendiri ke Jakarta

  5. Mbak saya mau tanya, untuk hasil tes inburgering examen berapa hari ya dari test, soalnya dilihat dr pengalaman mbak proses awal sampai Sertifikat jadi cm 2 jam. Tp di blog lain sampai 2 minggu via email.

    1. Halo Hadi,
      Saya ikut yang sistem lama, seperti yang saya tulis di atas. Kalau sistem ujian yang lama, hasilnya memang hanya menunggu saja sampai sertifikat dicetak. Sistem lama itu terakhir oktober 2014. Nah setelah itu sistem ujiannya baru dan konon butuh waktu lama sampai hasil keluar. Blog yang kamu baca sampai 2 minggu keluar hasil itu kemungkinan besar sudah menggunakan sistem yang baru.

  6. Terima kasih banyak mbak saya suka semua tulisan mbak sangat memotivasi buat saya yang ingin pindah ke belanda juga.

  7. Halo mbak slm kenal,saya Sudah 2x 3bln kebelanda dan udh lulus inburgering examen dgn hasil yg memuaskan 10 smua nilainya,senang banget tp itu cuma sementara. Karena sampai skarang saya blm dapat jawaban visanya padahal pasangan saya stiap minggu tlp IND untuk menanyakan apakah visa kami sudah jadi? Tp jawabannya cuma tunggu
    Mohon masukannya dari mbak atau siapa saja yang membaca ini, terima kasih

    1. Hai Rini, selamat yaaa sudah lulus MVV inburgeringsexamen dan nilainya juga sempurna 🙂
      Sudah berapa lama proses visanya?. Kalau tidak salah ingat, disurat dari IND, maksimal mereka memproses visa adalah 6 bulan. Pengalaman suami dulu, dia nelepon seminggu sekali untuk memastikan bahwa semua syarat sudah lengkap. Dan surat persetujuan dari IND turun 2 minggu sejak dokumen masuk pertama di IND. Jadi proses kami hanya 2 minggu sampai surat dari IND keluar. Meskipun aku baru bisa berangkat ke Belanda untuk pindahan 2 bulan kemudian karena masih menyelesaikan kuliah. Ada pengalaman dari kenalan yang lain, visanya baru turun 6 bulan kemudian. Memang semuanya ga pasti, hanya IND yang tahu apa yang membuat berbeda antara satu dan lainnya. Semoga secepatnya visa bisa keluar ya.

      1. Maaf br bls mbak saya apply visa dari mei 2015,1 minggu lalu pasangan saya tlp ke IND katanya visa saya sudah mau slesai tp harus bikin akte kelahiran baru dgn Translate dan legalisasi.saya skarang lg tunggu bikin akte baru.

    1. Bisa ditanyakan disini saja Mbak apa yang ingin ditanyakan. Apa yang tidak jelas dari tulisan saya diatas bisa didiskusikan disini saja biar kalau ada yang butuh info bisa sama2 dibaca dari diskusi kita.

  8. Hallo MBA saya upi salam kenal Dari Surabaya juga, Mba apa buku Dan CD naar Nederland mask ada? Kalo boleh aku beli dong MBA karna says juga lagi mau nyusul suami me belanda, salam kenal ya MBA…

    1. Hai Upi salam kenal. Terima kasih sudah baca blog kami ya.
      Untuk Naar Nederland, maaf aku ga jual karena masih aku pakai untuk belajar. lagian bukuku ini memang ga layak jual karena banyak sekali coretannya. Naar Nederland bisa dibeli Online. Minta tolong suami untuk membelikannya. Coba klik link yang aku tulis diatas.
      Good luck ya buat ujiannya 🙂

  9. selamat siang mba, terimakasih untuk sharingnya, yang mau saya tanyakan dan saya simpulkan dari sharing mba diatas…berarti untuk persiapan MVV examen kita beli bukunya sendiri di IND NL, lalu kita belajar sendiri atau ambil kursus, tidak harus kursus di kedutaan belanda yang ada di jakarta ya? lalu kalau nanti kita sudah merasa siap kita bisa mendaftarkan diri melalui email ke IND untuk ikut examen di kedutaan Belanda Indonesia? mohon penjelasannya ya mba, terimakasih banyak

    1. Saya coba jawab satu persatu ya :
      1. Berarti untuk persiapan MVV examen kita beli bukunya sendiri di IND NL –> pada tulisan saya sudah saya jabarkan secara jelas tentang ini. Hanya untuk sistem yang baru, saya kurang paham apakah masih menggunakan buku Naar Nederland atau tidak. Langsung saja ke website yang sudah saya sertakan diakhir tulisan untuk tahu updatenya.
      2. lalu kita belajar sendiri atau ambil kursus, tidak harus kursus di kedutaan belanda yang ada di jakarta ya? —> Kalau membaca secara seksama yang sudah saya tulis, pasti sudah tahu jawabannya apa. Karena sudah saya tulis secara jelas berdasarkan pengalaman saya.
      3. lalu kalau nanti kita sudah merasa siap kita bisa mendaftarkan diri melalui email ke IND untuk ikut examen di kedutaan Belanda Indonesia? –> ini juga sudah jelaskan secara jelas pada tulisan saya, kalau membacanya pelan-pelan dan seksama.
      Jadi intinya yang Anda tanyakan sudah saya tulis secara jelas dan terperinci. Tinggal membaca penuh seksama dan teliti saja. Sukses dengan ujiannya.

  10. Terimakasih banyak untuk informasinya. Sangat membantu bagi Saya yg ingin mengajukan MVV segera. Sebenarnya jadi lebih gugup untuk mempersiapkannya setelah lihat contoh ujian dgn sistem sebelumnya dari pengalaman Mba. Karena sebelumnya saya pikir relatif lebih mudah dgn sistem yg sekarang, kalau lihat contoh di http://www.naarnederland.nl/en/ 🙂

    1. Sama-sama. Semoga sukses dengan MVV nya. Mudah tidaknya tergantung kesiapan belajar juga. Kalau soalnya mudah tapi persiapan kurang maka akan menjadi sulit. Berlaku juga sebaliknya 🙂

  11. Selamat ya mbak…keliatannya mba gampang banget…o ya mba gimana dapat restu dari orang tua soalnya ortu aku gak restuin hub aku sama dutch man gara2 beda negara padahal jelas2 dia mualaf. padahal udah rencana mau nikah.dan mau coba apply mvv.sedih mba

    1. Terima kasih 🙂 Tidak semua hal harus aku share disini kan. Keliatannya kan yang enak-enak aja. Padahal kan ada perjuangan panjang dan berat dibaliknya :). Jawabnya gimana ya tentang restu, aku juga ga bisa kasih tips karena kondisi masing-masing orang kan beda.Aku juga ga punya tips buat diriku sendiri. Tapi yang aku yakini,semua yang aku jalani, selalu aku bawa dalam doa dan usaha. Kalau kita sudah berusaha, dan berdoa, tapi jalannya tidak kesana, mungkin itu yang terbaik buat kita. Selama memang layak diperjuangkan, ya diperjuangkan. Tetapi jika keadaan berkehendak lain, percayakan saja pada yang Kuasa, Dia yang Maha Tahu yang terbaik buat kita ^^

  12. Selamat yah mba. Info yang sangat membantu, kira2 mba tau perbedaan ujian yang baru dengan yang mba pernah ikuti? Aq mau beli naar nederland dr sekarang cuman belom tau kapan bisa kursus soalnya ditempat tugas saya yang baru nanti tidak ad kursus bahasa belanda. Btw mba skr di kota mana? Makasih banyaaak mba^^

    1. Hai Iin, Terima Kasih 🙂 Untuk perbedaan, terus terang aku ga tau antara yang baru atau lama. Kalau kamu ada facebook, join saja di grup ad appel mvv basis inburgeringsexamen. disitu infonya uptodate. Aku join sih, tapi karena sudah lulus, suka ga merhatiin lagi sekarang. Atau nggak ke http://www.naarnederland.nl. Disitu juga lengkap infonya. Sering-sering google ya, karena banyak info juga yang didapat dari googling.Aku baru saja pindah ke Den Haag 🙂

  13. mbak…, selamat ya.
    boleh saya hub mb?
    bisa krm no hp ke email sy?
    kl ga keberatan sy mau sharing n tanya2 sm mbak mengenai mvv krn sy dikejar wktu untk pindah kesana krn suami sy org Belanda n kami udh menikah disana bulan november kmrn.
    tolong donk mbak…
    trm ksh banyak sebelumnya ^_^

    1. Hai Mbak Henny, Terima Kasih. Dan selamat untuk pernikahannya ya…
      Maaf boleh kirim email dulu tidak untuk sementara. Saya lagi kejar tayang sidang thesis, jadi lagi ngebut ngerjain draft dan kalau siang sampai malam saya ada di kampus. Kalau lewat email kan saya bisa jawab sambil ngerjain thesis 🙂 Insya Allah saya akan bantu sebisa saya 🙂

    1. Hai Astrid, salam kenal juga yaa 🙂 Terima Kasiihh 🙂 Ayuk segera diniatkan untuk ujian. Biar cepet selesai tanggungan, biar segera pindah Belanda. Kalau rajin belajar, lulus kok 🙂 … Aku belum pindah sekarang. Masih nunggu surat mvv turun. Kamu di Belanda mana?

      1. Mba, koq aku gak bales ya yg ini >.< maaf keskip coba huhuhu. td aku lagi browsing2 soal ujian inburgering, terus nemu tulisan Mba, dibaca dengan seksama lagi, pas lia2 commentnya, br liat aku belum bales *gubrakkk*. Aku di Den Bosch Mba, nanti klo udah pindah ke sana janjian yaa Mba sekalian berbagi ilmu pengalaman tinggal disana hehe 😀

        1. Siaaappp Astrid. Semoga ada kesempatan kita ketemu pas kamu sudah disini yaaa. Semangat buat siapin pernikahan, dokumen2 dan ujian MVV 🙂

  14. Gefeliciterd yaa mbak 🙂 i hope oneday aku juga bisa melewati semuanyaa, tapi membaca cerita mbak, aku menjadi lebih termotivasi lagii. Sharing yg sangat bermanfaat mbak. Semoga visanya cepat didapat. Amin dan test when di belanda juga lancar..

    1. Graag gedaan ^^ ik zal mijn best doen

      Amiinn, yakiin pasti bisa. yang penting tekun dan ga lepas doa. ayuukk Semangat!! 🙂

  15. selamat mbak deny,salut dengan perjuangannya,,waah repot juga ya mau ikut suami tinggal di belanda harus bisa bahasanya,,untungnya untuk saat ini kalau mau nyusul suami ke italy belom ada syarat lulus ujian bahasa kayak gitu,, 🙂

    1. Terima kasiihh ^^. Iya, memang repot dan musti kerja keras dalam waktu singkat belajar bahasa baru. Apalagi ujiannya listening dan speaking. Ga ada ujian tulis. Semuanya speaking. Tapi demi pilihan hidup, harus dijalani dengan senang dan semangat 🙂 nanti sampai di Belanda, ada ujian bahasa tingkat lanjut. Jadi kamu yang rajin ya sekolah bahasanya disana, mumpung belum diberlakukan sistem ujian. Jadi harus giat ^^

  16. Di pusat kebudayaan belanda di surabaya juga ada kursus bhs Belanda sepertinya, saya pernah main situ. Saya masib simoan buku kursus bhs belanda di Erasmus taal centrum tapi malas buka. saya ingat teman sekelas kursus akan ikutan ujian MVV kami ikut senang dg kelulusannya. Selamat ya untuk kelulusannya.

    1. Iyaa, diatas juga sudah kutulis kalo aku awal lesnya ya di Caraka Mulya, nama pusat kebudayaan Bahasa Belanda di Surabaya. Setelahnya langsung privat ke Guru yang ngajar disana soalnya lebih dekat ke rumah, dan lebih fleksibel waktunya :)… Terima Kasiiihhh

  17. Hai Deny saya ada tulisan juga mengenai MVV udah 2 thn lalu sih postingnya. Mau izin cantumkan link postinganmu ini ke postinganku. Pengalamanmu sangat berguna sekali buat mereka yg akan ikut ujian juga.

    1. Silahkan Nella, senang berbagi info. Siapa tahu ada yang membutuhkan. Aku baca blogmu belum khatam2 juga. Banyak cerita2 menariknya :). Ibarat buku kuliah, ini sudah berjilid2 hehehe. Untuk MVV examen, per 1 november ada sistem baru. Tapi ini masih postpone, baru desember mulai karena sistem masih belum berjalan sempurna. Kata temen suamiku yang di Minbuza, sistem yang baru lebih susah 🙂

        1. Karena ada sistem yang baru, ada yang bislng susah, ada yang bilang gampang. Kabar terbaru ujian yang sistem baru ini masih pending sampai januari 2015 karena sistemnya masih belum siap, masih error. Jadi bagi mereka2 yang mau ngurus MVV visa kepending deh
          Blog ini yang buat suamiku. Jadi kami ngeblog ya sama2 disini. Bedanya : kalo yang bahasa Indonesia jelas aku yang nulis. Kalo Inggris, sejauh ini ya dia hehehe

  18. wah ternyata tinggal di Belanda tidak mudah ya….terbayang deh sulitnya belajar bahasa negara suami ya…salut salut perjuangannya …

    1. Iya Siti, penuh perjuangan untuk tinggal di Belanda, termasuk bagian bahasa. Setelah nanti aku sampai sana, wajib lulus tes bahasa tingkat lanjut yang susahnya sudah terbayang. Tapi aku selalu yakin bahwa nothing is impossible kan di muka bumi ini. Sesuatu yang diciptakan pasti juga bisa dipelajari asal kita tekun dan berusaha keras ^^

    1. Terima kasiihh Emmy. Tekad kuat karena tekanan sana sini. Dosen yang ngejar2 buat nyelesein tesis, Ibuku yang nanya2 terus kapan lulus kuliah, Suamiku yang selalu bilang kelamaan LDR annya. Jadinya emang niat banget buat lulus. Alhamdulillah. Kadangkala kita sering berhasil karena keadaan yang memaksa :). Dan nanti sesampainya di Belanda, aku musti sekolah bahasa Belanda lagi karena akan ada ujian tingkat lanjut bahasa Belanda. Gak selesai2 ujiannya hehehe. Semangaatt!!

  19. Deni,

    Selamat ya. Level B1 itu tinggi banget. Soalnya jaman inburgeringscursus masih dibayar pemerintah untuk pendatang yang udah tinggal di Belanda, syarat lulus inburgeringstraject itu A1 (sama dengan Beginner plus level).

    Veel succes met alle voorbereidingen en nogmaals, heel goed gedaan!

    1. Hartelijk bedankt Mbak Yoyen 🙂 Ik hard gestudeerd voor dit examen *bener ga ya ini hehehe
      Aku juga ga tau tentang level2 ini sampai ditunjukkan sama petugasnya di surat halaman kedua kalo skor ku sama dengan B1. Karena aku bener-bener takut ga lulus, makanya 1.5 bulan menjelang ujian belajar sangat keras. Setiap hari 8 jam. Mudah2an ujian yang di Belanda nanti juga ga mengecewakan hasilnya. Harus belajar lebih serius lagi 🙂

Thank you for your comment(s)