Veteranendag 2015 and Night at the Park

Hari Sabtu minggu lalu, 27 Juni 2015, ada dua acara seru di Den Haag. Pertama adalah Veteranendag dan yang kedua adalah Night at the park. Acara yang kedua ini adalah konser beberapa grup band yang diadakan sejak jam 3 sore sampai jam 9 malam ditaman yang bernama Zuiderpark. Jadi saya dan suami sudah kelayapan sejak siang sampai tengah malam baru kembali kerumah.

Veteranendag 2015

Acara nasional di Belanda ini diselenggarkan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para Veteran yang berjumlah lebih dari 150.000 orang atas jasa mereka dimasa lalu dan sekarang, supaya setiap orang mengetahui apa yang telah mereka lakukan. Acara ini dimulai sejak pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore di Gedung Parlemen (Binnenhof) dan di Malieveld. Acaranya sendiri terdiri dari atraksi pesawat, defile dengan rute sekitar pusat kota (defile veteran, motor besar, kendaraan bermotor besar, kuda, drumband militer), pertunjukan musik, dan makan minum.

Untuk saya yang baru pertama kali melihat Veteranendag ini, sangat antusias mengikuti acaranya meskipun tidak sejak pagi. Saya baru sampai di Malieveld sekitar jam setengah dua siang, sehingga sudah tertinggal bagian atraksi pesawat militernya. Bersyukurnya defile baru dimulai. Entah kenapa saya menjadi terharu melihat para Veteran ini. Mereka masih terlihat gagah, berjalan dengan penuh senyuman melambaikan tangan kepada para warga kota yang menyaksikan veteranendag ini. Saya seketika teringat dengan para veteran di Indonesia.

  

 


 

Sampai jumpa di Veteranendag tahun depan, 25 Juni 2016
Sampai jumpa di Veteranendag tahun depan, 25 Juni 2016
 

Ketika sedang asyik melihat defile dipinggir jalan, sambil jinjit dan menjulurkan leher karena saya tidak pada barisan pertama dan terhalang bapak yang ada didepan, ternyata bapak tersebut menoleh. Saya salah, ternyata seorang kakek. Beliau dengan ramahnya menyuruh saya untuk bergeser kedepan dan memberikan ruang disebelahnya. Kemudian Beliau berbicara dengan menggunakan beberapa kalimat bahasa Indonesia. Saya tentu saja terkejut. Saya kemudian mengajak berbicara Beliau dengan menggunakan Bahasa Belanda yang masih terpatah-patah, sementara Mas Ewald menguping dibelakang. Ternyata Beliau pernah ditugaskan di Indonesia tahun 1947-1950 di Jogjakarta, Sumatera, dan Jawa Timur. Beliau sudah berumur 89 tahun saat ini, tapi masih terlihat sangat sehat, hanya pendengaran yang mulai berkurang karena beberapa kali saya harus mengulang perkataan ataupun pertanyaan. Entah karena bahasa Belanda saya yang tidak jelas atau suasana yang agak berisik sehingga membuat semakin sulit Beliau untuk menangkap pembicaraan saya. Namanya Bapak De Winter. Beliau mengatakan suka tinggal di Indonesia karena sangat indah. Tidak berapa lama, Beliau pamitan karena merasa sudah capek berdiri. Sebelumnya saya meminta ijin untuk berfoto bersama dan mengatakan akan menaruh foto ini diblog. Beliau mengijinkan. Sebenarnya saya ingin lebih lama berbincang dengan Beliau sebagai saksi sejarah, penasaran saja sebenarnya apa yang terjadi pada tahun saat Beliau ada di Indonesia. Tidak menyangka saya bisa mengobrol dengan salah satu veteran dan beliau bisa menggunakan Bahasa Indonesia meskipun terpatah-patah. 

Bersama Bapak De Winter
Bersama Bapak De Winter
 

Tidak berapa lama setelah Bapak De Winter pergi, tiba-tiba datang beberapa polisi ingin membuka jalan dimana saya berdiri. Akhirnya kami mundur perlahan agar jalan menuju Malieveld terbuka. Ada beberapa anak kecil menanyakan apakah Raja Willem Alexander akan datang, Polisi menjawab tidak. Ternyata ada iringan tiga mobil yang datang mendekat. Mas Ewald tiba-tiba sudah heboh sendiri “Itu Raja datang, cepet difoto, difoto!” sementara saya hanya tercengang memandang mobil Raja yang melintas tepat didepan mata. Saya heran, Raja datang kok tidak ada kehebohan iring-iringan Polisi yang mengawal. Hanya tiga mobil saja. Membandingkan dengan Indonesia kalau ada Presiden datang pasti sudah heboh sana sini. 

Mobil Raja
Mobil Raja
 
Hanya bisa mengabadikan lambaian tangan saja
Hanya bisa mengabadikan lambaian tangan saja
 

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang Veteranendag, bisa langsung klik websitenya. 

Ketika keluar dari Malieveld, saya melihat ada satu tenda yang mencari dukungan agar Papua Barat merdeka.

  

Night at the Park

Ini pertama kali saya melihat konser berbayar ditaman selama 5 bulan tinggal di Den Haag. Biasanya melihat pertunjukan musik secara gratis. Kami tertarik melihat Night at the Park karena ada Duran Duran dan UB40. Dua grup band tersebut legendaris sekali. Saya tumbuh dengan lagu-lagu mereka meskipun tidak bisa dibilang saya adalah fans mereka karena hanya mengetahui beberapa lagunya. Selain 2 band tersebut, pengisi acara yang lainnya adalah Splendid, ABBA Gold, K’S Choice dan De Dijk. Kami sampai di Zuiderpark, tempat berlangsungnya konser sekitar jam 6. Kami memang sengaja ingin lesehan, sehingga kami membawa tikar lipat. Karena memang konsepnya konser ditaman, maka banyak yang menggelar tikar dan duduk-duduk santai sambil rebahan. Mas Ewald sempat tidur juga. 

Leyeh-leyeh
Leyeh-leyeh
   

Jam 20:15 UB40 tampil. Tahu diri dengan kondisi tubuh yang mungil ini, maka tempat favorit saya tentu tidak jauh-jauh dari layar TV yang besar. Kalau saya memaksakan diri untuk mendekat ke panggung, yang ada justru tidak bisa melihat apapun karena tertutup dengan postur-postur yang aduhai tinggi menjulang. Jadi saya menikmati beberapa lagu UB40 seperti Red Red Wine, Kingston Town, I’ve got you Babe dekat dengan screen. Lagu-lagu mereka yang lain samar-samar lupa liriknya. Semua bergoyang Reggae menikmati alunan musik UB40. 

UB40
UB40
 

Setelahnya, sekitar jam 21:45 giliran Duran-Duran tampil. Teriakan riuh dari penonton mengiringi para personel Duran Duran yang satu persatu tampil keatas panggung. Disekitar saya penonton yang usianya sudah senior tetap semangat menggoyangkan badan dan bersama-sama menyanyikan lagu Rio, Ordinary World, A view to kill dan beberapa lagu lainnya. Yang membuat saya heran, para personelnya masih terlihat awet muda. Simon le Bon sebagai vokalis wajahnya ya masih begitu begitu saja, awet cakepnya. Night at the Park ditutup dengan pesta kembang api yang sangat meriah. Saya yang memang pencinta kembang api sangat senang melihat pertunjukan itu. Dari website resminya, disebutkan ada 50.000 orang yang datang pada Night at the Park tersebut.

Duran Duran
Duran Duran
 

   

Hari Sabtu yang menyenangkan.

 

-Den Haag, 30 Juni 2015-

Semua foto adalah koleksi pribadi

37 thoughts on “Veteranendag 2015 and Night at the Park

  1. Halo Mbak Deny salam kenal.. saya udah lama suka liatin blognya dari baca komen2 di blognya Ko Arman, saya mau follow tapi ga ada option follow via wp ya, musti via email.. 🙁
    seru baca postingan2nya, terus saya juga suka liat Mbak Deny dan suami, mirip euy 🙂

    1. Hai Anna, Thanks yaa sudah mampir sini 🙂 Terima kasih juga dibilang mirip ^^
      Bisa follow lewat email dan bisa follow lewat feedly juga (ada tanda hijau diatas). Tapi kalau mau komen, langsung ke websitenya, ga bisa pakai aplikasi WP, dan butuh kesabaran juga. Kadang2 lamaa banget baru bisa 🙂

    1. Ya itu dia Firsty yang bikin aku miris mengingat Veteran ditanah air.
      Tuhhh kan bener kalau di Indonesia mobil pengiring Presiden hebohnya ampun2an

  2. pernah memang dulu keluarga kerajaan (jamannya ratu beatrix) diserang mobil dengan kecepatan tinggi. mereka sih gak kena ya tapi beberapa orang yang nonton parade tewas.

    salam
    /kayka

  3. Kalo presiden lewat di kita udah steril dari jauh banget ya den,hihihi

    btw itu opa winter bener bener saksi sejarah Indonesia ya… dia kan hadir di tahun 1947 🙂 kereeen masih bisa keluar menikmati kegiatan kota *jempol* , bahasa Indonesia nya pun masih ingat yak… ahhh seru kayanya ^_^

    1. Naahh iyo kan Mel, mana ada yang bisa sedekat itu motret kalo Presiden lewat. polisi dah dimana-mana. Lha kemaren santaaiii banget polisinya yo cuman buat buka jalan thok. Mobil Raja lewat yo dijarno lewat. Nyuantee.
      Iyaa, aku sampek terharu bicara sama Beliau. Ga nyangka ternyata prajurit dulu di Indonesia

  4. itu di mobil ada ratunya juga gak den? suka soalnya liat istrinya.

    huaaa ada duran-duran, saya tumbuh bersama musiknya mas-mas ganteng ini nih den. dulu fansnya banyak yang patah hati waktu simon le bon kawin hahahahahha

    salam
    /kayka

    1. Ada Mbak, dimobil kedua ada ratu Maxima. Iyaa, fashionable banget ya Ratunya. Senang ngelihatnya

      Whoaaa!! Kita samaaa Mbak. Akupun tumbuh dengan musik2 tahun 80an. Enak dan legendaris sekali yaa. Duuhhh Simon le Bon masih kinyis2 sampai sekarang Mbak. Badannya bisa masih bagus gitu, daaannn gantengnya awet lama haha

      1. wah bruntung ya den bisa liat langsung. memang mereka gak semobil ya?

        gak ada yang lebih cool dari musik tahun 80-an ya hehehehhe

        btw dulu saya ngefans sama duran-duran satunya den, john taylor… 😀

        salam
        /kayka

          1. kog terpisah mobilnya den? mesti gegara alasan keamanan gitu ya…
            hahahaha thanks ya den, langsung meluncur kesana…

            salam
            /kayka

  5. Hahaha, dan bendera yang dibawa bapak-bapak di foto pertama itu juga gambarnya Papua tuh, 😛 .

    Ah, Sabtu kemarin kayaknya banyak kejadian di Den Haag ya. Aku malah santai-santai aja dan malamnya ke Rotterdam, haha 😛 .

    1. Iya bener Zilko, pas dapat moment yang Papua.
      Iyaa, kayaknya tiap weekend pasti ada acara seru ya kalo summer gini. Di Delft malah seru banget, pesta Bir dan BBQ haha

    1. Betuuulll Ail. Toss lah kita. Duh sengsara banget deh dengan tinggi 153cm disini. Semua pada menjulang. Dirumah aja suamiku sampai nyediain tangga (semacam dingklik tapi agak tinggi gitu) buat aku karena lemarinya tinggi2 semua. Belum lagi kalau lihat pertunjukan, leher sampai pegel, sakit semua.

    1. Iya Nel, akupun terkagum. hanya 3 tahun di Indonesia tapi masih ingat aja beberapa kata bahasa Indonesia. Mertuaku 15 tahun di Jakarta (62 tahun lalu), sampai sekarang masih bisa ngomong pakai bahasa Indonesia.

  6. Pak De Winger kok bisa langsung ngajak Bahasa Indonesiaan Den? Mengharukan bacanya. Dari bentangan sejarah sekian tahun kalian bisa ditakdirkan ketemu *lebay ya gw?
    Kalo di Indonesia cuma dua mobil sih Den. Mobil pengawal depan, aama yang dikawal, tapi jalanan ditutup dari dua jam sebelumnya.

    1. Secara mukaku ga bisa nipu Dan. Muka Jatim gini masak iya diajak bicara bahasa Perancis. Sesekali sebenarnya aku pengen lho disangka orang Perancis hahaha Ngimpiiii. Habisnya orang2 Belanda ini kalau menyapa aku pasti langsung pakai bahasa Indonesia.
      Aku kapan itu pernah lihat di TV, Kawalan Presiden kayaknya banyak. Nah, kemaren itu jalanan sama sekali ga ditutup. Ya biasa aja gitu kayak mobil biasa lewat. Manalah tau itu mobilnya Raja.

    1. Iya kayaknya Tal. Soalnya mereka kan memang dibagi berdasarkan tempat mereka ditugaskan gitu berdasarkan tahun yang tersebut. Jadi pas ngelihat mereka, aku mbatin “ohh ini tho yang ada di Indonesia pada saat itu”

      1. Sebenernya pengen datang sih ke Veteranendag kemaren itu, tapi pas banget siangnya aku jemput temen yg mau sekolah disini, semoga tahun depan ada kesempatan lg utk ke Veterandag

        1. Tahun depan tanggal 25 Juni 2016, hari Sabtu Tal (Sampai sudah dipasang lho sama mereka pengumuman tahun depannya). Semoga kamu bisa datang.

Thank you for your comment(s)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.